Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 95 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

📞 "Iya ada apa, apa kamu sudah mendapatkan informasi, seperti yang saya perintahkan ?" Tanya Kavi setelah ia berada di ruangannya dan menjawab panggilan yang sejak tadi menghubunginya itu tentu saja dari orang suruhannya untuk mencari tahu soal keberadaan Kia, gadis kecilnya.


📞 "Iya tuan, dan benar, motor yang di kirim tuan Kenan lewat ekspedisi itu untuk putrinya di kota Z, tepatnya di kediaman orantua tuan Kenan.


📞 "Apa kamu yakin ?"


📞 "Yakin 1000% Tuan, karena saya sendiri yang mengantar motor tersebut, saya berpura-pura untuk melamar kerja di ekspedisi tersebut, dan sangat kebetulan saya di tugaskan untuk mengantar motor-motor tersebut."


📞 "Bagus, tetap pantau putri tuan Kenan, tapi ingat jangan sampai ada yang mencurigaimu !


📞 "Baik Tuan."


📞 "Dan satu lagi, perhatikan siapa saja yang dekat dengan gadis itu, kemudian segera laporkan ke saya, mungkin tiga hari lagi saya akan kembali."


Setelah berbicara dengan orang suruhannya, Kavi duduk di kursi kebesarannya sambil tersenyum, ia sudah tak sabar ingin segera kembali, ia memiliki rencana agar tuan Kenan merestuinya, tapi sebelum menjalankan rencana itu, ia lebih dulu akan meyakinkan Kia kalau ia benar-benar mencintainya, dan mencoba untuk mengambil hati gadis tersebut.


"Tunggu om Kia !" Gumam Kavi membayangkan wajah manis Kia.


...----------------...


Sementara di sekolah, seperti biasa Kia terlihat selalu bermuka datar dan dingin, bahkan di sekolah barunya ini Kia tak memiliki teman satupun, bukannya tidak ada yang ingin berteman dengannya, hanya saja Kia yang selalu menolak jika seseorang mengajak ia berteman, tapi berbeda dengan laki-laki yang terlihat berpenampilan urakan selalu mendekatinya, walaupun Kia selalu cuek dengan apa yang dikatakan laki-laki tersebut.


Ya, dia adalah Kemal, sepertinya laki-laki ini tak menyerah untuk menjadikan Kia temannya, bahkan sekarang Kemal juga membawa motor, seperti Kia, padahal selama ini Kemal dikenal sebagai salah satu orang yang memiliki komunitas mobil-mobil sport dikota ini.


"Ki, gue sekarang bawa motor, boleh dong sesekali kita saling sharing." Ucap Kemal duduk disamping Kia.


Kia hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus pada game di ponselnya.


"Ki, hari ini gue main ke rumah kamu ya ?" Ijin Kemal masih belum menyerah.


"Gak ?" Sahut Kia datar.


"Gue akan tetap kerumah kamu, walaupun kamu gak setuju." Kekeh Kemal membuat Kia semakin jengah mendengar Kemal terus berbicara dan memohon kepadanya.


"Terserah." Sahut Kia.


"Ok, setelah pulang sekolah gue langsung ikut kerumah kamu deh." Kemal kegirangan.


"Terimakasih Azkia." Ucap Kemal lagi.


Kia tak menanggapi perkataan yang di ucapkan laki-laki itu, malah Kia berpikir untuk tetap cuek dengan laki-laki itu, walaupun nanti laki-laki benar ikut bersamanya pulang ke rumah.


...----------------...


Setelah pulang sekolah Kemal benar-benar ikut pulang bersama Kia, namun Kia tak sedikitpun bicara dengan teman sekolahnya itu, Kia tetap pergi ke kamarnya.


"Maaf ya nak, Kia memang seperti itu jika belum dekat dengan seseorang." Ucap Oma Vivian yang menemani Kemal di teras depan rumah.


"Tidak apa-apa Nyonya, saya maklum dengan sikap cueknya, mungkin dia belum yakin untuk berteman dengan saya." Ucap Kemal sopan.


"Kamu jangan manggil saya Nyonya ! panggil dengan sebutan Oma aja, sama seperti Kia." Ujar Oma Vivian.

__ADS_1


"Baik o...oma, tapi rasanya saya canggung memanggil Oma dengan sebutan seperti itu."


"Lah, emangnya kenapa ?" Bingung Oma Vivian.


"Karena saat melihat Oma, saya pikir tadi mamanya Kia, eh, tapi ternyata omanya, soalnya Oma terlihat masih mudah." Terang Kemal.


"Kamu bisa aja." Sahut Oma Vivian tersenyum.


"Baiklah, kalau begitu saya pamit pulang dulu, terimakasih atas minumannya." Pamit Kemal sopan kemudian menyalimi tangan Oma Vivian.


"Maaf ya, atas sikap Kia, nanti juga dia akan baik sama kamu, dan hati-hati dijalan." Ujar Oma Vivian mengusap punggung laki-laki remaja di depannya itu.


"Iya Oma, gak apa-apa kok, kalau begitu saya permisi, assalamualaikum." Kemal pergi dimna motornya berada, saat Kemal baru memasang helmnya, tiba-tiba sebuah mobil sport masuk, Kemal mengeryitkan keningnya melihat mobil tersebut yang sangat ia kenali.


