Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 89


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Diva tak pernah mengunjungi Kenan di rumah sakit, Hal itu membuat keduanya saling merindukan. Keduanya juga tidak sempat untuk hadir ke pernikahan Ray dan Lani satu minggu yang lalu karena keadaan Kenan yang tidak memungkinkan untuk balik ke Tanah Air.


Hanya Diva dan Kenan yang tidak datang, Rafa, Hera, dan Jova menyempatkan diri untuk pulang untuk menghadiri pernikahan sahabat mereka, yang di adakan di kota Z. Rafa dan juga Hera menyempatkan dirinya untuk mengunjungi Kenan di rumah sakit, dan Diva di apartemen sebelum mereka kembali ke New York.


Saat ini keadaan Kenan semakin melemah, sekarang Kenan terlihat sangat kurus, rambutnya sudah mulai rontok dan sudah mulai membotak, karena efek kemoterapi, Kenan juga harus menggunakan kacamata karena penglihatannya juga terganggu. Kenan sebenarnya sedikit bersyukur Diva tidak pernah mengunjunginya, karena ia tidak mau Diva melihat keadaannya seperti ini, apalagi sekarang dia harus menggunakan kursi roda, karna tidak bisa menopang tubuhnya sendiri saat berdiri karena sel kanker sudah menyebar di sum-sum tulang belakangnya, hingga ia selalu merasakan sakit di bagian pinggang belakangnya jika berdiri terlalu lama.


🍀🍀🍀


Kini Diva duduk di sebuah sofa panjang yang berada di dekat jendela kamarnya, di apartemen, dengan air mata yang membanjiri wajah cubbynya, sambil mengelus perutnya yang sudah semakin membesar, kini kandungan Diva sudah berusia 5 bulan.


"Sayang, kamu yang sabar, kita doakan ayah sama-sama ya ! Agar ayah bisa segera bersama kita lagi !" Ucap Diva dengan suara bergetar karena menangis.


"Bunda kangen banget sama ayah sayang, kamu juga pasti kangen ya, kangen dengan elus ayah, di nyanyiin ayah, dan juga di ajak ngobrol ya, baby ya ?" Diva terus saja mengusap lembut perutnya, sambil mengajak anak yang masih dalam kandungannya mengobrol, dan sesekali babynya merespon setiap ucapan sang Bunda dengan gerakan-gerakan yang sangat aktif. Setiap kali mendapat gerakan Diva semakin terisak, dengan sangat pilu, karena Diva teringat dengan kepanikan Kenan saat pertama kali babynya bergerak merespon ucapannya.


Seketika tubuh Diva luruh di sofa dan berbaring sambil meringkuk sambil memeluk perutnya, Diva menangis sangat pilu sehingga ia merasakan sesak di dadanya, ketika ia teringat dengan sang suami.


"Ya Allah, begitu berat cobaan yang kau berikan kepadaku, aku sudah tak sanggup lagi Ya Allah ! Aku nggak tau lagi harus bagaimana ? Dan tolong sembuhkan suami hamba Ya Allah, hanya itu permintaanku kepadamu ya Rob." Ucap Diva dengan suara yang sangat parau hampir tak terdengar karena menangis sangat pilu.


"Astagfirullah, Nak, kamu kenapa ?" Pekik Bunda Vivian saat mendapati menantunya itu terisak sambil meringkuk.


"Bu... Bunda, tolong antar aku untuk menemuinya Bunda !" Ucap Diva bangun dan langsung memeluk erat mertuanya dengan tubuh bergetar karena menangis.


Sebenarnya Diva selalu ingin menemui Kenan, namun para orangtua tidak mengizinkan, takut akan mempengaruhi keadaan janinnya, karena setelah dua hari setelah mereka jalan-jalan bersama Ray dan Lani, sampai Kenan kembali dirawat karena drop Kenan sempat tak sadarkan diri hingga hampir sepuluh hari, hal itu tanpa sepengetahuan Diva. Apalagi keadaan Kenan yang semakin melemah, sampai harus menggunakan kursi roda, Kenan meminta orangtuanya dan juga mertuanya supaya Diva tidak mengunjunginya.


"Tapi sayang, saat ini Kenan tidak bisa untuk di temui, Kenan harus benar-benar harus istirahat." Ucap Bunda Vivian.


"Pokoknya aku ingin melihatnya, walaupun hanya dari kejauhan." Diva memohon kepada mertuanya.

__ADS_1


"Tapi setelah kamu melihat keadaannya saat ini, kamu harus berjanji untuk tetap kuat, jangan sampai stres, pikirkan juga baby yang ada di dalam kandungan kamu sayang !" Ucap Bunda Vivian lembut sambil mengusap air mata menantunya itu.


"Iya Bun, aku Janji ! Dan aku akan selalu terlihat lebih kuat lagi di hadapannya, aku ingin memberinya semangat, dan aku akan memberitahunya, kalau baby kami sudah lebih aktif merespon kami." Ucap Diva semangat dan tak lagi menangis.


