Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 45


__ADS_3

Diva membalikkan badannya menghadap ke arah sahabatnya itu sambil melipat sebelah lututnya siatas bangku yang ia duduki bersama Lani.


" Terus kenapa tadi elu bilang kalau Ray tidak punya pacar ?" Sahut Diva di angguki oleh Rafa.


" Gue tidak mau nyakitin perasaan sahabat gue untuk yang kedua kalinya. " Jawab Lani menatap lurus kedepan.


" Maksudnya ?" Tanya Diva mengerutkan keningnya bingung.


" Dulu Jova cerita ke gue kalau dia sangat sakit saat dia tahu kalau ternyata kak Arka sama kak Vara sudah menjalin hubungan sejak mereka SMA, dia juga merasa sangat bersalah karena dia selalu mengejar, bahkan dia menyukai kak Arka yang notabenenya kekasih kakaknya sendiri. " Tampak mata Lani berkaca-kaca saat menjelaskan alasannya mengapa dia berkata seperti itu.


" Tapi kenapa kak Arka tidak pernah cerita, bahkan dia menutupi hubungan mereka dengan baik, sampai-sampai tidak ada yang menyadari. " Ucap Diva menatap jauh ke depan.


" Itu karena kak Vara yang meminta, karena kak Vara tahu kalau Jova menyukai kak Arka, saat kak Arka sering mengantar jemput kak Vara waktu mereka sekolah dulu. " Sahut Lani mencoba untuk menjelaskan semuanya.


" Tapi elu tidak boleh egois Lan, Ray sering cerita ke gue kalau dia sangat menyayangi dan mencintai elu. " Ujar Rafa ikut duduk disamping Lani.


Lani tertunduk saat mendengar perkataan Rafa seketika itu juga tubuh Lani bergetar menahan tangisnya karena merasa sangat sesak di hatinya.


Rafa dan Diva melihat itu mereka bersamaan mengusap pelan punggung sahabatnya itu, mencoba menenangkannya.


" Elu juga harus memikirkan perasaan elu dan juga perasaan Ray. " Sahut Diva


" Gue tau Div, bahkan gue tau dari pada kalian kalau Ray benar-benar sayang dan cinta sama gue, tapi gue tidak bisa mengorbankan persahabatan kita, karena keegoisan gue sendiri. " Terang Lani dengan suara terdengar berat karena menahan tangisnya.


" Tapi jika elu ninggalin Ray demi Jova, apakah Ray bisa menerima Jova seperti dia menerimamu ?" Tanya Rafa sedikit menundukkan kepalanya kearah Lani.


Sebelum Lani menjawab pertanyaan Rafa tiba-tiba ponsel Rafa bergetar tanda notif pesan masuk, Rafa langsung membuka dan membaca isi pesan itu, yang ternyata dari Ray.


Rafa mengalihkan pandangannya menatap punggung Lani yang terus saja tertunduk.


" Elu tidak pernah menjawab atau membalas telpon dari Ray ? Tanya Rafa.


" Dia hubungi elu ?" Lani kembali bertanya.


" Lu balas aja, bilang kalau gue baik-baik aja. " Sahut Lani melanjutkan pertanyaannya tadi.


Diva, Rafa dan Lani sama-sama menghela nafas panjangnya saat mendengar bel masuk.


Kemudian mereka beranjak dari duduknya berjalan kearah kelas.


Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat dan mendengar semua pembicaraan mereka, seseorang itu terlihat sangat syhok, mendengar semuanya.


Di kota Xx


Setelah pulang sekolah Ray hanya mengurung diri dikamar memikirkan Lani, yang tidak pernah mengabarinya dari semalam, padahal waktu ia akan berangkat dari kota Z, bahkan sampai di kota Xx Lani masih terus mengabarinya.


" Apa telah terjadi sesuatu kepada Lani. " Gumam Ray, berpikir kalau Lani kecelakaan saat mengendarai motor.


