Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 80 Season 2


__ADS_3

Pak Salman memasuki rumahnya dengan menggendong Khay, ia langsung menghampiri bunda Vivian yang pasti berada dalam kamar dimana Kenan berada, namun baru saja pak Salman melewati ruang tamu tiba-tiba bunda Vivian menegurnya, yang sepertinya baru saja keluar dari kamar Kenan.


"Yah, itu anak siapa ?" Tanya bunda Vivian.


"Coba tebak Bun ini anak siapa ?" Pak Salman malah balik bertanya sambil tersenyum.


"Yah, aku lagi tidak ingin bercanda, itu anak siapa yang ayah bawah." Ujar bunda Vivian jengah lalu berjalan kearah ruang tengah.


Pak Salman pun mengikuti Istrinya masih menggendong Khay, lalu ikut duduk di samping bunda Vivian.


"Coba bunda perhatikan baik-baik, pasti bunda bisa menebak ini anak siapa !!" Seru pak Salman.


Bunda Vivian mencoba menelisik wajah bocah laki-laki menggemaskan itu, ia benar-benar kaget setelah memperhatikannya.


"Yah apa benar dia putranya Ken...an, cucu kita yah, apa benar yah dia cucu kita ?" Tanya bunda Vivian kegirangan langsung meraih Khay kedalam pangkuannya, kemudian menciumi seluruh wajah bocah menggemaskan itu.


"Coba bunda tanya namanya siapa !" Seru pak Salman.


"Aduhhh, Oma ini ciapa sih opa ? Atu tidak cuka dicium-cium sepelti ini, atu udah gede." Ucap Khay memalingkan wajahnya.


"Aduh kamu menggemaskan sekali sayang, ini Oma nak, Oma Vivian bundanya ayah kamu." Sahut bunda Vivian.


"Nama kamu siapa sayang ?" Tanya kemudian.


"Nama aku Abang Khay Oma." Jawab Khay dengan gaya menggemaskannya.


"Oh iya Oma, kata Opa atu mau di ajak ketemuan cama ayah, ayana mana ?Tanya Abang Khay.


"Mari sayang biar Oma yang bawa kamu ketemu ayah." Ajak bunda Vivian lalu beranjak dari duduknya sambil menggendong cucunya itu.


Saat masuk kedalam kamar dimana Kenan berada Khay tampak mengernyitkan keningnya saat ada seorang pria yang terbaring di tempat tidur.


"Itu ayah kamu sayang." Ucap bunda Vivian saat melihat kebingungan cucunya itu.


"Tapi ayahna lagi tidur Oma, nanti ayahna terganggu." Ucap Khay.


"Ayah sudah lama tertidur sayang, mungkin setelah kamu mendekatinya dia akan mau bangun !" Ujar bunda Vivian mendekati tempat tidur Kenan.


Bunda Vivian duduk di pinggiran tempat tidur kemudian mendudukkan Khay di samping Kenan.


"Nan, sayang apa kamu tidak ingin melihat putramu, dia sudah datang nak !" Ujar bunda Vivian.


"Oma tenapa ayah tidak mau bangun ? Kata bunda ayah lagi telja." Ucap Khay melihat kearah Omanya.


"Iya sayang mungkin ayah lagi capek kerja jadi dia tidurnya lama, dan mungkin ayah nungguin bunda kamu juga." Jelas bunda Vivian.


"Coba kamu bangunkan ayah kamu sayang, siapa tau aja dia mau bangun !" Seru bunda Vivian.


Khay mendekati ayahnya itu, lalu ia memegang lengan Kenan sambil menggoyang-goyangkannya.


"Ayah, Ayah bangun atu sudah datang, apa ayah telalu capek telja ya, atu pijitin ya bial ayah tidak capek lagi." Oceh Khay sambil memijit lengan Kenan.


"Kata bunda ayah lagi telja, ayah tau nda atu sudah jadi Abang, ayah bangun dong ayo kita ketemu bunda sama dede Kia." Khay terus saja mengoceh di samping ayahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba air mata Kenan kembali keluar, sedikit demi sedikit jari tangan Kenan bergerak.


"Oma ayana kok belum bangun-bangun, kok ayana juga nangis Oma?" Tanya Khay beralih melihat Omanya.