"Baiklah, tapi sebelum itu kamu makan dulu sayang, ini sudah jam 10:05 tapi kamu belum sarapan." Ujar Bunda Vivian memperhatikan jam ditangannya.


"Baik Bunda." Ucap Diva mencium pipi mertuanya kemudian beranjak masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, dengan semangat empat lima. Sedangkan Bunda Vivian tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah menantunya itu. Bunda Vivian segera keluar dari kamar tersebut, kemudian pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Diva, sekalian untuk makan siang mereka nanti di rumah sakit.


🍀🍀🍀


Kini Diva berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju lantai 7 di mana ruangan Kenan berada. Dengan semangat Diva membuka pintu ruangan Kenan saat sampai di depan ruangan tersebut. Betapa kagetnya Diva melihat Keadaan suaminya yang seperti itu, yang sedang duduk di kursi roda dengan memakai kupluk untuk menutupi kepalanya yang mulai botak. Diva mendekati Kenan tanpa mengeluarkan suara, sampai Diva berdiri di belakang suaminya itu, yang sepertinya tidak menyadari kedatangannya, karena sedang melamun sambil menghadap kearah jendela kaca yang cukup besar, hingga memperlihatkan gedung-gedung bertingkat berjejeran.


Saat Kenan menyadari ada seseorang di belakangnya, tanpa menoleh ia angkat bicara.


"Bunda, apa Diva, dan kandungannya baik-baik saja, terus hari ini dia minta apa ?" Kenan menanyakan keadaan dan kemauan istrinya hari ini, selalu pertanyaan itu yang pertama kali keluar dari mulut Kenan saat bundanya mengunjunginya. Kenan mengira jika yang di belakangnya itu adalah Bundanya.


"Yank, jangan nunduk gitu, nanti babynya kenapa-napa !" Ujar Kenan melepaskan pelukan Diva dari lehernya, kemudian menarik Diva kedepannya.


"Kenapa nangis, pasti rindu berat ya yank ?" Goda Kenan tersenyum menatap wajah sembab istrinya.


"Kamu jahat tau nggak, kenapa kamu nggak pernah hubungi aku ?" Ucap Diva memanyunkan bibirnya.


"Kata Dokter aku harus istirahat total sayang." Sahut Kenan menarik gemas hidung istrinya.


Hal itu malah tambah membuat Diva tambah memanyunkan bibirnya.


"Baby, apa kabar sayang, sepertinya Bunda tambah gemesin ya sekarang, tuh liat saja bibirnya, sepertinya Bunda minta di cium, sayang." Ucap Kenan mengelus lembut perut Diva, dan langsung mendapat respon dari sang calon baby.

__ADS_1


"Wah, yank, anak kita nendang tangan aku Yank, sepertinya anak kita bakalan jadi pemain bola deh yank, atau atlet taekwondo ya yank ? Dia kenceng banget lagi nendangnya." Pekik Kenan dengan wajah sangat berbinar saat merasakan pergerakan sang buah hati.


"Iya by', sepertinya dia kesal dengan ayahnya, makanya ia tendang." Sahut Diva ngasal.


"Kok kesal sih yank, emang salah aku apa ?" Tanya Kenan masih terus mengelus perut Diva karena setiap ia elus pergerakan babynya semakin aktif.


"Dia kesal, karena ayahnya nggak pernah ngehubungin dia, dia kan juga kangen sama Ayahnya." Ucap Diva jengah.


"Kan kata Dokt....


"Iya, iya aku paham, kamu harus istirahat yang cukup." Sela Diva.


"Kamu marah Yank ?" Tanya Kenan mendongakkan kepalanya menatap sang istri.


"Enggak." Jawab Diva singkat.


"Yank, aku mau serius menjalankan semua pengobatan aku, aku ingin segera berkumpul dengan kalian, makanya aku nggak pernah menghubungi kamu, walaupun aku sangat merindukanmu, dan juga calon baby kita." Ucap Kenan sambil memeluk pinggang Istrinya.


"Iya by', aku ngerti kok, tadi aku cuma bercanda doang." Sahut Diva mengusap kepala suaminya yang tertutup kupluk.


Sebenarnya Diva merasakan sesak di dadanya saat melihat keadaan suaminya, yang terlihat sangat kurus, dan juga harus menggunakan kursi roda, tapi sebisa mungkin ia menahan kesedihannya itu, dengan mengajak Kenan bercanda. Begitupun dengan Kenan yang selalu menpakkan senyum di hadapan istrinya.


Bersambung....


Saat mengetik Episode ini, seperti ada yang naro bawang di depan aku, nyesek banget....😭😭😭😭


Aku ngetiknya sampai jam 1 malam karna ikut nyesek, sampai aku berhenti dulu ngetiknya untuk kembali konsentrasi, karena bahaya jika ngetik sambil mewek-mewek takut Typo nya dimana-mana ❤️❤️❤️

__ADS_1


Dan jangan lupa LIKE, COMENT, VOTE, FAVORIT, DAN SATU LAGI BINTANG 5 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2