
Kenan dan Diva tampak memasuki gedung yang menjulang tinggi, yaitu perusahaan mereka sendiri D&KA Group. Hari ini Kenan berencana akan mengenalkan Diva kepada Calista sebagai yang mengurus proyek yang berada di kota S.
"Selamat siang Pak, Bu." Sapa seorang security yang berjaga di depan pintu masuk gedung perusahaan.
Setibanya di lobi Kenan dan Diva kembali di sapa oleh beberapa karyawan yang mungkin juga baru tiba di kantor. Namun seperti biasa Kenan hanya membalas setiap sapaan hanya menggagukkan sedikit kepalanya dengan wajah datar plus dingin, lain halnya dengan Diva yang selalu bersikap ramah.
Setibanya depan ruangannya Kenan berhenti sejenak di depan meja kerja Luci.
"Berkas kerjasama antara BINTANG Group tolong bawa keruangan saya !" Ucap Kenan lalu kembali merangkul Diva masuk keruangannya.
"Yank, kamu duduk di situ aja dulu !" Ucap Kenan menunjuk sofa di ruangannya.
Diva hanya mengangguk, lalu mendudukkan dirinya di sofa, sedangkan Kenan ke kursi kebesarannya, Kenan mulai menyalakan komputernya, dan memeriksa beberapa dokumen yang sudah ada di meja kerjanya.
Tok...Tok...Tok...
"Masuk !!" Sahut Kenan tanpa beralih dari lembaran-lembaran dokumen di depannya.
Luci masuk membawa beberapa tumpukan map berwarna hitam di tangannya.
"Ini Pak, yang bapak minta !" Ucap Luci meletakkan map-map tersebut di atas meja kerja Kenan.
"Ini sudah ada semua ?" Kenan memeriksa map-map tersebut.
"Sudah ada semua pak." Jawab Luci.
"Apa ada masalah pak ?" Tanya Luci karena ia heran tiba-tiba Kenan meminta semua berkas mengenai proyek pembangunan di kota S bersama dengan BINTANG Group.
"Tidak ada masalah, oh iya kamu bikin agenda pertemuan saya dengan pihak BINTANG Group, kalau bisa hari ini juga !" Ujar Kenan menatap Luci.
"Kalau boleh tau agendanya apa Pak ?" Tanya Luci.
"Saya mau membahas soal proyek di kota S, dan memperkenalkan Diva sebagai pengurusnya, dari pihak kita." Jelas Kenan.
"Ah baik pak, kalau begitu saya permisi pak." Pamit Luci lalu keluar dari ruangan atasannya itu setelah mendapat anggukan.
Kenan berdiri dari tempatnya, lalu berjalan menghampiri Diva, sambil membawa berkas-berkas tersebut.
"Ini sayang, kamu pelajari dulu ! Kalau ada yang tidak kamu mengerti tanyakan sama aku." Ujar Kenan meletakkan map-map tersebut di atas meja depan Diva.
"Sebanyak ini ?" Diva terbelalak melihat ada beberapa map di depannya.
"Ini enggak banyak Sayang, kamu hanya perlu mempelajari yang poin-poin pentingnya saja !" Ucap Kenan mengambil salah satu dari map tersebut.
"Misalnya ini, kamu harus mempelajari, bagian-bagian perencanaan pembagunannya bagaimana, rincian-rincian pengelolaannya, tapi saya pikir kalau di proyek nanti kamu tidak perlu banyak banyak menjelaskan apapun, karena pada saat di sana nanti ada manager yang bisa membantumu untuk menjelaskan semuanya." Jelas Kenan panjang lebar.
"Kalau ada manager yang seperti itu, kenapa juga dia harus ditemani kesana ?" Tanya Diva mengambil map di tangan suaminya.
"Setidaknya ada perwakilan dari perusahaan kami yank." Ucap Kenan.
"Ya sudah kamu jelaskan semuanya mengenai isi dari berkas-berkas ini !" Ucap Diva kembali menyerahkan map yang sempat tadi ia ambil.
