Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 80


__ADS_3

Diva terus menangis di pelukan Bunda Vivian, di kursi tunggu, depan ruangan ICU. Sementara ayah Salman duduk menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi menengadah keatas. Sudah hampir satu jam Kenan di tangani namun Dokter Bayu tak kunjung keluar dari ruangan ICU.


"Sebenarnya Kenan kenapa Yah, kenapa dia bisa seperti ini ?" Tanya Bunda Vivian menoleh kepada suaminya, tapi masih memeluk Diva dengan tangan kanannya.


"Ayah belum tahu juga Bun, kita tunggu penjelasan dari Dokter Bayu dulu !" Ujar Ayah Salman juga ikut menoleh kepada istrinya.


Ayah Salman yang melihat dokter Bayu keluar dari ruangan ICU, segera beranjak mendekatinya.


Dokter Bayu adalah dokter keluarga orangtua Ayah Salman, tapi karena dulu Dokter Bayu melanjutkan studinya spesialis kanker diluar negeri, maka sejak itu Dokter Bayu berhenti menjadi Dokter Keluarga ayah Salman.


"Bagaimana keadaan anak saya Dok?" Tanya Ayah Salman.


"Sebaiknya kita bicarakan ini diruangan saya saja, mari ikut saya !" Ujar Dokter Bayu, kemudian melangkah menuju ruangannya di ikuti oleh Ayah, Bunda, dan juga Diva.


Karena saat ini Kenan belum bisa dikunjungi.


"Bagaimana, sebenarnya apa yang terjadi padanya ?" Tanya ayah Salman tidak sabar, saat mereka semua sudah duduk diruangan Dokter Bayu.


"Sepertinya Kenan tidak pernah menceritakan soalan penyakitnya kepada kalian." Ucap Dokter Bayu.


"Penyakit ?" Sahut ketiganya kaget mendengar ucapan Dokter Bayu, hampir bersamaan.


"Jadi benar dugaan saya, pantesan saja waktu kita ketemu pas waktu kalian cek kandungan sepertinya Kenan sangat menghindari saya, rupanya dia menyembunyikan ini semua." Ucap Dokter Bayu menjeda ucapnya, kemudian mengambil map di laci meja kerjanya, kemudian memberikan kepada ayah Salman.


"Itu Riwayat kesehatan Kenan selama ini, Selama hampir lebih 4 bulan terakhir ini, dia pasien saya, dia menderita kanker darah jenis leukimia, selama dua bulan ia rutin menjalani kemoterapi dan mengonsumsi obat-obatan yang saya resepkan, tapi sudah 1 bulan ini dia tidak pernah lagi menjalani kemo, dan hanya mengonsumsi obat-obatan saja, alasannya dia banyak kerjaan, dan tidak sempat untuk kemo." Ucap Dokter Bayu menjelaskan.


Diva, dan kedua mertuanya seketika shok mendengar penjelasan Dokter Bayu, lidah mereka keluh, tidak tau lagi harus mengatakan apa, Dunia Diva seolah runtuh seketika.


"Kenapa dia tidak pernah menceritakan ini pada kita Bun, apa dia sudah tidak menganggap kita." Ucap Diva lirih, tak bisa lagi ia menahan air matanya, dadanya seketika sesak, dan susah bernafas.


"Tenang dulu sayang, mungkin dia ada alasan menyembunyikan ini dari kita, mungkin juga dia tidak mau membuatmu stres memikirkannya karena saat ini kamu sedang hamil." Bunda Vivian mencoba untuk memberi pengertian dan menenangkan menantunya itu agar tidak terlalu memikirkan ini dulu, karena ia khawatir dengan kehamilan Diva yang masih lemah.


"Jika dia sering menjalani kemoterapi, mengapa dia bisa langsung drop seperti ini ?" Ayah Salman kembali bertanya saat sudah merasa lebih tenang.


"Seperti saya bilang tadi, dia sudah tidak pernah lagi menjalani kemoterapi satu bulan terakhir ini, mungkin juga ia tidak menghindari makanan yang tidak harusnya ia makan, satu lagi ia tidak boleh terlalu kelelahan, dan sepertinya sel kankernya sudah menjalar hingga ke sumsum tulang belakang dan sekarang sudah mencapai stadium 3." Dokter Bayu kembali menjelaskan.


