Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 32 Season 2 ( Next Generatoin )


__ADS_3

Setelah mata kuliah selesai, Enzy dan Rendra segera menuju ke kantin, disana sudah ada Nendra telah menunggu mereka yang memang kelasnya lebih dulu selesai. Saat asik makan siang tiba-tiba Rendra memulai pembicaraan.


"Jadi, Khay mengatakan kalau sebenarnya dia telah menyukaimu bahkan mencintaimu ?" Tanya Rendra saat Enzy menceritakan perihal apa yang dikatakan Khay kemarin, kalau Khay menyukainya dan mencintainya.


Enzy hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil menyeruput jusnya.


"Gue sudah menduganya sih sejak awal, dilihat dari cara Khay bersikap, bahkan sehari setelah kalian menikah, Khay langsung memutuskan pacar-pacarnya, dan betul-betul berubah, bahkan disaat kamu buat dia kesal, mungkin saat itu ia kesal dan marah, tapi kamu lihat sendirikan bagaimana setelahnya, ia kembali bersikap seolah-olah kalian tak pernah ribut." Sahut Nendra.


"Iya benar, Apalagi saat kamu sakit dia benar-benar terlihat sangat khawatir." Timpal Rendra membenarkan perkataan saudara kembarnya itu.


"Lalu, bagaimana kamu menanggapi saat ia mengatakan itu ?" Tanya Nendra.


"Aku juga bingung mau tanggepin bagaimana, untuk sekarang sih aku mulai ker sama dia, tapi aku masih belum yakin juga sih, aku takut dia akan memperlakukan ku seperti wanita-wanitanya sebelumnya." Jelas Enzy.


"Jadi maksudnya, kamu masih meragukannya, bahkan setelah apa yang diperbuat untukmu, bahkan ia berusaha berbuat baik kepadamu, dan mencoba untuk berubah." Ujar Nendra.


"Entah ini bisa dikatakan karma atau apa, aku sendiri juga bingung, tapi gue sungguh kasihan dengan Khay, sudah jatuh cinta dengan wanita seperti mu, sungguh karma yang begitu kejam." Ujar Rendra dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Enzy.


"Duh...duhhh... Tiba-tiba aku buang air, kalau gitu gue ke toilet bentar." Ucap Rendra langsung meninggalkan tempat tersebut sebelum sendok yang ditangan Enzy mendarat cantik di kepalanya.


...----------------...


Jam 6 Sore Enzy batu tiba di apartemen, karena sebelumnya ia mengikuti mata kuliah tambahan, setelah ia juga ada latihan taekwondo hingga jam lima sore, di tambah perjalanan ke apartemennya cukup jauh dari tempat latihannya mana jalanan cukup macet tadi.


Enzy langsung menuju kamarnya, karena sudah merasa sangat lelah, saat masuk ia mendapati Khay sedang duduk dimeja belajar, sambil mengerjakan beberapa tugas.


"Kamu baru pulang ?" Tanya Khay menoleh sejenak kepada Enzy yang duduk di sofa setelah itu Khay kembali fokus mengerjakan tugas-tugas kampusnya.


"Emmm... Tumben-tumbennya kamu pulang lebih cepat ?" Sahut Enzy lalu balik bertanya, sambil memainkan ponselnya.


"Apa kamu sudah mulai perhatian padaku ?" Ujar Khay menghiraukan pertanyaan Enzy. Enzy tak menanggapi perkataan suaminya itu, ia lebih memilih memainkan ponselnya, sambil memajukan bibirnya bawahnya mendengar ucapan Khay, yang membuat Khay terkekeh kecil melihat tanggapan dari istrinya itu.


"Aku lagi banyak tugas, dan sebentar lagi masa ujian, jadi, waktunya untuk fokus belajar dibandingkan latihan sepak bola dulu." Jelas Khay.


"Aku mau pesan makan malam, kamu mau makan apa ?" Tanya Khay mengabil ponselnya yang sejak ia letakkan di atas meja didepannya.


"Tidak perlu aku akan memasak !" Seru Enzy.


"Malam ini kamu tidak usah masak dulu, kita pesan lewat aplikasi aja, kamu pasti capek habis latihan." Ujar Khay.


"Kenapa kamu begitu perhatian kepadaku ?" Tanya Enzy menatap Khay yang sedang memainkan ponselnya sambil mencari-cari makanan apa yang akan ia makan malam ini.


"Karena aku ingin menjaga orang yang aku cintai, apa itu salah ? Apalagi orang itu istriku sendiri." Sahut Khay menatap Enzy dengan tatapan yang hangat.


Enzy menatap manik mata pria itu, ia mencari kebohongan disana, namun hanya ada tatapan tulus yang ia dapatkan disana.


"Apa kamu benar-benar serius dengan apa yang semuanya kamu katakan" Tanya Enzy serius.