" Gue coba hubungi Diva saja. " Ray kembali bergumam sambil mengambil ponselnya yang berada disampingnya, dan langsung menghubungi Diva.


📞 " Halo Div, gue mau nanya apa Lani baik-baik saja ?" Ray langsung bertanya saat sambungan teleponnya terjawab.


📞 " Kenapa elu nanyain dia, kenapa juga elu terdengar sangat khawatir ?" Diva tidak menjawab pertanyaan Ray malahan diva kembali bertanya seolah-olah ia tidak tau tentang hubungan mereka.


📞 " Ah...eng... enggak kenapa-napa, kayak lu kagak tau aja kalau gue naksir sama dia. " Jawab Ray terdengar sangat gugup dipendengran Diva.


📞 " Tadi di sekolah sama gue, gue liat dia baik-baik saja. " Jawab Diva.


📞 " Ok...kalau begitu gue titip salam sama dia. " Sahut Ray langsung mematikan sambungan teleponnya.

__ADS_1


Setelah menelpon Ray langsung membaringkan dirinya dikasurnya, menatap langit-langit kamarnya.


" kalau Lani baik-baik saja kenapa dia tidak mengabari gue dari semalam. " Gumam Ray sambil memejamkan matanya.


Di office D & KA


Kenan tampak sibuk dengan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya, saat ini Kenan berada di office.


Saat pulang sekolah Kenan lebih memilih ke office ia sengaja menyibukkan dirinya bekerja untuk mengalihkan rasa kangennya kepada istrinya.


Tok...Tok....Tok....


" Masuk. " Sahut Kenan tanpa mengalihkan pandangannya kearah pintu.


Terlihat mbak Lusi sekertaris Kenan masuk bersama dengan seorang wanita yang masih mudah, umurnya mungkin sedikit diatas Kenan.


" Pak, mbak ini ingin menemui bapak, dari beberapa hari yang lalu dia sudah kemari tapi bapak sedang berada dikota Z, mbak ini sudah membuat janji untuk hari ini. " Terang mbak Lusi sedikit menundukkan badannya.


" Oh...baiklah silahkan duduk, dengan ibu siapa ?" Sahut Kenan kemudian mempersilahkan wanita itu duduk dan menanyakan namanya.


" Terimakasih. " Ucap wanita itu langsung duduk didepan meja kerja Kenan.


Setelah ia duduk wanita itu ia mengulurkan tangannya memperkenalkan namanya.


" Panggil saja Disti, tidak usah seformal itu, saya orangnya santai kok, lagian kita masih muda. " Sahut Wanita itu ternyata bernama Disti.


Kenan pun menerima uluran tangan Disti dan memperkenalkan namanya, namun tetap bebicara formal.


" Maaf tapi kita harus profesional, saya sangat menjunjung tinggi profesionalisme dalam bekerja. " Sahut Kenan setelah memperkenalkan dirinya.


" Ah... baiklah pak Kenan, maaf atas kelancangan saya. " Sesal Disti.


Disti sangat mengagumi masih muda sukses, dan juga memiliki ketampanan diatas rata-rata.


" Ekm...Maaf, ada kepentingan apa Anda menemui saya ?" Kenan berdehem membuyarkan lamunan Disti saat melihat Disti terus memperhatikannya, kemudian bertanya maksud kedatangannya.


" Ah..ma..maaf Pak, maksud saya, saya ingin mengajukan beberapa rancangan busana saya kebeberapa outlet Anda. " Jawab Disti sedikit gugup menjelaskan maksud kedatangannya.


Disti mengeluarkan beberapa rancangannya dan memberikan kepada Kenan.


Kenan pun menerima langsung membuka setiap lembar gambar rancangan Disti.


" Bagus, saya suka dengan rancangan Anda, tapi kami tidak bisa memproduksi, kami hanya menerima dan menyalurkan pakaian yang sudah jadi, baik itu dari brand ternama ataupun bisa dibilang masih dibawah.


