
"Sayang, aku ijin pergi dulu ya, sebentar lagi bunda datang kok, katanya udah otw kesini." Pamit Khay merapikan wadah sisa sarapan miliknya juga Enzy.
Enzy mengerutkan keningnya.
"Mau kemana ?" Tanya Enzy memperhatikan Khay yang sejak tadi sibuk merapikan beberapa barangnya yang tergeletak di atas meja yang ada diruang rawat Enzy.
"Aku mau ke kantor polisi sayang, pengacara ayah sudah menunggu ku disana." Jawab Khay kemudian berjalan mendekati brangkar Enzy.
"Mau ngurusin masalah Priska ?" Tebak Enzy di angguki Khay sembari tersenyum.
"Terus apa keputusan kamu ?" Tanya Enzy lagi.
"Aku sudah serahkan semuanya pada pihak yang berwajib sayang, biarkan hukum dan ketentuan yang berlaku, untuk menentukan hukuman apa yang pantas wanita itu terimah." Sahut Khay.
Enzy hanya tersenyum samar mendengar jawaban suaminya itu, Enzy sebenarnya merasa was-was jangan sampai suami dan mertuanya menghancurkan keluarga Priska yang tak bersalah, cukup Priska saja yang dihukum karena perbuatannya sendiri.
"Ya sudah kamu hati-hati ya, yank !" Ucap Enzy.
"Iya sayang, itu sudah pasti, kalau gitu aku berangkat dulu ya, kamu gak apa-apa kan sayang, sendiri dulu?" Ujar Khay mencium kening istrinya itu.
"Gak apa-apa, lagian kata kamu bunda juga bentar lagi datang kan ?" Sahut Enzy.
"Ya sudah, assalamualaikum." Ucap Khay kemudian keluar dari ruangan tersebut, setelah Enzy menjawab salamnya.
...----------------...
Tak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Khay tiba di halaman kantor polisi, dimana sejak semalam Priska ditahan.
Dengan style formalnya, Khay melangkahkan kakinya masuk, dimana pengacaranya sudah menunggunya sejak tadi, Khay sedikit terlambat karena sebelumnya ia singgah kesalah satu pusat perbelanjaan untuk mengganti pakaiannya lebih formal, karena dari rumah sakit ia hanya mengenakan kaos oblong, karena malas kembali ke apartemen atau rumahnya yang berjarak cukup jauh, maka Khay putuskan untuk mampir untuk membeli saja.
"Maaf pak, saya membuat bapak menunggu lama." Ucap Khay saat ia tiba dihadapan seorang pengacara kepercayaan Kenan, pengacara yang selama ini selalu mengatasi permasalah Kenan.
"Tidak apa-apa tuan muda, lagian saya juga belum terlalu lama." Sahut pak Ziko pengacara tersebut.
"Tuan muda, silahkan duduk !" Lanjutnya mempersilahkan Khay duduk berhadapan dengannya, di sebuah ruangan khusus.
"Jadi bagaimana perkembangannya, langkah apa yang harus dilakukan selanjutnya ?" Tanya Khay to the poin setelah ia duduk berhadapan dengan pak Ziko.
"Begini tuan, sesuai UU KUHP yang berlaku, nona Priska mendapatkan hukuman yang berlapis, pertama ia telah dia telah melakukan tindak pidana kejahatan bisa dikategorikan rencana atau dalang di balik pemerkosaan seseorang, yang didalangi nona Priska sendiri, itu termasuk UU kekerasan seksual, dan yang kedua UU pemerasan." Jelas pak Ziko menjeda ucapannya, sedangkan Khay masih diam menyimak penjelasan demi penjelasan yang di utarakan pengacara tersebut.
__ADS_1
"Dan yang kedua, nona Priska juga dijerat UU KUHP atas kasus pemerasan, dengan mengancam nona Sita sebagai korbannya, untuk menyebarkan sebuah video tak senonoh, jika nona Sita tak menuruti permintaan nona Priska sendiri, namun itu bisa di kategorikan UU ITE pasal 27 KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara, atau denda 1 Miliyar rupiah.
"Terus ?" Tanya Khay lagi.
