Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 69


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, kini Kenan dan Diva tiba disebuah pantai.


Mereka berjalan menyusuri pinggiran pantai yang berpasir putih, dengan ombak yang sesekali menghempas kaki keduanya, Kenan menggulung jeansnya sampai betisnya, dengan kancing kemeja ia buka memperhatikan kaos polos lapisannya.


Sedangkan Diva mengenakan celana hotpants dengan kemeja longgar, tidak lupa juga mereka memakai kacamata hitam, untuk melindungi mata mereka dari sinar matahari yang mulai terik karena sudah menjelang siang.


Keduanya berjalan saling bergandengan tangan, sesekali Kenan merapikan rambut Diva yang berantakan karena terkena angin pantai.


Tak sedikit wanita terus memperhatikan Kenan. Diva yang melihat tingkah gerombolan wanita itu langsung memeluk pinggang Kenan dengan sangat posesif. Kenan melihat sikap Diva yang tidak biasanya seperti itu, langsung melihat kesekitar, Kenan menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman, karena melihat gerombolan wanita sedang memperhatikannya. Kenan yakin hal itulah membuat Diva bersikap seperti itu.


Kenan menghentikan langkahnya yang hanya berjarak beberapa langkah dari gerombolan tersebut.


"Kok berhenti ?" Tanya Diva dengan nada tak suka.


"Pengen aja yank, capek tau." Ujar Kenan.


"Alesan, bilang aja kamu suka diliatin cewek-cewek alay itukan, makanya kamu sengaja berhenti, tebar-tebar pesona iya kan." Cibir Diva menunjuk gerombolan cewek alay menurut Diva, menggunakan dagunya.


"Kamu cemburu?" Tanya Kenan menatap Diva.


"Nggak !" Sahut Diva mengalihkan pandangan kearah lain.


Kenan tersenyum menanggapi ucapan istrinya itu yang sedang cemburu.


Kenan berjalan menghampiri gerombolan para wanita tersebut, hal itu sukses membuat Diva mendengus kesal.


"Nyebelin." Ujar Diva kemudian mengikuti langkah Kenan.


"Sorry ganggu." Ucap Kenan saat sudah berada di depan gerombolan cewek-cewek tersebut.


Sepertinya mereka juga berlibur sebelum menghadapi ujian, terlihat dari wajah mereka yang masih seumuran Kenan.


"Nggak ganggu sama sekali kok." Ucap salah satu dari mereka, dengan senyuman menggoda.


"saya mau minta tolong, tolong fotoin saya dengan istri saya, dia sedang mengidam aneh, katanya dia mau di fotoin kamu, apa boleh?" Terang Kenan kemudian meminta persetujuan kepada salah satu dari mereka yang menjawab ucapan Kenan tadi.


Diva yang mendengar ucapan Kenan membelalakkan matanya, bisa-bisanya Kenan mengatakan kalau ia sedang mengidam, tapi hal itu juga membuat Diva merasa sangat bahagia, dan tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi segerombolan cewek-cewek alay itu.


Sedangkan segerombolan cewek-cewek tersebut dibuat cengok mendengar permintaan Kenan, mereka tidak menyangka kalau Kenan sudah menikah dan akan segera memiliki anak.


"Maaf, apa boleh saya minta tolong, kasihan anak saya nanti, nanti ileran kalau nggak di turuti." Kenan membuyarkan lamunan mereka dengan mengulangi permintaannya.


"Ahh... Bo... boleh, mana kameranya." Sahut cewek yang dimintai tolong Kenan tadi.


"Terimakasih sebelumnya, sepertinya anak saya sudah tau, mana saja wanita cantik." Ujar Kenan lalu berbalik kearah Diva yang sedari tadi berada di sampingnya.


"Sayang, sini kameranya, dia setuju mau fotoin kita." Pinta Kenan mengedipkan sebelah matanya.


Diva segera memberikan kamera yang sedari tadi ia pegang.


"Terimakasih, sudah merepotkan." Ucap Kenan kepada cewek yang dimintai bantuan setelah di foto, dan hanya dibalas anggukan dan senyuman yang sepertinya masih belum menyangka.


"Sayang, sayang jangan minta yang aneh-aneh lagi ya, kasihan maminya." Ujar Kenan mengelus perut rata Diva.


Diva hanya tersenyum melihat tingkah Kenan, Diva tidak menyangka Kenan akan bertingkah seperti itu, untuk menyenangkan nya.