"Apa ini masih bisa disembuhkan Dok ?"


"Ada beberapa serangkaian yang harus rutin ia jalani, seperti kemo, dan juga harus menghindari makanan yang mengandung kadar gula, garam yang tinggi, mekanan mengandung pengawet, makanan berminyak, daging olahan, jika mengonsumsi daging sebaiknya jangan sampai dengan olahan dibakar ataupun di goreng, Sebaiknya makanan yang ia konsumsi dengan pengolahan di kukus saja.." Jelas Dokter Bayu.


"Dan untuk membunuh sel kanker kita juga harus melakukan transplantasi sel punca atau stem Cell. Sel ini di kumpulkan dari sumsum tulang belakang, darah Perifer, dan darah tali pusat."


"Maksudnya darah tali pusat saat dia lahir ?" Tanya Ayah Salman.

__ADS_1


"Iya, jika ada itu lebih baik !" Jawab Dokter Bayu.


"Bagaimana kami mendapatkan itu, sedangkan kami tidak menyimpannya." Ayah Salman tampak prustasi.


"Apa tidak ada jalan lain, selain sel punca ini ?" Tanya ayah Salman.


"Kita bisa melakukan transplantasi sumsum tulang belakang, tapi itupun harus cocok dengan Kenan, bisa dari saudara atau orangtuanya." Terang Dokter Bayu.


"Kalau begitu ambil sumsum tulang belakang saya saja, saya ayah kandungnya, pasti cocok !" Ujar Ayah Salman.


"Sekarang zaman sudah canggih pak, banyak rumah sakit di luar negeri menyediakan darah tali pusat, salah satunya di Singapura disana bisa menyediakan itu, saya bisa merujuknya ke sana, kebetulan disana saya ada kenalan dokter spesialis kanker terkemuka." Ucap Dokter Bayu."


"Baiklah kalau begitu, saya akan membawanya kesana." Ucap Ayah Salman antusias.


"Insyaallah lusa kita akan berangkat, tapi mungkin kalian akan tinggal dalam jangka waktu yang lama di sana, karena sebelum itu, pasien akan menjalani kemoterapi atau radiasi dosis tinggi, untuk merusak sumsum tulang yang sakit, setelah itu sel punca/stem Cell dapat diberikan untuk membangun sumsum tulang yang sehat." Jelas Dokter Bayu panjang lebar.


"Kami akan tinggal walau harus dengan jangka waktu yang lama sekalipun, asalkan Kenan bisa kembali normal seperti dulu." Ujar Ayah Salman penuh tekad.


Ayah Salman segera mengurus administrasi, untuk kepindahan Kenan kerumah sakit Singapura.


🍀🍀🍀


Diva dan Bunda Vivian duduk di samping brankar Kenan, Kenan sudah di pindahkan keruang rawat inap siang tadi.


"Sayang kamu yang sabar, sekarang kamu istirahat dulu, sekarang kamu juga harus memikirkan kesehatan bayi yang masih di dalam kandungan kamu sayang, Insyaallah Kenan pasti kuat, kita hanya perlu mendoakannya agar penyakitnya cepat diangkat.!" Ujar Bunda Vivian mengusap punggung menantunya itu, ia mencoba untuk menenangkannya agar tidak terlalu stres, sehingga mengganggu kesehatan janinnya. Walaupun sebenarnya ia juga merasa sangat sedih dan terpukul dengan keadaan putra semata wayangnya.


Tak lama tangan Kenan bergerak, dengan perlahan ia membuka matanya.


"Aku dimana ?" Tanya Kenan saat sudah sepenuhnya sadar, dan memperhatikan seluruh ruangan.


"By', kamu sudah sadar, bagian mananya yang sakit, atau perlu sesuatu ?" Diva langsung memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada suaminya itu. Sedangkan Kenan hanya tersenyum melihat wajah khawatir istrinya.


"Kamu sudah seperti Bunda tau yank, kalau tanya itu satu-satu !" Ujar Kenan.


"Kamu jawab aja pertanyaan istri kamu, dari tadi kami semua sangat khawatir dengan keadaan kamu !" Sahut Bunda Vivian.


