
Hari ini Kenan mengajak istri dam anaknya berkeliling kota Bali, mengunjungi beberapa kedai yang menjual berbagai perlengkapan seperti pakaian, tas anyaman, aksesoris khas daerah tersebut, setelah puas berbelanja berbagai pernak-pernik juga Kenan mengajak keluarga kecilnya untuk berwisata kuliner khas Bali, yang membuat Diva bersemangat, karena sudah lama ia ingin sekali ke daerah tersebut karena penasaran dengan kulinernya yang katanya enak-enak.
"Ayah capek..." Rengek Abang Khay karena sudah lelah berjalan.
"Abang cemen ah, masa segitu aja udah capek, liat adeknya tuh, dedek Kia masih saja semangat untuk jalan." Ujar Diva karena benar saja dedek Kia tampak lebih bersemangat larian-larian bahkan sering kali mendahului orangtuanya jika ia melihat barang yang ia sukai.
"Tapi aku benelan capek Bun." Ucap Abang Khay memperlihatkan wajah memelasnya.
"Ya sudah sini, biar ayah yang gendong." Ujar Kenan lalu berjongkok di depan putranya itu.
"Aku mau naik di atas punggung Ayah, boleh ya Yah ?" Ujar Abang Khay bertanya terlebih dahulu.
"Boleh, Ayo buruan naik bang !!" Sahut Kenan.
"Bunda tolongin !" Seru Abang Khay kepada bundanya itu.
"Abang manja ! Celetuk Dedek Kia memajukan bibir bawahnya.
"Bialin, wleee." Sahut Abang Abang Khay menjulurkan lidahnya kearah adiknya setelah berada di punggung Kenan.
"Bilang aja kamu iri, dek !!" Tambah bocah laki-laki tersebut.
"Atu nda ili tuh, olang cukanya jalan sendili, jadi gampang talau ada yang dedek cuka." Ujar dedek Kia tak mau kalah.
Kenan dan Diva hanya bisa tertawa mendengar perdebatan kedua adik kakak tersebut.
Kenan dan Diva pun kembali melanjutkan perjalanan mereka Kenan yang menggendong Abang di atas punggungnya sedangkan Diva menggandeng tangan dedek karena mereka akan menyebrang jalan untuk sampai di sebuah warung tradisional khas Bali.
Setelah sampai di warung yang mereka tuju, tak sengaja Kenan bertemu dengan rekan bisnisnya di kota Xx.
"Tuan Kenan, Nyonya." Sapa pak Tomo kepada sepasang suami istri muda itu.
"Tuan Tomo, sedang apa Anda disini ?" Kenan balik menyapa lalu bertanya hanya sekedar berbasa-basi, sedangkan Diva hanya tersenyum menanggapi.
"Saya ada pertemuan calon investor tuan, kalau Anda sendiri ?" Tanya balik pak Tomo setalah menjawab.
"Saya sedang liburan bersama keluarga saya tuan." Jawab Kenan.
"Sepertinya sudah lama kita bertemu tuan, pertemuan terakhir antara perusahaan saya hanya berteman dengan tuan Salman." Ujar pak Tomo.
Karena tak semua rekan kerja Kenan mengetahui keadaannya, sebagian rekan bisnisnya taunya Kenan menangani perusahaannya yang ada di luar negeri.
"Iya tuan, saya tidak sempat untuk menghadirinya." Sahut Kenan.
"Baiklah tuan, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu, saya masih ada pertemuan di salah satu resort dekat sini." Pamit pak Tomo.
"Silahkan, sampai jumpa kembali, semoga sukses !!" Ucap Kenan.
"Terimakasih tuan, Nyonya mari." Pamit pak Tomo kepada Diva, sedangkan Diva hanya tersenyum lalu mengangguk menanggapi.
Setelah kepergian pak Tomo Kenan langsung memakan hidangannya yang sudah Diva pesan terlebih dahulu.
"Yank, setelah dari sini kita kemana lagi ?" Tanya Kenan menyuapkan sate lilitnya.
"Kita langsung pulang ke resort dulu aja by', kelihatannya Abang sudah sangat lelah, apalagi dedek Kia sudah ngantuk." Ujar Diva.
"Baiklah sayangku." Ucap Kenan tersenyum.
Abang Khay tampak sangat menikmati sate lilitnya, bahkan ia tak memakan nasi atau lauk lainnya.
🍀🍀🍀
Setibanya di kamar tempat mereka menginap selama di Bali, Diva langsung membantu anak-anaknya mengganti pakaian keduanya, setelah itu menindurkan mereka.
