Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 39 Season 3 ( Next Generatoin )


__ADS_3

Kini mobil Khay tiba di salah satu restoran berbintang lima, yang terkenal di kota Xx.


Khay membukakan pintu untuk Enzy, terlihat keduanya berjalan memasuki restoran dengan Enzy menggandeng lengan Khay, sedangkan Khay menggandeng pinggang istrinya dengan posesif.


Keduanya tampak sangat serasi dengan pakaian formal seperti itu, Khay menggunakan stelan jas abu-abu dengan kaos senada sedangkan Enzy menggunakan gaun berwarna cream dengan motif berwarna senada dengan stelan jas yang di kenakan Khay, Khay sengaja menyiapkan gaun untuk istrinya itu.


"Khay, kenapa kita harus berpenampilan seperti ini, apa ada acara khusus ?" Tanya Enzy masih bingung Khay menyuruhnya memakai gaun itu.


"Terus kenapa restorannya sepi, hanya ada beberapa orang saja, itupun aku liat mereka sepertinya bekerja di restoran ini ?" Ezny terus bertanya saat tak melihat ada pengunjung lainnya selain dia dan Khay.


"Ini sengaja aku siapkan semua, restorannya juga sudah aku reservasi sebelumnya, untuk acara malam ini." Jelas Khay lalu mengajak istrinya itu masuk.


"Apa kamu suka ?" Tanya Khay setelah mereka duduk di salah satu meja yang sudah di dekor semenarik mungkin berada tepat di tengah-tengah ruangan yang hanya ada penerangan yang temaram, membuat suasana romantis semakin terasa.


"Iya, suasananya juga enak." Sahut Enzy memperhatikan sekeliling ruangan yang cukup gelap.


"Aku seneng mendengarnya." Ujar Khay tersenyum terus menatap istrinya itu intens.


"Kenapa menatapku seperti itu, apa ada yang salah dengan penampilanku ?" Tanya Enzy sedikit salah tingkah karena tatapan Khay, lalu memeriksa penampilannya agar ia tak ketara kalau dia merasa salah tingkah.


"Kamu cantik, bahkan lebih cantik dari biasanya, kamu benar-benar berbeda malam ini." Sahut Khay masih terus memperhatikan istrinya itu, apalagi di bagian bibirnya, ingin sekali rasanya Khay me****t habis bibir seksi milik istrinya, yang selalu membuatnya susah mengendalikan dirinya saat melihat itu.


"Gombalan kamu begitu kuno." Seru Enzy dengan wajah memerah, ia buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain takut Khay melihat rona merah diwajahnya.


"Hay Khay...." Sapa seorang pria menghampiri mereka.


"Hay Lan, apa kabar, terus bagaimana persiapannya apa sudah selesai ?" Sapa balik Khay kemudian bertanya pada teman seprofesinya itu.


Iya laki-laki itu adalah Alan, sahabat sekaligus pemilik restoran tersebut yang sudah memiliki banyak cabang baik di dalam maupun di luar kota yang tersebar di negaranya.


Khay dan Alan memiliki hubungan sangat akrab, tapi mereka tak berkuliah di kampus yang sama, tapi walaupun seperti itu keduanya sering bertemu di perkumpulan para pengusaha pemula atau muda seperti mereka.


"Kenalin dia.....Calon istri aku." Khay memperkenalkan Enzy sebagai calon istrinya, bukan tanpa alasan, ia melakukan itu karena Khay tau kalau istrinya itu belum siap jika hubungan mereka di ketahui oleh publik.


"Hay..." Sapa Enzy tersenyum manis.


"Hay, gue Alan sahabat Khay juga.


"Dia pemilik dari restoran ini." Tambah Khay.


"Khay apa kamu yakin dia calon istrimu, kok gue rasa kalian seperti suami istri sungguhan." Tebak Alan.


"Ha... ha...ha... Dia beneran calon istriku." Ujar Khay tertawa.


"Oh iya aja buat kamu, jangan biarkan calon suamimu ini kelayapan sendirian, nanti banyak yang godaain, takut imannya enggak kuat." Ucap Alan pada Enzy membuat Enzy terkekeh mendengar perkataan dari sahabat suaminya itu.


