Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 50 Season 2


__ADS_3

Kini Diva, baby Khay juga bi Siti benar-benar sudah berada di kota Z sekarang, saat ini Diva dalam perjalanan menuju rumah orangtuanya dari bandara, mereka di jemput oleh sopir yang di kirim pak Fikram karena Diva sudah memberitahukan kepada orangtua dan mertuanya, kalau dirinya juga baby Khay menuju ke kota Z, orangtua maupun mertuanya sempat kaget dengan kedatangan Diva yang sangat tiba-tiba, mereka mengira kalau Kenan dan Diva sedang ada masalah. Setelah menempuh perjalanan sekitaran sejaman, karena kebetulan jalanan juga lagi macet, akhirnya mobil yang di tumpangi Diva tiba di kediaman keluarga Fikram, di sana juga sudah ada Pak Salman dan Bunda Vivian yang sudah menunggunya, para orangtua itu tampak duduk di sebuah kursi bersantai di halaman depan rumah.


"Assalamualaikum, Opa-opa dan Oma-oma." Ucap Diva setelah turun dari mobil dan langsung menghampiri mereka.


"Walaikumsalam kesayangannya opa sama Oma." Balas para orangtua yang hampir bersamaan.


"Kalian apa kabar ?" Tanya Diva menyalimi tangan para orangtua secara bergantian setelah baby Khay berada di gendongan Bunda Hani.


"Kami baik Nak, kamu dan Abang bagaimana ?" Jawab bunda Vivian, kemudian balik menanyakan keadaan menantu dan cucunya.


"Alhamdulillah aku sehat Bun, kalau Abang baru juga sembuh, kemarin-kemarin dia sempat demam." Jelas Diva memeluk mertuanya itu, karena sudah lama tak bertemu.


"Kenan kapan pulangnya Div ?" Kini giliran Pak Salman yang bertanya.


"Mungkin sekitar seminggu atau dua mingguan dia di sana Yah, tergantung pekerjaannya." Terang Diva lalu ikut duduk di kursi di tengah-tengah bunda Vivian dan Bunda Hani, setelah tadi melepaskan pelukannya dari bunda Vivian.


"Kamu kenapa enggak ikut ?" Pak Salma lagi-lagi mengeluarkan pertanyaan.


"Aku enggak bisa Yah, soalnya pas Kenan berangkat Abangnya lagi demam, lagian kalau aku ikutan, bosan juga di sana soalnya Kenan pasti sangat sibuk." Jelas Diva dan di angguki Pak Salman.


"Ya sudah lebih baik sekarang kita masuk, sebentar lagi waktu magrib, kita siap-siap untuk sholat, setelah itu baru kita makan malam, dan melanjutkan ngobrol-ngobrolnya !!" Ujar Bunda Hani lalu beranjak dari duduknya masih menggendong cucunya kemudian di ikuti oleh semuanya, sedangkan bi Siti sudah masuk terlebih dahulu.


🍀🍀🍀


Setelah melakukan sholat magrib berjama'ah di kediaman keluarga Fikram, semuanya melanjutkan makan malam, saat makan malam Arka beserta istri dan anaknya datang, karena saat ini Arka sudah memiliki rumah sendiri.


"Assalamualaikum." Ucap Arka menyalimi tangan para orangtua secara bergantian di ikuti Vara melakukan hal yang sama sambil menggendong putranya Raydan, kemudian beralih kepada Diva.


"Walaikumsalam, Kak Arka, Kak Vara Kenapa baru datang ?" Tanya Diva.


"Tadi habis pulang kantor, jemput kakak kamu dulu dirumah, baru kesininya." Jelas Arka yang sudah duduk di samping Pak Salman, sedangkan Vara duduk di samping Diva.


"Ya sudah nanti saja ngobrolnya, lebih baik kalian makan dulu." Sela Pak Fikram.


Semuanya pun makan dengan tenang, tak seperti biasanya yang selalu ada obrolan di sela-sela mereka makan. Sekitar 30 menit semuanya sudah menyelesaikan makan malam, kemudian berpindah ke ruang tengah, di sana mereka sudah berkumpul, kecuali Kenan.


"Oh iya Dek, Kenan Kemana ? Tumben kalian kepisah ?" Tanya Arka karena sedari tadi ia tak melihat keberadaan adik iparnya itu.


"Kenan ada kerjaan di Singapore, kak." Jawab Diva sambil memberikan cemilan kepada baby Khay juga Raydan.


