Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 83 Season 2


__ADS_3

Di alam bawa sadar Kenan


Kenan menundukkan kepalanya dengan kedua tangannya menjadi tumpuannya, Kenan terus saja menunggu kedatangan Diva istrinya.


"Ayah...." Kenan mendengar suara anak kecil yang memanggilnya.


Kenan pun membuka matanya perlahan kemudian mendongakkan kepalanya secara perlahan, tiba-tiba dua anak kecil berbeda jenis kelamin berlari menghampirinya dari kejauhan, tak lama seorang wanita juga ikut di belakang kedua anak kecil tersebut.


"Ayah....Kami datang Yah...." Ucap kedua anak tersebut secara bersamaan sambil melambai-lambaikan tangannya ke udara.


Kenan ingin sekali berlari menghampiri kedua anak kecil tersebut namun lagi-lagi ia tidak bisa meninggalkan tempat tersebut. Kenan hanya bisa merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum.


"Ayah ayo kita pulang, ayah ngapain disini sendirian !! Ucap anak laki-laki tersebut.


"Iya ayah, ayo kita pulang kami mau menjemput ayah pulang kerumah kita." Ucap anak perempuan.


"Kalian siapa ?" Tanya Kenan.


"Kami anak-anak ayah." Sahut keduanya bersamaan sambil memegang tangan Kenan masing-masing.


Kenan meraih kedua anak tersebut masuk kedalam pelukannya.


"By, mari kita pulang, semuanya sudah menunggu mu, maaf kalau aku baru menjemput mu." Ucap seorang wanita yang sudah berdiri di hadapan Kenan yang masih memeluk kedua anaknya.


Kenan mengangkat kepalanya melihat siapa yang berucap.


"Yank ? Apa kamu datang untukku, apa kau tidak akan lagi meninggalkanku ?" Tanya Kenan dengan mata berkaca-kaca.


"Iya by, aku dan anak-anak datang untuk menjemput mu, sekarang ayo kita pulang !! Ajak Diva mengulurkan tangannya agar Kenan meraihnya.


"Tapi aku tidak bisa meninggalkan tempat ini Yank, aku tidak bisa keluar dari lingkaran yang ada di sisi bangku ini." Ucap Kenan.


Karena ada sebuah lingkaran yang melingkari bangku yang Kenan tempati, ia tidak bisa melewati lingkaran tersebut, setiap kali ia mencobanya Kenan seperti ada yang menariknya kembali.


Diva meraih tangan suaminya begitupun dengan kedua anaknya ikut menarik tangan Kenan. Kenan pun berdiri mengikuti langkah istri dan anak-anaknya benar saja Kenan bisa melewati lingkaran yang selama ini mengurungnya disana. Kenan dan keluarga kecilnya tampak menyusuri sebuah jalan setapak dengan diterangi cahaya.


🍀🍀🍀


Kembali di alam nyata.


Setelah makan malam berakhir, semua orang kembali keruang tengah kecuali Abang Khay dan dedek Kia, mereka sudah tertidur di kamar Abang Khay dulu di temani bi Siti dan Bi Ratih. Sedangkan Sarla sudah pulang bersama dengan suaminya karena sudah malam ia tidak mungkin membawa bayinya keluar jika sudah sangat larut malam. Para orangtua dan Arka kembali keruang tengah masih mengobrol kan masalh yang telah menimpah Kenan, pak Fikram juga sudah menghubungi istrinya yaitu bunda Hani dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dan ia sudah berada di rumah Kenan, Bunda Hani sempat terkejut mendengar keadaan Kenan sekarang, ia akan terbang ke kota Xx besok pagi bersama Vara dan Abang Raydan.


Diva kembali memasuki kamar dimana selama ini Kenan berada, setelah ia makan tadi tanpa menunggu yang lain selesai makan.


"Assalamualaikum by'..." Ucap Diva lalu mendudukkan dirinya di pinggiran tempat tidur, lalu mengusap rambut Kenan yang sudah memanjang.

__ADS_1


"By, bangunlah, apa kamu tahu ? Kini Abang Khay sudah tumbuh menjadi anak yang pintar seperti kamu, bahkan kita sudah memiliki anak ke dua, dia biasa di panggil dedek Kia, sekarang umurnya sudah 18 bulanan by', dia sudah mulai berjalan, apa kamu tidak ingin melihatnya, wajahnya sangat lucu by'..." Imbuh Diva dengan suara seraknya menahan tangisnya, Diva membungkam bibirnya agar tangisannya tidak pecah.


