
Di bandara Kota Z terlihat seorang pria tampan dengan stelan serba hitam memakai kacamata hitamnya, berjalan menyusuri koridor bandara menuju lobi, untuk mencari taksi.
Setelah menghentikan sebuah taksi ia segera masuk.
" Jalan pak ! " Seru Ray.
Saat ini Ray benar-benar menyusul pujaan hatinya itu kekota Z, yang tidak pernah mengabarinya selama beberapa hari terakhir.
Ray mengeluarkan ponselnya dari tas kecil yang ia pegang dari tadi, ia tidak membawa pakaian selain yang ia kenakan.
Karena rencananya setelah ia menyelesaikan masalahnya ia akan kembali, karena ia harus sekolah.
📞 " Halo, Kamu dimana ?" Tanya Kenan sambungan teleponnya tersambung.
........
📞 " Sekarang gue lagi dikota Z, Ok tunggu gue disana. "
Ray langsung mematikan ponselnya secara sepihak, Ray kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya.
Di SMK Z
Diva dan kawan-kawan sedang berada di kantin seperti biasa Diva, Rafa,dan Lani, selalu membuat teman-temannya kesal, dengan kejahilan mereka.
Saat ini Hera lah yang menjadi korban kejahilan Trio jahil bin rusuh itu.
Mereka memasukkan banyak cuka kedalam mangkuk bakso Hera, saat Hera berdiri untuk mengambil minuman yang berada di lemari pendingin.
Saat Hera kembali dan langsung menyeruput kuah baksonya, tiba-tiba menyembuhkannya dan hal itu mengenai wajah Jova.
Trio jahil yang melihat itu langsung tertawa puas di ikuti dengan siswa/siswi yang berada di kantin.
Di tengah-tengah candaan mereka ponsel Diva berdering tanda panggilan masuk, Diva yang melihat nama penelpon langsung memperhatikan Rafa, Rafa yang sudah mengetahui siapa yang sedang menghubungi sahabatnya itu hanya menganggukkan kepalanya.
Diva langsung menskrol tombol hijau yang dilayar ponselnya saat mendapat persetujuan dari Rafa.
......
📞 " Disekolah lagi dilantin. " Jawab Diva saat mendengar pertanyaan orang tersebut.
......
📞 " Apa..." Sahut Diva terlihat sedikit kaget.
Teman-teman Diva tampak mengkerutkan keningnya dan menatap Diva seolah bertanya ada apa.
Diva menghiraukan tatapan teman-temannya.
" Raf, gue mau bicara sebentar, ikut gue. " Sahut Diva langsung menarik tangan Rafa, keluar dari kantin.
" Ada apa ?" Tanya Rafa setelah di rasa cukup jauh dari teman-temannya.
" Ray mau kesini, katanya sekarang dia berada di kota ini. " Jawab Diva.
" Terus Lani bagaimana, apa kita harus memberitahu dia. " Diva kembali melanjutkan ucapannya, dan terlihat sedikit bingung.
" Aku rasa tidak perlu, karena kalau kita beritahu dia, dia pasti berusaha untuk menghindari Ray. " Terang Rafa.
" Biar Ray yang menemui Lani langsung, nanti elu kirim pesan aja buat Ray, suru dia menunggu Lani sampai pulang sekolah di depan gerbang, dengan cara seperti itu, Lani tidak akan bisa menghindar dari Ray. " Lanjut Ray menjelaskan cara mempertemukan Ray dengan Lani.
Diva segera mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan buat Ray, supaya menunggu Lani di depan sekolah.
Tak lama ponsel Diva kembali bergetar tanda pesan masuk, balasan dari Ray.
📩 " Ok. Sepuluh menit lagi gue sampai.
__ADS_1
Rafa dan Diva kembali masuk kantin dan melanjutkan makanan mereka, mereka bertingkah seolah-olah tidak ada apa-apa, supaya Lani tidak curiga.
Setelah pulang sekolah Diva dan teman-temannya berjalan beriringan menyusuri koridor sekolah menuju keparkiran.
📨 Lani sudah keluar, kamu tunggu dia sekarang didepan gerbang.
Diva mengirim pesan buat Ray.
Setelah mengirim Diva, merangkul pundak Lani.
" Lan habis ini kamu mau kemana ?" Tanya Diva.
" Langsung pulang, kenapa lu mau ikut gue ?" " Jawab Lani kembali bertanya kepada Diva.
" Tidak, nanya doang gue, gue di jemput supir." Sahut Diva.
Lima menit kemudian mereka semua sampai diparkiran, mereka langsung ke kendaraan masing-masing.
Kiki dan Hera ikut mobil Jova, Lani tentu saja dengan motor kesayangannya.
Rafa dan Diva sengaja untuk pulang duluan.
Rafavdan Diva duduk didepan mini market depan sekolah sambil meminum minuman kaleng.
Ray dan Diva hanya ingin memastikan kalau semuanya akan baik-baik saja.
Lani yang keluar duluan dari pada mobil Jova. Lani tiba-tiba mengerem mendadak saat tiba-tiba Ray berada didepannya.
" Turun ! " Seru Ray dengan nada Tegas.
" Ngapain kamu di sini ?" Tanya Lani.
" Ku bilang, turun, turun !" Sahut Ray penuh penekanan tanpa menggubris pertanyaan Lani.
Lani tidak juga turun dari motornya, membuat Ray geram karena keras kepala Lani.
Ray langsung naik ke boncengan Lani, hal itu membuat Lani kaget.
" Jalankan ! " Seru Ray tegas seolah tak terbantahkan.
Tanpa mereka sadari Jova sedari tadi melihat Lani dan Ray.
Jova mengikuti Lani dan Ray tanpa mereka sadari.
Sedangkan Rafa dan Diva juga ia mengikuti mobil Jova.