"Apa anak-anak sudah tidur Yank ?" Tanya Kenan yang baru saja keluar dari toilet.
"Sudah, Abang baru saja tertidur, mungkin dia sudah sangat kecapean, padahal tadi dia bilang dia mau nungguin kamu." Ujar Diva turun dari tempat tidur dengan sangat pelan karena takut membangunkan kedua anaknya.
"Dasar anak ayah !!" Ujar Kenan lalu menarik istrinya duduk di sofa panjang yang ada di kamarnya, lalu menyalakan televisi.
"Yank.... Kangen..!" Ucap Kenan menyandarkan kepala Diva di bahunya lalu melingkarkan kedua lengannya di pinggang Diva dengan erat tak lupa kecupan bertubi-tubi ia bubuhkan di pucuk kepala Diva terakhir di bibir sekilas.
"Kangen ya kangen aja by', tapi enggak pake cium kayak gitu segala, mana meluknya erat banget lagi, bikin sesek..." Ujar Diva jengah lalu fokus pada layar datar di depannya.
"Lagian aku gemes yank, udah lama kita enggak ngelakuin itu." Sahut Kenan kembali mencium celuruk leher istrinya itu.
"By, geli ih...." Ucap Diva.
"Geli, tapi kamu suka juga kan yank, emangnya kamu enggak kangen yank ?" Tanya Kenan menaik turunkan alisnya.
"En...enggak..." Jawab Diva grogi, sebenarnya ia sangat kangen dengan sentuhan lembut suaminya, namun ia merasa gengsi.
Kenan yang mendengar jawaban istrinya apalagi melihat kegugupannya di tambah lagi wajah Diva tiba-tiba merona membuat Kenan memajukan bibir bawahnya.
"Kalau kangen ya bilang aja kangen yank, entar kamu jerawatan loh kalau kamu pendem gitu, aku tahu kamu kangen." Ujar Kenan menggoda Diva sambil menyolek dagu istrinya itu.
"Tau ah, capek ngomong sama kamu, mending aku fokus sama televisinya sepertinya lebih menarik." Ujar Diva menyandarkan kepalanya di bahu Kenan, agar Kenan tak melihat lagi rona merah di pipinya.
"Yank... Mandi yuk !!" Ajak Kenan.
"Enggak ah, lagian aku baru juga mandi, kamu juga kan by' ?" Sahut Diva, sebenarnya ia tahu maksud Kenan mengajaknya mandi itu apa.
"Ayolah yank, aku udah enggak tahan soalnya." Ucap Kenan mengusap lengan Diva yang kini melingkar di perutnya.
"Tapi by'.....
"By', apa yang kau lakukan ?" Pekik Diva saat tubuhnya tiba-tiba saja melayang karena Kenan menggendongnya, ala bridal styl.
"Jangan ribut yank, nanti anak-anak keburu bangun !!" Ucap Kenan lalu mengecup bibir Diva sekilas sambil membawanya masuk kedalam kamar mandi.
Diva sudah pasrah dengan perlakuan suaminya, bagaimanapun ia juga sudah sangat merindukan kehangatan suaminya.
Sekitar dua puluh menit Kenan dan Diva menyelesaikan permainan panas mereka didalam kamar mandi.
__ADS_1
"I Love you my wife." Ucap Kenan mengecup kening Diva lalu turun pada bibirnya sekilas.
"I Love You to by'..." Balas Diva juga ikut mencium bibir Kenan sekilas.
🍀🍀🍀
Setelah beberapa hari berada di Bali, kini Kenan sudah kembali ke kota Xx.
Hari ini Kenan mulai kembali memimpin perusahaan, hari pertama Kenan kembali memimpin Kenan sudah di sibukkan beberapa pekerjaan, ditambah lagi ada meeting penting bersama beberapa klaiyen.
Kenan duduk di kursi khusus untuknya di ruangan meeting, sedangkan disisi kanan dan kiri panjang tersebut ada beberapa klaiyen mengikuti meeting hari ini.
Saat Kenan memperhatikan salah satu klaiyen mempersentasikan perencanaan proyeknya, tiba-tiba ponselnya bergetar tanda notif chat masuk, Kenan melihat ke arah layar ponselnya yang ada dihadapannya, disana ada nama istrinya.
Kenan membuka pesan tersebut tanpa mengambil ponselnya dari meja.
..." By', Aku dan anak-anak akan mengantarkan makan siang untukmu, kami akan makan siang bersama di kantor."...
..."Iya sayang, aku tunggu kalian 😘😘"...
