Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 97


__ADS_3

Satu minggu setelah kelahiran baby Khay dan juga setelah Kenan sadar dari komanya, kedua keluarga besar tersebut masih berada di Singapore begitupun dengan Ray dan Lani. Ray dan Lani kebetulan mereka sedang libur semester dari perkuliahan mereka.


Baby Khay dan juga Kenan sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit sejak tiga hari yang lalu, setelah melakukan beberapa tes kesehatan, Kenan sudah di nyatakan bebas dan bersih dari sel kanker.


Kedua keluarga besar tersebut memutuskan untuk stay satu bulan lagi di negara Singapore tersebut karena tidak mungkin untuk membawa baby Khay naik pesawat, karena masih terlalu kecil.


Kini semuanya berkumpul di ruang tengah apartemen keluarga Pak Salman. Pak Fikram juga sudah menyewa apartemen di samping unit Pak Salman, yang kebetulan di sewakan, karena tidak memungkinkan untuk semuanya menginap di apartemen keluarga Pak Salman, yang hanya memiliki 3 kamar tersebut.


"Bagaimana kalau minggu depan kita piknik ? kita menyewa Villa ! Ujar Ray kepada mereka semua.


"Emangnya kamu tahu Villa negara sini ? Tanya Arka.


"Tau, ada teman saya Kak, yang punya Villa khusus untuk mereka sewakan." Terang Ray.


"Sepertinya saya tidak bisa ikut, kasihan Baby Khay kalau di bawa-bawa." Sahut Kenan duduk berdampingan dengan Diva yang memangku baby Khay sambil memainkan kaki anaknya.


"Iya nih, saya lupa kalau ada baby Raydan." Ujar Arka.


"Tenang aja, mereka aman kok di sana ! Ujar Ray.


Sedangkan para Opa sibuk dengan obrolan bisnis mereka, sedangkan para Oma sibuk membicarakan peshion yang mereka liat di majalah saat ini.


Sesekali menimpali obrolan para papa-papa muda dan juga calon papa muda. Kini Ray juga akan segera menjadi papa, karena kini Lani sudah hamil dan usia kehamilannya sudah memasuki bulan ke dua.


Ting .... Tong ....


Tiba-tiba suara bel apartemen berbunyi, May ( Asisten rumah tangga keluarga Salman) segera membuka pintu.


"Malam ...." Sapa Jova pada May.


"Malam nona, silahkan masuk ! semuanya ada di ruang tengah." May mempersilahkan Jova untuk masuk.


"Assalamualaikum semuanya, orang paling cantik datang" Sapa Jova dengan suara agak keras saat berada di ruang tengah, sehingga membangunkan para Baby.


"Walaikumsalam salam ... " Jawab mereka hampir bersamaan.


"Jov, kebiasaan ya teriak-teriak, nih baby Raydan, sama baby Khay sampai bangun." Ujar Vara mencoba menenangkan anaknya yang kebangun gara-gara teriakan Jova.


"Iya nih, mana baby Khay sulit di kasih tidur lagi." Sahut Diva.


"Kompak banget ini ibu-ibu." Celetuk Jova, langsung mendudukkan dirinya di samping Lani, yang sedang duduk melantai bersama Ray, dan juga Arka.


"Hay calon Ibu, Apa kabar ? Tanya Jova kepada Lani.


"Baik." Jawab Lani singkat. Entah Kenapa ia merasa Badmood saat melihat Jova.


"Napa loh ? Tanya Jova, sambil menyolek dagu Lani.


"Jov, jauh-jauh dari gue ! Lani mendorong lengan Jova dengan jari telunjuknya.


"Apa sih Lan ? Gitu amat Lo sama gue." Sahut Jova, belum juga meninggalkan tempatnya.


"Gue jadi Badmood tau nggak liat muka elu, bawaannya pengen muntah." Ujar Lani mengalihkan pandangannya dari Jova. Ucapan Lani sukses membuat semua yang ada di ruangan tersebut menertawakan Jova.