"Aku tidak apa-apa, aku hanya kelelahan, besok juga pasti sembuh." Ucap Kenan tersenyum kearah kedua wanita yang sangat ia cintai itu.


"Kamu tidak perlu lagi menyembunyikan apapun kepada kami, apa kamu tidak lagi menganggap kami, apa kamu benar-benar akan meninggalkan kami, sampai kamu tidak memikirkan dan lalai akan kesehatan kamu sendiri, Kami sudah tau soal penyakit yang kamu derita selama ini by'." Ucap Diva panjang lebar dipelukan suaminya sambil terisak.


"Ka ... Kalian sudah tau semuanya ?" Tanya Kenan gugup membalas pelukan Diva.


Diva melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah pucat suaminya.

__ADS_1


"Iya, dokter Bayu yang selama ini yang menanganimu, adalah teman Ayah." Terang Bunda Vivian.


Kenan memalingkan wajahnya kearah jendela, ia tidak sanggup melihat wajah kedua wanita yang ia cintai itu.


"Aku hanya tidak ingin kalian mengkhawatirkan ku, aku juga tidak mau kalian merasa sedih, karena saya tidak tahu sampai berapa lama saya bisa bertahan." Ucap Kenan dengan mata berkaca-kaca.


"Pokoknya kamu harus berjuang by', demi calon anak kita !" Sahut Diva meraih tangan suaminya meletakkannya di perutnya.


Kenan langsung menoleh menatap wajah basah Diva saat ini karena menangis, Kenan mencoba untuk bangun, dengan cepat Diva membantu Kenan untuk bersandar di kepala brangkar.


Kenan menghapus air mata Diva dengan tangannya, dan mencoba untuk tersenyum.


"Aku akan berusaha untuk tetap bertahan demi kalian, tapi aku mohon kalian jangan pernah merasa bersedih, karena hal itu akan membuat aku jadi tambah merasa sakit jika melihat kalian bersedih karena aku !" Ucap Kenan mengeggam tangan istri dan bundanya, sambil menatapnya bergantian.


Diva dan Bunda Vivian mengagukkan kepalanya bersamaan, dan keduanya memeluk Kenan.


"Lusa kita akan ke Singapura untuk menjangkan pengobatan mu." Ucap Ayah Salman yang baru masuk.


"Tapi Yah, saya rasa Dokter Bayu juga Dokter yang terkemuka di spesialis kanker." Kenan berusaha menolak untuk tidak ke Singapura.


"Iya, Ayah tau itu, tapi di sini ada beberapa perlengkapan medis yang tidak memadai, dan ini juga atas usulan Dokter Bayu sendiri, dia juga yang akan mengantar kita kesana." Terang Ayah Salman.


"Tapi Yah, Kerj....


"Pokoknya selama dalam proses pengobatan kamu, kamu tidak boleh dulu memikirkan pekerjaan, saya masih bisa menghidupi kalian, dan menanggung biaya pengobatan kamu." Ayah Salman langsung menyekah ucapan Kenan penuh penekanan dan tak mau dibantah.


"Office aku bagaimana, siapa yang akan mengelolanya ?" Tanya kenan memikirkan kelancaran usahanya.


"Office, biar orang kepercayaan Ayah yang mengurusnya, pokoknya kamu harus fokus dengan kesembuhan kamu, kamu harus ingat, sebentar lagi kamu menjadi seorang ayah, apa kamu tidak ingin segera sembuh, dan bermain dengan anak kamu nantinya." Ujar Ayah Salman.


"Baiklah Yah, saya ikut dengan keputusan Ayah." Ujar Kenan pasrah, dia juga ingin segera sembuh dan sudah tidak sabar menanti kelahiran anaknya.


Bersambung.....


Karena banyak yang menginginkan Kenan sembuh, saya sebagai Author, akan berusaha untuk menyembunyikan penyakitnya.


Maaf jika masih banyak kekurangan soal penjelasan seputar dunia medis, maklum saya hanya menjelaskan sesuai artikel saya baca tentang leukimia, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penjelasan tersebut 🙏🙏🙏🙏🙏


Jangan lupa LIKE, COMENT, VOTE....❤️❤️❤️


🙏🙏🙏🤗🤗🤗


Terimakasih Yang sebanyak-banyaknya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2