Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 55


__ADS_3

Satu Minggu kemudian, keadaan Rafa sudah lebih baik, dan sekarang tibalah hari pernikahan Arka dan Vara. Acara diadakan disalah satu villa milik keluarga Vara, yang berada dipinggir pantai.


Semua teman-teman Diva hadir kecuali Rafa, yang masih dalam pemulihan, Ray juga sudah datang dari kota Xx bersama kedua orangtuanya dari dua hari yang lalu.


Tampak Arka sudah duduk dikursi yang telah disediakan untuk proses ijab qobul berlangsung, berhadapan dengan pak penghulu dengan Pak Tomo ayah Vara.


Ijab qobul diadakan didalam villa, sedangkan resepsinya diluar.




Terlihat Arka sangat gugup, saat Pak Tomo menjabat tangan Arka memulai proses ijab qobul.


"Saya terima nikah dan kawinnya VARA WIRATMAJA dengan emas kawin tersebut tunai." Arka mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar hanya satu kali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi ?" Tanya Pak penghulu menoleh kearah para saksi yang berada sisi kanan dan kiri meja.


"SAH ... " Sahut semua orang yang ada berada ditempat.


Setelah acara ijab qobul Vara keluar didampingi oleh Jova adiknya, dengan kebaya putih terbalut sempurna ditubuh rampingnya.


Arka tidak berhenti melihat kearah Vara yang kini menjadi istri sahnya.


Setelah Vara duduk disamping Arka, Vara langsung mencium punggung tangan Arka dan Arka Mencium kening Vara, setelah itu lanjut dengan pemakaian cincin kawin, dan yang terakhir penandatanganan surat-surat nikah.


Setelah melakukan seberapa rangkaian acara, Arka dan Vara kembali kekamar untuk beristirahat sebelum melanjutkan acara resepsi nanti malam.


Arka yang baru keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian pinggang hingga diatas lututnya langsung memeluk Vara dari belakang, saat Vara sedang sibuk membersihkan riasan wajahnya.


"Kamu ngapain." Sahut Vara kaget saat Arka tiba-tiba memeluknya, dan menurunkan resleting gaunnya.


"Aku bantuin kamu Bee." Ucap Arka mencium punggung Vara yang terekspos.


Tok ... Tok ...


Diva langsung masuk kekamar pasangan pengantin baru itu setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Natapnya gitu amat." Ucap Diva sinis kearah Arka yang menatapnya tajam.


"Ganggu aja lu, de'**t." Sahut Arka sinis mengambil bajunya yang masih berada didalam koper.


"Kak Vara, jika sudah selesai segeralah turun, yang lain sudah pada nungguin dibawah buat makan siang." Ucap Diva


"Iya, aku mandi dulu." Jawab Vara.

__ADS_1


Setelah Acara makan siang semua kembali kekamar untuk beristirahat sejenak.


Kini Arka dan Vara tampak berbaring di tempat tidur sambil mengobrol, tak lama Vara tertidur dipelukan Arka.


Malamnya harinya, tepatnya diacara resepsi pernikahan Arka dan Arka tampak sangat ramai dihadiri dari kolega dari kedua belah pihak, Ucapan buat pengantin baru silih berganti, di iringi suara alunan musik bercampur suara obrolan para tamu undangan dengan angin pantai yang sejuk.



"Ayo Yank, kita hampiri Kak Arka dan Kak Vara." Ucap Kenan memeluk pinggang istrinya itu berjalan kearah pelaminan.


"Hay Kak Vara, Hay juga kakak ku yang kegantengannya tidak seberapa ini." Sapa Diva di ikuti dengan Kenan disampingnya.


"Selamat Kak, semoga selalu SAMAWA." Ujar Kenan memberikan pelukan sambil mengusap bahu kakak iparnya itu.


"Terimakasih, sekarang saya tidak akan jadi penonton setia saat memergoki kalian, hahaha." Ucap Arka di selingi dengan tawa, begitupun Kenan yang ikut tertawa mendengar perkataan kakak iparnya itu, ia sedikit merasa malu mendengar Arka mengatakan itu ditempat seperti ini, mereka pun melepaskan pelukan masing-masing.


"Selamat ya, kak Vara." Ucap Kenan tersenyum mengulurkan tangannya.