"Nggak, di Indo, nggak di negara orang, perasaan gue selalu ternistakan." Ujar Jova dalam mode on lebay.


"Maklum Jov, bawaan ibu hamil." Sahut Diva beranjak dari duduknya.


"Yank mau kemana ?" Tiba-tiba Kenan menahan lengan istrinya itu.


"Mau bawa baby Khay di kamar, kalau di sini dia nggak bisa tidur." Sahut Diva menoleh kepada Kenan sebentar, kemudian melanjutkan langkahnya.


"Ra, sekalian juga, baby Raydan bawa masuk gih di kamar Diva, siapa tau dia juga bisa tidur kalau di kamar ! Ujar Bunda Vivian.

__ADS_1


"Iya, Sayang kamu bawa aja masuk, tidak mungkin juga kan kamu mau balik apartemen sendirian." Sahut Arka.


"Iya, kalau begitu semua, aku masuk dulu ya." Pamit Vara kemudian ikut masuk ke kamar Diva.


"Jadi bagaimana, jadi nggak kita piknik ?" Tanya Ray, kembali membahas masalah piknik.


"Bagaimana menurut para orangtua ajalah !" Ujar Kenan.


"Ayah sih setuju aja, tapi ada baiknya kita cek dulu tempatnya, kalau memang di sana cocok untuk anak seumuran baby Raydan dan juga baby Khay, kenapa tidak." Ucap Pak Salman.


"Saya setuju sama usulan kamu Man." Sahut Pak Fikram.


"Baiklah, kalau begitu besok kita liat tempatnya, tidak jauh kok dari sini, kalau Ayah setuju kita langsung sewa aja untuk Sabtu depan, sebelum keduluan orang." Ujar Ray.


"Emangnya pada mau kemana sih ? Tanya Jova yang sedari tadi penasaran.


"Kita mau piknik, tapi kita nggak ngajak-ngajak yang jomblo." Sahut Lani.


"Cih .... Mentang-mentang sudah punya suami, sombong ya lu sekarang." Cibir Jova jengah melihat Lani.


"Yah, Bun, aku ikut ya, aku sudah nggak jomblo lagi kok." Mohon Jova kepada Pak Fikram dan bunda Hani, dengan wajah memelas.


"Terus, mana pasangan kamu ? Tanya Arka.


"Lagi pada bobo di kamar."


"Siapa ?" Tanya Arka, Kenan hampir bersamaan.


"Jangan bilang, baby Raydan, dan juga baby Khay ?" Sahut Ray.


"Ya, emang mereka pacar-pacar aku." Sahut Jova, dan langsung di hadiahi lemparan bantal dari papa-papa muda.


"Gue, nggak sudi ya, anak gue yang ganteng itu, dapat tante-tante lebay kayak elu ini." Ucap Kenan dan langsung di angguki Arka.


"Woi Jov, awas ya, kalau anak gue kebangun gara-gara elu, Diva kesusahan tau buat nidurin dia." Teriak Kenan.


Para orangtua hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah para anak muda yang sudah menjadi orangtua juga.


🍀🍀🍀


Jam sudah menunjukkan 02:00 Dini hari, tiba-tiba terbangun, karena mendengar tangis baby Khay yang berada di boxnya. Diva langsung menghampiri anaknya itu, dan memindahkan di tempat tidur untuk ia beri ASI.


"Duh .... Anak bunda haus ya? Tanya Diva kepada baby Khay, kemudian ia angkat dari boxnya.


Diva membaringkan baby Khay, di samping samping kiri tempat tidur, kemudian ia ikut berbaring di tengah-tengah suami dan anaknya, lalu menyusui baby Khay.


Kenan yang merasa haus tiba-tiba terbangun, sebelum ia beranjak bangun, ia melirik ke arah Diva yang tidur membelakanginya, Kenan yakin jika Diva sedang menyusui baby Khay. Diva yang membelakangi Kenan, tidak sadar jika Kenan terbangun.


Kenan memiringkan badannya, menghadap punggung Diva.