Kenanpun menjelaskan semua poin-poin penting berkas-berkas tersebut, hal itu memakan waktu sampai 2 jam, karena Diva banyak bertanya, tapi Kenan dengan sabar mengajar istrinya.
"Apa sudah mengerti sampai di sini ?" Tanya Kenan.
"Mengerti Pak." Ucap Diva.
"Kok Pak ?" Kenan mengernyitkan keningnya mendengar Diva menyebutnya Pak.
"Ia karena mulai sekarang Anda atasan saya Pak." Ucap Diva berkata formal.
__ADS_1
"Baiklah, dan soal gaji Anda jangan khawatir, Anda pasti puas." Kenan menimpali candaan istrinya.
"Emangnya gaji saya berapa Pak ?" Tanya Diva.
"Itu tidak bisa dinilai, yang penting kamu pasti puas, tunggu saja nanti malam, akan saya berikan gaji pertama kamu." Jelas Kenan mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar !! Pikirannya enggak pernah jauh dari sana, Mesum !!" Ujar Diva mencubit perut Kenan dengan sedikit keras sehingga membuat Kenan meringis kesakitan.
"Mesum sama istri sendiri pahala sayang." Sahut Kenan sambil mengusap-usap bagian perutnya.
Di sela-sela obrolan mereka Luci kembali mengetuk pintu atasannya itu, dan masuk setelah mendapat perintah dari Kenan.
"Pak, pihak BINTANG Group menyetujui agenda bapak, dan bapak dan ibu bisa menemui mereka sebentar sore, di Restoran Retro." Jelas Luci berdiri di depan Kenan dan Diva yang duduk di sofa.
"Baiklah, apa hari ini saya tidak ada agenda lain ?" Tanya Kenan.
"Tidak ada Pak, bapak hanya perlu mengecek semua berkas-berkas yang sudah saya simpan di meja bapak tadi, dan ada beberapa juga yang harus di tandatangani." Jelas Luci.
"Kalau begitu saya keluar dulu pak !" Pamit Luci dan diangguki Kenan.
🍀🍀🍀
Di Gedung BINTANG Group.
Calista sangat gembira, mendapatkan kabar jika Kenan akan mengadakan pertemuan dengannya untuk bertemu untuk membahas proyek kerjasama mereka.
"Aku akan mengajak Kenan untuk mengunjungi kota S, dengan alasan mengecek proyek dan di sana aku akan mencoba untuk mencari perhatian darinya." Calista bergumam sambil membayangkan dirinya dan Kenan.
"Masuk keruangan saya !" Ucap Calista di telfon lalu kembali memutuskannya tanpa menunggu jawaban dari orang yang ia hubungi.
Tok...Tok...Tok...
"Ada yang bisa saya bantu nona.?" Tanya sekertaris Pak Arfan.
"Agenda saya Tiga hari kedepan apa ?" Tanya Calista angkuh.
"Hari ini ada pertemuan beberapa klien, untuk besok pertemuan dengan agenda membahas kontrak kerja sama dengan pihak salah satu brand Fashion ternama, dan untuk besoknya lagi Anda free nona." Jelas sekertaris Pak Arfan membacakan agenda Calista di tabnya.
"Kamu batalkan agenda saya untuk tiga hari kedepan.!" Ucap Calista lalu beranjak dari duduknya, lalu menenteng tasnya.
"Tapi nona, semua agendanya sangat penting, dan itu bisa membuat kerugian cukup banyak, dan bisa di pastikan tuan pasti akan sangat marah." Terang Sekertarisnya.
"Ya sudah, kamu jangan dulu membatalkan itu semua, nanti saya kabari lagi, saya mau keluar menemui klaiyen, mana berkas-berkasnya?" Ucap Calista.
"Ada di meja saya nona." Sahut Sekertarisnya, Calista berjalan keluar di ikuti sekertarisnya dari belakang.