Diva mengubah posisinya ikut berbaring di samping Kenan, lalu ia peluk tubuh suaminya itu dengan sanagat erat. Diva menyembunyikan wajahnya di celuruk leher Kenan.


Setelah ia sudah bisa menahan sedikit tangisannya, ia kembali melanjutkan ucapannya.


"By, Rasanya baru kemarin kamu berbaring seperti ini, bahkan aku belum bisa melupakan akan hal itu, dimana kamu koma melawan penyakit itu, sekarang kamu kembali terbaring tak berdaya seperti dulu. Apa kau tahu by ? Rasanya sangat sakit melihat mu seperti ini. Apa kamu ingin terus-menerus membuatku tersakiti, Hem ?" Ucap Diva dengan punggung bergetar karena tangisan yang berusaha ia pendam.


"Apa kamu tahu by' ? Selama aku jauh darimu, dunia ku terasa hancur by'. Ternyata hidup jauh darimu rasanya sangat sulit, jadi aku mohon bangunlah by', bantu aku keluar dari rasa sulit ini, karena hanya kamu yang bisa melakukan hal itu, aku tidak tahu sampai kapan aku bisa menahan kesulitan ini, bagaimana jika aku tidak sanggup lagi, apa aku harus meninggalkan dunia ini by', pleaseee..... Jawab aku, bangunlah... aku sangat-sangat merindukanmu." Ucap Diva terisak ia sudah tak sanggup lagi menahan tangisannya.


Kenan pun dapate mendengar rintihan istrinya itu, Kenan mengeluarkan air matanya, ia ingin sekali segera bangun dan memeluk erat tubuh istrinya, tapi entah kenapa ia sangat sulit untuk menggerakkan badannya, bahkan ia juga sangat sulit mengeluarkan suaranya. Kenan tiba-tiba menitikkan air matanya, dan sedikit demi sedikit jari-jari tangannya mulai ia gerakkan. Diva tak menyadari akan hal itu, karena Diva sudah menangis terisak masih menyembunyikan wajahnya di celuruk leher suaminya.


..."Yank.... Bantu aku kembali yank, aku juga sangat merindukanmu, bahkan aku sangat ingin melihat anak-anak kita, apa benar apa yang ada di mimpiku selama ini, itu benar-benar anak kita." Ucap Kenan masih dalam hatinya....


Mungkin karena terlalu lama menangis, dan juga kelelahan akhirnya Diva tertidur dengan posisi memeluk tubuh Kenan dengan sangat erat.


🍀🍀🍀


Pagi hari menjelang, Diva masih belum juga terbangun.


"Bi Ratih, apa Diva belum keluar kamar ?" Tanya bunda Vivian saat menghampiri bi Ratih dan Bi Siti di halaman belakang sambil menyuapi Abang Khay dan dedek Kia.


"Belum Nya, apa perlu aku melihatnya !?" Ujar bi Ratih.


Saat tiba di dapur, Diva baru saja memasuki dapur dari arah ruang tengah.


"Selamat pagi Bun, maaf Diva ketiduran." Ucap Diva masih merasakan kecanggungan terhadap ibu mertuanya itu.


"Tidak apa-apa sayang, apa Kenan sudah ada perubahan, apa dia menunjukkan reaksi apapun ?" Tanya bunda Vivian.


"Dia masih sama seperti kemarin Bun, tak ada reaksi apa-apa." Ucap Diva sendu menatap lurus kedepan.


"Kita sama-sama doakan saja semoga ia cepat bangun, kamu yang sabar ya sayang." Ucap bunda Vivian lembut.


"Maaf Bunda." Cicit Diva langsung memeluk bunda mertuanya itu sambil terisak.


"Sayang, kamu kenapa ? Kamu juga tidak perlu meminta maaf seperti ini, kamu tidak salah apapun." Ucap bunda Vivian mengusap punggung menantunya yang bergetar karena menangis.