Kenan membalas pesan dari Istrinya, setelah membalasnya Kenan kembali fokus pada layar besar yang ada di hadapannya yang menampilkan persentase klaiyennya.
🍀🍀🍀
Di rumah
Tampak Diva menyiapkan beberapa nasi beserta macam-macam lauk pauk kedalam kotak taperware, setelah selesai Diva memasukkan kotak-kotak tersebut kedalam tas khusus kotak makan.
"Sudah beres !! Sekarang aku tinggal manggil anak-anak." Diva bermonolog sendiri sambil menepuk kedua tangannya, kemudian berjalan kearah kamar ganti anak-anaknya yang berada dilantai bawah.
"Ayo anak-anak bunda, apa sudah siap semuanya ?" Tanya Diva setelah menghampiri mereka.
"Sudah bundaaa." Jawab keduanya tampak sangat bersemangat ingin segera ke perusahaan ayahnya untuk pertama kalinya.
"Bi Siti, saya dan anak-anak berangkat dulu." Ucap Diva lalu menggandeng kedua buah hatinya menuju garasi mobil, disana sudah ada pak Toni yang menunggunya.
"Ayo pak !!" Ajak Diva.
"Iya Nya." Sahut pak Toni langsung membukakan pintu untuk majikannya itu.
Setelah Diva dan anak-anaknya masuk, pak Toni kembali menutupnya kembali, lalu berjalan mengitari mobil menuju bagian kemudinya.
🍀🍀🍀
Mobil yang membawa Diva tiba di gedung menjulang tinggi, dengan nama D & KA Group tertera jelas di puncak gedung tersebut.
"Pak tolong, bantu saya membawa makanannya sampai di ruangan Kenan ya !!" Seru Diva dan langsung di angguki pak Toni.
"Baik Nya." Sahutnya.
Diva keluar dari mobil, Diva menyuruh pak Toni memarkirkan mobilnya di tempat parkir biasa, bahkan pak Toni tak mengantar Diva langsung di depan lobi.
Diva berjalan sambil menggandeng tangan Abang Khay, sedangkan dedek Kia ia gendong, karena takut ada kendaraan yang melintas.
Seperti biasa Diva selalu mendapatkan banyak sapaan dari para karyawan dan karyawati suaminya, apalagi saat ini Diva baru pertama kali membawa kedua anaknya membuat semua karyawan yang melihat kedua anak menggemaskan itu membuat karyawan tambah mengagumi keberuntungan sosok pasangan suami istri muda itu. Sudah muda sukses di tambah lagi memiliki buah hati yang sangat lucu.
"Selamat siang Nyonya." Recepsionis menyapa Diva begitu ramah.
"Selamat siang juga Mbak, bapaknya ada kan ?" Tanya Diva balas menyapa tak kalah ramahnya.
"Ada nyonya, sepertinya tuan sudah menunggu sejak tadi, karena sudah beberapa kali ia menelpon menanyakan nyonya dan anak-anak." Jelas recepsionis karena memang sudah berapa kali Kenan menghubunginya hanya untuk menanyakan istri dan anaknya.
Diva tersenyum mendengar perkataan resepsionis itu.
"Baiklah Mbak, kalau begitu saya masuk dulu." Ucap Diva lalu melangkahkan kakinya menuju lift khusus di ikuti Pak Toni di belakangnya sambil membawa kotak makan siangnya juga menggandeng tangan Abang Khay.
Setibanya di lantai paling atas tempat ruangan CEO berada Diva langsung di sapa oleh pak Anton yang kebetulan baru keluar dari ruangan Kenan.
"Selamat siang tuan muda, mau ketemu ayah ya ?" Ucap pak Anton memang cukup dekat dengan Abang Khay.
"Iya pak, ayahnya ada ?" Jawab Abang Khay lalu balik bertanya.
"Ayahnya tuan muda tidak ada, hanya ada ayahnya dedek Kia di dalam." Goda pak Anton.
"Ayah aku Pak, ayah ku." Ucap Abang terlihat kesal lalu menekankan kata-katanya.
Diva dan pak Anton tertawa melihat kekesalan Abang Khay, begitu juga pak Toni yang berada di belakang.
"Baiklah pak, kalau begitu saya masuk dulu." Ucap Diva kepada pak Anton.
"Silahkan nyonya." Sahut pak Anton.
Diva pun membuka pintu ruangan suaminya itu, saat pintu ruangan terbuka terlihat Kenan duduk di kursi kebesarannya sambil memeriksa beberapa berkas-berkas, sedangkan Abang Khay begitu Diva membuka pintu, ia langsung berlari menghampiri ayahnya dan naik kepangkuannya.
