Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 90 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

Hari ini Kia mulai masuk di sekolah barunya, salah satu sekolah swasta ternama dikota tersebut, seperti rencana Kenan sebelumnya, Kia menyembunyikan identitasnya, tidak ada yang mengetahui jika dia adalah putri dari seorang Kenan Al Fariziq, atau cucu dari pak Salman juga pak Fikram orang yang sangat berpengruh dikota tersebut.


"Sikap Kia sangat berbanding terbalik saat ia sekolah di kota Xx, kalau di kota Xx Kia bersikap bar-bar dan ramah pada setiap teman-teman sekolahnya, tapi beda saat di kota ini, Kia tampak sangat dingin dan cuek terhadap sekitarnya.


Walaupun identitas Kia di sembunyikan, namun Kia tetap dikenal sebagai anak dari orang berada, karena di lihat dari penampilannya, segala pakaian yang menunjang semua dari merk terkenal, bahkan Kia mengendarai motor sport jenis Ducati sama dengan Ducati miliknya di kota Xx, hanya saja motornya satu ini berwarna hitam.


"Hay, gue Kemal." Seorang teman sekelasnya memperkenalkan dirinya, namun Kia hanya menatapnya datar kemudian kembali memainkan ponselnya tanpa membalas uluran tangan pria disampingnya itu.


"Gue lihat, elo suka moge juga ya ?" Kemal masih berusaha mengajak Kia berkenalan, walaupun wali kelasnya tadi sudah memperkenalkan Kia namun rasanya itu tidak cukup bagi Kemal, karena saat Kia disuru memperkenalkan dirinya Kia tampak sangat cuek, datar dan dingin.


"Emm...Hay gue Kia, siswi baru disini." Begitulah cara Kia memperkenalkan dirinya tadi membuat teman sekelasnya banyak yang mengira kalau Kia itu sombong, adapula yang mengatainya kulkas, namun itu tidak sampai ditelinga gadis tersebut.


Karena Kia belum juga meresponnya, Kemal tak putus asa begitu saja, Kemal beranjak dari duduknya, kemudian berdiri di atas mejanya.


"Hay teman-teman gue minta perhatian kalian sebentar !" Seru Kemal kepada teman-teman sekelasnya yang sibuk dengan urusan masing-masing.


Setelah teman-teman sekelas beralih melihatnya, Kemal kembali melanjutkan ucapannya.


"Gue mau umumin, kalau gue KEMAL GAYLAND, siswa terpopuler disekolah ini, sudah resmi bersahabat dengan teman sekelas baru kita, yaitu KIA." Ucap Kemal membuat Kia yang tadinya cuek dengan apa yang dilakukan pria itu, tiba-tiba Kia langsung menariknya turun dari meja tersebut, membuat Kemal hampir terjatuh.


"Apa-apaan loh, hah ?" Siapa yang mau berteman sama elo ?" Bringas Kia sambil menarik kera baju pria itu, tak lupa tatapan tajamnya, membuat siswa/siswi yang ada disana bergidik ngeri, kecuali Kemal.


"Jangan sekali-kali loh anggap gue sahabat, karena gue sama sekali menginginkan itu, gue lebih suka sendirian." Seru Kia lagi sambil mendorong keras Kemal, sampai pria itu jatuh kebelakang.


Dengan perasaan kesal Kia meninggalkan kelas tersebut, entah kemana gadis itu pergi, padahal pelajaran sebentar lagi akan dimulai kembali.


...----------------...


Di kota Xx


Hari ini Khay tinggal sendirian di rumah, karena Enzy ada jadwal kampus, sedangkan Khay sedang kosong dan juga tak pergi ke kantor. Enzy berangkat ke kampus di antar oleh sopir, karena tadi pagi Khay bangun kesiangan, sampai tak sempat mengantarkan istrinya itu, bahkan saat Enzy akan berangkat Khay masih tertidur.


Khay tampak sibuk mengerjakan beberapa tugas kampusnya, sampai ia lupa menjemput istrinya.


Saat sedang sibuk ponsel berdering tanda chat masuk, Khay pun membalas chat-chat tersebut, entah itu dari siapa, saking seriusnya Khay tak menyadari Enzy masuk ke rumah. Enzy langsung memegang bahu suaminya itu membuat Khay sangat terkejut sampai menjatuhkan ponselnya, Khay langsung gelagapan, melihat keberadaan istrinya yang tiba-tiba dihadapannya.


"Ada apa ?" Tanya Enzy heran melihat keterkejutan Khay.


"tidak, tidak ada apa-apa !" Sahut Khay mengambil ponselnya yang terjatuh.


"Lalu, kenapa kamu begitu terkejut ?"


"Lagian kamu chatan sama siapa sih, serius amat ?" Enzy memberondong pertanyaan buat suaminya itu.


Khay berusaha menentralkan kembali raut wajahnya, karena melihat raut wajah istrinya itu seperti sedang mencurigainya.

__ADS_1


"Nih, liat saja sendiri ! Aku chatan sama Doni, Leo, dan juga group sepak bola kami di group, membahas soal pertandingan." Khay memberikan ponselnya, memperlihatkan room chatnya.


Enzy pun menerimanya dan melihat, benar yang dikatakan suaminya itu kalau ia mengobrol dengan group sepak bolanya.


Enzy mengaguk-anggukkan kepalanya, kembali menyerahkan ponsel Khay.


"Syukurlah, kalau semuanya baik-baik saja." Ucap Enzy.


"Aku tidak akan berselingkuh darimu, sayang, kamu tenang saja !" Ucap Khay memajukan sedikit wajahnya mendekat ke wajah Enzy.


