Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 87


__ADS_3

Tepat jam 7 pagi Kenan dan Diva Keluar dari kamar mereka dengan pakaian yang sudah rapi, karena hari ini kedua pasangan tersebut Kenan, Diva dan Ray, Lani berencana untuk jalan-jalan.


Kenan dan Diva langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama dengan yang lain.


"Pagi Semua !" Sapa Diva kepada semua orang yang berada di meja makan.


"Pagi." Jawab mereka hampir bersamaan.


"Sayang buruan makan, ini ada siomay yang kamu inginkan tempo hari !" Pinta Bunda Vivian meletakkan piring siomay di depan menantunya itu.


"Maksud siomay yang di depan sekolah saya dulu Bun ?" Tanya Diva mengerutkan keningnya.


"Iya sayang ! Ray dan Lani yang membawanya untukmu." Jawab Bunda Vivian tersenyum.


"Kok bisa ?"


"Bisalah Yank, Hari itu aku nggak sengaja kamu nggak mau makan siang karena kamu mau makan siomay yang di depan sekolah kamu dulu, makanya aku minta tolong Ray untuk membawakannya untukmu, kebetulan Lani berada di kota Z sebelum mereka berangkat kesini." Jawab Kenan menjelaskan.


"Jadi ngerepotin, terimakasih Ray, Lan !" Ucap Diva merasa tak enak hati.


"Tidak masalah, itu juga demi ponakan gue." Sahut Ray.


Diva memakan siomaynya dengan lahap, sampai lupa menyiapkan makanan untuk suaminya.


"By', kok nggak makan ?" Tanya Diva masih mengunyah makanannya.


"Bagaimana mau makan Yank, kalau istri aku lupa nyiapin makanan aku." Ujar Kenan kemudian menyekah sisa saus kacang di pinggir bibir Diva.


"Astaga. " Ucap Diva menepuk keningnya.


"Maaf by', soalnya kesenangan banget dapat siomay hehehe." Diva terkekeh kemudian mengambilkan makan untuk suaminya.


Padahal Bunda Vivian tadi ingin menyiapkan makanan untuk Kenan, namun Kenan menolak.


"Apa benar ini siomay depan sekolah kita ?" Tanya Diva setelah ia pikir-pikir kenapa siomaynya bisa bertahan sampai sekarang, kenapa tidak basi, Pikir Diva.


"Iya lah." Jawab Lani.


"Tapi kok nggak basi ya, padahal perjalanan dari Indonesia ke sini cukup jauh." Ujar Diva.


"Jelas nggak basi Div, soalnya sehari sebelum kesini kami sudah pesan, dan yang kami pesan siomay yang belum di masak alias adonannya, lengkap dengan racikan bumbunya agar tidak basi." Ucap Lani menjelaskan panjang lebar dan hanya di balas anggukan singkat dari Diva, membuat Lani sedikit kesal dan menggerutu.


"Udah di jelasin panjang kali lebar, jawabannya cuma anggukan." Gerutu Lani.


Ray yang duduk di sampingnya tersenyum mendengar gerutuan tunangannya itu.

__ADS_1


Setelah sarapan Ke dua pasangan muda tersebut pamit kepada Ayah dan Juga Bunda untuk pergi jalan-jalan.


"Kalian hati-hati, terutama Kenan dan Diva, kalian tidak boleh terlalu kecapean !" Ujar Ayah Salman mengingatkan.


"Kalian tidak lupa acara nanti siang kan ?" Sahut Bunda Vivian mengingatkan.


"Tidak kok Bun, kami hanya jalan-jalan sekitar sini saja, Ayah sama Bunda tunggu kami di sana saja!" Jawab Kenan.


Ke empatnya berjalan keluar meninggalkan apartemen, mereka tidak menggunakan kendaraan, karena mereka akan menikmati kota yang akan ia kunjungi, dan kebetulan sportnya tidak cocok jika menggunakan kendaraan, lagian tempatnya juga tidak terlalu jauh dari apartemen.


"By' Balik sini !" Seru Diva memanggil Kenan yang berjalan di depannya. Saat Kenan berbalik Diva langsung mengambil fotonya.



Hobby kamu ya yank, motoin aku tiba-tiba." Ucap Kenan kemudian melihat hasil jepretan istrinya.


"Div, sekarang elu ambil foto gue bareng Kenan !" Ujar Ray menyodok kameranya kepada Diva.


Diva segera mengambil foto keduanya, dengan hasil jepretan yang sangat bagus, Diva sedari SMP memang sudah Hobby dengan fotograpi.



"Sepertinya elu punya bakat Fotografi Div, kalau gitu elu aja yang jadi fotografer foto Prewedding gue bareng Lani !" Ucap Ray kagum melihat hasil jepretan Diva.


"Bilang aja elu mau yang gratisan, dan gue nggak bakalan ngizinin, bini gue lagi hamil, dan satu lagi bini gue bukan foto grafer." Sahut Kenan melayangkan pukulan di belakang kepala Ray.


