
Pagi-pagi Diva terbangun, merasakan sesuatu yang berat di atas pahanya juga bagian perutnya, saat ia membuka selimut yang menutupi bagian tubuhnya ternyata itu kaki jenjang Kenan yang menindih bagian pahanya di tambah lengan kekarnya melingkar di bagian perutnya. Diva menoleh melihat suaminya yang sedang tertidur yang sangat dekat dengan wajahnya saat ini, Diva sedikit memundurkan wajahnya memperhatikan wajah lelap Kenan terlihat jelas bahwa Kenan sedang kecapean karena suara ngorok Kenan jelas terdengar, karena Kenan baru akan mengorok jika ia sedang sangat kelelahan atau kecapean saja.
Dengan sangat hati-hati Diva memindahkan lengan dan kaki Kenan yang sedang memeluknya menggantinya dengan gulingan karena baby Khay juga sudah terbangun. Diva kembali menyelimuti suaminya itu, ia tidak ingin membangunkannya, biarkan Kenan beristirahat. pikir Diva.
Sebelum mengambil baby Khay dari boxnya Diva ke kamar mandi untuk mencuci muka lalu menyiapkan air hangat untuk baby Khay mandi. Setelah semuanya siap Diva kembali ke kamar menyiapkan pakaian juga perlengkapan baby Khay sekalian pakaian kerja suaminya.
"Ooaaammmm...." Kenan menguap lalu merenggangkan otot-ototnya, melihat ke sampingnya sudah tak mendapatkan istrinya lalu beralih ke box anaknya juga tidak melihat keberadaannya. Kenan melirik jam di dinding kamarnya betapa kagetnya saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 7:15 pagi.
"Astagaaa, aku terlambat, aku ada meting jam 8 pagi." Gumam Kenan buru-buru masuk ke kamar mandi.
Setelah 10 menit Kenan keluar dari kamar mandi, di saat bersamaan Diva juga masuk ke kamar sambil menggendong baby Khay.
"Kenapa tidak membangunkanku ? Aku ada meting penting jam 8 pagi." Ucap Kenan sedikit kesal.
"Aku liat kamu sangat kelelahan, jadi....
"Makanya lain kali jangan sok tau !" Ucap Kenan ketus menyela ucapan Diva sambil mengancing kemejanya.
"Kenapa kamu seperti itu kepadaku ? Ucap Diva matanya sudah berkaca-kaca. Karena baru kali ini Kenan bersikap seperti itu kepadanya.
"Sudahlah, kamu jangan cari ribut pagi-pagi ! Aku sudah sangat terlambat !"
"Aku keluar, sarapan kamu sudah siap, dan segeralah keluar !" Setelah berkata seperti itu Diva keluar tanpa melihat Kenan, tiba-tiba air matanya keluar begitu saja.
Setelah beberapa menit Kenan keluar dari kamar dengan pakain yang sudah rapi sambil membawa tas kerjanya.
"Aku tidak sarapan, aku buru-buru." Kenan langsung pergi begitu saja, tanpa ada cium tangan atau kening yang biasa dilakukannya setiap pagi saat akan berangkat ke kantor.
Diva yang melihat punggung Kenan semakin menjauh sampai tak terlihat hilang di balik pembatas antara ruangan tengah juga ruangan tamu.
Air mata Diva mengalir deras tak terbendung lagi.
"Kenapa kamu seperti ini by ?" Gumam Diva memegang dadanya karena merasa sesak.
Diva mendorong stroler baby Khay masuk ke kamarnya langsung menuju balkon.
__ADS_1
Diva sudah berpikiran tidak-tidak dengan apa yang di lakukan Kenan di luar, mengingat ia pernah melihat chat Calista yang mengajaknya sarapan.
"Apa dia buru-buru karena ada janji dengan wanita itu ?"
"Jika itu benar, kamu benar-benar tega by..." Diva terus bermonolog sendiri sambil menatap langit pagi yang cerah namun tak secera suasana hatinya saat ini.
"Ya Allah cobaan apa lagi ini." Ucap Diva kembali melamun.
🍀🍀🍀
Emosi Kenan semakin menjadi saat di perjalanan Kenan mendapat kabar dari Asisten Ayahnya kalau saham perusahaan kembali menurun bebrapa penanam saham baru membatalkan investasinya.
