Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 30 Season 2


__ADS_3

Setelah tadi makan siang, Kenan keluar dari ruangannya sambil menggendong baby Khay dengan Diva di sampingnya, seperti biasa Kenan selalu menampakkan wajah datar dan dinginnya di depan karyawannya, berbanding terbalik dengan Diva.


Banyak pasang mata Karyawan sangat mengagumi kebahagiaan juga kehidupan bos mereka. Masih sangat mudah berumur 19 tahun, sukses bahkan sudah memiliki istri yang cantik dan baik, tidak lupa baby Khay yang sangat tampan dan menggemaskan.


Kenan akan mengantar istri dan anaknya pulang terlebih dahulu, setelah itu ia akan menghadiri meting penting di perusahaan BINTANG Group untuk membahas proyek pembangunan beberapa perumahan elite juga apartemen di kota S. Kali ini Kenan tidak membahas soal Fashion tapi melainkan masalah proferti. BINTANG group saat ini juga sudah terjun di bisnis proferti, yang awalnya hanya terjun di dunia Fashion. BINTANG group Atau Pak Arfan memilih bekerjasama dengan perusahaan D&KA Group karena menurut Pak Arfan Pak Salman maupun Kenan sangan kompeten dalam dunia bisnis, melihat rekam jejak kerja Kenan yang sukses di usia muda begitupun pak Salman yang berhasil menjadi pebisnis nomer satu di negaranya. walaupun sempat down karena tipu muslihat beberapa petinggi di perusahaan Pak Salman yang menggelapkan dana yang cukup besar, sehingga membuat Pak Salman hampir mengalahkan kebangkrutan, untung saja Pak Salman tidak memiliki Utang apapun sehingga ia memiliki beberapa aset yang dapat ia jual untuk menutup kerugian perusahaan. Tapi kerja keras keduanya berhasil bangkit dan meraih kembali posisi pengusaha tersukses di negaranya.


Setelah mengantarkan istri dan anaknya ke rumah. Kenan langsung menuju BINTANG Group, tanpa Kenan masuk ke rumah terlebih dahulu, karena mengingat jarak dari rumahnya ke perusahaan tersebut cukup jauh.


Setibanya di BINTANG Group Kenan langsung masuk dengan gagahnya, orang-orang sudah mengetahui Kenan sejak mengadakan konferensi pers, dan mengumumkan kalau ia menggantikan posisi ayahnya memimpin ERLANGGA group yang sekarang berubah Menjadi D&KA Group.


"Selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Resepsionis ramah.


"Emm, saya ada janji dengan Pak Arfan." Sahut Kenan datar plus dingin dengan tangan di masukan ke saku celananya.


"Oh, Pak Arfan sedang bertolak ke Tiongkok tuan, tapi semua agenda hari ini Ibu Calista yang akan mewakili." Jelas Resepsionis.


"Ah baiklah, saya menghubungi sekretaris saya dulu." Ucap Kenan mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.


"Saya akan menunggu di sana." Ucap Kenan menunjuk sofa tunggu yang ada di lobi.


"Sebaiknya Anda menunggu di ruangan wakil CEO saja tuan !" Sahut Resepsionis.


"Tidak !! Terimakasih." Kenan berjalan ke arah Sofa.


Kenan menghubungi Luci untuk menemaninya, karena ia tidak mau bertemu dengan Calista seorang diri, ia masih belum merasa yakin dengan Calista, mengingat Calista pernah mendekatiku walau ia tahu Kenan sudah berkeluarga, jadinya Kenan menyuruh Luci untuk menemaninya hanya sekedar jaga-jaga saja, siapa tau Calista memanfaatkan kesempatan untuk mengganggu keutuhan rumah tangganya.


Kenan rela menunggu sekertarisnya cukup lama karena kantornya dengan kantor Bintang Group cukup jauh.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya Luci menampakkan batang hidungnya, langsung menghampiri Kenan yang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


"Maaf Pak sedikit lama !" Ucap Luci sedikit membungkuk.


"Iya tidak apa-apa, yang penting saya tidak berduaan dengan wanita itu." Sebenarnya Kenan masih kesal dengan Calista, tapi demi profesional kerja ia akan tetap menemuinya.


Kenan dan Luci berjalan mamsuki lift khusus menuju di mana ruang meeting berada, sesuai petunjuk resepsionis.

__ADS_1


"Selamat siang Tuan, ada yang bisa saya bantu ?" Ucap seorang berpakaian cukup seksi yang berada di depan ruangan CEO yang Kenan yakini itu adalah sekertaris CEO di perusahaan tersebut.


"Begini Bu, kami ada janji dengan Pak Arfan dengan agenda membahas masalah pembangunan proyek, kami dari D&KA Group." Jelas Luci mewakili Kenan.


