
Calista memasuki kamarnya dengan perasaan penuh amarah matanya memerah saking emosinya, ia melemparkan tasnya ke sembarang tempat.
"Ahhgghhh...." Teriak Calista menghamburkan semua barang-barangnya yang berada di meja riasnya.
"Dasar sopir bo"""h !! Dan kenapa juga Kenan datang tiba-tiba ?" Calista kembali berteriak mengacak-acak rambutnya.
"Ok ! Gue akan main cantik kali ini, sepertinya Diva wanita yang polos, dan gue akan manfaatin dia." Calista menyeringai jahat.
Calista menghempaskan tubuhnya di sofa, menengadahkan kepalanya ke atas menatap langit-langit kamarnya, sambil menyeringai.
🍀🍀🍀
Ke esokan harinya Diva melakukan tugasnya sebagai istri dan ibu yang baik bagi keluarga kecilnya. Keluarga kecil Kenan benar-benar keluarga yang hangat dan harmonis. Diva terlihat sibuk di dapur untuk menyiapkan bubur untuk baby Khay sarapan dan nasi goreng seafood untuk suaminya. Sedangkan Kenan dan baby Khay masih terlelap di kamar.
Diva dengan cekatan menyajikan sarapan beberapa jenis lauk pauk dan nasi goreng di atas meja makan di bantu oleh bi Ratih. Setelah semuanya siap ia bergegas menuju kamarnya untuk membangunkan ke dua pria kesayangannya.
Saat Diva membuka pintu kamarnya, ia melihat pemandangan yang sangat membahagiakan bagi Diva di kalah pagi, ia melihat suami dan Putranya tertidur lelap dengan posisi yang sama, sama-sama tengkurap dengan posisi kepala miring saling berhadapan, benar-benar ayah dan anak, wajah baby Khay juga semakin ia besar semakin menampakkan wajah sang ayah.
Diva segera mendekat ke tempat tidur untuk membangunkan suaminya terlebih dahulu.
"By, bangun !!" Bisik Diva dekat telinga Kenan sambil sedikit meniupnya.
Kenan merasakan geli, membuatnya terganggu, Kenan menggeliat sambil membuka matanya perlahan.
"Morning kis yank." Kenan langsung memberikan kecupan singkat di bibir Diva yang masih berada di dekatnya. Hal itulah yang rutin Kenan lakukan saat baru bangun tidur.
"Morning to by' Ayo segeralah mandi kemudian bersiap !!" Diva menarik tangan suaminya sehingga Kenan duduk di pinggir tempat tidur. Kemudian Diva berjalan masuk ke walk in closed untuk menyiapkan pakaian dan perlengkapan Kenan ke kantor.
Setelah menyiapkan semuanya, Diva berjalan ke arah jendela membuka tirainya, seketika cahaya matahari pagi menyeruak masuk melewati celah-celah jendela sehingga membuat baby Khay menggeliat dan terbangun.
Baby Khay semalam tidur di kamarnya sendiri di temani bi Siti, tapi setelah sholat subuh tadi seperti biasa Diva memeriksa putranya, bertepatan ia masuk ke kamar bayi menggemaskan tersebut, baby tersebut bangun, dan langsung menangis saat melihat Bundanya, Diva segera mengambil putranya lalu membawanya ke kamarnya bersama Kenan, ia tidurkan baby Khay di samping Kenan yang sudah tidur kembali setelah sholat subuh berjama'ah tadi.
"Anak bunda pinter banget sih, ayo sayang kita mandi di kamar kamu ya, karena di sini ayah lagi mandi." Ujar Diva lalu membawa Beby Khay ke kamarnya sendiri.
Sekitar 20 menit Diva kembali masuk ke kamarnya, bersama baby Khay yang sudah berpakaian dengan wangi khas bayi yang berada di gendongannya.
"Yank, tolong dong !" Kenan memberikan dasinya lalu meminta Diva membantunya memasangkannya seperti biasa, lalu ia mengambil alih Baby Khay dari gendongan sang istri.
