Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 67 Season 2


__ADS_3

Malam harinya Diva masih mengharapkan kedatangan Kenan untuk melihat putranya, sejak kemarin hingga saat ini Kenan masih belum mengunjunginya di rumah sakit, apalagi baby Khay sangat rewel hanya ada Bi Siti yang menemani Diva di rumah sakit karena Dafa sudah pulang sejak sore tadi.


"Apa aku harus menghubungi tuan, nona ?" Tanya bi Siti karena juga merasa kasihan melihat Diva sangat kerepotan mengurus baby Khay yang sejak tadi menangis.


"Aku sudah menghubunginya bi, tapi tidak ada jawaban." Ujar Diva.


"Oh iya Bi tolong bibi hubungi Pak Anton, mungkin Kenan bersama dengannya, atau tahu keberadaan Kenan saat ini." Lanjut Diva.


Bi Siti langsung menghubungi Pak Anton menggunakan ponsel Diva, Saat deringan ke empat pak Anton baru menjawabnya.


📞 "Assalamualaikum non." Suara pak Anton terdengar di seberang sana.


📞 "Walaikumsalam Pak, ini saya bi Siti saya di suru non Diva untuk menghubungi bapak untuk menghubungi bapak untuk menanyakan Tuan, karena sejak kemarin tuan belum kembali ke rumah sakit, tuan muda terus saja menangis hingga non Diva kewalahan." Jelas Bi Siti.


📞 "Pak apakah Tuan sedang bersama bapak sekarang, soalnya dari tadi di hubungi tidak sama sekali tidak ada jawaban." Tambah bi Siti.


📞 "Apakah Tuan tak memberitahukan nona Diva, soalnya tuan lagi ada perjalanan dinas keluar." Ucap Pak Anton.


📞 "Oh ya sudah kalau begitu pak saya tutup dulu telfonnya, maaf karena sudah mengganggu istirahat bapak, Assalamualaikum."


📞 "Walaikumsalam salam bi, sampaikan salam saya kepada nona, dan maaf karena saya belum bisa membesuk tuan muda." Ucap Pak Anton.


"Kata Pak Anton, tuan sedang ada perjalanan dinas keluar non." Ucap Bi Siti setelah sambungan teleponnya bersama pak Anton berakhir.


"Iya Bi tidak apa-apa." Ujar Diva sendu.


"Apa non baik-baik saja ?" Tanya bi Siti ikut sedih melihat majikannya itu tiba-tiba terdiam dengan mata berkaca-kaca.


"Bohong kalau aku bilang aku baik-baik saja bi, aku sudah tak tahan lagi sikap Kenan akhir-akhir ini, aku sudah mengambil keputusan besok saya akan pergi dari kota ini bi, tolong jaga baby Khay sebentar aku akan menemui dokter untuk mengurus kepindahan baby Khay di mana aku akan pergi !!" Seru Diva.


"Baik non, non yang sabar !!" Ucap Bi Siti kemudian mengambil alih Baby Khay dari gendongan Diva yang sepertinya sudah tertidur.


🍀🍀🍀


Sedangkan di kota S Kenan dan Sarla tampak memasuki sebuah hotel, Kenan baru saja pulang sehabis menemui para penanggung jawab proyeknya di kota S, karena urusannya masih belum selesai akhirnya Kenan memutuskan untuk menginap di hotel di kota S.

__ADS_1


Dari kejauhan Arka yang sedang ada pertemuan dengan klaiyen nya melihat Kenan dan Sarla masuk ke kamar hotel yang sama, keduanya terlihat saling melemparkan senyuman.


Wajah Arka memerah menahan emosinya sambil mengepalkan tangannya, Arka meminta undur diri kepada klaiyennya dan menyerahkan semuanya pada asistennya. Tanpa pikir panjang Arka segera berjalan menuju kamar hotel yang di tempati Kenan yang kebetulan tempat Pertemuannya dengan klaiyen tak jauh dari kamar yang disewa Kenan.


Dengan emosi yang memuncak Arka mengetok pintu kamar Kenan dengan tak sabaran. Tak lama pintu kamar tersebut terbuka dan yang membukanya adalah Sarla.


Arka mencebikkan bibirnya saat melihat Sarla yang membuka pintunya, Arka langsung nyelonong masuk berteriak-teriak memanggil Kenan, tak lama Kenan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kaos oblong putih dengan kain bahan yang ia gunakan sejak tadi.


"Kak Ark...." Belum juga Kenan meneruskan ucapannya Arka sudah mendaratkan bogemanya di wajah Kenan, saking kerasnya Arka meninju adik iparnya sehingga tubuh Kenan terhuyung kebelakang hingga Kenan tersungkur di dekat sofa.


"Bre****k." Lagi-lagi Arka melayangkan tinjunya di wajah di wajah Kenan, Arka tidak memberikan kesempatan untuk Kenan bangun.


Arka kembali menarik kerah kaos yang di gunakan Kenan, lagi-lagi mendaratkan tinjunya di bagian perut Kenan hingga beberapa kali, sampai Sarla menarik Arka agar berhenti memukuli Kenan.


"Saya akan membawa adik dan ponakan saya dari rumah mu itu." Ujar Arka.


"Kak aku bisa jelaskan, tolong jangan bawa mereka, dia istri dan anakku." Ucap Kenan menghapus darah yang ada pada sudut bibirnya.


