
Diva berjalan sedikit terburu-buru menggendong baby Khay sesekali menengok kebelakang. Ia segera berjalan ke parkiran dimana Kenan sedang menunggunya.
"Ahhhh...." Diva menghela nafas panjangnya saat ia sudah duduk di jok samping Kenan dengan nafas sedikit terengah-engah.
"Perasaan tu bakteri ada di mana-mana ya ?" Ujar Diva setelah ia meminum air mineral yang di berikan Kenan.
"Namanya juga bakteri yank, pasti ada di mana-mana." Sahut Kenan.
"Masalahnya aku laper tau enggak by." Ucap Diva.
"Nih makan !" Kenan menyodorkan box makanan berlebel restoran yang ia kunjungi tadi.
"ini ?" Diva menaikkan kedua alisnya melihat kearah suaminya.
"Iya, sebelum kesini, aku sempat menyuru pelayan tadi untuk membungkus pesanan kita dan mengantarkannya kesini." Jelas Kenan.
"Tapi by', aku juga bayar tadi, aku meninggalkan uang di atas meja." Ucap Diva memjukan bibirnya ia merasa rugi karena menyia-nyiakan uangnya.
"Biarkan saja, anggap saja kamu meneraktir wanita itu karena sudah mengacaukan makan siang kita." Ujar Kenan.
"Ya sudah, tapi buruan pergi dari sini by', sebelum tuh bakteri melihat kita masih disini !!" Ujar Diva.
"Katanya kamu lapar ? Apa enggak makan dulu ?" Tanya Kenan.
"Kita cari tempat lain aja by', sepertinya di taman juga Ok !!
"Ya sudah." Kenan pun melakukan mobilnya meninggalkan area parkiran mall tersebut, menuju sebuah taman yang sejuk yang tak jauh dari kompleks perumahan mereka tinggal.
🍀🍀🍀
Sepulang dari taman Kenan langsung menuju ruang kerjanya, karena ia mendapatkan kiriman e-mail dari Pak Anton yang mengharuskannya mengerjakan pekerjaan tersebut, karena mendadak besok ada pertemuannya dengan partner bisnisnya dari Singapore.
Hingga sore Kenan belum juga keluar dari ruangan kerjanya, Diva yang sudah mandi di sore itu, dan baby Khay lagi di ajak bermain di tempat bermainnya oleh Bi Siti. Diva segera menyusul suaminya yang sedari tadi belum keluar.
"By', apa masih lama ?" Tanya Diva saat membuka pintu ruangan kerja suaminya itu.
Kenan yang masih berkutit dengan laptopnya Kenan menjawab tanpa menoleh.
"Belum yank, sedikit lagi."
"Kamu belum mandi loh, ini sudah lewat dari jam lima sore, lebih baik mandi dulu gih !!" Seru Diva berjalan mendekati suaminya.
"Sebentar yank, nanggung !!" Ujar Kenan sedikit menoleh kepada Diva yang sudah berdiri di sampingnya, lalu kembali fokus pada apa yang sedang ia kerjakan.
"Ya sudah, kalau begitu aku keluar dulu, aku mau bantuin bi Ratih menyiapkan makanan untuk makan malam kita nanti." Ujar Diva hanya di angguki Kenan.
__ADS_1
"Ingat setelah itu langsung keluar !!" Seru Diva sebelum benar-benar menutup pintu.
"Iya Yank, sudah mau selesai kok, paling 30 menit lagi." Sahut Kenan.
🍀🍀🍀
Setelah makan malam Kenan dan Diva langsung masuk ke kamar mereka, sedangkan baby Khay tumben-tumbennya ia cepat tertidur malam itu. Kenan dan Diva duduk di balkon kamar mereka sambil menikmati cuaca malam tersebut, malam yang dingin, namun tak terlalu dingin, dengan ribuan bintang bertaburan di langit.
"By', sampai kapan kita harus selalu berpura-pura di depan Calista ?" Tanya Diva sambil mengusap rambut Kenan yang berbaring di sebuah kursi panjang, dengan berbantalkan paha Diva.
"Tunggu sebentar lagi ! Atau akhiri saja permainan kita, aku rasa bukti yang kita miliki sekarang sudah cukup menjebloskan dia Ke penjara." Sahut Kenan.
"Jangan by !! Lebih baik kita lanjutkan saja, manggung !" Ujar Diva.
Di tengah-tengah obrolan mereka tiba-tiba ponsel Kenan yang ia letakkan di atas meja dekat kursi yang ia tempati sekarang bersama Diva tiba-tiba berdering tanda panggilan masuk. Kenan meraih ponselnya tanpa bangun dari pangkuan Diva.
"Ray yank." Ujar Kenan memperlihatkan layar ponselnya kepada Diva.
"Angkat by !! Seru Diva.
Kenan pun menurut dan langsung menskrol tombol berwarna hijau itu ke samping lalu menjawab panggilan dari sahabatnya.
📞 "Nan elu dimana sekarang ?" Suara Ray terdengar panik di seberang sana. Tentu saja Diva dapat mendengarkan karena Kenan mengaktifkan loudspeker ponselnya.