" Bapak tidak perlu khawatir, ini hanya contoh rancangannya saja, kami yang akan memproduksinya. " Terang Disti.


" Baiklah, Anda bisa datang lagi besok dijam yang sama, untuk menandatangani kerjasama ini, dan siapkan semua berkas-berkas yang diperlukan. " Sahut Kenan mengembalikan rancangan Disti.


" Terimakasih atas kerjasamanya pak, kalau begitu saya permisi. " Pamit Disti sambil mengulurkan tangannya kearah Kenan.


Kenan menerima uluran tangan Disti, dengan muka datar dan terlihat dingin.


Disti pun beranjak dari duduknya dan segera keluar meninggalkan ruangan Kenan.


Setelah kepergian Disti, Kenan bersiap-siap untuk pulang, ia mengambil topi yang berwarna hitam yang tergantung dekat meja kerjanya.


Kenan baru saja akan melangkahkan kakinya, namun tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan video, Kenan tersenyum lebar saat melihat yang menghubunginya adalah istrinya tercinta, Kenan kembali duduk dikursi kerjanya langsung menskrol tombol warna hijau di ponselnya.


📲 " Assalamualaikum, my Wife " Ucap Kenan tersenyum kearah Ponselnya saat melihat wajah istrinya.

__ADS_1



📲 " Walaikumsalam, my Hubby. " Jawab Diva tak mau kalah.



📲 " Kamu lagi dimana by'. ? Tanya Diva.


📲 " Ini aku lagi di office yank, tapi sudah mau pulang juga. " Jawab Kenan


📲 Sekolah gimana yank ?" Tanya Kenan.


📲 " Nggak gimana-gimana by', kalau kamu bagaimana, kamu nggak genit kan ?" Jawab Diva, kembali bertanya.


📲 " Mana ada aku genit yank, aku masih sayang masa depan aku. " Jawab Kenan terkekeh.


📲 " Kalau kamu nggak genit kan yank, si Daffa Daffa itu nggak lagi gangguin kamu lagi kan ?" Kenan kembali bertanya.


📲 " Tidak, mana berani dia yank. " Sahut Diva.


📲 " By', Apa Ray ada cerita sama kamu ?" Tanya Diva.


📲 " Nggak ada yank, Memangnya kenapa ?" Jawab Kenan kembali bertanya.


📲 " Sepertinya Ray sama Lani ada masalah by', Lani terus menghindari Ray, karena Jova juga menyukai Ray. " Terang Diva.


📲 " Jova teman kamu yang centil itu yank ?" Tanya Kenan.


📲 " Ish.. by' kok ngomong gitu. " Sahut Diva.


📲 " Kan emang gitu Yank. " Ucap Kenan.


📲 " Tapi nggak usah gitu juga by', dia itu calon adik iparnya kak Arka loh. " Ucap Diva mengingatkan suaminya.


📲 " Tapi yank, walaupun Lani ngehidarin Ray, atau meninggalkan Ray, aku pikir Ray juga tidak bakalan menerima Jova, karena Jova bulan tipe Ray." Ujar Kenan.


📲 " Iya, tadi juga Rafa berkata seperti itu, oh iya by' kamu jangan cerita soal ini sama Ray dulu ya, biar Lani yang bicara langsung. " Sahut Diva.


📲 " Iya, kalau begitu aku tutup dulu yank, aku mau pulang dulu, nanti sampai rumah aku telpon lagi. " Sahut Kenan.


📲 " Iya kamu hati-hati, aku juga mau mandi bentar lagi waktu magrib. " Jawab Diva.


📲 " Assalamualaikum by'. " Ucap Diva.


📲 " Walaikumsalam my Wife. " Jawab Kenan.


Setelah Diva memutuskan panggilannya, Kenan segera beranjak keluar meninggalkan ruangannya, untuk segera pulang kerumah.


Bersambung.....


Mohon dukungannya


Like


coment


vote


🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2