"Apa ? Istri, anak kamu bilang, kamu sudah menghianati mereka, lalu tak tahu dirinya kamu mengakui mereka, Hem... benar-benar hebat kamu Tuan Kenan yang terhormat." Arka menggeleng-gelengkan kepalanya sambil bertepuk tangan.


"Anda tidak ada hak membawa mereka, karena saat ini Diva masih istri sah saya, jika Anda berani-beraninya membawanya pergi saya tidak segan-segan untuk menuntut Anda." Ujar Kenan dengan nada angkuhnya.


"Saya tidak takut dengan tuntutan Anda tuan Kenan yang terhormat, saya akan tetap membawa mereka kalau bisa jauh dari kota ini bahkan saya bisa membawanya keluar negeri, saya rela di penjara demi kebahagiaan adik saya." Tantang Arka lalu pergi dari kamar hotel tersebut dengan perasaan yang berkecamuk.


Arka langsung memasuki mobilnya menuju kota S malam itu juga, dalam perjalanan Arka menelpon Diva.


📞 "Halo assalamualaikum kak, tumben malam-malam begini nelpon, kangen ya ?" Ucap Diva berusaha menahan kesedihannya karena ia tak mau kakaknya mengetahui masalah rumah tangganya, karena jika Arka mengetahui sudah di pastikan Arka akan mengamuk dan tidak akan mengampuni Kenan.


📞 "Dek sekarang kamu lagi dimana, sekarang juga kemasi barang-barang kamu, kamu ikut bersama kakak malam ini juga, kakak sudah ada diperjalanan sekarang !!" Seru Arka dingin.


📞 "Kenapa aku harus ikut dengan kakak, Kenan bagaimana jika aku ikut denganmu, nanti dia tidak ada yang mengurusnya, lagian belum tentu juga dia mengizinkan ku kan ?" Ujar Diva.


📞 "Apa kamu tahu dimana suami mu sekarang?" Tanya Arka.


📞 "Tentu saja bersamaku kak." Bohong Diva.

__ADS_1


📞 "Kalau kamu bersamanya sekarang, berikan ponselnya ke dia, kakak mau bicara dengannya." Ujar Arka membuat Diva gelagapan ia tak tahu harus memberi alasan apa.


📞 "Kamu tidak usah memberikan kepadanya, karena aku sudah ketemu dengannya, dia ada di kota S, sekarang juga kamu kemasi barang-barang kamu, nanti kita bicarakan ini setelah kakak sampai." Ucap Arka.


📞 "Kak... Ucapan Diva tersekat tak sanggup meneruskan ucapannya karena air matanya sudah membanjiri wajahnya dengan dada sesaknya.


📞 "Aku sudah tau semuanya dek, sekarang kemasi semua barang-barang kamu, Ok, kakak akan membawamu jauh darinya, kamu jangan khawatir." Ucap Arka dengan suara berat nya karena menahan tangisnya.


📞 "Kak sekarang aku tidak di rumah, aku lagi di rumah sakit, Khay lagi sakit di rawat kak." Ucap Diva terisak.


📞 "Ya sudah kamu serlok rumah sakit mana, nanti kakak jemput kamu di sana, soal kepindahan Khay biar kakak yang mengurus semuanya, Ok !!" Seru Kenan.


📞 "Iya kak." Sahut Diva.


Panggilan keduanya pun berakhir, Diva tak bisa lagi membendung kesedihan, bi Siti yang melihat majikannya seperti itu wanita baru baya itu membawanya ke dalam pelukannya, sambil mengusap punggung majikannya itu.


"Sabar non, ini ujian buat non Diva insyaallah semuanya akan indah pada waktunya, non hanya perlu bersabar dan berserah diri kepada Allah, meminta pertolongan agar semuanya cepat berlalu, dan selalu diberi ketabahan serta kekuatan untuk melalui semuanya, inagt non masih memiliki tuan muda dia masih sangat membutuhkan bundanya, jika non selalu seperti ini non akan sakit, jika non sakit siapa yang mengurus tuan muda non ?" Ucap Bi Siti membuat Diva sedikit lebih tenang.


"Bi tolong ke supermarket di depan rumah sakit ini, tolong beli perlengkapan baby Khay beli juga beberapa pakaian untuknya, malam ini juga kak Arka akan menjemput ku, jika bibi ingin ikut bersamaku bibi beli juga perlengkapan bibi, atau suruh pak Toni mengantarkan barang-barang bibi ke sini sekarang juga !!" Seru Diva.


"Baik non, saya akan segera menghubungi pak Toni untuk membawa barang-barang ku."


"Oh iya Bi, katakan juga ke pak Toni agar membawa koper yang waktu itu sudah aku siapkan !!" Seru Diva dan langsung di angguki bi Siti.


Diva menghembuskan nafas panjangnya, lalu tersenyum getir, ia tak menyangka rumah tangganya yang selalu bahagia akan berakhir seperti ini.


"Maafkan bunda sayang, kamu harus berpisah dengan ayahmu, tapi bunda janji suatu saat bunda akan membawamu untuk bertemu dia kembali tapi bukan waktu dekat ini." Ucap Diva mengusap rambut baby Khay lembut.


Bersambung......


Bonus Visual saat melihat Kenan dan Sarla masuk ke kamar hotel.



Lagi-lagi author kembali meminta LIKE, KOMENT dan VOTE sebanyak-banyaknya dari readers 🤭🤭🤭🤭😊😊😊😊

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗😘😘😛


__ADS_2