"Mungkin ayahnya masih ingin tidur sayang, mungkin ayahnya masih capek, sekarang lebih baik kita keluar dulu yuk !!" Ajak bunda Vivian, saat ia ingin meraih Khay ke dalam gendongannya ia melihat jari-jari Kenan bergerak sedikit-sedikit.


"Jari ayah bergerak sayang, coba kamu bangunkan lagi ayah kamu Nak !!" Seru bunda Vivian kegirangan.


Khay pun menganggukkan kepalanya, lalu beralih kembali menarik-narik tangan Kenan.


"Ayah....Ayah.... Ayo bangun, talau tidak bangun juga Abang pelgi saja, ayah jahat." Seru Khay.


Lagi-lagi jari-jari tangan Kenan hanya bergerak, bunda Vivian beranjak keluar meninggalkan Khay di kamar, ia segera menyusul suaminya yang entah kemana saat ini.


"Bi, apa bibi melihat suami saya ?" Tanya bunda Vivian terlihat sedang panik membuat bi Ratih ikutan pamit, ia berpikir ada sesuatu yang terjadi sesuatu dengan Kenan.


"Tuan ada di ruang kerjanya nyonya, ada apa nya, apa terjadi sesuatu dengan tuan Kenan?" Tanya bibi.


"Tidak ada apa-apa bi, Kenan menggerakkan jari tangannya, tolong telfon dokter yang menangani Kenan ya bi, soalnya perawat sedang keluar !!" Seru bunda Vivian lalu pergi keruang kerja suaminya.


Saat tiba diruang kerja pak Salman bunda Vivian langsung menarik tangan suaminya itu untuk segera berdiri dari duduknya.


"Ada apasih Bun, apa ada sesuatu yang terjadi dengan Kenan, terus Abang Khay nya mana ?" Tanya pak Salman bingung.


"Yah cepat ke kamar, Kenan menggerakkan jari-jarinya!" Seru bunda Vivian masih menarik tangan suaminya yang tak kunjung berdiri dari kursinya.


"Yang benar Bun ?" Tanya pak Salman seolah tak percaya, lalu beranjak dari kursinya.


"Benar." Sahut bunda Vivian lalu mereka keluar bersama menuju kamar Kenan saat ini.


"Bun mana kok jarinya tidak berkerak seperti kata bunda tadi ?" Tanya pak Salman setelah melihat tak ada pergerakan apapun kepada Kenan.


"Benar yah tadi dia menggerak-gerakkan jarinya, bahkan ia mengeluarkan air matanya." Jelas bunda Vivian.


Tak lama dokter yang biasanya menangani kenanpun tiba, karena kebetulan tempat tinggal dokter tersebut tak jauh dari rumah Kenan, kebetulan hari ini ia tak ada tugas di rumah sakit.


"Bagaimana keadaannya tuan ?" Tanya dokter.


"Tadi dia menggerakkan jarinya dok." Sahut bunda Vivian.


"Coba saya periksa nyonya." Ucap dokter lalu duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur Kenan setelah bunda Vivian menyingkir karena menghalangi dokter.


"Itu hal biasa yang dialami pasien seperti tuan Kenan tuan, nyonya, cobalah ceritakan atau hal-hal yang membuatnya merespon seperti tadi, mungkin saja ia merasakan hal yang sangat ia inginkan atau membuatnya termotivasi untuk segera bangun." Jelas dokter setelah memeriksanya.


"Baiklah dok, kebetulan setelah sekian lama kami menemukan putranya, mungkin juga karena hal itu, karena setelah putranya berbicara kepadanya tiba-tiba saja ia bereaksi seperti itu." Terang bunda Vivian.


"Mungkin itu salah satunya yang membuatnya beraksi seperti itu nyonya, cobalah untuk terus mendekatkan nya pada putranya siapa tau ia bisa secepatnya bangun !" Saran dokter dan diangguki pak Salman dan Bunda Vivian.


"Kalau begitu saya pamit dulu tuan, nyonya, kalau ada apa-apa segera hubungi saya." Pamit dokter.


"Terimakasih Dok." Ucap pak Salman.


Pak Salman dan Bunda Vivian kaget saat melihat Khay tertidur di samping Kenan sambil memeluk lengan ayahnya itu, pak Salman menyunggingkan senyumnya begitupun dengan bunda Vivian.