"Aku salah Bun, bahkan aku sangat bersalah dan berdosa karena sudah meninggalkan suamiku dalam keadaan seperti ini, harusnya aku tidak kekanak-kanakan main kabur saja dari rumah, harusnya aku bicarakan masalahnya baik-baik terlebih dahulu, jika saja aku tidak pergi waktu itu, Kenan pasti tidak akan seperti ini." Ucap Diva panjang lebar dengan isakannya.


"Sayang, tidak baik jika terus-menerus menyalahkan diri sendiri, apalagi kamu tidak salah apapun, dalam masalah tempo dulu Kenan juga salah, harusnya ia berkata jujur dengamu, walaupun ia berniat untuk menjagamu, tapi tidak seharusnya juga ia menyakitimu dengan berpura-pura berselingkuh." Diva hanya mengangguk mendengar perkataan mertuanya.


"Ya sudah kita sarapan dulu." Ajak bunda Vivian.


"Yang lainnya pada kemana Bun ?" Tanya Diva tak melihat siapa-siapa.

__ADS_1


"Ayahmu dan Arka mereka ke Bandara menjemput bundamu juga Vara. Kalau ayah ia ke kantor sebentar ada yang harus ia selesaikan." Jelas bunda Vivian.


Di tengah-tengah sarapan Diva dan bunda Vivian tiba-tiba saja Khay berlari dari luar langsung menghampiri Bundanya.


"Bunda, apa ayah belum bangun juga?" Tanya Khay.


"Belum sayang, kita tunggu ayah bangun ya, dan doakan ayah supaya cepat bangun, dan bermain bersama Abang, Ok jagoan."Ucap Diva menampakkan wajah cerianya, walaupun Diva berada dalam kesedihan ia tak menampakannya di hadapan anak-anaknya.


"Talau beditu, aku mau ke kamal ayah, atu mau banunin ayah." Ucap Khay langsung berlari kearah kamar Kenan.


Diva ingin segera beranjak dan mengejar anaknya, namun bunda Vivian menahannya.


"Biarkan saja sayang, lebih baik sekarang kamu sarapan !" Seru bunda Vivian.


🍀🍀🍀


"Ayah.....!!" Panggil Khay saat masuk ke kamar yang kebetulan tak tertutup rapat.


Khay langsung naik ketempat tidur dimana ayahnya sedang berbaring.


"Ayah.....Ayah....Bangun Yah...." Ucap Khay sambil melompat-lompat di tempat tidur bermaksud membangunkan ayahnya.


Kenan lagi-lagi menggerakkan jari-jari tangannya, hal itu tak luput dari pandangan bocah laki-laki itu, Khay langsung berteriak memanggil-manggil bundanya dengan histeris.


"Bunda.....Bunda....." Tak lama Diva masuk dengan wajah khawatir, Diva mengira ada sesuatu yang terjadi pada putranya.


"Sayang, kenapa malah berdiri disitu, bagaimana jika kamu menimpah tubuh ayah, dan satu lagi kenapa mesti teriak-teriak!!" Omel Diva.


"Ayo turun !!" Seru Diva lalu membantu putranya itu agar segera turun dari tempat tidur.


"Bundaaa...." Lagi-lagi Khay berteriak di dekat telinga bundanya saat ia melihat kenam membuka matanya dengan perlahan.


"Ada apa lagi bang, sebenarnya kamu kenapa sih, pakai teriak-teriak?" Ujar Diva jengah.


"Ituuu." Khay menujuk kearah Kenan dengan telunjuknya.


Diva langsung mengikuti arah tunjuk putranya, dan betapa kagetnya Diva saat melihat Kenan sudah tersadar, Diva tak bisa mengatakan dan melakukan apa-apa, matanya tiba-tiba berkaca-kaca karena haru.


Sedangkan Kenan hanya tersenyum samar melihat keberadaan istri dan putranya, ia sangat senang sekali yang pertama kali yang ia lihat saat bangun adalah istrinya, ia berharap ini bukanlah sebuah mimpi belaka, Kenan menitikkan air matanya, ia belum bisa mengeluarkan suaranya dan menggerakkan anggota tubuhnya, semuanya dirasa kaku semuanya.


Bersambung.....


Akhirnya Kenan sadar juga, tidak jadi metong... Apa readersnya puas ? Jika sudah puas mohon beri dukungan like, Komen, dan vote juga seikhlasnya.


TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2