📞 "Di rumah, ngapain kamu panik gitu ? Ada apa ?" Tanya Kenan bangun dari pangkuan istrinya.
📞 "Nan bisa enggak elu sama Diva kesini, soalnya papa sama Mama juga orangtua Lani baru bisa kesininya besok !!" Tambah Ray.
📞 "Ya sudah kamu serlok aja kamu di rumah sakit mana sekarang, sekarang juga kami ke sana." Ujar Kenan kemudian memutuskan sambungan telponnya.
"Yank buruan siap-siap kita kerumah sakit sekarang !!" Ujar Kenan.
"Ya sudah kamu temuai bi Siti dulu by' ! Katakan kalau kita mau keluar kalau Abangnya haus suruh kasih susu formula aja dulu, soalnya stok ASInya tinggal sedikit siapa tau itu tidak cukup." Ujar Diva langsung masuk ke walk in closed untuk mengganti dres tidurnya dengan pakaian santai. Sedangkan Kenan hanya mengenakan celana pendek dengan kaos oblong.
"Yank, dompet aku tolong bawa juga, ada di laci nakas !" Teriak Kenan di ambang pintu kamarnya.
"Iya." sahut Diva.
🍀🍀🍀
Setibanya di rumah sakit Kenan maupun Diva bergegas masuk menuju ruangan operasi karena dalam perjalanan tadi Ray mengirimkan pesan kalau Lani sudah waktunya akan di operasi.
Kenan tiba di depan ruangan operasi, di sana ia tak menemukan Ray.
"Ray mana ?" Tanya Kenan kepada Diva karena ia tak mendapati sahabatnya itu.
__ADS_1
"Mungkin dia masuk by', buat nemenin Lani di dalam." Sahut Diva duduk di kursi tunggu.
"Emangnya bisa yank ? Setau saya kalau operasi tidak ada yang boleh masuk selain dokter yang bertugas." Ucap Kenan ikut duduk di kursi samping Diva sambil menyandarkannya kepalanya di dinding.
"Kalau operasi sesar boleh-boleh aja by', malahan dokternya yang minta agar suami tetap menemani istrinya di dalam." Jelas Diva.
"Sayang ya yank, waktu kamu lahiran aku enggak bisa nemenin kamu." Ucap Kenan menatap ke plapon rumah sakit.
"Walaupun kamu enggak nemenin aku lahiran, aku sudah sangat bahagia saat kamu kembali dari koma saat aku lahiran by', itu membuat aku bahagia daripada kamu nemenin aku saat itu, dan tentu saja kamu selalu jadi ayah yang baik buat anak kita." Ujar Diva menoleh kepada suaminya.
"Aku janji yank, aku akan selalu ada untuk kalian, aku akan berusaha selalu membahagiakan kalian lebih dari diriku sendiri, aku bisa melakukan apapun juga asalakan itu untuk kalian." Ucap Kenan menarik Diva bersandar di pundaknya.
Sekitar hampir sejam terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan operasi.
"By', kayaknya anak Ray dan Lani sudah lahir by'." Diva sangat antusias langsung berdiri dan mengintip di kaca pada pintu.
"Iya yank..." Sahut Kenan ikut berdiri di samping Diva.
Tak lama suara bayi kembali terdengar, dan kali ini terdengar suara tangis bayi tersebut secara bergantian.
"Kok seperti bayinya enggak cuma satu by" Ujar Diva berusaha untuk mengintip kedalam.
"Iya Yank, apa jangan-jangan bayi Ray dan Lani twins ?" Tebak Kenan.
"Sepertinya begitu by. Duh pasti lucu banget by', punya baby twins." Ucap Diva gemas memegang lengan Kenan.
"Kenapa gemes begitu yank ? Mau juga ? Ayo pulang !!" Ujar Kenan menatap Diva dengan tatapan menggoda.
"Aku gemas bukan berarti aku mau nambah secepat ini ya By" Ujar Kenan memutar bola matanya jengah.
Sekitar 20 menit Ray dan juga seorang suster keluar dari ruangan tersebut, sambil mendorong box bayi yang di dalam box tersebut terlihat dua orang bayi lucu.
"Ray anak loh kembar ?" Tanya Kenan langsung saat melihat Ray keluar.
"Iya nih, kita juga enggak nyangka, padahal saat USG terakhir dokternya enggak ada bilang apa-apa kalau ternyata bayi kami kembar." Jelas Ray terlihat sangat bahagia.
"Selamat ya Ray, duhhh lucu banget sih kalian." Ucap Diva gemas melihat kedua bayi tersebut.
"Ya sudah kalian ikut sama mbak perawat aja keruangan perawatan, nanti aku menyusul kesana, bersama Lani !!" Seru Ray dan langsung di angguki Kenan juga Diva.
Foto bayi kembar Ray dan Lani
Bersambung....
__ADS_1
Budayakan like, Komen, dan juga Vote sebanyak-banyaknya buat terus mendukung authornya. Jangan lupa klik Profil Author untuk melihat karya author lainnya, Jika belum membacanya yuk buruan mampir di jamin tak kalah seru dan baper-baperan 😊😊😊
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️