Sedangkan Khay menatap sahabatnya itu lalu beralih pada istrinya, sembari geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


"Oh iya, titip calon istri gue bentar, gue mau cek persiapannya." Seru Khay menepuk bahu sahabatnya itu yang berdiri di sampingnya.


"Emmm, pergilah kamu bisa percaya sama gue, tapi sepreinya gue yang enggak percaya sama kamu, takut kegoda sama wanita lain diluar." Canda Alan.


"Tidak mungkin, iman gue sudah kuat semenjak gue kenal sama wanita dihadapanku sekarang." Sahut Khay.


"Iya...iya percaya..." Ujar Alan.


"Sayang, aku pergi bentar ya, aku janji enggak akan lama kok, kalau dia gangguin kamu keluarin aja jurus kamu." Pamit Khay kepada Enzy lalu mencium keningnya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mendapat anggukan dari Enzy.


"Dasar prosesif, kamu jangan cemas gue enggak akan gangguin dia, paling cuma racunin pikirannya agar ia sadar ia salah memilih pria seperti mu." Ucap Alan sedikit berteriak karena Khay sudah mulai menjauh dari sana.


Khay langsung berbalik mendengar perkataan terakhir sahabatnya itu, lalu menatapnya tajam.


"Awas aja kamu,kalau kamu ngomong macam-macam sama dia." Ancam Khay lalu kembali melanjutkan langkahnya.


Sedangkan Alan hanya terkekeh merasa konyol dengan sikapnya jika sudah bertemu dengan Khay.


"Sorry, kalau bercandaan kami keterlaluan, kami memang seperti itu jika ketemu, apalagi sudah cukup lama kami enggak ketemu karena kesibukan masing-masing." Ucap Alan duduk di tempat yang Khay tadi.

__ADS_1


"Iya, enggak apa-apa kok." Sahut Enzy tersenyum.


"Ngomong-ngomong sejak kapan kalian dekat, apa kamu tahu kalau Khay seperti apa ?" Tanya Alan.


"Kami kenalnya sudah lama, tapi baru-baru ini kami dekat" Jawab Enzy seadanya, karena emang mereka sudah kenal sejak lama, bahkan sejak mereka kecil, dan dekatnya emang baru-baru ini, sejak mereka menikah.


"Aku juga tahu kalau Khay memiliki banyak teman wanita." Tambah Enzy.


"Apa kamu tidak masalah akan hal itu ?" Tanya Alan.


"Jujur, sampai sekarang aku belum yakin dengannya, tapi aku akan memberikan kesempatan buat dia membuktikan kalau dirinya benar-benar sudah berubah." Jelas Enzy yakin.


"Tapi aku liat Khay benar-benar sudah banyak berubah sekarang, dan cara dia melihatmu dan memperlakukanmu, itu sangat berbeda dengan wanita-wanita yang pernah dekat dengannya, yang aku lihat dia menatap dan memperlakukanmu benar-benar tulus dari hatinya." Ujar Alan karena sejak tadi ia memperhatikan sahabatnya itu bagaimana bersikap kepada Enzy.


"Kelihatan banget kalau dia benar-benar mencintaimu." Tambahnya.


"Kalau boleh tahu, sedekat apa pertemanan kalian ?" Tanya Enzy, karena setaunya Khay hanya memiliki tiga sahabat dikampus selain, Rendra dan Nendra.


"Kami cukup dekat, aku dan Khay teman SD, dan saat kami lulus aku pindah ke luar kota hingga aku lulus SMP dan aku dekat lagi saat kami SMA saat kami sama-sama merintis usaha kami, tapi di bidang yang berbeda, dan kami juga sering bertemu di perkumpulan komunitas kami yaitu para pengusaha pemula dan muda seperti kami." Jelas Alan.


Enzy hanya menggunakan mengerti mendengar cerita Alan pria yang kini duduk dihadapannya itu.


"Oh iya, sepertinya aku harus meninggalkanmu sendirian, aku ada pekerjaan, tidak apa-apa kan ?" Ucap Alan.


