Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 85 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

Dengan langkah tegapnya Kenan memasuki gedung Chanel Line, beberapa karyawan yang berada di lobi memperhatikannya, karena sekarang sudah sore karyawan di gedung tersebut mulai pulang, dan masih ada beberapa yang berlalu lalang sepertinya akan lembur.


Karyawan atau karyawati melihat Kenan yang tampak dingin, tak berani menyapanya, mereka hanya menundukkan sedikit kepalanya tanda menghormatinya, apalagi raut wajah Kenan sedang tidak mendukung, sepertinya sedang menahan amarahnya.


"Apa bos kalian masih ada ?" Tanya Kenan dingin pada salah satu karyawan yang lewat di hadapannya.


"Sepertinya masih ada tuan." Sahut karyawan tersebut.


"Terimakasih." Ucap Kenan datar kemudian melanjutkan langkahnya menuju salah satu lift yang akan membawanya ke ruangan Kavi.


Tanpa mengetuknya terlebih dahulu, Kenan langsung membuka pintu ruangan CEO, dan disana terlihat Kavi yang terkejut melihat kedatangannya, apalagi dengan raut wajah yang seperti tak bersahabat.


"Tu...Tuan Kenan." Ucap Kavi kemudian beranjak dari duduknya, tapi masih setia berdiri dibelakang meja kerjanya.


"Silahkan duduk tuan !" Seru Kavi mempersilakan Kenan untuk duduk di kursi depan meja kerjanya.


"Apa maksud kamu dengan menjadi pengajar di sekolah, dimana putri saya belajar ?" Tanya Kenan langsung to the poin, tanpa duduk di kursi yang di tunjuk Kavi sebelumnya.


Kavi sejenak terdiam, hal ini pasti akan terjadi.


Kavi menghela nafas kemudian mulai angkat bicara.


"Silahkan duduk dulu tuan !" Kavi kembali mempersilahkan Kenan untuk duduk, kemudian ia sendiri mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya.


"Saya kesini bukan untuk duduk, saya ingin meminta alasan Anda, kenapa mesti mengajar di sekolah dimana putri saya belajar, saya rasa dengan menjadi seorang pengajar, tidak ada kaitannya dengan pekerjaan Anda, bukan ?" Ucap Kenan mulai tersulut emosi.


"Baiklah jika tuan akan tetap berdiri disana, tapi maaf sebelumnya, seperti tuan ketahui kalau saya menyukai bahkan mencintai putri Anda, maka saya akan melakukan hal apapun untuk mendapatkan balasan dari putri Anda, dan saya yakin akan mendapatkan hal itu." Jelas Kavi menantang, masih duduk di kursi kerjanya dengan santainya menyadarkan bahunya disandaran kursinya.


"Sepertinya Anda memiliki nyali yang cukup tinggi tuan Kavi, saya tidak akan membiarkan anak saya jatuh kepada seorang pria seperti Anda." Ucap Kenan.


"Terserah tuan mau membiarkan itu atau tidak, tapi saya tegaskan, bahwa saya akan tetap memperjuangkan dengan apa yang saya inginkan, termasuk dengan putri Anda yang sangat-sangat saya cintai, BAHKAN SAYA MENCINTAINYA LEBIH DARI MENDIANG ISYRI SAYA." Balas Kavi menekankan kata-kata terakhirnya.


Dengan emosi yang mencuat, Kenan berjalan menghampiri pria dihadapannya, kemudian menarik kerah kemeja yang pria itu gunakan, dan langsung memberikan Bogeman yang cukup keras, membuat wajah Kavi sedikit memar, bahkan tidak hanya sekali dua kali, tapi Kenan memukulnya sampai beberapa kali, membuat wajah Kavi semakin lebam, dan mengeluarkan darah di bagian bawah matanya.


Walaupun Kavi mendapatkan pukulan bertubi-tubi, tapi ia tak berniat melawan pria yang sudah dibuahi emosi, ia membiarkan sampai Kenan puas memukulinya.


"Saya peringatkan sekali lagi, agar kamu menjauhi putri saya !"Geram Kenan melepaskan kasar kera baju Kavi.

__ADS_1


"Sepertinya peringatan Anda membuat saya semakin yakin dan semangat untuk mendekati dan mendapatkannya." Tantang Kavi sambil menyeka darah yang mengalir dari sudut bibirnya.


"Baiklah jika itu keputusan kamu, tapi saya yang akan menjauhkan putri saya dari Anda, dan mulai detik ini juga kerjasama antar perusahaan kita sudah cukup sampai disini." Ucap Kenan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Kavi menatap nanar punggung Kenan hingga tak terlihat, darahnya mengalir hingga membuat kemeja putih yang ia gunakan penuh dengan noda darah.


"Saya tidak peduli dengan kamu Nan, tapi saya akan tetap memperjuangkan cinta saya, sampai kapanpun." Ucap Kavi dalam hati.


...----------------...


Kenan tiba di kediamannya saat akan masuk waktu magrib, pria itu langsung masuk dengan perasaan yang kesal dan mengkhawatirkan putrinya, Diva yang melihat raut wajah suaminya sedikit berbeda, bingung melihatnya.