"Ayah... Tadi pak Anton menggodaku." Aduh Khay.
"Pak Anton nya bilang apa, Hem ?" Tanya Kenan mengentikan aktivitasnya sejak Abang naik kepangkuannya.
"Pak Anton bilang ayah aku tidak ada, adanya ayah dedek." Jelas Abang Khay memainkan dasi yang Kenan kenakan.
"Ayah kalian berdua sayang." Ucap Kenan berdiri dari kursinya sambil menggendong putranya itu lalu menghampiri Diva dan dedek Kia yang sudah duduk di sofa.
"Capek enggak ?" Tanya Kenan mencium kening Diva bergantian dengan dedek Kia yang duduk di samping Bundanya sambil memainkan Tabnya.
"Enggak, tadi yang bawa kotak makannya kan bukan aku By'." Terang Diva tersenyum.
"Dedek, kenapa tuh yank ?" Tanya Kenan melihat putrinya itu kurang aktif.
"Mungkin dia kecapean by', tadi habis berenang sama Abang dirumah." Jelas Diva mengeluarkan beberapa kotak makan siang mereka.
"Oh....
"Dedek, makan yuk !!" Ajak Kenan kepada putri kecilnya itu.
__ADS_1
Dedek Kia hanya mengangguk, lalu menyimpan tabnya.
"Bunda, abis ini kita pulang ya, dedek ngantuk." Seru dedek Kia.
"Dedek bobo di sini aja ya, setelah pulang dari sini kita jalan-jalan, bagaimana ?" Ujar Kenan.
"Benel ya yah !" Seru dedek Kia dan langsung diangguki Kenan.
"Hore..." Ucap dedek Kia kegirangan.
"Sudah...sudah... dedek makan dulu yuk, nanti supnya keburu dingin !!" Seru Diva.
Semuanya makan dengan tenang, hanya ada dentingan sendok yang beradu, Abang Khay di suapi Kenan karena entah kenapa ia tak mau makan sendiri, dengan alasan tangannya pegel.
Setelah makan, Kenan kembali mengerjakan beberapa pekerjaannya, Diva membawa anak-anaknya masuk keruang istirahat Kenan untuk beristirahat sambil menunggu Kenan selesai.
Jam empat sore Kenan menyelesaikan pekerjaannya, bersamaan dengan Diva dan anak-anak keluar dari ruang istirahat.
"Sudah selesai by' ?" Tanya Diva melihat Kenan merapikan mejanya.
"Sudah yank, ayo kita pergi sekarang !" Ajak Kenan berdiri dari kursinya.
Kenan melepaskan jas kerja juga dasinya, lalu membuka dua kancing bagian atasnya bagian lengannya ia gulung hingga siku, menambah kesan tampilannya tambah keren dan berkharisma.
Saat tiba di lobi banyak karyawan dan karyawati yang menyapanya, apalagi ini baru pertama kali melihat penampilan Kenan seperti itu.
Mereka langsung menuju mobil yang sudah siap di depan lobi, karena Kenan sudah menghubungi pihak security untuk untuk menyiapkan mobilnya.
Kenan menjalankan mobilnya menuju ke taman kota, yang tak jauh dari kompleks perumahan temoat mereka tinggal.
Tak butuh waktu lama mereka tiba di taman tersebut, Diva langsung mengajak kedua buah hatinya masuk ke taman, sedangkan Kenan pergi ke swalayan tak jauh dari sana, untuk membeli beberapa cemilan.
Setelah dari swalayan Kenan langsung menyusul ke taman, Kenan menghampiri Diva yang duduk di salah satu kursi panjang yang ada tak jauh dari pintu masuk, sambil memperhatikan Abang dan dedek Kia bermain lari-larian.
"Maaf, aku lama yank, tadi banyak yang ngantri soalnya." Jelas Kenan setelah duduk di samping istrinya itu.
"Iya enggak apa-apa." Sahut Diva tersenyum.
"Anak-anak, nih ayah bawa ice krim." Kenan sedikit berteriak memanggil kedua anaknya sambil memperlihatkan kantong ice krim.
Kedua anak beda kelamin itu langsung berlari menghampiri ayahnya, Kenan mengangkat kedua anaknya bergantian duduk ditengah-tengah.
"Enak enggak ?" Tanya Diva melihat keduanya menikmati ice krimnya.
"Enak bunda, besok ayah beli lagi ya !!" Jawab dedek Kia.
"Iy...
"Enggak, sudah bunda bilang kan, makan ice krimnya enggak boleh setiap hari." Ucap Diva cepat menyela ucapan Kenan yang ingin mengiyakan permintaan putrinya itu.
