Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 64


__ADS_3

Assalamualaikum para readers tercinta, Ini aku baru Up lagi, soalnya baru sampai tujuan.😊😊 Dan maaf jika alurnya terimakasih banyak sudah setia menunggu Upnya. Maaf jika seminggu ini, Upnya suka terlambat 🙏🙏😊😊




Happy reading ❤️❤️



Pagi hari hujan mengguyur kota Xx, membuat sepasang pasutri muda itu masih terlihat tertidur lelap, saling mendekap dibawah selimut yang menutupi tubuh toples mereka akibat pergulatan panas mereka semalaman.


Perlahan Kenan membuka matanya saat mendengar petir berderu, Kenan langsung mengecup kening Diva yang masih terlelap dengan melingkarkan tangannya di pinggang Kenan, sambil tidur menyandar di dada bidang Kenan.



"Yank... Sayang, Ayo bangun ini sudah pagi." Ucap Kenan sambil mengelus pipi mulus Diva.


Diva yang merasa ada yang mengelus pipinya perlahan mengerjapkan matanya, mencoba menyesuaikan cahaya yang baru saja menembus penglihatannya, lalu mendongak kearah wajah Kenan sambil tersenyum.



"Morning Kiss sayang." Ucap Kenan setelah mengecup bibir Diva sekilas.



"Morning to By'." Balas Diva lalu ikut mencium bibir Kenan sekilas.



Kenan yang mendapatkan balasan dari Diva tersenyum merekah, Kenan menyingkirkan rambut Diva yang sedikit menutup wajahnya, lalu menyelipkan dibelakang telinganya.



"I Love You My Wife." Ucap Kenan menatap intens manik mata Diva.



"I Love You To My Hubby." Balas Diva.



"Sekarang Jam berapa by'.?" Tanya Diva melepaskan pelukan Kenan lalu merenggangkan otot\-ototnya yang kaku akibat pergulatan panas yang mereka lakukan hingga jam 1 dini hari tadi.


Kenan pun menoleh pada jam yang berada di atas nakas yang berada di sampingnya.



"Astaga Yank, Sudah hampir jam 7, aku mandi dulu yank, aku takut terlambat ada triout disekolah." Ujar Kenan dan segera berlari masuk ke kamar mandi, dengan tubuh toplesnya, membuat Diva malu sendiri melihatnya.


Kemudian Diva bangun dari tidurnya memunguti semua pakaiannya dan juga pakaian Kenan, yang berada dilantai berserakan begitu saja, akibat ulah Kenan semalam.


Setelah berpakaian Diva masuk ke walk in closed menyiapkan keperluan Kenan, dari baju, tas, dan juga sepatutnya.



"Yank... Teriak Kenan dari dalam kamar mandi.


"Yank kamu dimana." Kenan kembali memanggil Diva, saat Diva belum menjawabnya.



"Ada apa ?" Tanya Diva setelah berada di dekat pintu kamar mandi.



"Yank, tolong ambilkan handuk aku, aku lupa membawanya." Teriak Kenan.



"Iya tunggu." Diva segera menuju lemari dimana biasa handuk dan perlengkapan mandi lainnya berada.


Diva mengetuk pintu kamar mandi dengan segera kenan membuka pintu, lalu menerima handuk yang diberikan Diva. Diva geleng\-geleng kepala melihat Kenan memakai handuk di depannya, Kalau begitu Kenapa teriak\-teriak segala minta handuk, toh dia make handuknya didepan aku juga." Bisik hati Diva.



"Aku sudah siapkan baju kamu di sofa, aku mandi dulu." Ujar Diva lalu melangkah masuk kekamar mandi.


__ADS_1


Setelah lima belas menit, Diva Keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandinya dengan rambut basah yang terurai, hal itu membuat Kenan terpesona melihatnya.



"Kenapa kamu berpenampilan seperti ini, kamu sengaja buat godaain aku Yank." Ujar Kenan yang tiba\-tiba memeluk Diva dari belakang, lalu mengecup punggung Diva yang sedikit terbuka karena jubah mandinya sedikit longgar.



"By', nanti kamu terlambat jika terus begini, aku mau pakai baju dulu." Sahut Diva sembari melepaskan pelukan Kenan yang melingkar di pinggangnya.



"Siapa suruh kamu seperti ini, aku kan jadi tergoda Yank." Ujar Kenan lalu mengecup kepala bagian belakang Diva.



"Mesum." Ujar Diva lalu mengambil pakaiannya di lemari.



