Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 93 Season 2


__ADS_3

Kini sudah menunjukkan pukul 3 sore rekan-rekan bisnis Kenan mau pak Salman baik dari dalam kota maupun diluar kota mulai berpamitan untuk pulang, karena acara pun selesai setelah memperkenalkan Abang Khay sebagai penerus selanjutnya di perusahaan Kenan. Walaupun masih terlalu sangat dini untuk memperkenalkannya namun menurut pak Salman itu tidak ada salahnya karena bagaimanapun Abang Khay lah yang akan meneruskan perusahaan yang di bangun oleh opanya itu mulai dari nol, lalu menurun ke Kenan dan selanjutnya akan Khay pimpin. Sedangkan untuk dedek Kia di perkenalkan sebagai putri dari keluarga pak Salman.


"Nan Div, kalau begitu gue pamit dulu ya karena gue harus kembali ke kota Z hari ini juga." Pamit Rafa.


"Kenapa buru-buru sih Raf, Ra ?" Tanya Diva.


"Iya Raf, Ra ada baiknya kalau kamu nginap dulu lah !" Tambah Kenan.


"Kami harus pulang Nan, Div, ada pekerjaan yang harus gue selesaikan dan tidak bisa ditunda, karena lusa gue harus ke New York." Jelas Rafa.


"Iya Nan, Div terimakasih atas tawarannya untuk menginap tapi kami benar-benar tidak bisa, nanti kalau ada waktu kami pasti nginap kok, kalau perlu kami sempatkan untuk berkunjung." Tambah Hera yang berdiri di samping Rafa yang menggendong Enzy yang tertidur.


"Ya sudah kalau begitu, terimakasih karena sudah menyempatkan hadir di acara kami." Ucap Diva lalu memeluk Hera.


Kemudian Diva ingin memeluk Rafa namun buru-buru Kenan menarik dres yang dikenakan istrinya itu.


"Enggak usah meluk-meluk yank !" Seru Kenan datar.


"Astagafirullah.... Suami elu masih posesif aja yank." Ucap Rafa membuat Kenan menajamkan matanya menatap Rafa, membuat Rafa semakin terkekeh.


"Sorry besan, gue enggak bakalan sama bini elu, gue udah punya bini cantik, enggak bar-bar kayak dia ini." Ujar Rafa merenagkul pundak Hera dengan tangan kirinya lalu menujuk Diva menggunakan dagunya.


"Sekarang bini cantik, dulu-dulu kemana aja elu, bisa-bisanya elu buat bini cantik elu menderita karena perlakuan elo itu." Ucap Diva memutar bola matanya jengah.


"Dan satu lagi, gue enggak mau besanan orang nyebelin kayak elo itu " Tambah Diva.


"Aku juga enggak setuju yank." Timpal Kenan masih dengan datar.


"Apalagi yang enggak kalian setujui, anak gue cantik nauzubillah." Ucap Rafa.


"Khay akan kami jodohkan dengan anak kami nanti." Sahut Jova yang datang tiba-tiba.


"Nyahut aja lu kayak se***n aja, orang lahiran juga belum, lagian belum tentukan anak kalian cewek, kalaupun cewek Khay enggak bakalan mau, pasti anaknya enggak beda jauh sama emaknya." Cerca Rafa.


"Kalau kayak enaknya pasti cantik dong." Ucap Jova tak mau kalah.


"Sudah lah bee ! Buruan pamit, sebentar lagi pesawat kita berangkat !!" Ujar Noval kepada istri cerewetnya.

__ADS_1


"Emang kalian mau langsung ke Singapore ?" Tanya Diva.


"Iya Div, soalnya ada sedikit masalah di perusahaan." Terang Noval.


"Apa belum selesai Nov ?" Tanya Kenan sudah mengetahui masalah yang menimpah anak perusahaannya disana, untungnya hanya masalah kecil jadi dia ataupun pak Salman tak harus kesana.


"Belum Nan, tapi secepatnya akan diselesaikan, karena kita sudah menemukan titik permasalahannya." Jelas Noval di angguki Kenan.


Walaupun Kenan tidak pernah lagi ke kantor tapi ia terus memantau perusahaannya dari rumah, setiap hari ia mendapatkan laporan dari asisitenya yaitu pak Anton, walaupun pak Salman yang memimpin saat ini tapi Kenan tetap mendapatkan laporan.


"Nan, Div, kalau begitu kami pamit, semoga kamu cepat pulih kembali ya Nan." Pamit Noval kemudian beralih kepada teman sekaligus bosnya itu.


"Iya kalian hati-hati ! Dan terimakasih karena sudah menyempatkan hadir di acara kami, tentunya juga saya terimakasih banyak atas doa-doanya." Ucap Kenan.


"Iya sama-sama." Ucap Noval mengulurkan tangannya kepada Kenan.


"Sekali lagi kami pamit." Ucap Noval lagi setelah Kenan menerima uluran tangannya.