"Ada apa by', apa ada maslah ?" Tanya Diva hati-hati sambil menuntun suaminya itu untuk segera masuk ke kamar.


"Tidak apa-apa Yank, adek kemana ?" Sahut Kenan datar, kemudian menanyakan keberadaan putri bungsunya.


"Dia ada dikamarnya." Sahut Diva.


Ya sudah aku siapkan air mandi kamu dulu ya by'." Pamit Diva kemudian langsung masuk ke kamar mandi, sebenarnya Diva sangat penasaran, ada hal apa yang membuat suaminya itu tiba-tiba terlihat datar, dan Diva yakin kini sedang ada masalah yang suaminya itu hadapi, namun Diva tak ingin menanyakan itu sekarang, ia ingin memberikan sedikit waktu untuk Kenan agar lebih tenang terlebih dahulu.


...----------------...


"Yank, kamu belum selesai juga, ini udah hampir magrib loh." Ujar Enzy yang baru saja keluar dari kamar mandi, dan langsung menghampiri Khay yang sejak tadi duduk di sofa.


"Dikit lagi, sayang." Sahut Khay tanpa beralih dari kertas-kertas di hadapannya.


"Tapi ini udah mau magrib, bentar lagi kita berjama'ah loh, buruan gih mandi !" Ucap Enzy mengambil kertas yang ada ditangan suaminya itu, kemudian meletakkannya di atas meja.


"Iya sayang, bawel banget sih istri aku ini." Ucap Khay mencubit gemas pipi Enzy yang mulai terlihat chubby.


"Ishh sakit tau, buruan gih mandi, airnya udah aku siapkan, juga sekalian baju kamu, sepertinya yang lain udah nungguin kita di musholla bawah." Ujar Enzy melepaskan tangan Khay yang masih mencubit gemas pipinya.


"Iya sayang, iya... Bawel banget sih Ndut." Ucap Khay lalu beranjak dari duduknya.


"Kamu ngatain aku gendut ?" Enzy menatap tajam suaminya itu.


"Kan emang sekarang kamu gendutan sayang, masa aku mau bilang kamu kurus kalau nyatanya endut, lagian aku seneng kalau kamu gendutan, itu tandanya kamu dan calon baby kita sehat." Ucap Khay kembali membalikkan badannya menghadap istrinya itu.

__ADS_1


"Tapi kalau aku gendutan kamu pasti aku akan terlihat jelek, dan kamu pasti akan cari wanita lain yang jauh lebih cantik dan seksi dari aku." Ucap Enzy.


Khay yang mendengar perkataan Enzy, langsung berlutut dihadapan wanitanya itu, kemudian ia raih tangannya lalu ia genggam sangat erat, tak lupa menatapnya dengan penuh rasa cinta.


"Kalau kamu gendutan aku akan tetap cinta dan sayang sama kamu, apalagi kalau kamu sudah berhasil memberikan baby lucu ditengah-tengah kita, aku pasti semakin sayang dan cinta sama kamu, jadi jangan coba-coba berpikiran kalau aku akan berubah, disaat pisik kamu berubah, kamu salah besar sayang jika kamu berpikiran seperti itu." Ucap Khay panjang lebar, membuat Enzy melebarkan senyumannya mendengar ucapan dari Khay.


"Aku janji, sayang kalau aku akan tetap setia dengan kamu, walaupun diluaran sana ada yang lebih cantik dan seksi dari kamu, dan sekali lagi aku tekanan kalau hati, dan ragaku ini hanya untuk kamu, baby kita kelak, dan keluarga kita." Lanjut Khay.


"Terimakasih." Ucap Enzy langsung memeluk lebar suaminya itu yang masih berlutut dihadapannya.


"Lagian, aku rasa tidak akan ada lagi wanita cantik dan lebih seksi dari kamu sayang, bagiku, kamulah wanita yang paling sempurna di mataku." Ucap Khay lagi sambil mencium leher istrinya itu sekilas.


"Gombal !" Seru Enzy melepaskan pelukannya.


"Aku gak gombal sayang, semua yang aku katakan ke kamu semuanya benar, beda saat aku dengan wanita-wanita yang pernah aku kencani dulu." Ucap Khay jujur.


"Iya...Iya... Aku percaya, dan sekarang kamu mandi, bentar lagi magrib." Ucap Enzy.


"Baiklah ratuku." Goda Khay kemudian mencium kening Enzy sekilas lalu beranjak kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Sedangkan Enzy hanya tersenyum dengan perlakuan-perlakuan lembut dan manis dari suaminya itu, apalagi kasih sayang dan cinta pria itu yang begitu besar yang terpancar dimatanya, dikalah ia menatapnya.


"Aku juga, sayang dan cinta kamu, yank, walaupun kadang-kadang kamu bersikap nyebelin." Gumam Enzy sambil menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.


Bersambung


Bagaimana para readers....tetap ikuti kelanjutannya, bgaimna Kavi memperjuangkan cintanya, dan usaha Kenan yang menjauhkan putrinya dari sahabatnya yang kini menjadi lawannya, dan disisi lain hubungan Khay dan Enzy semakin hari semakin manisss....


Like


Komen


Vote


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2