🍀🍀🍀
Diva tampak sudah bosan terus menunggu Kenan menyelesaikan pekerjaannya, Karena setelah menjelaskan semuanya pekerjaan yang Diva lakukan, Kenan kembali fokus kepekerjaannya. Diva meletakkan ponselnya di meja lalu berjalan menghampiri Kenan.
"By, masih lama enggak ?" Tanya Diva setelah berdiri di samping Kenan.
"Sedikit lagi sayang, emangnya kenapa ?" Sahut Kenan memutar kursinya menghadap ke Diva.
"Bosan !!" Ujar Diva.
"Tunggu ya, ini sedikit lagi Ok !!" Kenan kembali ke posisinya semula melanjutkan pekerjaannya.
"Sini aku pijitin !" Diva berdiri di belakang Kenan sambil memijit kedua bahu suaminya itu.
"Jadi makin cinta deh sama kami yank, coba setiap hari kamu nemenin aku kerja." Ujar Kenan tetap mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
"Kalau aku di sini terus, anak kamu siapa yang ngurus ?" Sahut Diva.
"Ya di bawah juga lah yank." Ujar Kenan enteng.
"Enak aja... Yang ada nanti baby Khay kalau di tanya dia pasti bisa jawab gedung-gedung bertingkat, sama nomor-nomor lantai yang ada di gedung ini, saking dia hanya mainnya di kantor ayahnya." Ucap Diva ngasal.
"Kamu bisa aja yank." Ucap Kenan tersenyum lucu mendengar ocehan Diva, sambil terus memijitnya.
Sekitar 30 menit Kenan menyelesaikan pekerjaannya, dan Diva sudah tidak lagi memijitnya, dan lebih memilih untuk istirahat di kamar pribadi Kenan yang berada diruangan kerjanya.
"Yank, makan siang yuk !" Ucap Kenan duduk di pinggir tempat tidur, samping Diva.
"Iya ayo !" Diva ingin segera bangun namun, tiba-tiba saja Kenan menindihnya, lalu menciumi bibir istrinya itu.
Diva mendongak dada Kenan, sehingga Kenan melepaskan ciumannya.
"Yank, ini di kantor, dan aku sudah sangat lapar !!" Ucap Diva.
"Sebentar doang yank." Ucap Kenan memelas.
"Tidak !!" Tolak Diva lalu mendorong Kenan agar menyikir dari atasannya.
"Yank nangg....
"Aku lapar by', dari tadi aku nungguin kamu buat makan siang." Dengan cepat Diva memotong ucapan Kenan.
"Ya sudah ayo, tapi janji ya, setelah kita di rumah kamu jangan menolak !!" Ujar Kenan.
"Iya, lagian sebentar sore kita ada janji dengan Pelakor itu." Ucap Diva ngegas saat menyebutkan kata pelakor.
"Iya sayang, aku ingat kok, bagaimana kalau setelah makan siang kita ke hotel aja yank ?" Usul Kenan.
"Ngapain ?" Tanya Diva tak mengerti ajakan Kenan.
"Ya buat apalagi yank, kita teruskan yang tadi." Jawab Kenan.
"By', kok kamu makin hari, makin mesum aja sih ?" Diva geleng-geleng kepala dengan sikap agresif Kenan akhir-akhir ini.
"Ya, aku mau buat adik untuk baby Khay, kan lucu yank, kalau baby Khay punya adik perempuan." Ujar Kenan.
"Enggak, baby Khay masih sangat kecil untuk punya adik." Tukas Diva.
"Ayo kapan kita makannya, dari tadi aku sudah lapar banget."
"Iya sayang ayo, tapi setelah ini kita ke hotel ya." Ucap Kenan sambil merangkul pinggang Diva keluar dari ruangannya.
"Enggak by'." Tolak Diva tegas.
Bersambung......
Jangan lupa terus beri LIKE, KOMENTAR, JUGA VOTE sebanyak-banyaknya, suapaya authornya lebih semangat lagi nulisnya.
Jangan lupa juga mampir ke karya author lainnya
- Permata Hati
- Cinta yang Kunantikan
Atau klik profil ku langsung.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1