"Apa aku terlihat sedang bercanda, aku tulus dan sangat serius semua yang telah aku ucapkan." Ujar Khay berjalan mendekati Enzy dan langsung berlutut dihadapannya lalu meraih tangannya ia genggam begitu erat.


"Lihat mata aku Nzy, liat apa terlihat aku sedang bercanda, aku akan mengatakannya sekali lagi," Khay menarik nafas sebelum melanjutkan kata-katanya.


"Quensya Paradigta Malik, Aku mencintaimu, aku harap kamu ingin memberiku kesempatan untuk membuktikan kata-kata ku, dan biarkan aku menjadi suami yang bertanggung jawab sebagaimana suami memperlakukan istrinya." Ucap Khay terlihat begitu serius.


Enzy terlihah berpikir sejenak, lalu mulai berucap.


"Aku akan memikirkannya." Sahut Enzy beranjak dari duduknya, sebelumnya ia melepaskan genggaman tangan Khay yang sejak tadi menggenggamnya.


"Baiklah." Sahut Khay menghembuskan nafas beratnya.


"Aku ingin ayam geprek level 30." Ucap Enzy sebelum melangkah kakinya masuk ke kamar mandi.


"Ok, tuan putri pangeranmu ini akan memesannya untukmu, tapi sebelum itu ambil dulu pakaian kamu, sebelum masuk, atau kamu sengaja ingin memperlihatkan itu kepadaku." Teriak Khay lalu dengan cepat ia berlari keluar dari kamar sebelum ia mendapatkan kekesalan dari istrinya itu.

__ADS_1


Bukannya malah kesal Khay berkata itu, Enzy malah senyum-senyum sendiri, didalam kamar mandi, yang sudah terlanjur masuk, Enzy segera mengembalikan ekspresi datarnya lalu kembali keluar, saat ia keluar ia sudah tak lagi melihat keberadaan suaminya itu.


...----------------...


Hari ini Enzy tak ada mata kuliah, jadi dia sedang libur, pagi ini Enzy sengaja bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuknya juga Khay, Enzy terlihat begitu sibuk membuat sarapan dengan menu nasi goreng dan hanya ditemani telur ceplok, tak lupa dengan segelas susu kocok coklat, karena ia memperhatikan saat ia tinggal dirumah utama, ia selalu melihat Khay sarapan selalu ditemani susu kocok coklat, Enzy berpikir kalau itu adalah kesukaan pria itu.


Beberapa menit kemudian makanan sudah ia sajikan dimeja makan.


"Beres !" Ucap Enzy tersenyum senang, lalu membuka afron yang sejak tadi ia gunakan, lalu bergegas menuju kamarku berniat untuk membangunkan Khay yang masih tertidur.


Saat masuk kamar benar saja, Khay masih terlihat tertidur lelap di bawah selimut yang halus, dan lembut.


"Khay... Khay.... Bangunlah ini sudah siang !" Enzy membangunkan Khay yang tertidur di sofa sambil memanggil-manggil nama suaminya itu agar dia terbangun, namun Khay hanya menggeliat lalu tertidur kembali.


"Khay...Khay...kebo banget sih kamu, buruan bangun, dan sarapan." Enzy terus membangunkannya kali ini ia menarik selimut yang digunakan laki-laki itu.


Khay menarik lagi selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya.


"Lima menit lagi, please !!" Ucap Khay serak.


"Khay bangun enggak ! Enggak ada lima menit lima menit ya, buruan bangun, aku sudah buat sarapan." Oceh Enzy layaknya ia sudah menjadi istri beneran.


"Astaga Enzy, aku masih ngantuk banget." Sahut Khay masih menutupi dirinya dengan selimut.


"Pokoknya kamu harus bangun sekarang !" Seru Enzy terdengar tak terbantahkan.


"Jam berapa sekarang ?" Tanya Khay bangun mendudukkan dirinya namun masih memejamkan matanya.


"Jam 7 lewat." Sahut Enzy kemudian berjalan keluar dari kamar.


Sedangkan Khay langsung bergegas masuk kemara mandi untuk membersihkan dirinya karena hari ini dia ada jam mata kuliah pagi.


Dua puluh menit kemudian Khay keluar menuruni tangga dengan pakaian sudah rapi, seperti stile biasanya, kemudian berjalan menuju meja makan dimana Enzy sudah menunggunya sejak tadi.


"Pagi." Sahut Enzy datar, padahal ia seneng dengan pujian dari suaminya tapi ia berusaha agar tak menampakannya.


Enzy mengambil piring yang ada dihadapan Khay lalu menyajikan nasi goreng dan telur ceplok, membuat Khay bingung melihat perubahan sikap istrinya itu yang tiba-tiba sangat perhatian kepadanya. Tapi Khay tak bisa pungkiri kalau ia sangat senang dengan perubahan sikap Enzy yang seperti itu.


"Apa kamu begadang semalaman ? Tanya Enzy meletakkan piring yang sudah ia isi dengan nasi dihadapan Khay, lalu ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan suaminya itu.


"Iya, aku mengerjakan banyak tugas sampai dini hari, yang deadline-nya hari ini." Jelas Khay.


"Oh iya, enggak biasanya kamu menyiapkan sarapan untukku, bahkan kamu sampai membangunkanku juga ?" Tanya Khay lalu mulai memakan nasi gorengnya.


Enzy diam sejenak, tiba-tiba dia terlihat gugup.


"Aku akan memberimu kesempatan untuk membuktikan kata-kata mu." Sahut Enzy cepat lalu menundukkan wajahnya, ia merasa malu mengatakan itu, membuat sendok yang ditangan Khay terjatuh mengenai piringnya sehingga menimbulkan bunyi dentingan.


Enzy yang tadinya menundukkan wajahnya langsung mengangkatnya, karena mendengar bunyi dentingan sendok yang terjatuh.


Khay meminum susu yang sudah disiapkan tadi, berusaha menahan nafasnya, ia sedikit kaget mendengar perkataan Enzy barusan.


"Ap...Apa yang kamu katakan ? Coba ulangi !" Seru Khay menatap tak percaya pada istrinya itu.


Enzy menghela nafas lalu mulai berucap.


"Aku bilang, aku akan memberimu kesempatan, membuktikan kata-kata kamu kemarin, dan aku juga akan berusaha menerima pernikahan kita, dan menjadi istri yang baik, tapi....


Khay langsung beranjak dari duduknya langsung memeluk istrinya itu saking senengnya mendengar ucapannya itu yang akan memberinya kesempatan.


"Aku akan membuktikannya, kamu tenang saja, aku janji, aku janji..." Ucap Khay kegirangan mengeratkan pelukannya sampai ia mencium pipi Enzy sekilas lalu balik memeluknya.


Sedangkan Enzy berusaha menyembunyikan senyumnya, wajahnya sudah memerah karena ulah suaminya itu.

__ADS_1


"Terimakasih." Ucap Khay serak berusaha menahan tangisnya, karena terharu.


"Emmm... Tapi kamu jangan pernah mencoba mempermainkan ku, jika itu terjadi saat itu juga aku akan meninggalkan mu." Tegas Enzy di angguki Khay.


"Cengeng...!" Seru Enzy mendengar Khay terisak.


"Aku enggak nangis, aku hanya flu." Sahut Khay.


"Emang dasarnya kamu cengengkan ? Akui saja, dari kecil kamu emang sudah cengeng, apalagi jika sama ayah." Ucap Enzy memojokkan suaminya itu.


"Iya, kamu bilang apapun aku enggak akan marah, yang terpenting sekarang kamu mau menerima ku." Ucap Khay lalu beralih berlutut dihadapan istrinya itu sambil menggenggam tangannya.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." Ucap Khay mendonggak mentap Enzy, lalu mencium tangan wanitanya.


"Emmm, buktikanlah !" Seru Enzy lalu melepaskan tangannya dari genggaman suaminya itu.


"Makanlah ! Nanti kamu terlambat !" Seru Enzy kembali pada makanan di depannya.


"Iya, tapi aku mau disuapin." Ucap Khay membuka mulutnya lebar-lebar di depan Enzy.


"Jangan manja !" Seru Enzy kembali dingin.


Khay memberenggut kesal lalu kembali pada kursinya, lalu memakan sarapannya sambil cemberut.


Setelah selesai sarapan Khay pamit untuk berangkat ke kampus.


"Jika tidak ada mata kuliah yang penting aku tidak akan mau ke kampus hari ini." Ucap Khay di depan pintu apartemen.


"Kenapa ?" Tanya Enzy.


"Karena aku ingin tinggal lebih lama lagi dengan istriku." Jawab Khay tersenyum.


"Sudah sana pergi !" Seru Enzy mendorong Khay agar secepatnya pergi.


"Tunggu aku !" Ujar Khay.


"Iya, sana pergi." Sahut Enzy.


"Eh, tunggu aku melupakan sesuatu."


"Apa ?"


"Aku lupa mencium istriku." Ucap Khay lalu mencium pipi istrinya itu lalu bergegas pergi.


Enzy tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah Khay, lalu masuk kembali masuk.


"Dasar nyebelin !" Gumam Enzy senyum-senyum sendiri sambil berjalan menuju kamarnya.


Bersambung.....


Khay saat memperhatikan istrinya intens



Enzy saat sedang mengerjakan sesuatu



Bagaimana readers apa sudah puas, udah pada mulai baperan kan, ini baru awal ya gaeessss....


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏 Jangan lupa like, Komen dan Vote sebanyak-banyaknya.


Love You All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2