"Terus yang ketiga, nona Priska juga di jerat UU KUHP dengan kasus rencana pembunuhan terhadap nona Enzy saat kejadian kemarin, tepat di depan lobi fakultas Bisnis management di universitas tempat nona kuliah, dan atas kejadian itu pula nona Enzy mengalami keguguran atas kekerasan yang nona Priska lakukan, nona Priska mengakui kalau ia mendorong nona Enzy hingga terjatuh di tangga, dan sebelum melakukan itu ia beberapa kali menampar nona Enzy."
"Namun di kasus ketiga ini, dapat dikategorikan menjadi dua kasus tuan muda." Tambah pak Ziko menatap Khay serius.
"Maksudnya ?" Tanya Khay, Khay benar-benar tak mengerti soal hukum.
"Begini tuan muda, jika ingin menambah berat hukuman yang didapat, kasus ketiga ini dapat dibagi dua, yaitu kasus kekerasan fisik dan pembunuhan berencana." Jelas pak Ziko.
Khay tampak berpikir-pikir sejenak, biar bagaimanapun Priska adalah sahabatnya sejak lama, tapi sepertinya Khay harus lebih memikirkan bagaimana wanita itu telah mempermainkannya.
"Saya serahkan semuanya kepada pak Ziko, karena saya tidak terlalu mengerti hukum, yang jelasnya, saya ingin wanita itu mendapatkan hukuman seberat-beratnya, hingga ia mendekam di penjara dalam waktu yang sangat lama, sampai wanita itu sendiri tidak kuat tinggal di jeruji besi dan membuatnya menyerah sendiri." Ujar Khay dengan smirknya.
"Baik tuan muda, kalau begitu tuan harus mendatangani beberapa dokumen, untuk penunjangnya." Ujar pak Ziko memberikan sebuah map hitam.
"Silahkan dibaca dengan jelas terlebih dahulu tuan muda !" Seru pak Ziko dikala Khay menerima map tersebut.
Khay kemudian membaca isi dokumen tersebut, Khay tampak sangat teliti membacanya.
"Baiklah dimana saya harus bertanda tangan ?" Tanyanya setelah membaca baik-baik isi dokumen tersebut, yang membuatnya sangat puas.
Khay membunuhi tanda tangannya di atas bermatrai tersebut dengan raut wajah datar, setalah itu Khay lagi-lagi menampilkan senyuman menyeramkannya.
"Dimana wanita itu ?" Tanya Khay.
"Didalam sel tuan muda." Jawab pak Ziko.
"Antarkan saya untuk menemuinya !" Seru Khay.
"Baik tuan, mari ikut dengan saya." Sahut pak Ziko kemudian beranjak terlebih dahulu.
Setelah tiba di depan ruangan yang ditempati tadi, pak Ziko berbicara pada salah satu polisi yang sejak tadi berjaga disana, pak Ziko mengatakan kalau Khay ingin menemui Priska, kemudian pak polisi itu menganggu setuju, lalu mengantarkan Agam dan pak Ziko masuk lebih dalam lagi.
Saat tiba di depan sebuah ruangan, Khay langsung melihat pemandangan yang sangat menyedihkan bagi seorang wanita yang sangat ia kenali, ya wanita itu adalah Priska, disana tampak Priska duduk termenung dilantai yang dingin sambil menatap ke cahaya yang masuk di sela-sela pentilasi ruangan yang gelap tersebut, posisi Priska membelakangi jeruji besi ruangan tersebut.
"EKmmm...." Khay berdehem membuat lamunan Priska buyar, Priska menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya melihat Khay berada disana, dengan cepat Priska beranjak dari duduknya, kemudian menghampiri Khay yang berdiri tepat di dekat jeruji yang mengahalngi keduanya.
__ADS_1
"Khay, kau datang ?" Ujar Priska sumringah, nqmu Khay hanya menatapnya datar.
"Sepertinya kau tampak baik-baik saja disini, apa kau menyukai tempat baru kamu ini ?" Sahut Khay sambil menelisik setiap inci tempat tersebut.
"Khay, aku benar-benar minta maaf, tolong maafkan aku Khay, aku menyesal." Ucap Priska memohon.