"Kamu yang berpikir terlalu paranoid." Ujar Enzy.


"Ayo kita pergi makan siang ! Sepertinya anak kamu ini pengen makan diluar bersama daddynya." Lanjut Enzy mengajak Khay untuk makan diluar.


"Tapi, aku masih ada banyak tugas, sayang, bisa bentar aja gak ?" Tawar Khay.


"Tugasnya kerjakan nanti saja, atau kamu mau anak kamu ileran, atau aku aduin ke ayah kalau kamu tidak mau memenuhi keinginanku." Ancam Enzy, Khay terdiam sejenak membuat Enzy tak sabaran.


"Kamu seorang suami dan calon ayah, harusnya kamu memanjakanku." Tambahnya.


Khay terkejut mendengar ucapan Enzy, tak biasanya Enzy minta di manjakan, jika Enzy bersikap manja itu tak perlu ia minta dimanjakan, tapi kali ini ia memintanya sendiri.


"Suamiku, calon ayah dari anak-anak kita nanti, maukah kamu pergi makan siang dengan istrimu ini, pleaseee !!" Ujar Enzy bergelayut manja di lengan Khay.


"Baiklah istriku, apapun yang ingin kamu makan, suamimu ini akan memberikannya untukmu." Sahut Khay.


"Bagus sekali... Orang-orang bilang hidupmu akan jauh lebih baik ketika kamu memanjakan istrimu." Ucap Enzy.


"Emmm jadi ceritanya aku harus menuruti semua perkataan istriku, dan menjadi patuh dan takut pada istriku ?"


"Bukannya kamu emang sudah seperti itu, sejak dulu." Sahut Enzy.


"Ayolah Khay, sampai kapan kita akan mengobrol disini, kamu harus mengajakku keluar makan siang hari ini, setelah pulang nanti, aku janji akan memberimu hadiah." Rengek Enzy.


"Terimakasih istriku, aku menantikan hadiamu, aku harap itu membuatku puas." Ucap Khay mencium pucuk kepala istrinya yang sejak tadi bersandar di bahunya.


"Emmm, ya sudah ayo kita pergi !" Sahut Enzy melepaskan rangkulannya kemudian berjalan duluan.


"Sayang, apa kamu gak ganti baju dulu, kamu baru saja tiba dari kampus loh itu !" Seru Khay sedikit berteriak.


"Gak usah yank, sekalian nanti aja, aku udah gak sabar pengen makan diluar." Enzy pun balas berteriak.


Khay mengehembuskan nafasnya pelan, lalu menatap ponselnya sejenak, kemudian berjalan keluar menyusul istrinya.


...----------------...

__ADS_1


Hari ini sebelum Kia berangkat sekolah, Kenan dan Diva lebih dulu pamit untuk kembali ke kota Xx, karena ada pekerjaan yang harus Kenan tangani sendiri.


"Sayang kamu baik-baik ya disini, jangan suka kebut-kebutan, jaga diri, jangan menyusahkan kedua Oma dan Opa." Ucap Diva memeluk putrinya itu.


"Iya Bun, bunda tenang aja !" Sahut Kia membalas pelukan bundanya, sebisa mungkin Kia menahan tangisannya agar tak keluar.


Kini giliran Kenan yang menarik putrinya itu masuk kedalam pelukannya, Kenan tak langsung berucap ia malah diam menikmati pelukan putrinya, Kenan berkali-kali mencium pucuk kepala putrinya itu.


"Maafkan ayah ya sayang." Ucap Kenan.


"Buat apa ayah minta maaf, ayah gak ada salah sama aku, bahkan ayah selalu melakukan yang terbaik buat aku." Ucap Kia mengeratkan pelukannya pada ayahnya itu.


"Ayah melakukan ini karena ayah sayang kamu sayang, ayah tidak ingin seseorang menyakiti putri kesayangan ayah." Ucap Kenan dengan mata berkaca-kaca.


"Emmm, aku ngerti kok Yah, ayah tidak perlu meminta maaf buat itu !" Sahut Kia.


"Ayah janji, setiap weekend ayah dan bunda akan menjengukmu disini." Ucap Kenan kemudian melepaskan pelukannya.


"Yah, boleh aku minta sesuatu gak ?" Tanya Kia.


"Ada apa sayang ?"


"Boleh gak ayah, buatkan aku garasi motor disini, dan aku mau motor keluaran terbaru." Pinta Kia memperlihatkan puppy eyesnya.


"Motor keluaran terbaru ?" Tanya Kenan dan langsung di angguki Kia.


"Ya sudah nanti ayah suru asisiten ayah yang mengurusnya, nanti kamu kirim saja gambar dan jenis, kemudian warnanya apa !" Seru Kenan membuat Kia kegirangan dan langsung memeluk ayahnya itu, juga memberikan ciuman di kedua pipi pria yang sangat ia sayangi itu.


"Kalau untuk garasi, nanti ayah bicara sama opa, ok !" Tambah Kenan.


"Ok bos !" Sahut Kia memberikan tanda hormat kepada ayahnya itu.


"Opa boleh ya, aku buat garasi disini ?" Kia beralih pada opanya yang sejak tadi juga berada disana.


"Apa sih yang enggak buat cucu Opa." Sahut opa Salman.


Setelah berpamitan kepada orangtuanya, Kenan dan Diva pun pergi, ia keduanya akan mampir terlebih dahulu di kediaman orangtua Diva untuk pamit, karena pagi ini kedua orangtua tersebut tak sempat pergi ke kediaman besannya.


Bersambung.........


Jangan lupa tetap budayakan LIKE, KOMEN DAN VOTE setelah membaca setiap episodenya.


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2