"Iya terimakasih." Jawab Vara menerima uluran tangan suami dari adik iparnya.


"Selamat, akhirnya kakak nikah juga." Ucap Diva langsung memeluk kakaknya sambil menangis.


"Iya terimakasih." Jawab Arka melepaskan pelukannya mengusap air mata adiknya menggunakan ibu jarinya, kemudian memeluknya kembali.


Diva melepaskan pelukannya kemudian beralih memeluk Vara, memberinya selamat.


"Satu lagi kak, kalau kakak ngambek jangan ngerjain suami kirim foto bersama laki-laki lain, nanti kwalat sama suami." Sahut Kenan menyindir Istrinya.


Diva beralih kearah Kenan memicingkan matanya menatap suaminya itu, dan mencubit pinggangnya sehingga membuat Kenan meringis kesakitan.


"Pokoknya kalian harus selalu bahagia, berikanlah kami keponakan yang banyak dan lucu-lucu." Ucap Diva


"Kenapa mintanya sama kami, kamu kan bisa buat sendiri." Sahut Arka sinis.


"Loh, kok sinis gitu sih." Ucap Diva nyolot.


" Sudahlah yank, lagian kamu juga yang salah, kenapa mintanya ke mereka, Kitakan bisa buat sendiri, berapapun kamu mau, aku jabanin yank, selusin juga aku kuat kok." Sahut Kenan memeluk pinggang istrinya itu sambil mengedipkan matanya.


"Kamu mau bikin aku jebol, sampai selusin.?" Tanya Diva melototkan matanya kearah Kenan.


"Tapi kamu juga nikmatin yank." Jawab kenan menaik turunkan alisnya.


Seketika Tawa Arka pecah mendengar percakapan suami istri labil itu, membuat Diva sangat kesal lalu meninggalkan Kenan.


"Kak, kak Vara, aku susul Diva dulu." Pamit Kenan.

__ADS_1


"Selamat buat ngebujukin singa betina yang lagi ngamuk." Ujar Arka terkekeh.


Kenan hanya mengangguk kemudian berlalu menyusul Diva.


Arka



Vara



Sedangkan disisi Rafa, Rafa terlihat diam sedang duduk dikursi santai yang ada di balkon kamarnya sambil menatap lurus kearah langit gelap dengan diterangi ribuan bintang.


"Sayang apa kamu sudah tenang disana, aku sangat merindukanmu." Gumam Rafa.


Rafa kembali Teringat saat-saat ia dan Sisi kecelakaan, Rafa ingat betul sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya, melihat Sisi terbaring dijalanan dengan berlumuran darah tak sadarkan diri.


Rafa tidak menyangka kalau itu adalah terakhir kalinya melihat kekasihnya, dengan keadaan seperti itu.


Air mata Rafa kembali keluar, tubuh Rafa bergetar karena menangis menahan rasa sakit dan sesak dihatinya, dan Rafa juga merasa sangat bersalah atas kejadian yang menimpanya sehingga membuat nyawa kekasihnya hilang.


Orang tua Rafa terlihat sangat khawatir berada didepan kamar putranya itu, Karena sedari tadi siang Rafa belum juga keluar kamar, mereka khawatir Rafa nekat melakukan hal buruk kepada dirinya.


Pak Malik memanggil satpam yang berjaga di rumahnya untuk membantunya mendobrak pintu kamar Rafa.


Mereka mendobrak sampai beberapa kali, sampai akhirnya pintu kamar Rafa terbuka.


"Rafa ..." Teriak Tante Dina histeris saat melihat keadaan putranya.


Tante Dina segera menghampiri tubuh putranya yang sedang terkapar di lantai dengan pecahan kaca yang berserakan di sampingnya, dengan bersimbah darah dengan wajah yang sangat pucat tak sadarkan diri.


Rafa mencoba mengakhiri hidupnya menggunakan pecahan kaca untuk menyayat pergelangan tangannya terlihat dari lukanya, Rafa melakukannya sampai berkali-kali.


Rafa segera dilarikan ke rumah sakit karena keadaannya sudah sangat kritis."


Segitu dulu ya gaiss


mohon tinggalkan jejak


Like


Coment


Vote

__ADS_1


🤗🤗🤗🙏🙏🙏❤️❤️❤️


__ADS_2