Setelah lima belas menit mereka turun untuk sarapan, disana sudah ada Ayah, Bunda, dan juga Ray. Mereka sarapan duluan tanpa menunggu pengantin lama rasa baru itu.



"Pagi, Yah, Bun, Ray." Sapa Diva saat sudah sampai dimeja makan.



"Pagi." Jawab mereka hampir bersamaan.



"Nan, Gue ikut elu ya, gue malas buat bawa mobil." Ucap Ray saat Kenan duduk menunggu sarapannya yang disiapkan Diva.


Diva mengambilkan dua roti lapis dan segelas susu.



"Emmm...." jawab Kenan.




"Iya, Setelah pulang sekolah, elu antar gue ke dealer." Sahut Kenan.



"Buat...?" Tanya Ray mengangkat kedua alisnya bingung.



"Gue mau jual motor." Sahut Kenan memakan sarapannya.



"Maksudnya motor aku By'.?" Tanya Diva kaget, ia tak menyangka kalau Kenan benar\-benar akan menjual motornya.



"Motor siapa lagi yank, dirumah ini cuma ada motor itu doang." Jawab Kenan datar.



"Yah, Kenan beneran mau jual soulmate aku, Yah." Adu Diva kepada ayah mertuanya.



Ayah Salman geleng\-geleng kepala, Ia tak habis pikir Kenan begitu posesif kepada istrinya, sampai\-sampai motor kesayangan Diva benar\-benar akan ia jual, hanya karena Diva lebih sering menanyakan keadaan motornya dari pada dirinya.



"Nan, kamu beneran mau jual?" Tanya ayah Salman.



"Beneran Yah, kapan aku main\-main." Jawab Kenan.


__ADS_1


"By', jangan dijual dong, please.!! Ucap Diva memelas sambil memegang lengan Kenan.



"Keputusan aku sudah fiks yank, dan aku tidak mau mendengar bantahan." Ucap Kenan penuh penekanan.


"Dan aku akan memberikan yang lain sebagai gantinya." Lanjut Kenan setelah meminum susunya.



Kenan beranjak dari duduknya lalu pamit kepada kedua orangtuanya, dan juga kepada Diva.



"Yank, aku berangkat dulu." Pamit Kenan lalu mengecup kening Diva.


Diva hanya mengangguk menanggapi ucapan Kenan, Diva sebenarnya masih kesal, dan tak terima motor kesayangannya dijual. Namun dia tidak bisa lagi membantah, jika Kenan sudah berbicara seperti itu maka tidak akan bisa dibantah lagi.


Sebenarnya Kenan melakukan ini bukan hanya dia cemburu dengan motor itu, tapi dia juga tidak ingin Diva mengendarai motor. Soal penjualan motor sudah jauh\-jauh hari ia merencanakan ini, Kenan juga sudah membicarakan ini kepada ayah mertuanya.



"Nan beneran kamu ingin menjual motor itu?" Tanya Ray saat mereka sampai di sekolah dan berjalan menuju kelasnya.



"Iya." Jawab Kenan datar.



"Tapi kenapa?" Ray kembali bertanya.



"Gue tidak mau Diva mengendarai motor lagi, gue tidak mau sampai dia mengalami hal seperti dulu, dan satu lagi setiap gue nelfon sama Diva, Diva pasti Tanyain keadaan motor itu dulu, dan lebih parahnya lagi Diva kesini bukan karena gue, tapi karena motor sialan itu." Kenan tampak sangat kesal jika dan terus mengumpati motor kesayangan istrinya itu.



Ray hanya geleng\-geleng kepala mendengar ocehan Kenan, yang menurutnya jarang\-jarang Kenan mengoceh panjang lebar seperti itu.



"Gila lu, motor aja lu cemburuin, dasar posesif." Ujar Ray.



"Tunggu aja lu, gue yakin, Lani bakalan lebih parah daripada bini gue." Ucap Kenan.



"Yang bener lu, Nan." Sahut Ray karena bisa jadi Lani akan lebih dari Diva.



Ray terus memikirkan ucapan Kenan, dia khawatir jika Lani tidak bisa menjadi wanita yang diinginkan mamanya, bagaimana ia bisa menikahi Lani pujaan hatinya.



Bersambung.....



Jangan lupa tinggalkan jejak kalian para readers


Like


Coment


Vote



Saya Sangat berharap dengan dukungan dari kalian, dan sangat berterimakasih.



salam sayang dari aku.


__ADS_1


🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️


__ADS_2