Kenan dan Diva meninggalkan gerombolan cewek-cewek tersebut.


"Bagaimana, apa sudah tidak cemburu lagi Nyonya?" Goda Kenan menarik gemas hidung Diva saat mereka kembali menyusuri pantai.


"Ishh, sakit tau." Ucap Diva melepaskan tangan Kenan yang menarik hidungnya, membuat hidung Diva memerah.


"Dan tidak perlu juga kali, ngatain mereka cantik." Diva melanjutkan ucapannya setelah mengusap hidupnya yang terasa sedikit sakit karena ulah suaminya itu.


"Nggak kok, itu tadi bercanda doang, tetap aja istri aku ini yang paling cantik." Ujar Kenan mencium pipi kiri Diva.


Tiba-tiba berhenti saat melihat wahana permainan air.

__ADS_1


"By', kita main wahana itu yuk." Ajak Diva menunjuk wahana permainan air.


"Nggak usalah yank, aku capek." Sahut Kenan sedikit ngeri, pasalnya Kenan tidak berani berada ditengah-tengah laut, sedangkan wahana yang tunjuk Diva adalah wahana banana boat.


"Ini yang minta anak kamu loh by'." Ucap Diva terkekeh sendri dengan ucapannya.


"Emangnya kamu berani yank?" Tanya Kenan.


"Beranilah, kamu lupa aku siapa by', atau jangan-jangan kamu yang tidak berani by." Jawab Diva kemudian bertanya menatap Kenan menyelidik.


"Beranilah." Kenan tidak mungkin mengakui kalau sebenarnya ia takut, bisa-bisa Diva terus membulinya.


"Ya udah ayo by' !" Ujar Diva kemudian merangkul lengan suaminya itu menuju wahana tersebut. Kenan hanya pasrah di seret Diva.


Ternyata Diva tidak hanya mencoba wahana banana boat saja, Diva mencoba banyak wahana karena merasa belum puas dengan hanya satu saja, setelah cukup lama, tepat sampai sore, keduanya langsung berganti pakaian, untung di dekat pantai lengkap dengan outlet, mulai dari outlet pakaian, aksesoris, bahkan restoran. Setelah keluar dari outlet pakaian, karena mereka tidak membawa pakaian ganti, mereka langsung menuju restoran seafood untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi minta di isi.


Sambil menunggu pesanan mereka, tiba-tiba ponsel Kenan berdering tanda panggilan masuk, dan ternyata dari sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Ray.


"Siapa by' ?" Tanya Diva.


"Ray yank." Jawab Kenan kemudian menjawab panggilan dari sahabatnya itu.


📞 "Ya hallo." Ucap Kenan dingin seperti biasanya.


📞 "Dingin amat lu, Lu dimana ?" Cibir Ray kemudian bertanya kembali.


📞 "Pantai, ada apa ?" Jawab Kenan kemudian balik bertanya.


📞 "Pantesan aja lu dingin, ini, gue lagi di kota Z."


📞 "Terus...


📞 "Ck... gini amat ya gue punya sahabat, gue mau kasih tau kalau gue udah ngelamar Lani."


📞 "Lah, Terus...


📞 "Ck...Ada apa langsung aja ke intinya, gue nggak mau di ganggu." Ujar Kenan.


📞 "Dua minggu lagi gue tunangan." Sahut Ray.


📞 "Oh...


📞 "Nan, kalau gue bunuh Lo, kira-kira gue di penjara sampai berapa tahun ya." Geram Ray.


📞 "Paling seumur hidup.


📞 "Nggak guna gue telpon lu, Bay..." Kesal Ray dan langsung memutuskan panggilan teleponnya.


Sedangkan Kenan hanya menaikkan kedua bahunya acuh, kemudian meletakkan ponselnya di atas meja.


"Kenapa by', Ray ngomong apa ?" Tanya Diva penasaran.


"Ray sama Lani akan tunangan 2 minngu lagi yank." Jawab Kenan.


"Emangnya Tante Ratna sudah kasih restu ?" Diva kembali bertanya, karena ia tahu kalau mamanya Ray tidak menyetujui hubungan Ray dan Lani, ia tahu karena Lani sering curhat kepadanya.


"Mungkin yank, Ray juga sudah melamar Lani, sekarang dia berada di kota Z." Terang Kenan.


Tak lama pesanan mereka datang, mereka langsung makan karena memang merasa sangat lapar, tanpa ada lagi obrolan, hanya sesekali Kenan menyuapi Diva dengan daging kepiting yang sudah ia pisahkan dengan dari cangkangnya.