"Div, Ra, Raf, Nan, gue pamit dulu ya, jangan lupa kalau gue lahiran kalian harus pada datang jengukin gue, jangan lupa bawa hadiah nanti gue list hadiahnya, hadiah apa yang harus kalian bawa, Ok." Ucap Jova kemudian memeluk Diva, setelah itu ia pindah kepada Hera, dan terakhir kepada Rafa.


"Iya kan gue udah buat list apa saja yang harus aku beli sendiri, kalau tidak di atur nanti kalian bawa hadiahnya yang sudah gue beli, kan mubazir kalau enggak kepake." Jelas Jova.


"Bilang aja elo kurang modal." Ujar Hera memutar bola mata malas.


"Enak aja kurang modal, suami gue direktur di salah satu perusahaan besar milik calon besan gue, mana ada kurang modal." Ucap Jova membanggakan suaminya.


"Bee, sudah ya ! Kalau kamu terus ngoceh tidak jelas nanti kita ketinggalan pesawat, atau mau kamu tinggal disini, Hem ?" Sahut Noval udah sedikit jengah melihat sikap istrinya itu yang tak mau kalah dari sahabat-sahabatnya, tidak mau kalah dalam artian dalam perdebatan.


"Sana kamu pergi dari sini, mata gue udah sakit liat muka loh ada di sini !!" Cercah Rafa.


"Caben, tuh liat nih Rafa ngusir gue." Adu Jova kepada Diva dengan ekspresi lebaynya.


"Caben ?" Tanya Diva bingung.


"Iya Caben, calon besan." Sahut Jova menaik turunkan alisnya.


"Apaan, gue enggak mau punya besan kayak kalian, sama-sama konslet." Ujar Diva memiringkan telunjuknya di keningnya.

__ADS_1


"Pokoknya kita liat nanti, pasti Enzy yang akan jadi jodohnya Khay." Ucap Rafa kekeh ingin menjodohkan anaknya pada Khay.


"Maaf sepertinya saya harus menyeretnya segera pergi, karena kalau tidak istri saya ini benar-benar akan saya tinggal." Seru Noval merangkul bahu istrinya dan menyeretnya meninggalkan tempat tersebut.


"Permisi." Tambahnya lagi sebelum benar-benar pergi.


Setelah kepergian Noval dan Jova, kini giliran Rafa dan Hera kembali pamit kepada Diva juga Kenan.


Sedangkan Sarla dan keluarganya juga sudah pulang sejak tadi karena anaknya terus saja rewel, begitupun dengan Dafa dan Kiki mereka lebih dulu pergi sebelum acara benar-benar selesai karena ada pekerjaan yang harus mereka kerjakan.


Kalau Ray dan Lani ia bergabung dengan yang lainnya di dalam, karena kedua anak kembar mereka yaitu Rendra dan Nendra masih belum pulang, keduanya masih ingin bermain dengan dedek Kia, walaupun sesekali terdengar pertikaian anak kembar itu karena memperebutkan dedek Kia, sedangkan Khay asik bermain dengan kakak sepupunya yaitu Raydan putra dari Arka dan Vara. Kedua anak laki-laki itu hampir memiliki sikap yang sama yaitu sama-sama memiliki sikap diam dan berceloteh saat-saat tertentu saja, bahkan keduanya tak jarang menampakkan wajah datar atau dinginnya, mereka tak peduli dengan sekitarnya, mereka hanya sibuk dengan permainan di Tabnya. Khay dan Raydan benar-benar mencerminkan sikap dan sifat Kenan dan Arka yang selalu terlihat cuek dengan sekitarnya.


"Nan, bagaimana perkembangan kaki kamu, apa perlu keluar negeri untuk melakukan terapis yang lebih canggih lagi ?" Tanya pak Salman setelah Kenan dan Diva bergabung di ruang tengah.


"Tidak perlulah Yah, aku rasa terapis di negara kita masih terbilang canggih." Jawab Kenan.


"Ya sudah kalau itu mau kamu, tapi ayah sudah ingin sekali kembali ke kota Z." Ucap pak Salman.


Kenan hanya diam menanggapi perkataan ayahnya itu, ia juga berpikir sudah beberapa bulan ia menjalani terapi tapi kenapa ia tak kunjung bisa berjalan kembali.


"By'.." Panggil Diva mengusap lengan suaminya itu, saat ia melihat Kenan hanya terdiam.


"Kamu enggak apa-apa ?" Tanya Diva saat Kenan hanya menoleh kearahnya dan sedikit senyuman.


"Aku enggak apa-apa Yank." Jawab Kenan.


bersambung.....


Maaf soal kemarin authornya enggak sempat up, karena ada kesibukan.


Jangan lupa terus berikan like, komen dan Vote.


Author liat Komen dan likenya menurun juga.


Jangan lupa mampir di CINTA YANG KUNANTIKAN.


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2