
Saat tiba di apartemen, Diva langsung membawa baby Khay masuk ke kamar karena tertidur.
Sedangkan Kenan menunggu di ruang tengah, sambil memeriksa beberapa e-mail yang masuk, selama 2 bulan terakhir ini Kenan benar-benar sibuk, bukannya ia tidak peduli lagi dengan keluarganya tapi jika ia tidak turun langsung maka perusahaan tidak akan bisa bangkit kembali, ayah Salman mengakui kinerja kerja Kenan yang bener-bener hebat, dalam waktu 2 bulan saja ia berhasil dan memulihkan kembali keuangan perusahaan dan juga menstabilkan officenya.
"By, kok nggak ganti baju ?" Tanya Diva ikut duduk di samping Kenan.
"Nggak Yank, saya harus kembali ke kantor, masih banyak yang harus saya kerjakan, apalagi saat ini ayah tidak ada." Ucap Kenan tanpa teralihkan dari ponselnya.
"Oh..." Diva hanya ber Oh ria saja, sebenarnya ia ingin sekali menghabiskan waktu berdua bersama dengan suaminya itu, sudah lama mereka tak berduaan, karena kesibukan Kenan, kadang Kenan berangkat sangat pagi, dan pulang tengah malam di saat Diva sudah tertidur.
"Ya sudah yank, aku berangkat dulu ya, saya usahakan pulang lebih cepat." Ucap Kenan beranjak dari duduknya.
Diva tak menanggapi ucapan Kenan, tapi Diva tetap mencium punggung tangan suaminya itu, tapi saat ini ia merasa kesal.
🍀🍀🍀
Sudah dua minggu Kenan masih saja sibuk dengan pekerjaannya, Diva merasakan sudah jenuh dengan keadaan seperti ini, Diva terkadang hanya berdiam diri di kamarnya, sedangkan baby Khay sudah ada baby siter yang membantu Diva untuk mengurusnya.
Hari ini Lani berkunjung ke apartemen Kenan dan Diva, untuk mengunjungi sahabatnya sekalian mengantarkan undangan acara tujuh bulanannya buat lusa, sekalian mengundang Diva juga Kenan untuk menghadiri pesta kecil-kecilan yang dibuat Ray yang hanya mengundang sahabat-sahabatnya saja, kebetulan Hera maupun Rafa berada di kota Xx, sedangkan Jova juga Kiki tidak sempat hadir karena kesibukan masing-masing.
Lani yang melihat Diva yang terlihat murung mencoba untuk mengajaknya jalan-jalan, namun Diva menolak, dengan alasan ia tidak enak badan.
"Memangnya Kenan sering seperti ini ?" Tanya Lani.
"Iya, bahkan setiap hari berangkat pagi, dan pulang larut malam, di saat kami sudah tertidur, mungkin dia sudah tidak mempedulikan kami lagi, dia lebih mementingkan dan mempedulikan pekerjaannya." Ucap Diva mengeluarkan kekesalannya, tanpa terasa air matanya jatuh membasahi wajahnya.
Lani memeluk ada Sahabatnya itu sambil mengusap punggungnya.
"Sabar, kali aja Kenan benar-benar sibuk, apalagi kamu tau sendiri perusahaannya juga office dia yang menangani, karena ketidak hadiran mertua kamu." Lani mencoba memberi pengertian kepada sahabatnya, agar Diva tidak terlalu memikirkannya.
"Entahlah Lan, aku rasa Kenan sudah benar-benar berubah, ia tak seperti dulu lagi, walaupun dia pulang larut malam ia tetap membangunkanku walau hanya sekedar saling menyapa saja atau mengucapkan selamat malam." Jelas Diva.
"Sabar ya..." Lani sudah tidak tau lagi cara menghibur Diva.
Tak lama Lani pulang dari apartemen Kenan dan Diva, kerena merasa sudah sangat sore, apalagi dia harus menyiapkan untuk acara nanti malam.
Diva mencoba menghubungi Kenan, untuk mengajak Kenan pergi ke acara Ray dan Lani sebentar malam.
📞 "Hallo yank, ada apa ?" Tanya kenen saat setelah menjawab telpon dari Diva.
__ADS_1
📞 "By', tadi Lani kesini untuk mengundang kita ke acara tujuh bulanannya besok lusa." Ucap Diva.
📞 "Terus ?
📞 "Dia juga mengundang kita untuk pergi ke acaranya nanti malam, Ray dan Lani mengadakan pesta kecil-kecilan, Rafa juga Hera ada by'." Terang Diva.
📞 "Ray tidak ada mengatakan itu yank, padahal tadi kami bertemu."
📞 "Mungkin saja dia lupa ! Kamu pulang cepat kan?"
📞 "Sepertinya aku tidak bisa yank, soalnya aku masih ada pek...."
Diva langsung mengakhiri panggilannya secara sepihak sebelum Kenan meneruskan ucapannya, lalu Diva melemparkan ponselnya ke sofa.
"Pekerjaan, Pekerjaan, selalu saja pekerjaan yang selalu ia pentingkan ! Apa pekerjaan lebih penting menurutnya di bandingkan keluarganya." Kesal Diva dengan air mata kembali membasahi wajahnya.
