Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 20 Season 2


__ADS_3

Seseorang dengan tubuh tegap berdiri tepat di samping Kiki memayungi nya.


Kiki yang merasakan seseorang berada di sampingnya langsung menoleh dengan wajah sembabnya.


"Pak Reza ?" Ucap Kiki kaget.


"Ayo pulang ! Nanti kamu sakit." Ucap Reza datar.


"Ngapain bapak ke sini ?" Bukannya beranjak dari duduknya Kiki malah bertanya.


"Ini sudah hampir malam, cepat pulang, tidak baik kamu berada di sini terlalu lama !" Ucap Reza menghiraukan pertanyaan Kiki, kemudian membalikkan badannya untuk meninggalkan Kiki di makam.


"Cepat pulang, saya tidak mau kamu sakit !" Ujar Reza dingin sambil berjalan meninggalkan Kiki.


Karena merasa salah bicara Reza kembali membalikkan badannya.


"Jangan salah paham ! Saya tidak mau karyawan saya sakit, dan tidak bisa masuk bekerja, atau mengganggu kerjaannya." Ralat Reza kemudian berbalik melanjutkan langkahnya.


Kiki memperhatikan punggung atasannya itu yang mulai menjauh, Kiki kemudian beralih pada makam mamanya, Kiki segera mengirimkan doa untuk mamanya, setelah itu ia pergi meninggalkan makam tersebut.


Saat tiba depan TPU Kiki berlari kecil menuju di bawah pohon yang cukup rindang untuk berteduh, saat ia sedang melamun memikirkan permasalahannya dengan papanya juga ibu Anita yang kini menjadi istri papanya itu tiba-tiba mobil sedan hitam berhenti tepat di depannya.


Pipp...Pipp...Pipp...


Lamunan Kiki buyar seketika karena bunyi klakson mobil yang berada tepat di hadapannya.


"Buruan masuk !!" Teriak Reza dari dalam mobilnya setelah menurunkan kaca jendela setengahnya.


Kiki tampak berpikir, ia merasa tidak enak jika bersama dengan atasannya.


"Kamu tinggu apa lagi ? Tunggu petir menyambarmu." Ujar Reza meninggikan suaranya karena suara hujan membuat mengganggu pendengaran, apalagi ia berada di dalam mobil tentu hal itu akan sudah terdengar dari posisi Kiki saat ini.


Kiki mesuk ke dalam mobil Reza sedikit merasa canggung, juga tak enak hati, karena sudah sering merepotkan atasannya itu.


"Ngapain kamu di bawah pohon, hujan-hujanan seperti itu, nunggu petir nyambar kamu ?" Ucap Reza tanpa melihat Kiki.


"Mungkin itu akan lebih baik pak, buat saya." Ucap Kiki sambil menatap jauh kedepan.


Reza menghentikan mobilnya kembali mendengar perkataan Kiki.


"Ngapain berhenti Pak?" Tanya Kiki.


"Bukannya kamu mau nunggu petir, ya sudah sana turun !" Sahut Reza dingin.


Kiki melepaskan seatbeltnya ingin segera membuka pintu mobil.


"Ke kunci Pak !" Ucap Kiki menoneh ke arah atasannya itu yang sedang memperhatikannya.


"Dasar gadis bo**h !! Kalau punya masalah coba selesaikan dengan baik, apa segitu dangkalnya pemikiran kamu ? Ckckck..." Ucap Reza geleng-geleng Kepala.

__ADS_1


"Tapi Pak, bapak tidak mengerti dengan apa yang telah saya alami." Ucap Kiki menundukkan wajahnya, matanya kembali berkaca-kaca.


"Saya memang tidak mengetahui apa yang telah kamu alami, tapi cobalah kamu berpikir dengan jernih, cobalah untuk bersikap dewasa ! Apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan keluarga kamu ?


"Saya sudah tidak memiliki siapa-siapa selain nenek saya pak." Sahut Kiki.


"Maka pikirkanlah nenek kamu !" Sahut Reza.


"Kamu mau kemana ? Biar saya antar." Lanjut Reza kembali menjalankan mobilnya.


"Saya mau pulang pak !" Sahut Kiki melihat ke jalanan.


"Ya pulang kemana ? Saya tidak tau alamat kamu dimana." Tanya Reza.


"Di Jalan Xxx Pak." Sahut Kiki.


Reza hanya mengangguk, kemudian kembali fokus dengan kemudiannya, dalam perjalanan keduanya hanya sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.


🍀🍀🍀


Dua bulan telah berlalu, Kenan masih saja sibuk dengan pekerjaan kantornya, bahkan Kenan sering pulang tengah malam, walaupun beberapa kali pak Salman menegurnya. Kini perusahaan dan Office sudah mulai seperti dulu lagi, bahkan office yang sempat ia tutup sudah ia persiapkan untuk buka kembali, itu semua berkat kerja keras Kenan.


Diva pun merasa sedih, juga sedikit kecewa terhadap suaminya itu, karena Kenan sudah tak seperhatian dulu, Bahkan Kenan sering mengabaikannya juga baby Khay, tapi sebisa mungkin Diva mencoba untuk mengerti.