Jova terlihat sangat kesal dan geram, Jova memegang erat kemudi mobilnya melihat Lani bersama Ray dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Setelah lima belas menit Lani menghentikan motornya di sebuah taman atas perintah Ray.
Ray segera turun di ikuti Lani. Ray melepaskan helm Lani dan menarik Lani duduk di sebuah bangku taman, dimana dulu ia mengutarakan perasaannya.
Ray terus saja memandangi kekasihnya itu dengan penuh tanya, bercampur rasa rindu dan cinta.
Ray berjongkok didepan Lani yang sedari duduk dikursi taman sambil menggenggam tangan kekasihnya erat.
" Aku salah apa ?" pertanyaan itu berhasil lolos dari mulut Ray, setelah lama mereka hanya saling memandang.
" Kamu tidak salah apa-apa. " Jawab Lani.
" Tapi kenapa kamu tidak pernah mengbariku bahkan ponsel kamu, kamu matikan. "
" Ternyata aku salah menganggap perasaanku, aku tidak pernah mencintai ataupun menyukaimu. " Sahut Lani, langsung mengalihkan pandangannya ke sembarang arah.
Mata Lani sudah memanas menahan tangis, hatinya sangat sesak saat mengatakan hal itu.
" Apa karena Jova, sahabatmu kau menghindariku. " Tanya Ray menarik dagu Lani supaya memandangnya.
Lani yang mendengar pertanyaan Ray, Lani menelan ludahnya kasar.
Dari mana Ray tau soal ini, pikir Lani.
" Rafa sudah menceritakan semuanya, saat aku memang berencana menyusulmu kesini.
__ADS_1
Flashback On
Rafa melihat Lani sedang duduk di bangku panjang depan basecame yang biasa Ray duduki.
Rafa yang berniat untuk pulang karena sudah hampir larut malam berniat untuk menghampiri Lani dan mengajaknya pulang.
Namun belum sampai Rafa mendekati Lani, ia mendengar Lani sedang terisak terdengar sangat pilu. Membuat Rafa tidak tega melihatnya. Rafa tidak jadi mendekati sahabatnya itu, karena ia mendengar Lani mulai bergumam namun masih bisa di dengar oleh Rafa tempatnya sekarang berdiri.
" Apa aku salah mencintai seseorang yang juga disukai oleh sahabat kita sendiri. " lirih Lani sambil sesekali menyeka air matanya.
" Ray sebenarnya aku sangat mencintaimu, baru kali ini aku tertarik untuk menjalin sebuah hubungan, dulu aku tidak pernah kepikiran untuk berpacaran atau apalah itu, karena itu merepotkan dan membuang-buang waktu saja. " Lani kembali menyekah air matanya.
" Tapi, setelah aku mengenalmu aku merasa sangat nyaman, dan mulai menyukaimu saat kamu selalu mengirimkan aku pesan setiap malam, walaupun aku tidak membalasnya tapi hal itu membuat aku sangat senang.
Kemudian Lani tertunduk menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Rafa tidak jadi mengajak Sahabatnya itu pulang, ia ingin memberi waktu Lani untuk sendiri menenangkan pikirannya.
Setelah sampai rumah Rafa langsung masuk kekamar membaringkan dirinya di tempat tidur.
Ia segera mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan menghubungi Ray.
📞 " Halo bro. " Sapa Rafa saat Ray menjawab teleponnya.
📞 " Iya, Kenapa malam-malam begini elu nelpon. ?" Sahut Ray.
📞 " ( Rafa menceritakan kenapa Lani menghindari Ray, dan soal tadi mendengar semua ucapan Lani tentang perasaannya kepada Ray. )
📞 " Terimakasih gue juga sudah berencana untuk kesana besok.
📞 " Ok bro kalau gitu gue tutup dulu.
📞 sekali lagi thanks bro.
Rafa langsung mematikan ponselnya.
Flashback Off
Lani menghela nafas panjangnya, saat selesai mendengar cerita Ray.
" Tapi aku tetap tidak bisa untuk bersamamu, aku tidak mau persahabatan aku hancur karena keegoisan aku sendiri Ray. " Sahut Lani.
Ray Menangkup wajah kekasihnya itu menatapnya dalam-dalam.
" Asal kamu tahu, biarpun kamu meninggalkan ku, sampai kapanpun juga aku tidak bisa menerima sahabat kamu itu. " Ucap Ray penuh penekanan setiap kata-katanya.
" Tapi Ray, dia sangat menyukaimu, aku tidak mau dia membenciku, aku juga tidak mau menyakiti perasaannya. " Ujar Lani.
" Apa kamu pikir kamu tidak menyakiti perasaanku, juga perasaan kamu sendiri, bahkan lebih menyakiti perasaannya, membiarkan dia berharap kepada orang yang sama sekali tidak menyukainya. " Ujar Ray sambil menatap Lani.
Lani terdiam mendengar ucapan Ray, apa yang diucapkan Ray sangatlah benar, bahkan hal itu akan lebih menyakiti perasaan Jova.
Seketika air mata Lani jatuh membasahi wajah polos tanpa makeup itu.
Ray menyekah air mata kekasihnya itu dengan ibu jarinya dan menarik Lani kedalam pelukannya, Lani pun membalas pelukan Ray, dan mebangis tersedu-sedu.
" I love you. " Ucap Ray.
" I love you to. " Jawab Lani tanpa melepaskan pelukan mereka.
" Jadi ini yang namanya sahabat, menuru elu ?" Sahut seseorang dari belakang mereka.
*Bersambung.......
Maaf up nya tidak bisa banyak-banyak soalnya aku sibuk mengurus urusan pekerjaan di dunia nyata.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian
like
coment
vote
__ADS_1
🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*