
Setelah pulang dari sekolah, Kenan benar-benar membawa motor Diva ke Dealer untuk menjualnya. Setelah melakukan transaksi Kenan segera memesan taksi untuk pergi ke office, karena hari ini dia ada rapat penting dengan klaiyen.
Sekitar 10 menit taksi yang Kenan pesan pun datang dan langsung mengantarkan nya ke tujuan. Dalam perjalanan Kenan segera menghubungi Istrinya.
📞 "Assalamualaikum Yank" Sapa Kenan saat panggilannya terjawab.
📞 "Walaikumsalam." Jawab Diva dingin.
📞 "Yank, kamu ke office ya sekarang, sekalian bawakan pakaian kerja aku, tadi aku lupa membawanya.! Ujar Kenan.
📞 "Baiklah, sekarang kamu dimana by'?"
📞 "Masih di jalan, menuju office."
📞 "Tapi kenapa tidak ada suara motor, bukannya tadi kamu bawa motor by'?"
📞 "Ini, aku lagi naik taksi yank."
📞 "Lah, motornya kemana ?"
📞 "Sudah aku jual, kan tadi pagi sudah bilang mau jual."
📞 "Kamu beneran jual by', huhuhu(anggap ini suara nangis Diva) selamat tinggal soulmate ku." Diva terdengar menangis meratapi motornya.
📞 "Yank, tidak usah nangis, aku lakukan ini demi kebaikan kamu, aku tidak mau lagi kejadian waktu itu terulang kembali, dan sekarang kamu berangkat, kamu bawa mobil aku."
📞 "Tapi kamu bisa bawa mobil kan yank?" Tanya Kenan.
📞 "Bisa."
📞 " Tapi tau kan arah jalan office?"
📞 "Tau, kan sudah pernah ke sana."
📞 "Ya sudah, kamu hati-hati dijalan yank, Assalamualaikum, Ummuuaacchh."
📞 "Walaikumsalam."
Sekitar 40menit Diva sampai di office, langsung memarkirkan mobilnya lalu masuk.
Saat sampai loby banyak karyawan yang menyapanya, dan tersenyum.
"Selamat Siang Bu'. Sapa resepsionis.
"Siang juga Mbak, tidak usah panggil ibu Mbak." Ujar Diva tersenyum.
"Saya keruangan Kenan dulu, dia ada kan?"
"Iya Bu." Jawab resepsionis itu.
Diva pun langsung melangkah menuju lift, sambil geleng-geleng kepala, karena karyawan suaminya itu masih memanggilnya dengan sebutan ibu.
Setelah sampai depan ruangan Kenan, Diva langsung saja masuk, karena ia juga tidak melihat Luci sekertaris Kenan berada dimeja kerjanya, yang berada depan ruangan tersebut.
"Assalamualaikum by'." Sapa Diva saat sudah masuk, dan ternyata Lusi juga berada diruangan tersebut, sepertinya memberikan beberapa berkas yang harus Kenan periksa dan di tandatangani.
"Walaikumsalam yank." Jawab Kenan tanpa menoleh kearah Diva, karena sibuk menandatangani beberapa berkas.
"Kamu boleh keluar.! Ujar Kenan kepada sekertarisnya itu, saat sudah menandatangani beberapa berkas, lalu memanggil Diva untuk segera kedekatannya.
__ADS_1
"Yank, Sini ! Ujar Kenan melambaikan tangannya.
Diva menurut saja, dan berdiri disamping Kenan, dengan cemberut.
Diva masih kesal melihat Kenan, ia masih belum ikhlas jika motornya di jual.
"Kamu kenapa cemberut gitu Yank, minta di cium Hem." Ujar Kenan menarik Diva duduk di pangkuannya.
"Ish... siapa juga yang minta dicium, aku masih kesal karena kamu menjual mot....
Ucapan Diva tiba-tiba berhenti saat Kenan membungkam mulut Diva dengan mulutnya, Kenan sedikit me****tnya.
"Kan aku sudah bilang alasannya kenapa aku jual sayangku." Ucap Kenan setelah melepaskan ciumannya, lalu menarik gemas hidung istrinya yang sedang kesal.
"Kamu turun dulu yank, nanti malam aja lagi naiknya kalau belum puas." Ucap Kenan menurunkan Diva dari pangkuannya, lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Apasih, pokoknya malam ini tidak ada jatah, siapa suru jual soulmate aku." Ujar Diva.
Kenan tidak menanggapi ucapan istrinya itu, lalu meraih gagang telepon yang berada di sudut meja kerjanya, lalu menekan salah satu angka.
"Sekarang kamu bawa, yang saya pesan tadi keruangan aku sekarang ! Ucap Kenan kepada sekertarisnya.
Setelah menelpon Kenan membuka laci meja kerjanya, lalu mengeluarkan kotak berukuran sedang dan dimemberikan kepada sang istri.
"Ini apa ?" Tanya Diva saat menerima kotak itu.
"Buka aja dulu yank !" Jawab Kenan.
"Ini buat aku?" Tanya Diva saat membuka kotak tersebut dan memperlihatkan sepasang jam tangan.
"Pas, dan sangat concern buat dipakai sama kamu yank," Ujar Kenan lalu mengecup punggung tangan Diva.