Siang itu baby Khay yang sudah mulai belajar untuk duduk, sedang bermain di kamar Diva di atas karpet dengan sederetan mainan di sisinya.


Saat ingin meraih mainan yang cukup jauh darinya, tiba-tiba baby Khay terjatuh dan hidupnya mendarat di lantai membuat baby Khay mimisan.


Diva yang masih berada di dalam kamar mandi mendengar tangian anaknya langsung berlari keluar dan mendapati anaknya jatuh dengan posisi tengkurap.


"Astaghfirullah, sayang !" Pekik Diva langsung mengambil anaknya, dan betapa kagetnya Diva saat melihat hidung baby Khay mengeluarkan banyak darah.


Diva segera meraih ponselnya yang berada di atas meja lalu menghubungi Kenan.


📞 "Assalamualaikum yank, kenapa ? Tanya Kenan di balik telpon.


📞 "By, baby Khay terjatuh, dan hidungnya berdarah." Ucap Diva panik sambil menangis.


📞 "Apa yang kamu lakukan di rumah, sampai tak memperhatikan anak kamu sendiri, cepat bawa ke rumah sakit, aku akan menyusul !!" Bentak Kenan membuat Diva sedikit tersentak mendengar Kenan baru kali ini ia membentaknya seperti itu, dan berkata kasar.


Diva segera meraih tasnya, lalu mengambil jaket untuk baby Khay lalu membawanya keluar dari apartemen. setibanya di loby apartemen Diva langsung naik taksi yang kebetulan depan apartemen biasa banyak taksi mangkal.


"Kenapa Kenan jadi seperti itu ?" Gumam Diva menghapus air matanya kasar.


Saat tiba di rumah sakit baby Khay langsung di bawah ke UGD, tak lama Kenan datang langsung menghampiri Diva yang sedang duduk di bangku tunggu depan UGD sambil menundukkan kepalanya.


"Bagaimana keadaannya ?" Tanya Kenan setelah duduk di samping Diva.


Diva segera menoleh, langsung memeluk suaminya.

__ADS_1


"Maafkan aku." Ucap Diva.


"Maaf karena saya tidak bisa menjadi ibu yang baik, aku tidak bisa menjaga anakku sendiri." Lanjut Diva masih terisak memeluk Kenan.


Kenan membalas pelukan istrinya, walaupun sedikit merasa kesal karena kelalaian Diva, tapi sebenarnya ia merasa kasihan melihat Diva menangis seperti itu.


"Sudah, lebih baik berdoa semoga baby Khay tidak kenapa-napa !" Ucap Kenan mengusap punggung istrinya.


"Kamu tidak marah ?" Diva mendongak menatap wajah suaminya.


"Tadinya aku marah, memangnya kamu di mana, sampai baby Khay terjatuh seperti itu?' Tanya Kenan lembut merapikan anak rambut Diva yang berantakan sedikit menutupi wajah istrinya itu.


"Aku di kamar mandi, buat buang air kecil, karena sudah tidak bisa lagi untuk di tahan, baru sebentar aku tinggal tapi baby Khay sudah terjatuh." Terang Diva.


"Ya sudah, mulai besok nanti aku cari baby sitter untuk membantu mu untuk menjaga baby Khay, jadi sewaktu-waktu kamu ada perlu, ada yang membantu kamu." Ucap Kenan menghapus jejak air mata Diva.


"Tapi, buat gaji baby siter nggak murah by'." Ucap Diva polos.


"Aku tidak semiskin itu yank." Sahut Kenan tersenyum sambil menarik hidung istrinya gemas.


Tak lama dokter wanita yang menangani baby Khay sudah keluar.


"Bagaimana anak saya dokter?" Tanya Kenan khawatir.


"Sudah tidak apa-apa, dan sudah bisa di bawa pulang saat ini juga." Jawab dokter ramah dan sedikit kagum melihat pasangan muda di depannya itu.


"Tapi soal mimisannya apa tidak masalah ?" Kenan khawatir karena masih mengingat dirinya dulu yang sering mimisan.


"Tidak apa-apa Pak, Itu di sebabkan karena benturan kecil, bayi seusianya memnag sering terjadi seperti itu karena tulang hidung babynya masih terlalu lunak." Terang Dokter bername tag Wina.


"Baiklah dok terimakasih." Ucap Kenan.


"Untuk administrasinya nanti di urus di bagian resepsionis saja." Ucap Dokter Wina.


Kenan dan Diva masuk keruangan UGD untuk melihat dan segera membawa pulang anak mereka untuk pulang.


Diva menciumi seluruh wajah baby Khay hal itu membuat baby Khay tertawa karena mungkin merasa geli.


"Sudah bisa tertawa dia sayang." Ucap Kenan.


"Iya by'." Sahut Diva lega.


"Anak ayah benar-benar jagoan, ayo pulang sayang !" Ajak Kenan lalu mengambil alih gendongan Beby Khay.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE, COMENT, VOTE...


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2