Diva pun memakaikan dasi untuk suaminya, sedangkan Kenan mengajak putranya mengobrol khas bayi, Diva tersenyum sendiri mendengar Kenan terus berceloteh bersama baby Khay khas celotehan bayi seumuran baby Khay.
"Bunda senyum-senyum sendiri bang !" Ujar Kenan kepada baby Khay saat melihat Diva senyum-senyum.
"Abang ?" Diva bingung dengan panggilan Kenan untuk baby Khay yang menyebutkan Abang.
"Iya mulai sekarang kita biasakan memanggil baby Khay dengan sebutan Abang !" Ujar Kenan.
"Kok Abang, kenapa bukan kakak aja ?" Tanya Diva.
"Pengen aja manggil Abang, seperti bunda sama ayah manggil aku dengan kata Abang." Terang Kenan.
"Ya sudah terserah mas Kenan ajalah." Canda Diva tersenyum mengejek ke arah Kenan.
__ADS_1
"Kok Mas sih Yank ? Kesannya aku tua banget loh !" Kenan tak terimah Diva memanggilnya sebutan Mas.
"Hehehe Canda by' !" Sahut Diva lalu berjalan ke arah sofa mengambil jas dan tas kerja suaminya.
"Ayo kita sarapan !" Ajak Diva lalu berjalan keluar dari kamar, kemudian Kenan mengikuti istrinya dengan menggendong baby Khay.
Setibanya di bawah Diva terlebih dulu ke arah ruang tengah untuk meletakkan jas dan suaminya, lalu ia menyusul suami dan anaknya yang sudah menunggunya di ruang makan.
"Bi Siti tolong siapkan bubur untuk Baby Khay ya bi, setelah itu di suapin di halaman bermain nya di samping rumah !" Ujar Diva sambil menyajikan nasi goreng seafood dan telur mata sapi dan sepotong sosis goreng untuk Kenan.
"Iya Non." Sahut bi Siti yang berada di dapur.
Kenan dan Diva pun sarapan bersama, terlihat sangat harmonis, dengan sikap manis Kenan dimana pun ia berada.
Seperti biasa Diva mengantarkan Kenan sampai teras depan sebelum berangkat ke kantor, dengan membawakan tas kerja milik suaminya.
Diva memberikan tas kerja Kenan, lalu mencium punggung tangannya, setelah itu di balas dengan kecupan singkat di keningnya dari Kenan.
"By hati-hati!" Ucap Diva setelah Kenan mencium keningnya.
"Iya Yank, kamu juga jaga diri kami dan Abang dirumah, jangan terima tamu sembarangan, dan satu lagi pintunya di kunci." Peringat Kenan sebelum masuk ke mobilnya. Dan di balas anggukan oleh Diva.
Diva melambaikan tangannya kepada suaminya, saat Kenan mulai menjalankan mobilnya, Diva memperhatikan mobil suaminya sampai benar-benar keluar dari gerbang. Setelah kepergian Kenan Diva menyuruh pak satpam yang berjaga di rumahnya agar gerbangnya di kunci dan jangan menerima tamu sembarangan, seperti pesan suaminya tadi, setelah itu ia masuk kerumah.
🍀🍀🍀
Kenan memberikan kunci mobilnya kepada salah satu security yang bertugas di depan lobi perusahaannya, untuk di parkiran di basemen khus petinggi perusahaan.
"Selamat pagi tuan." Sapa Pak Anton saat Kenan tiba di depan lift khusu, sepertinya Pak Anton juga baru tiba.
"Pagi Pak." Balas Kenan berdiri di depan lift menunggu liftnya terbuka sambil memasukkan tangan kanannya di saku celananya.
"Bagaimana mengenai sopir truk yang saya beritahu kemarin ?" Tanya Kenan lalu masuk kedalam lift di ikuti Pak Anton.