"Bang Raydan." Gumam Kemal melihat Raydan keluar dari mobil tersebut, kemudian tersenyum ke arahnya.


"Kemal, ngapain disini ? Main motor sekarang ?" Tanya Raydan setelah berdiri di sebelah motor Kemal yang pria itu tunggangi.


"Gue lagi anterin teman, lebih tepatnya ngikutin." Terang Kemal.


"Bang Raydan sendiri, ngapain disini ?" Tanya Kemal balik.


"Maksud kamu teman itu, Kia ?" Tanya Raydan menghiraukan pertanyaan Kemal.


"Iya, Abang tahu ?"


"Ya tahulah, orang dia adik saya." Sahut Raydan cuek.


"Sejak kapan bang Raydan punya adik ?" Tanya Kemal penasaran.


"Lain kali sajalah bang, takut om Dafa nyariin." Tolak Kemal halus.


"O iya bang, bener Kia itu adik Abang ?" Tanya Kemal lagi masih belum percaya sepenuhnya.


"Iya, dia anak dari Tante gue di kota Xx." Sahut Raydan jengah.


"Berarti dia anak dari tuan Kenan dong ? Soalnya yang gue tahu tantenya bang Raydan cuma tante Diva istri dari tuan Kenan, bukan ?" Tanya Kemal.


"Iya." Jawab Raydan singkat.


"Tapi kok nama Kia di sekolah gak ikut nama tuan Kenan ?"


"Iya, om Kenan sengaja nyembunyiin identitas Kia sejak dulu, dan kamu jangan coba-coba mengungkap identitas Kia yang sebenarnya !" Ancam Raydan.


"Siap bang, semuanya aman sama gue." Sahut Kemal memberikan tanda hormatnya.


"Okelah bang, kalau gitu gue pulang dulu, salam sama adeknya Abang !" Ujar Kemal sambil memakai helmnya.


"Hemm, jadikan sebentar malam, kumpul sama yang lain, atau kamu mau beralih sama motor ?" Tanya Raydan.


"Jadilah bang, kata Gilang dia baru saja memodifikasi mobil barunya." Jawab Kemal.

__ADS_1


"Ok, sampai ketemu nanti." Ucap Raydan kemudian Kemal pergi dari sana.


"Assalamualaikum, Oma cucu Oma yang tampan datang ini." Teriak Raydan masuk sambil memanggil-manggil Oma Vivian.


"Walaikumsalam, astagafirullah bang Raydan kebiasaan deh, masuk rumah gak usah teriak-teriak bang, Oma belum budek." Sahut Oma Vivian keluar dari arah dapur.


"hehehe, maaf Oma, Oma Kia mana ?" Raydan hanya menyengir, lalu menanyakan keberadaan adiknya.


"Dia ada dikamarnya, tadi pulang sekolah langsung masuk kamar, mana temennya di cuekin lagi" Terang Oma Vivian.


"Bang, kalau mau minum atau makan sesuatu langsung ambil di dapur saja ya, atau minta sama bibi, Oma mau ke kamar dulu, mau istirahat." Ujar Oma Vivian.


"Iya Oma, aku mau menemui Kia dulu." Sahut Raydan, kemudian berjalan menuju kamar Kia.


Sementara di dalam kamar, Kia sedang duduk termenung di depan jendela masih menggunakan seragamnya, Kia terus menatap lurus kedepan melihat arah perkebunan milik opa Salman. Entah apa yang di pikirkan gadis itu, yang jelas tatapan menyiratkan sesuatu yang sedang ia pikirkan, entah itu ia rindu pada orangtuanya atau ada hal lainnya.


"Dorrr...." Raydan mengagetkan Kia dengan menepuk punggung adik sepupunya itu, karena perbuatan Raydan itu membuat Kia memberenggut kesal dan mendelik tajam pada kakaknya itu.


"Apaan sih, gak lucu tau gak ?" Delik Kia malas.


"Lagian, Abang manggil kamu, kamunya malah melamun." Ucap Raydan duduk disamping Kia, kemudian ikut melihat arah pandang gadis itu.


"Mikirin apa sih dek ?" Tanya Raydan.


"Gak ada." Sahut Kia singkat.


"Bohong."


"Gak ada bang !" Kia menegaskan.


"Dek, kalau ada sesuatu kamu bisa cerita sama Abang ! Kamu jangan menyiksa diri, karena terus membohongi diri kamu sendiri." Ujar Raydan menatap sendu adiknya itu.


"Tapi bang, aku benar tidak sedang memikirkan apa-apa, hanya saja aku lelah." Kia masih menyangkalnya.


"Baiklah, jika kamu tidak ingin cerita sama kakak, dek bagaimana kalau nanti malam kamu ikut kakak.!" Ajak Raydan.


"Kemana ?" Tanyanya.


"Ke acara komunitas mobil kakak." Jawab Raydan.


"Enggak deh bang, nanti kalau ayah tahu dia akan marah." Ucap Kia.


"Ayah gak akan marah, lagian disana gak hanya ada cowok kok, cewek juga banyak, dan seumuran kamu juga banyak." Terang Raydan.


"Ok, deh bang gue ikut, daripada dirumah, bosan !" Sahut Kia.


"Gitu dong." Ucap Raydan mengacak rambut Kia, membuat Kia kesal, karena rambutnya di buat berantakan.


Bersambung..........


Author lagi-lagi minta Like, Koment, dan Vote dari readers sekalian....

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2