"Terimakasih by'." Ucap Diva langsung memeluk suaminya.
"Sekarang aku yang pasang jam satunya lagi buat kamu By'." Ucap Diva lalu mengambil jam yang satunya dan memasang di pergelangan tangan kiri suaminya.
Kenan kembali menarik tangan Diva duduk di pangkuannya.
"Iya, sama-sama sayang." Ucap Kenan mengecup sekilas bibir Diva disaat bersamaan sekertaris Lusi masuk, dan tanpa sengaja melihat apa yang dilakukan bosnya itu.
"Maaf ... Maaf Pak, saya tidak tau kalau bapak..
"Iya tidak apa-apa, Mana pesanan saya." Ujar Kenan datar.
Sedangkan Diva menyembunyikan wajahnya di dada Kenan karena merasa sangat malu dipergoki sekertaris suaminya.
"Kecil-kecil sudah bermesra-mesraan aja nih bocah, mata polos hamba sudah terkontaminasi ya Allah" Batin sekertaris Lusi.
"Ohh, Ini Pak." Sekertaris Lusi sedikit terkaget lalu sadar dari lamunannya, ketika mendengar perkataan Kenan lalu meletakkan paperbag besar tersebut diatas meja kerja bosnya itu.
"Kalau untuk nanti malam, apa sudah beres ?" Tanya Kenan.
"Semuanya sudah selesai Pak." Sahut Sekertaris Lusi.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak." Pamit sekretaris Lusi.
Setelah kepergian Sekertaris Lusi, Kenan mengangkat dagu Diva untuk melihatnya.
__ADS_1
"Kenapa, Hem ?" Tanya Kenan.
"Malulah by', Kita kepergok sama mbak Lusi." Sahut Diva.
"Sekarang coba kamu buka isi paperbag itu yank ! Sahut Kenan menunjuk paperbag itu menggunakan dagunya.
Diva segera meraih paperbag itu, tanpa turun dari pangkuan Kenan, lalu segera membukanya.
Diva mengeluarkan dua buah kotak berukuran besar, dan segera membukanya satu persatu.
"Gaun?" Tanya Diva menaikkan kedua alisnya.
"Iya sayang, nanti malam kamu pakai ini !" Jawab Kenan tersenyum.
"Kita mau kemana by', dan highils ini, aku tidak biasa memakai seperti ini." Tanya Diva lalu mengangkat highils memperhatikan kepada Kenan.
"Pokoknya nanti malam, kamu harus pakai semua ini." Ujar Kenan.
"Tapi kita mau kemana ?'' Tanya Diva penasaran.
"Nanti juga kamu tau yank." Ucap Kenan mengecilkan kening Diva sekilas.
"Sekarang aku ganti baju dulu yank, sebentar lagi aku ada miring dengan klaiyen." Ujar Kenan.
Diva mengangguk dan segera turun dari pangkuan Kenan.
"Kamu tunggu sini Yank." Ujar Kenan mendudukkan Diva dikursi kerjanya, lalu berjalan kearah sofa mengambil paperbag yang berisi pakaian kerjanya, dimana Diva tadi meletakkannya, kemudian masuk keruang ganti yang beradab di dalam ruangannya.
Setelah berganti pakaian, Kenan kembali menghampiri Diva yang sibuk bermain game di laptop Kenan.
"Yank, aku keluar dulu, kalau mau istirahat diruangan situ saja." Ujar Kenan menunjuk ruangan yang tadi ia masuki.
"Iya by', Kamu hati-hati !" Sahut Diva mendongak melihat suaminya yang sudah rapi dengan stelan formalnya.
"Aku perginya hanya disebelah ruangan ini doang yank, pakai hati-hati segala." Ucap Kenan.
"Maksudnya hati-hati, jangan genit-genit." Ujar Diva melanjutkan permainannya.
"Iya sayang ku, istri aku paling Waw." Ucap Kenan sedikit menundukkan, lalu mencium kening istrinya sekilas, kemudian ia keluar meninggalkan ruangannya menuju ruangan miting.
Diva yang menunggu Kenan belum juga kembali dari mitingnya, sudah merasa bosan dan beranjak masuk ruang ganti, untuk beristirahat.
Setelah 1jam lebih Kenan baru kembali dari mitingnya, Kenan langsung menuju ruang ganti, karena ia yakin Istrinya sedang berada disana.
Saat masuk kenan mendapati istrinya itu berbaring dan membelakanginya, ia pun langsung ikut berbaring dan memeluk Diva dari belakang.
"Emm... Kamu sudah selesai by'?" Tanya mengerjapkan matanya, lalu menghadap suaminya.
Kenan hanya mengangguk, dan semakin mengikis jarak diantara wajah mereka lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Diva kemudian me****tnya, lama kelamaan keduanya hanyut dalam permainan mereka, ciuman Kenan semakin menuntut ingin lebih, Karna kenan mendapat respon baik, Kenan pun melancarkan aksinya.
(Maka terjadilah peperangan syahdu antara suami istri muda itu) 😊😊😁😁
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian Dengan LIKE, COMENT, and VOTE.
Salam sayang dari Author, untuk para readers 😘😘
🤗🤗🤗🙏🙏🙏
__ADS_1