Sedangkan Khay hanya berdecih mendengar ucapan yang terlontar dari mulut wanita bejat tersebut.
"Kau tidak perlu memohon seperti itu di maafkan, karena bagaimanapun kau pernah menjadi sahabat baikku, tentu saja gue memaafkanmu, tapi jangan harap kau bisa bebas dengan muda dari tangan gue, kau akan mendekam disini sebagai balasan perbuatan bejat kamu, terutama pada istriku, juga wanita lain yang pernah menjadi bagian hidupku yaitu Sita, gue harap kau tidak menyerah secepatnya, sebelum gue melihatmu benar-benar menderita disini." Khay berujar panjang lebar tak lupa dengan ekspresi menakutkannya, ekspresi itu ekspresi yang sering diperlihatkan Kenan saat ia murka, dan itu sangat ditakuti siapapun yang berani melawan atau berbuat kecurangan padanya.
"Khay, apa aku bisa mengatakan sesuatu padamu untuk terakhir kalinya, apa aku bisa mengutarakan perasaan yang selama ini aku pendam Khay, please ijinkan aku untuk menyampaikan ini." Mohon Priska dengan air mata yang mulai keluar sambil memegangi jeruji besi.
"Cepat katakan, gue gak punya waktu banyak istriku sudah menungguku !" Seru Khay dingin sambil menatap tajam Priska.
"Khay, aku mencintaimu, sejak awal aku selalu merasa nyaman di dekatmu, saat aku menyadari perasaan itu aku tidak punya keberanian untuk mengutarakannya, saat kamu dekat dengan wanita lain, aku selalu cemburu, dan bermimpi kapan aku berada di posisi wanita-wanita itu, tapi aku yakin, semua wanita yang kamu kencani hanya hiburan semata buat kamu, sampai kamu menjalin hubungan dengan Sita, aku melihat kamu perlahan-lahan berubah, kamu tidak lagi menggonta-ganti pasangan, dan menetapkan hati kamu padanya, di saat itulah aku mulai geram, aku sudah kehilangan keyakinan kalau aku tidak akan berada di sisi kamu, maka dari itu aku melakukan semuanya, dan saat kamu putus dengannya aku merasa lega, dan berpikir untuk mengutarakan perasaanku, namun lagi-lagi aku tidak punya cukup keberanian, sampai aku aku tahu kamu telah menikah, dan di saat itulah hatiku benar-benar hancur, dan mencari kesempatan untuk memanfaatkan Sita, membuat hubungan kamu dan Enzy hancur, dan......" Priska menggantung ucapanya karena isakannya, sementara Khay masih tetap pada posisinya, menatap wanita itu dingin, dan tak berniat menyela ucapannya.
"Dan....Tiba saat kejadian di hotel itu semua saya rencanakan dengan memanfaatkan Sita, tapi siapa sangka Enzy lebih dulu mengetahuinya, dan bekerjasama dengan Sita." Lanjut Priska.
"Sudah ?" Tanya Khay santai.
Priska hanya mengaguk pelan, menumpukan keningnya di jeruji yang ia pegang saat ini.
"Maafkan aku Khay, tapi perlu kamu tahu aku akan selamanya mencintaimu, walaupun tanpa balasan darimu, cukup kamu dan Enzy serta orang-orang yang aku sakiti mau memaafkanku." Ucap Priska masih disela-sela isakannya.
"Baguslah, jika kau sadar, kalau begitu gue permisi, dan nikmatilah kehidupan barumu itu !" Hanya itu yang diucapkan Khay kemudian berbalik, namun belum juga Khay melanjutkan langkahnya Priska kembali mencegahnya.
Khay berbalik menaikkan kedua alisnya.
"Khay, aku mohon, jangan buat perusahaan papi mamiku hancur, aku tidak ingin mereka menaggung kesalahan yang aku perbuat." Mohon Priska.
Khay tersenyum miring mendengar permohonan wanita itu.
"Gue tidak tidak seperti dirimu yang akan menghancurkan seseorang yang tak bersalah, kau tenang aja, gue tidak akan melakukan itu." Sahut Khay dingin kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut begitu saja.
Bersambung.......
Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....
Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....
__ADS_1
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...