Setelah puas dengan berfoto-foto, Kedua pasangan tersebut melanjutkan perjalanan mereka, kesebuah destinasi kota tua. Hingga jam 11 siang Diva merasa sangat lapar.


"By', kita cari tempat makan yuk, babynya minta makan ini !" Rengek Diva bergelayut manja di lengan Kenan sambil mengelus perut buncitnya dengan tangan kirinya.


"Baby, lapar ya, baby mau makan apa, Hemm ?" Tanya Kenan ikut mengelus perut Diva.


"Kita cari makan di sekitar sini aja by', untuk makanannya kita liat di sana nanti, aku udah lapar banget ini !" Ujar Diva.


"Dasar Bumil, makan aja terus kerajaannya." Celetuk Lani.


"Yeh, ini bukan gue yang mau, tapi babynya." Sahut Diva.


"Ya sudah, kita kesana saja, sepertinya di sana ada restoran !" Ajak Ray kemudian menggandeng tangan Tunangannya.


Tibanya di cafe Diva langsung memesan makanan, Kenan, dan sepasang tunangan itu hanya memesan minuman karena masih merasa kenyang.



Mereka makan dan menikmati minuman masing-masing, Kenan sesekali meringis menahan sakit atau nyeri di bagian pinggangnya belakanganya. Diva yang mendengar suaminya meringis langsung menghentikan makannya.

__ADS_1


"By', Kamu nggak apa-apa ?" Tanya Diva khawatir memegang punggung suaminya.


"Nggak apa-apa yank, hanya merasa sedikit nyeri saja di bagian belakang aku, entar juga nyerinya hilang, lebih baik kamu lanjut aja makannya, kemudian kita pulang !" Ujar Kenan tersenyum dipaksakan karena menahan nyeri.


Diva mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya, kemudian menghubungi sopirnya, meminta untuk menjemputnya di restoran.


Diva tidak mau Kenan sampai kelelahan karena berjalan kaki lagi sampai ke apartemen.


Setelah dua puluh menit sopir datang untuk menjemput mereka, dan bertepatan dengan itu Diva juga sudah selesai memakan makanannya yang cukup banyak.


Setelah sampai apartemen Kenan Ray memapah Kenan di bantu oleh sang sopir karena Kenan tidak sanggup lagi untuk berjalan naik keunit apartemennya.


"Kenan." Pekik Bunda Vivian saat melihat putranya di papah oleh Ray dan juga sopirnya.


"Bunda." Ucap Diva langsung memeluk mertuanya sambil menangis.


"Ud... Udah yank, nggak usah nangis, aku nggak apa-apa !" Ucap Kenan lirih menahan sakit.


"Lebih baik sekarang, Kenan kamu bawa masuk ke kamarnya Ray !" Ujar Ayah Salman mengambil alih mengganti pak sopirnya untuk memapah Kenan.


Kenan langsung di baringkan ketempat tidurnya, kemudian ayah Salman langsung menghubungi dokter Chen.


Kenan merasakan pusing dan sakit di kepalanya yang teramat, dan darah segar keluar dari hidungnya, hal tersebut membuat Diva tak bisa lagi untuk berhenti menangis, Diva sangat mengkhawatirkan keadaan suaminya.


"Lebih baik sekarang bawah dia kerumah sakit, saya sudah menghubungi dokter Chen, dan meminta supaya Kenan segera dibawah kerumah sakit !" Terang Ayah Salman.


Saat akan keluar dari apartemen, Diva merasa sakit di bagian perutnya, Diva menghentikan langkahnya, membungkuk di depan pintu apartemen.


"Sayang, kamu Kenapa ?" Bunda Vivian tambah khawatir melihat Diva kesakitan.


"Bunda perut aku sak...." Ucapan Diva terhenti karena sudah tak sadarkan diri.


Ayah Salman yang melihat itu langsung meminta kepada pak sopir menggantikannya untuk membantu Ray memapah Kenan, kemudian beralih mengangkat tubuh Diva.


"Astagfirullah... Yank..." Lirih Kenan dan menangis tak berdaya melihat keadaan istrinya.


"Elu yang sabar, semuanya pasti akan baik-baik saja, sekarang ayo kita ke bawah !" Ujar Ray mencoba untuk menenangkan sahabatnya dan juga memberinya semangat.


"Ini semua karena aku, aku telah menyusahkan dan memberi kesedihan untuk mereka, bahkan aku tidak bisa berbuat apa-apa kepada istriku yang sedang mengandung." Batin Kenan merutuki dirinya.


"Jika memang aku tidak bisa lagi untuk sembuh, lebih baik kau ambil saja nyawaku sekarang Ya Allah, supaya mereka tidak lagi kesusahan dan juga bersedih karena aku." Kenan kembali membatin.


Bersambung.....


Para readers tercinta dan tersayang, mana nih dukungan kalian, aku liat Like, Coment,Vote nya menurun.

__ADS_1


Yuk semangat beri dukungannya dengan memperbanyak LIKE, COMENT, VOTE, Supaya aku juga tambah semangat untuk Up-nya.


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️


__ADS_2