"Mari ikut saya Tuan, Bu !" Ucap sekertis tersebut mengantarkan Kenan dan Luci ke ruangan meting yang tak jauh dari meja sekertaris.


"Silahkan masuk terlebih dahulu, saya akan memanggil Nona Calista terlebih dahulu." Pamit sekertaris tersebut dengan sopan.


Kenan dan Luci duduk berdampingan membahas materi yang akan mereka bahas hari ini. Tak lama suara langkah seseorang yang terdengar tegas, dan Kenan yakini itu suara langkah seorang wanita, karena terdengar suara hentakan hels yang ia gunakan.


"Selamat siang Tuan Kenan." Sapa Calista rama sambil mengulurkan tangannya kepada Kenan.


"Selamat Siang." Balas Kenan menerima uluran tangan Calista.


"Silahkan duduk !!" Ucap Calista mempersilahkan Kenan dan Luci untuk duduk.


Tanpa berbasa-basi lagi Kenan langsung saja ke pokok pembahasan kerjasama mereka, Calista tidak menampakkan akan adanya rencana lain, ia hanya fokus pada pembahasan kerjasama yang di sampaikan Kenan, Calista mencoba untuk tetap profesional agar ia gampang mendekati Kenan dengan alasan pekerjaan, Calista akan mengambil kepercayaan Kenan terlebih dahulu setelah itu ia akan melancarkan aksinya.


"Baiklah Pak, untuk proyek pembangunan saya akan terjung langsung ke lapangan untuk mempelajari semuanya." Ucap Calista terlihat sangat profesional tanpa menampakkan sedikitpun rasa ketertarikannya kepada sosok Kenan.


"Iya Pak terimakasih." Ucapnya.


"Kalau begitu saya permisi !" Ucal Kenan beranjak dari duduknya di ikuti Luci dan langsung keluar tanpa ada bersalaman seperti halnya dengan parner bisnis lainnya, yang sering Kenan lakukan.


Tapi dalam hatinya Kenan sedikit merasa lega karena sikap Calista tidak mencurigakan, tapi Kenan tetap waspada, karena sekali saja Kenan melihat keburukan orang lain ia tidak akan dengan mudahnya mempercainya.


Di sisi lain.


Masih di ruangan meting, Calista tersenyum licik, tapi sedikit merasa kesal karena Kenan tetap cuek kepadanya, bahkan saat menjelaskan materi kerjasama pun bisa di bilang Kenan tidak pernah melihatnya, Kenan hanya fokus pada berkas-berkas.


"Ini baru permulaan Kenan, aku akan membuatmu jatuh kepelukanku.


"Tunggu saja tanggal mainnya !! Calista kembali tersenyum smirk.


🍀🍀🍀

__ADS_1


Sudah menunjukkan jam tiga sore, saat ini Kenan sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang ke kantor bersama dengan Luci, karena tadi Luci naik ojek online saat menyusul Kenan untuk mempercepat waktu.


"Apa ada lagi agenda saya hari ini ?" Tanya Kenan kepada Luci yang duduk di sampingnya.


"Sudah tidak ada lagi Pak, hanya ada beberapa berkas yang harus bapak tanda tangani." Jelas Luci.


"Baiklah saya ke kantor terlebih dahulu, setelah itu saya langsung pulang." Ucal Kenan.


Setelah sampai kantor, Kenan masuk keruangannya, untuk menandatangani beberapa berkas yang di katakan Luci, setelah semuanya beres, Kenan bersiap-siap untuk pulang, saat keluar dari ruangannya Luci memberikan sebuah undangan untuknya.


"Ini undangan apa?" Tanya Kenan saat menerimanya.


"Itu undangan penghargaan untuk para pebisnis Pak, yang setiap tahunnya di adakan, karena sekarang bapak yang memimpin perusahaan jadi bapak di wajibkan untuk menghadiri, karena sebelumnya di hadiri oleh Pak Salman.


Kenan membuka undangan tersebut, lalu membacanya.


"Semua pemimpin perusahaan di undang dari seluruh Indonesia ?" Tanya Kenan setelah membacanya.


"Iya Pak." Sahut Luci membenarkan.


"Baiklah, saya akan menghadirinya." Ujar Kenan.


Kenan langsung melenggang pergi meninggalkan kantornya, ia sudah tak sabar ingin secepatnya tiba di rumah bertemu dengan anak dan istrinya.


Bersambung....


Jangan Lupa LIKE, KOMENTAR, juga VOTE, agar authornya tetap semangat buat Up.


Jangan lupa mampir juga ke karya aku yang lainnya.


PERMATA HATI dan


CINTA YANG KUNANTIKAN


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2