"By' ....." Diva sedikit tersentak kemudian sedikit menoleh kearah Kenan, saat Kenan melingkarkan lengannya di perut Diva.


"Kenapa nggak bangunin aku Yank." Bisik Kenan.


"Buat apa ?" Diva balik berbisik.


"Buat nemenin kamu begadang." Sahut Kenan kemudian menopang dagunya, di pundak Diva sambil melihat baby Khay menyusu sangat lahap.


"Sepertinya itu enak banget, sampai lahap begitu." Ucap Kenan.


"Apanya yang enak by' ?" Tanya Diva tak mengerti apa yang di ucapkan suaminya itu.


"Itu yank, baby Khay, lahap banget miminya." Jawab Kenan.

__ADS_1


"Jelas lahap dong by', kan cuma ini sumber makanan dia saat ini." Sahut Diva.


"Sayang, sisain juga dong buat ayah, ayah juga haus, makanya kebangun !" Ucap Kenan sambil mengusap lembut pipi baby Khay.


"Nggak, ini punya aku Yah." Ucap Diva menirukan suara anak kecil.


"Tapi Ayah juga haus sayang, bagi ya sama ayah !" Ucap Kenan memelas.


"Kalau haus minum by' ! Tuh ada air di atas nakas." Ucap Diva kemudian dengan hati-hati ia melepas P****gnya dari mulut baby Khay.


"Yes .... Giliran ayah yang Mimi." Sahut Kenan memeluk erat tubuh istrinya itu.


"Jangan, macam-macam by' !"


"Siapa yang macam-macam sih Bun, orang cuma mau mimi seperti baby Khay." Ucap Kenan.


Diva tak menghiraukan perkataan suaminya itu, mencoba untuk melepaskan pelukan Kenan.


"Minggir dulu by' ! Aku mau mindahin baby Khay dulu."


Kenan melepaskan pelukannya, sedikit mundurkan badannya.


"Biar aku aja yank ! Ucap Kenan menahan lengan Diva saat Diva ingin bangun dari tidurnya.


"Kenan segera turun dari tempat tidur, dan berjalan menuju sisi kiri tempat tidur, Kenan dengan sangat hati-hati memindahkan anaknya itu ke boxnya.


Setelah menidurkan dan memasangkan selimut untuk baby Khay, ia kembali ketempat tidur, namun sebelum ia berbaring Kenan minum terlebih dahulu, kemudian ikut berbaring di samping Diva.


"Yank sini ! Biar aku peluk." Ujar Kenan sambil menarik Diva masuk kedalam pelukannya. Diva menyempilkan kepalanya di dada Kenan sambil memeluknya.


"Yank .... Terimakasih." Ucap Kenan.


"Terimakasih buat apa by' ?" Tanya Diva tanpa merubah posisinya.


"Terimakasih karena selalu berada di samping aku, terimakasih karena sudah memberikan baby Khay di tengah-tengah keluarga kita, pokoknya terimakasih buat semuanya." Ucap Kenan mengusap punggung Diva.


"Kamu tidak perlu berterimakasih by', karena itu sudah menjadi kewajiban aku, dan aku akan selalu berada di sisi kamu, karena aku sangat sayang dan cinta sama kamu by'." Ucap Diva. Kemudian mendongak menatap wajah Kenan.


"Dan aku mohon, jangan pernah lagi kamu ninggalin aku seperti kemarin-kemarin by' ! Aku sangat takut, jika hidup tanpa dirimu." Lanjut Diva.


"Iya Yank, aku janji aku tidak akan pernah buat ninggalin kamu lagi, aku juga sangat mencintaimu dan menyayangimu." Ucap Kenan kemudian mengecup kening Diva lalu turun kebibirnya sedekit lebih lama, namun tanpa saling *******.


"Sekarang kita tidur Yank ! I love you." Ujar Kenan.


"I love you to by'." Balas Diva tambah mengeratkan pelukannya.


Tak lama mereka masuk kedunia mimpi masing-masing.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan dari readers 🙏🙏🙏


Like


Coment


Vote


Favorit


Rate


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2