"Sudah saya selidik Pak, dan ternyata itu adalah suruhan seseorang." Jelas pak Anton.
"Suruhan ?" Kenan berbalik menatap Pak Anton yang berdiri di sampingnya.
"Iya tuan, orang itu suruhan dari nona Calista yang berniat untuk mencelakakan non Diva." Jelas Pak Anton.
"Sudah kuduga." Sahut Kenan.
"Apa perlu kita melaporkan hal ini ke pihak yang berwajib ?" Tanya Pak Anton.
"Jangan terlalu terburu-buru Pak, kita kumpulkan saja dulu beberapa bukti kejahatannya, lalu kita serahkan ke pihak berwajib, saya ingin wanita itu mendapat pelajaran lebih, membuatnya membusuk di penjara." Ujar Kenan menyeringai.
"Tuan muda lebih mengeringkan dari Tuan besar ternyata." Pak Anton bergidik ngeri melihat serigai jahat Tuan mudanya.
Kenan dan Pak Anton keluar dari lift, Kenan berjalan sedikit di depan di ikuti Pak Anton. Luci yang melihat kedatangan bosnya langsung mengambil beberapa dokumen yang harus di tandatanganinya.
"Pak Anton tolong masuk ke ruangan saya, masih ada yang ingin saya bahas!" Ujar Kenan lalu masuk keruangannya.
__ADS_1
Pak Anton dan Luci mengikuti Bosnya masuk ke ruangan.
"Luci ada apa kamu ikut masuk ?" Tanya Kenan saat duduk di kursinya lalu melihat Luci ikut masuk.
"Ini Pak, ada yang harus bapak tandatangani secepatnya." Sahut Luci.
"Ini apa ?" Tanya Kenan.
"Itu dokumen kerjasama antara pihak periklanan pak." Jelas Luci.
"Oh untuk produk perdana produk fashion kita ?" Tanya Kenan.
"Iya Pak." Sahut Luci.
Kenan pun mengangguk lalu membubuhi tanda tangannya di kertas bermaterai tersebut.
Ia saat ini Kenan juga sudah memiliki desainer untuk usaha di bagian fashionnya, dan ia berencana mengiklankan nya dengan brand D&KA fashion.
Setelah mendapatkan tanda tangan atasannya Luci meninggalkan ruangan tersebut, lalu Kenan melanjutkan pembicaraannya yang sempat tertunda dengan pak Anton.
"Bagaimana utusan kita yang bekerja dengan wanita itu pak ?" Tanya Kenan bersandar di kursi kebesarannya.
"Katanya ia melihat gerak-gerik mencurigakan tuan, ia curiga kalau nona Calista memiliki rencana besar, di balik kepura-puraan nya." Jelas Pak Anton yang duduk di kursi depan meja kerja Kenan.
"Jadi, apa perlu rencana istri saya di lanjutkan ?" Kenan pun sudah menceritakan kepada Pak Anton soal rencana Diva.
"Menurut saya itu ide bagus tuan, dengan nona Diva berpura-pura bersahabat dengannya, kita bisa mamantau pergerakannya, lagian jika tidak di teruskan, bisa-bisa Nona Calista curiga jika nona Diva tiba-tiba berubah." Jelas Pak Anton.
"Saya percaya non Diva tuan, beliau wanita tangguh." Tambah Pak Anton.
"Baiklah kalau begitu, tapi aku mau orang yang mengawasi istri saya di tambah, dan perintahkan mereka untuk lebih ekstra lagi menjaga istri saya dan lebih memperhatikan di sekitar istri saya !!" Ujar Kenan.
"Baik tuan, itu juga yang ingin saya lakukan." Sahut Pak Anton.
Bersambung.....
Bonus Visual Diva
Baby Khay
Budayakan like, Komen, dan vote sebanyak-banyaknya, karena like dan komen para readers membuat authornya tambah semangat buat up.
jangan lupa klik profil Author untuk mampir ke karya Author lainnya.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1