Diva masuk ke kamarnya, membaringkan tubuhnya sambil menenggelamkan wajahnya pada bantal, ia menangis sejadi-jadinya, ia merasakan kekecewaan yang mendalam kepada suaminya, menurutnya Kenan benar-benar berubah total, Kenan tidak pernah lagi memanjakannya, tidak pernah lagi memberikannya perhatian-perhatian kecil yang mampu membuat Diva semakin mencintai pria itu. Diva sangat merindukan saat-saat seperti itu.
🍀🍀🍀
Malam itu, Diva berangkat sendirian ke rumah Lani juga Ray, karena saat ini Ray juga Lani sudah pisah rumah dengan Orangtuanya.
Sedangkan baby Khay ia titipkan kepada baby baby siternya, ia pun sudah mendapat izin dari suaminya.
Jam 11 malam, Kenan baru kembali dari kantor, saat ia masuk Kenan mendapati bi Siti baby siter baby Khay sedang duduk di ruang tamu dengan wajah cemasnya.
"Pak, Alhamdulillah bapak sudah pulang." Ucap bi Siti terlihat sangat khawatir, ia langsung beranjak dari duduknya menghampiri Kenan yang masih berada di ambang pintu.
"Emangnya ada by' ?" Tanya Kenan melonggarkan dasinya.
"Itu Pak, Ibu sejak tadi belum pulang, saya khawatir ada yang terjadi kepada dirinya, apalagi tadi siang ia tampak kesal, dan terus mengurung diri di kamar, setelah kepergian Ibu Lani, dan ia baru akan keluar kamar setelah ia akan berangkat." Jelas bi Siti.
"Apa..." Pekik Kenan kaget dan langsung mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi istrinya, namun nomor Diva tak dapat di hubungi.
"Apa dia bawa mobil sendiri bi ?" Tanya Kenan seketika wajahnya terlihat sangat khawatir.
"Iya Pak, soalnya tadi ibu bilang hanya keluar sebentar saja tidak lama, dan meminta saya mengambilkan kunci mobil di ruang kerja bapak." Terang bi Siti.
Kenan mencoba menghubungi nomor Lani namun tidak aktif, lalu mencoba menghubungi Ray, setelah beberapa panggilan Ray baru akan menjawab panggilannya.
__ADS_1
📞 "Emmm.... Ada apa kau menelfon ku malam-malam seperti ini ?" Tanya Ray dengan suara serak baru bangun tidur.
📞 "Apa Diva menginap di situ ?" Tanya Kenan terdengar sangat khawatir.
📞 "Tidak, dia sudah pulang dari jam setengah sembilan tadi, takut baby Khay akan menangis, karena ia hanya menitipkan kepada baby siternya, begitu katanya." Terang Ray.
📞 "Kenapa ? Apa dia belum sampai rumah ? Apa jangan-jangan, dia kabur karena sudah jengah dengan sikap kamu yang sangat terobsesi dengan pekerjaan." Lanjut Ray.
📞 "Maksudnya apa ?" Gue enggak ngerti." Tanya Kenan.
📞 "Dasar, makanya kalau kerja tu ingat waktu ! Ingat Istri dan anak kamu tidak hanya membutuhkan materi tapi juga membutuhkan kamu, membutuhkan perhatian kamu." Kesal Ray.
📞 "Tapi yang gue liat dia fine-fine aja tuh."
📞 "Makanya jadi suami yang peka, katanya kamu cinta, kalau dia beneran ninggalin kamu, baru tuh kamu nyesell."
Kenan terdiam mencerna semua ucapan sahabatnya itu, ia merenungi dan merasa sangat menyesal dengan sikapnya dua bulan terakhir ini, bahkan ia selalu berlaku cuek kepada anak dan istrinya, ia lebih mementingkan pekerjaannya.
"Bi tolong jaga baby Khay, saya akan keluar mencari Diva !" Ucap Kenan lalu segera pergi mencari Diva.
Kenan menyusuri jalan menuju kerumah Ray, kali aja ada hal buruk terjadi yang menimpah Diva.
"Bodoh... Bodoh... Kamu benar-benar bodoh Kenan." Frustasi Kenan, Kenan terus merutuki kebodohannya. Tiba-tiba air matanya terjatuh mengingat perlakuannya akhir-akhir ini kepada istrinya.
"Aku minta maaf Yank, pleaseee pulang lah !!" Ucap Kenan.
Tiba-tiba Kenan melihat mobil putih yang mirip dengan mobil Diva, mobil itu keadaannya sudah sangat mengenaskan, bagian depannya sudah remuk tak berbentuk. Kenan segera menghentikan mobilnya, tepat di samping mobil tersebut.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan jejak, dan terus dukung Author, supaya authornya tetap semangat buat nulis, aku liat komen dan likenya semakin menurun. Dan maaf jika alurnya itu-itu saja, tapi alurnya sengaja saya buat seperti itu, tapi setiap akhir permasalahan berbeda-beda....
Dan semuanya kita bisa mendapatkan pelajaran dari setiap musibah.
Mungkin musibah nya sama, tapi di baliknya memiliki pengajaran yang berbeda-beda.
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote sebanyak-banyaknya.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1