📞 "Ya hallo, Luci ada apa ?"
📞 "Pak pihak klaiyen sudah menunggu terlalu lama, mereka membatalkan meting hari ini, dan tidak akan melanjutkan kerjasama kita." Jelas Luci di balik telfon.
Kenan langsung memutuskan sambungan teleponnya sepihak, memukul stir mobilnya.
Ponsel Kenan kembali berdering tanpa ia melihat sang pemanggil Kenan langsung mengangkatnya karena ia mengira kalau itu Luci.
📞 "Jangan membentak seperti itu dong sayang ! Ini aku Calista."
Kenan mendengar nama Calista ia melihat layar ponselnya dan benar saja nama Calista yang tertera di layar ponselnya.
📞 "Anda ada kepentingan apa menghubungi saya, Saya tau Anda lah yang melakukan ini semua ke perusahaan ayah saya."
📞 "Kamu benar-benar pintar, membuat aku jadi semakin tergila-gila denganmu."
📞 "Jangan gi** kamu !!" Bentak Kenan.
📞 "Hahaha, aku gi** karena kamu Kenan, dan ingat aku bisa melakukan apa saja demi mendapatkan kamu." Ancam Calista.
📞 "Kamu jangan coba-coba melakukan apapun, aku tidak akan segan-segan memberimu pelajaran." Tantang Kenan.
📞 "Kita liat saja nanti, aku pastikan kamu sendiri lah yang akan memohon kepadaku nantinya."
__ADS_1
Setelah berucap seperti itu, Calista memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak membuat Kenan tambah prustasi di tambah lagi jalanan macet.
🍀🍀🍀
Di gedung AMC FASHION Tepatnya di lantai 10 Di ruangan wakil CEO Calista tertawa puas sambil memutar-mutar kursi kebesarannya, karena sudah berhasil mempengaruhi penanam saham yang baru ke perusahaan ERLANGGA GROUP atau perusahaan Pak Salman agar menarik kembali sahamnya. Dan ia akan menjalankan rencana selanjutnya, ia tidak hanya ingin memiliki Kenan tapi ada hal lain.
Pintu ruangan Calista terbuka, wajah Pak Arfan terlihat sangat memerah menahan amarahnya.
"Aa...Ada apa pa ?" Tanya Calista gugup melihat amarah papanya.
"Apa yang telah kamu lakukan ?" Bentak Pak Arfan.
"Saya tidak melakukan apa-apa pa, papa kenapa tiba-tiba marah seperti ini ?" Calista pura-pura tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, pasti papanya sudah mengetahui apa yang telah ia lakukan.
"Apa kau pikir papa mu ini bodoh, papa tau semuanya apa yang ingin kamu rencanakan, kamu sudah menarik semua penanam saham di ERLANGGA GROUP ke perusahaan kita, karena mementingkan dirimu sendiri, harusnya kamu profesional, jika kamu tidak bisa seperti itu lebih baik kamu keluar kantor papa, saya tidak ingin memiliki pegawai yang tidak profesional seperti dirimu, dan juga licik sepertimu." Pak Arfan meluapkan semua amarahnya.
"Papa ngusir aku, aku ini anak papa loh ?!" Calista ikut meninggikan nada bicaranya.
"Kalau di gedung ini kamu bukan anak saya."
"Baiklah Pak Arfan, saya keluar." Calista mengambil tasnya di atas meja kemudian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut.
"Berhenti !!" Ucap Pak Arfan tegas. Calista menghentikan langkah kakinya namun tanpa membalikkan badannya ke arah papanya.
"Aku harap kamu tidak melakukan hal yang akan merugikan kamu sendiri, karena jika itu terjadi, jangan coba-coba meminta bantuan papa jika kamu tekena masalah nantinya."
"Aku sarankan, sebelum semuanya terlambat batalkan semua rencana yang telah kamu rencanakan, karena jika Pak Salman dan Putranya sudah bertindak maka kamu akan hancur, walaupun sekarang lemah dalam hal finansial tapi kekuasaannya tidak bisa di ragukan lagi." Pak Arfan kembali memperingatkan putrinya.
Calista hanya mendengar semua apa yang telah di ucapkan Pak Arfan, kemudian meninggalkan ruangan tersebut tanpa berkata sepatah katapun.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE, COMENT, dan VOTE...
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1