"Ya bunda...., Yah, bundanya malah." Aduh dedek Kia.
"Benar kata bunda sayang, makan ice krimnya enggak boleh tiap hari, nanti giginya habis bagaimana, kalau gigi gabis adeknya enggak bisa makan dong." Bujuk Kenan lembut.
"Baik yah." Ucap dedek Kia.
"Yah main yuk !" Ajak Abang Khay setelah menghabiskan ice krimnya.
"Mau main apa bang ?" Tanya Kenan.
"Kita main kejar-kejaran, nanti Abang kejar ayah bagaimana ?" Ucap Abang Khay.
"Ok jagoan, dedek mau ikutan enggak ?" Ucap Kenan juga mengajak putrinya ikut bermain.
"Aku ikut Yah." Jawab dedek Kia semangat.
"Bunda ikut yuk !" Ajak Kenan kepada istrinya.
Enggak deh by', aku masih capek." Ucap Diva.
"Ya sudah, kalau begitu aku kesana dulu ya yank." Pamit Kenan lalu di angguki Diva.
Kenan pun membawa kedua buah hatinya ke temoat yang luas, dengan rerumputan hijau.
Diva tersenyum melihat suami dan anak-anaknya main kejar-kejaran, apalagi melihat mereka tertawa lepas saat kedua buah hatinya berhasil menangkap Kenan. Mereka terlihat sangat bahagia, melihat akan hal itu Diva membuat Diva benar-benar mensyukuri karena telah memiliki keluarga yang begitu sempurna.
Setelah apa yang ia lalui selama ini, setelah ia hidup bersama dengan Kenan, dalam pernikahan yang tak pernah ia duga sebelumnya, ia tak pernah berpikir akan memiliki kehidupan sebahagia ini, apalagi keduanya menikah di usia yang masih sangat muda, Diva berharap kehidupan rumah tangganya akan terus seperti ini.
Kini Diva merasa benar-benar bahagia di atas segalanya, kebahagiaan Diva yang begitu sederhana yaitu dengan melihat suami dan anak-anaknya terus berada disisinya.
Diva pun berdiri, lalu ikut bergabung dengan suami dan kedua buah hatinya.
"Ayo anak-anak, sekarang giliran bunda yang kita tangkap !!" Ajak Kenan.
Kedua anaknya pun mendengarkan perkataan ayahnya itu, tanpa aba-aba ketiganya langsung mengejar Diva, tak butuh waktu lama Diva langsung tertangkap ketiganya, sampai Diva terjatuh di rerumputan, Kenan dan kedua anaknya pun begitu puas menggelitik Diva, sehingga Diva tertawa sangat keras, membuat Diva merasa sakit perut karena tak bisa menahan rasa geli.
Mereka tertawa lepas bersama, benar-benar kebagian yang mereka rasakan, banyak pasang mata yang melihat kebahagiaan mereka sehingga banyak yang iri melihat keluarga dari pasutri muda itu, benar-benar Keluarga harmonis, itulah kata yang cocok untuk keluarga Kenan Al Fariziq
"Ampun.... Ampunn..." Ucap Diva.
Kenan menghentikan aktivitasnya, dan menyuruh anak-anak untuk berhenti menggelitik istrinya, lalu Kenan membawa istri dan kedua buah hatinya masuk kedalam pelukannya, tak peduli dengan banyaknya pasang mata yang melihat keharmonisannya.
"Terimakasih Ya Allah, telah membuat jalan hidupku sebahagia ini, seberuntung ini, bahkan seberwarna ini, karena engkau telah mengirimkan ku tiga malaikat dalam hidupku, hambah berjanji akan terus menjaga mereka, sampai akhir kehidupanku kelak..." Batin Kenan mengeratkan pelukannya, lalu mencium pucuk kepala istri dan kedua anaknya secara bergantian.
"Ayah sayang kalian." Ucap Kenan.
"Kami juga sayang ayah." Ucap Diva dan anak-anak bersamaan.
**The End....
Terimakasih untuk para reader setia yang selalu mengikuti jalan cerita yang menurut ku yang masih banyak kekurangan, terimakasih banyak karena juga banyak mendukung Author yang masih amatir ini.
Cerita ini hanya kehaluan semata, maaf jika ada kesamaa nama, tempat, dan kejadian, karena ini benar-benar real hanya fiktif belaka....🙏🙏
Untuk season 3 akan segera Up pada tgl 3 bulan 3 nanti, bertepatan pada aniversary pernikahan author yang ke 9...
__ADS_1
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗**