
Jam Alarm di kamar pasangan suami istri muda itu, terus berbunyi begitu nyaring, namun tampak keduanya tak ada yang merasa terganggu hingga alarm kedua kembali berbunyi.
Khay yang merasa terganggu, langsung meraih ponselnya yang berada di atas nakas yang ia gunakan sebagai alarm, tanpa membuka matanya, karena merasa masih sangat mengantuk.
Saat Khay akan melanjutkan lagi tidurnya, ia merasakan lengan yang melingkar di pinggangnya, ia pun membuka matanya, mengubah posisi tidurnya menghadap istrinya itu, dan menatapnya penuh cinta, seketika rasa kantuknya meluap begitu saja melihat wajah lelap istrinya yang begitu damai.
Khay kemudian mencium kening istrinya itu yang tertidur menghadapnya menggunakan tangan Khay sebagai bantalannya.
Enzy yang merasa terganggu karena Khay dengan gemas terus menciuminya, perlahan-lahan membuka matanya.
"Morning sayang." Ucap Khay tersenyum lebar. Saat Khay akan mendaratkan lagi ciumannya di bibir istrinya itu, Enzy langsung mencegahnya dengan menutup mulut Khay menggunakan tangannya.
"Jam berapa sekarang ?" Tanya Enzy serak khas bangun tidur.
Khay beralih melihat jam dinding yang tak jauh dari tempat tidurnya.
"Jam 7 lewat sayang." Jawab Khay kembali melihat istrinya itu, sambil merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya.
"Astaga, kenapa enggak di bangunin sih, aku pasti akan terlambat, aku ada kuliah pagi hari ini." Oceh Enzy langsung bangun.
"Iishhkk..." Tiba-tiba Enzy meringis merasakan perih di bagian selangkangannya, sambil memegang pangkal pahanya.
"Sayang kamu kenapa ?" Tanya Khay langsung bangun karena panik dan khawatir.
"Sakit !" Sahut Enzy.
"Apanya yang sakit, kalau begitu ayo kerumah sakit sekarang !" Ujar Khay turun dari tempat tidur, memungut pakaiannya dan Enzy yang tercecer di samping tempat tidur.
"Sayang ayo, kamu bisa jalan enggak, atau mau gendong ?" Ucap Khay setelah memakai pakaiannya, saking paniknya Khay memakai kaosnya dengan terbalik.
"Mau kemana ?" Tanya Enzy berusaha menahan tawanya karena melihat Khay yang menggunakan pakaian terbalik.
"Ke rumah sakit sayang, katanya ada yang sakit, ayo buruan, nanti kamu kenapa-napa lagi." Ucap Khay.
"Astaga, kamu juga belum pakai baju kamu, ini pakai !" Khay menepuk jidatnya sendiri saat ia sadar kalau istrinya itu masih keadaan polos, hanya di tutupi dengan selimut, hingga bagian dadanya.
__ADS_1
"Ngapain kerumah sakit, lagian aku malu." Ucap Enzy.
"Kenapa mesti malu sih, sayang ? Emang apanya yang sakit ?" Tanya Khay lembut.
"Masih nanya lagi, mana yang sakit, itu aku yang sakit, gara-gara kamu, masih nanya lagi " Omel Enzy kesal sendiri.
"Maaf aku lupa sayang, saking paniknya dengar kamu sakit, akutuh enggak mau terjadi apa-apa sama kamu, karena aku enggak bisa hidup tanpa kamu, istriku." Ucap Khay memegang tangan istrinya itu, yang mana membuat Enzy bukannya seneng malah makin jengah mendengar gombalan suaminya itu.
"Enggak usah ngegombal ! Sahut Enzy jengah.
"Lagian mana ada kamu ingat, pasti kamu sering ngelakuin itu kan sama wanita lain, setelah itu kamu pasti lupa sama mereka-mereka, dasar ya kalau udah dasarnya buaya, emang enggak akan berubah." Oceh Enzy.
Bukannya marah, Khay malah merasa lucu mendengar ocehan istrinya itu.
"Ngapain kamu senyum-senyum, emang benarkan, atau kamu ingat saat kamu sama mereka, iya ?" Tanya Enzy menatap tajam suaminya itu.
"Siapa yang ingat mereka sih sayang, aku senyum-senyum tuh, karena aku seneng liat kamu ngomel-ngomel seperti itu, kamu tambah gemesin, jadi pengen masukin kamu legi deh rasanya." Jelas Khay mendekati istrinya itu ingin menciumnya, namun Enzy memukulinya dengan bantal, tepat di depan wajah pria itu.
"Enggak usah mesum, dasar buaya !!" Ujar Enzy ingin segera turun dari tempat tidur, namun tiba-tiba saja Khay menahan tangannya, sambil menatapnya begitu serius, membuat Enzy bingung melihatnya.
"Emm... iya, Asal kamu tahu aku juga merasa bangga karena aku bisa menjaganya untuk pria yang menjadi suamiku, dan tidak mengecewakannya. Sejak dulu aku berharap kelak jika aku menikah, aku ingin melewati masa itu bersama menjadi pengalaman pertama kali." Ucap Enzy.
Khay yang mendengar ucapan terakhir istrinya itu sedikit merasa bersalah, saat ia mengingat masa lalunya.
"Kamu diam karena ini bukan kali pertama kamu melakukan itu kan ? Aku tahu, pria sepertimu, pasti sudah melakukannya hingga beberapa kali " Ucap Enzy saat melihat suaminya itu hanya terdiam.
"Jujur, ini bukan kali pertama aku ngelakuin itu, tapi jujur ini kali pertama aku melakukannya dalam keadaan sadar, dengan orang benar-benar aku cintai." Ucap Khay.
"Maksudnya ?" Tanya Enzy tak mengerti dengan kali pertama Khay melakukannya dengan sadar.
"Ini kali kedua aku melakukannya, dan saat pertama kalinya aku melakukan itu dalam keadaan mabuk, dengan wanita yang aku kencani di club'." Jelas Khay.
"Maksud kamu club' malam gitu, kamu juga sering ketempat seperti itu ?" Tanya Enzy di jawab anggukan oleh Khay.
"Enggak sering juga sih, karena ayah selalu memantau pergaulan aku, dan teman-temanku, setiap aku pergi ketempat itu, pasti ayah tau walaupun bagaimana caranya aku menyembunyikannya. Dan pada saat itu aku dan teman-temanku menghadiri acara ulangtahun Leo sahabat aku, dan itu di bar milik sahabatnya, aku minum banyak sampai aku mabuk, bahkan bangun dari sana saja aku kesulitan, begitupun dengan Doni dan Leo sahabat aku itu, dan wanita yang aku kencani di club' membawaku ke apartemennya, karena ia juga takut membawaku pulang kerumah, karena ia tahu keluarga aku siapa dan di sanalah aku melakukannya, tapi jujur aku tidak sadar, karena saat aku bangun keesokan harinya, tau-taunya aku sudah mendapati diriku dalam keadaan polos, di tempat tidur bersama wanita itu disampingku, dalam keadaan sama-sama polos." Jelas Khay.
__ADS_1
"Ada ya, orang ngelakuin itu dalam keadaan tidak sadar ?" Ucap Enzy seolah tak percaya.
"Adalah sayang, buktinya aku yang ngalamin." Sahut Khay.
"Bialng aja kalau kamu sadar ngelakuin itu, lagian aku juga enggak akan marah, toh pria seperti mu emang gitu semua kan ?" Ujar Enzy masih belum percaya dengan cerita suaminya itu.
"Sayang, Aku berani sumpah kalau aku benar-benar tidak sadar." Ucak Khay berusaha meyakinkan istrinya itu agar percaya.
"Iya...Iya...Minggir aku mau mandi." Ujar Enzy mendorong tubuh Khay sedikit menjauh darinya.
"Biar aku bantuin, katanya bagian itunya sakit." Khay ingin menggendong Enzy namun Enzy mencegahnya.
"Enggak perlu aku bisa sendiri." Enzy perlahan turun dari tempat tidur, sambil membawa selimut untuk menutupi tubuh polosnya, terlihat Enzy sangat kesulitan berjalan, sesekali terdengar meringis akibat rasa perih di selangkangannya.
"Sayang, beneran bisa enggak ?" Tanya Khay khawatir sambil memperhatikan istrinya.
"Iya, mending kamu beresin aja tempat tidurnya, udah berantakan banget, sepreinya sekalian diganti aja udah kotor, nanti biar aku yang cuci setelah pulang dari kampus." Seru Enzy lalu masuk ke kamar mandi.
Khay menuruti apa yang dikatakan istrinya itu, saat ia merapikan tempat tidur mereka, Khay melihat ada bercak darah disana, apalagi warna sepreinya putih, jadi sangat jelas terlihat. Khay tersenyum melihatnya karena ia takut itu darah milik istrinya saat ia berhasil menerobos selaput darah milik istrinya semalam.
Bersambung......
Jangan lupa terus beri dukungan kalian, agar authornya tetap semangat nulisnya.
Like
Komen
Vote
Maaf untuk hari kerja aku hanya bisa up dua episode saja, karena kebetulan authornya juga sibuk di dunia nyata.
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏
Love You All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘
__ADS_1