"Tidak apa-apa, kamu pergi saja, mungkin sebentar lagi Khay juga datang kok." Sahut Enzy.


"Ya sudah kalau gitu aku permisi dulu, sorry ya, enggak bisa nemenin samapai Khay datang." Ucap Alan lagi merasa tak enak meninggalkan Enzy sendirian disana.


Setelah kepergian Alan, tinggalah Enzy menunggu sendirian, cukup lama Enzy menunggu bahkan sudah lebih dari tiga puluh menit namun Khay belum juga menampakkan batang hidungnya, membuat Enzy mendengus kesal, juga sudah sangat bosan menunggu sendirian, dalam ke adaan sepi seperti ini.


"Maaf lama !" Ucap Khay duduk di hadapan Enzy yang diam sambil menatapnya kesal.


"Dari mana aja ?" Tanya Enzy dingin.


"Tadi ada urusan sebentar." Jawab Khay tersenyum namun Enzy sama selalu tak membalasnya.


"Apa urusan kamu lebih penting dari pada aku yang sejak tadi menunggumu sendirian, ini sudah hampir sejam aku menunggu disini, di tempat yang sepi seperti ini." Kesal Enzy lalu beranjak dari duduknya ingin meninggalkan tempat tersebut.


Tak lama tiba-tiba lampu menyala di atas panggung yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, bertuliskan.


...Quensya Paradigta Malik ...


...I Love You so much...


...❀️❀️...


Enzy langsung membekap mulutnya sendiri kaget apa yang ia lihat, ia menoleh ke belakang dimana Khay berdiri sambil tersenyum.


"Apa kau menyukainya ?" Tanya Khay menghampiri istrinya itu.


"Ini semua kamu yang lakukan ?" Tanya Enzy dengan mata berkaca-kaca.


"Emmm" Khay mengagukkan kepalanya, kemudian menuntun Enzy kembali duduk di tempatnya semula, lalu ia berjalan menuju panggung, disana sudah ada kursi dan gitar yang sudah tersedia.


"Untuk wanita paling spesial setelah bunda, wanita yang akan menjadi pendamping hidup ku kelak, lagu ini khusus buat kamu, lagu ini sangat mewakili perasaanku, saat ini hingga selamanya.


Khay mulai memainkan gitarnya sambil tersenyum ke arah istrinya yang kini sedang menatapnya juga penuh haru.


🎢🎢


*Bagun pagi ini yang tampak berbeda.


Jam alarm membangunkanku seperti biasa.


Aku membiarkanmu menikmati mimipi indahmu.


Memikirkan kita saat menatap satu sama lain.

__ADS_1


Tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Caramu memandangku adalah bukti cinta kami.


Dengan semua saat-saat indah yang kami bagikan.


Apakah kau merasakan hal yang sama yang aku lakukan.


Haruskah aku menyimpan untuk diriku sendiri.


Atau haruskah aku memberitahumu.


Aku ingin kau menjadi yang terakhir.


Dan orang yang berbagi nafas denganku.


Aku tidak akan pernah melukaimu.


Apa kau mendengarku, sayang ?


Apapun yang terjadi percayalah padaku.


Tidak peduli seberapa sulitnya


Kita akan berhasil sama-sama.


Karena aku tahu pertemuan kami bukan kebetulan atau mimpi.


Dan hari ini aku telah mengambil keputusan


Mulai sekarang aku ingin kau menjadi......


Aku ingin kau menjadi yang terakhir.


Dan orang yang berbagi nafas denganku.


Aku tidak akan pernah melukaimu.


Apa kau mendengarku, sayang.....


Jika langit berantakan tolong di ingat.


Cintaku padamu tidak akan pernah berubah.


Kamu bisa tenang


Kita berdua akan berjalan berdampingan


Selama kau mencintaiku Oh....oh...oh....


Selama kau tak melepas tanganku.


Bersambung.............


Khay*.



Enzy



*Like


Komentar


Vote

__ADS_1


Terimakasih πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Love You All β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜*


__ADS_2