Sorepun menjelang malam, matahari mulai kembali ke peraduannya.


Saat ini Kenan dan Diva sudah duduk berdampingan ditepi pantai, menikmati keindahan sunset dengan deburan ombak yang menyapu bibir pantai, di sertai sapuan angin menerpa wajah mereka, menerbangkan rambut panjang Diva yang terurai menutupi sebagian wajahnya. Kenan mengeluarkan sapu tangannya yang selalu ia bawa kemana-mana, kemudian mengikatkan rambut istrinya menggunakan sapu tangan miliknya. Setelah mengikat rambut Diva, ia manarik kepala Diva bersandar di bahunya, Diva memeluk pinggang Kenan dengan kedua tangannya, begitupun Kenan memeluk Diva menggunakan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya sesekali merapikan anak rambut istrinya yang masih tersisa.


"Yank, aku tidak ingin hubungan, Cinta, dan kasih sayang kita seperti senja." Ujar Kenan menatap lurus keindahan senja sore itu.


"Memangnya kenapa by', bukankah senja itu sangat indah ?" Tanya Diva mendongakkan kepalanya menatap Kenan yang terus menatap jauh kedepan.

__ADS_1


"Walaupun itu terlihat sangat indah, tapi itu tidak bisa bertahan lama yank." Jawab Kenan kemudian menundukkan wajahnya menatap wajah istrinya yang terlihat cantik karena pantulan cahaya jingga di sore itu.


Diva mengecup sekilas bibir suaminya itu, saat ia ingin menarik kembali, Kenan langsung menahan tengkuk Diva melanjutkan ciumannya. Setelah beberapa menit Kenan melepaskan ciumannya.


Kenan mengusap bibir Diva menggunakan ibu jarinya, kemudian mengecup keningnya sekilas.


"Sekarang ayo kita pulang yank." Ujar Kenan beranjak berdiri lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Diva untuk berdiri.


"Gendong." Sahut Diva manja.


"Manja banget sih Yank." Ujar Kenan lalu membukukan badannya di depan Diva.


"Biarin, nanti setelah kembali ke kota Z, lama lagi baru bisa dimanjain kamu by' ." Ujar Diva kemudian naik ke punggung Kenan, kemudian mengalungkan tangannya di leher suaminya itu.


"Badan kurus, kecil gini kok kamu bisa berat yank, apa karena kamu bawa dua gunung ya." Ujar Kenan saat berjalan menuju mobil.


"Dasar mesum, pikirannya pasti nggak pernah jauh dari hal-hal seperti itu." Cibir Diva lalu mencubit pinggang Kenan.


"Auuwww sakit tau yank." Ringis Kenan.


"Tapi kalau di mesumin aku, kamu suka juga kan yank." Ujar Kenan.


"Tau ah, buruan, entar keburu malam !" Ucap Diva membenamkan wajahnya di laher Kenan.


"Pasti nggak sabar, pengen di mesumin, iya kan ?" Kenan kembali menggoda Diva.


"By', mau nggak ngerasain di cemburuin di laut, aku tau kalau tadi kamu takut naik wahana air kan." Ujar Diva mengancam.


Sebenarnya tadi Diva selalu memperhatikan kegugupan dan ketakutan Kenan saat naik beberapa wahana air, dan itu terlihat sangat jelas di wajah Kenan.


"Eng... Enggak lah yank, masa kayak gitu aja takut." Kilah Kenan gugup.


"Bilang aja taku, kelihatan kok." Ujar Diva.


"Lagian Kenan yang terkenal dingin, dan kejam di kalangan pebisnis, masa gitu aja takut, nggak malu apa sama istri, Istrinya aja berani." Diva lanjut mengejek Kenan.


"Saya bukannya takut yank, aku pobia." Elak Kenan.


"Itu sama aja by'."


Kenan tidak lagi membalas ucapan Diva, dia selalu kalah jika berdebat dengan Istrinya itu, benar kata orang, jika berdebat dengan istri dimana-mana suami pasti kalah.


Setelah sampai mobil Kenan langsung menurunkan Diva, kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya itu, setelah Diva duduk di mobil, Kenan segera mengitari mobilnya, dan langsung masuk ke belakang kemudi, mereka segera meninggalkan pantai tersebut karena hari sudah mulai gelap.


Saat mereka di pantai








Jangan lupa ***Dukungan kalian


Like


Coment


Vote


🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2