__ADS_1


"Yah bagaimana ayah bisa menemukan Abah Khay ?" Tanya bunda Vivian setelah mereka duduk di sofa yang ada dikamar tersebut sambil memandangi ayah dan anak itu berbaring di tempat tidur.


Pak Salman pun menceritakan pertemuannya dengan Khay, sampai ia yakin jika bocah itu adalah cucunya.


"Jadi ayah sama sekali belum bertemu Diva, bahkan belum mengetahui alamat Diva?" Tanya Bunda Vivian.


"Aku belum mengetahui tempat mereka tinggal Bun, tapi aku sudah menugaskan pak Anton untuk mencari tahunya, ayah yakin tempat tinggal mereka pasti dalam kawasan apartemen dimana aku bertemu dengan Abang Khay." Jelas pak Salman.


"Jadi bagaimana kita mengantarkan Abang Khay pulang bertemu dengan bundanya kalau kita tidak mengetahui alamatnya Yah, saat ini Diva pasti sangat mencemaskan putranya." Ujar bunda Vivian.


Pak Salman terdiam mendengar apa yang dikatakan istrinya itu yang ada benarnya juga.


Pak Salman langsung merogoh kantongnya lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi pak Anton, baru saja pak Salman ingin menghubunginya tiba-tiba pak Anton menghubunginya.


📞 "Iya ada apa pak ? Apa sudah kami temukan tempat tinggal menantu saya ?" Tanya pak Salman to the poin setelah menjawab panggilannya.


📞 "Sudah pak, nona Diva tinggal di kawasan apartemen daerah H, dilantai 18 unit 304 pak." Jawab pak Anton.


📞 "Baiklah setelah Khay bangun, saya akan segera kesana." Ucap pak Salman.


Setelah panggilan telponnya terputus pak Salman menghela nafas leganya, ia sudah berhasil menemukan menantunya.


🍀🍀🍀


Di sisi lain


Tampak Diva terus menangis karena ia kehilangan putranya, ia terus menyalahkan dirinya karena keteledorannya ia kehilangan putranya.


Diva sudah kembali ke apartemennya, bahkan ia tidak sempat berbelanja karena ia keburu menyadari kalau Khay sudah tidak ada bersamanya, saat ia mengecek cctv supermarket ia melihat Khay berjalan keluar tapi ia tidak melihat saat mobil pak Salman hampir menabraknya.


Diva dan Dafa sudah berkeliling mencari-cari keberadaan anak sulungnya itu ke sekitaran kawasan apartemen, bahkan saat ini Dafa kembali melanjutkan pencariannya, tanpa Diva temani karena sejak tadi Dede Kia menangis entah ada apa, membuat Diva bingung sendiri di buatnya.


🍀🍀🍀


Hingga sore hari Arka dan pak Fikram tiba di apartemen yang Diva tempati saat ini, karena ia sudah memberitahukan keluarganya tentang hilangnya Khay saat berbelanja kebutuhan.


"Sekarang Dafa dimana ?" Tanya Arka


"Dafa masih mencarinya, dia sudah lapor polisi, tapi kata polisinya ini belum bisa di selidiki sebelum 24 jam kak." Jelas Diva menangis di pelukan ayahnya.


"Ya sudah lebih baik kamu tenang dulu, mungkin saja Abang Khay tersesat saat ia kelaur dari supermarket, kita berdoa supaya ia segera di temukan." Ucap pak Fikram mengusap punggung putrinya itu.


"Tap...." Baru saja Diva ingin berujar namu tiba-tiba bel apartemen nya berbunyi tanda seseorang datang.


Diva langsung melepaskan pelukan ayahnya, lalu berjalan menuju pintu, ia berharap yang datang adalah putranya.


Saat Diva membukanya Diva melototkan matanya kaget saat ia melihat siapa yang datang menemuinya.


Begitupun dengan Arka juga pak Fikram tak kalah kagetnya saat ia ikut kedepan dan melihat siapa yang sedang berada dihadapan mereka sekarang.


Bersambung....


Siaapa hayooooo....🤔🤔🤔🤔

__ADS_1


tahan ya readers, jangan lupa terus budayakan like, Komen, dan vote seikhlasnya setelah membaca setiap episodenya, jika berkenan beri tip juga 🤭🤭🤭🤭


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️


__ADS_2