"Oh, kamu tau enggak kalau Hera sahabat kamu sudah lahiran ?" Vara ikut menimpali.


"Makanya itu kak, aku mendadak ke sini, bisa-bisanya si Rafa tengik itu enggak ngabarin aku kak, apalagi yang aku dengar kalau Hera saat ini sedang koma kak." Jelas Diva mulai tersungut emosi dikala ia mengingat Rafa.


"Siapa yang ngasi tahu kamu ?"Kini Bunda Hani yang ikut menimpali dan di angguki Bunda Vivian, pasalnya mereka juga baru tahu tentang keadaan Hera.


"Lani yang kasih tahu Bun, karena waktu setelah tiga hari kelahiran anak mereka, mamanya Lani tidak sengaja bertemu Rafa di rumah sakit, dan Rafa memberitahu keadaan Hera, itupun Rafa terpaksa memberitahu, soalnya bunda tahu sendiri kalau mamanya Lani kepoan." Jelas Diva.


"Jadi kapan rencananya kamu mau jenguk dia nak ?" Tanya Bunda Vivian.

__ADS_1


"Besok Bun." Sahut Diva membersihkan sisa makanan yang menempel pada mulut putranya.


"Bunda ikut ya, bunda juga mau melihat keadaan Hera dan bayinya." Ucap Bunda Vivian.


"Bunda juga ikut, Vara kamu juga ikut kan ?" Bunda Hani ikut menimpali, dan beralih kepada menantu perempuannya.


"Iya Bun, biar nanti Abang Raydan saya titip sama mama." Jelas Cara ingin menitipkan putranya pada orangtuanya.


"Yah, kalian enggak ikutan juga ?" Tanya Arka kepada Pak Fikram dan pak Salman.


"Tidak kami di rumah saja, iya enggak Man ?" Jawab Pak Fikram beralih pada besannya.


"Iya soalnya kalau sudah berhadapan dengan para ibu-ibu, biasanya suka ribet." Canda Pak Salman.


"Jadi maksud ayah kalau sama bunda ribet gitu ?" Bunda Vivian menatap suaminya dengan tatapan membunuhnya.


"Canda Bun, maksud ayah, ayah enggak usah ikut, mending ayah tinggal dirumah jagain cucu." Ucap Pak Salman.


"Var, Abang Raydan nya enggak usah di titip sama mama kamu, biar ayah yang jagain !!" Ujar Pak Fikram kepada Vara.


"Apa enggak ngerepotin yah ?" Tanya Vara sedikit merasa tidak enak, karena biasanya ia menitipkan anaknya pada mertuanya tapi jika bersama Bunda Hani walaupun bereng dengan Pak Fikram, tapi kali ini hanya ada ayah mertuanya saja.


"Tidak apa-apa, kalian pergi saja !!" Ucap Pak Fikram.


"Abang, besok Abang yang nakal ya, kalau di jagain opa, Ok !!" Seru Arka kepada putranya lalu menaikkan tangannya agar putranya itu bertos dengannya. Raydan pun langsung bertos ria dengan papinya. Semua yang melihat kepintaran dan Raydan tertawa, karena Raydan memang sangat kompak dengan papinya itu, kini Raydan berumur Hampir dua tahunan, dia juga sudah dapat lari-larian, bahkan anak Arka itu sangatlah aktif, seringkali membuat Vara kewalahan menjaganya.


Masih dengan memberi Asi pada putranya, dengan posisi baring dengan miring ke kanan, tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan video, Diva berusaha meraih ponselnya yang berada di atas nakas, setelah berhasil ia melihat kalau suaminya lah yang menghubunginya, tak butuh waktu lama ia langsung menjawabnya.


📞 "*Assalamualaikum sayang." Sapa Kenan sambil melambaikan tangannya kepada istrinya.


📞 "Walaikumsalam by', kamu apa kabar, terus kenapa baru ngasih kabar juga, dari tadi aku hubungi tapi enggak kamu jawab, kamu kemana saja by ?" Tanya Diva beruntun.


📞 "Astagfirullah yank, pertanyaannya banyak banget. Aku sanagat sibuk yank, maaf enggak sempat ngabarin, pas aku sampai semalam aku mau hubungi kami tapi sudah sangat larut malam, jadi tidak aku tidak menghubungi mu, takut ganggu istirahat kamu Yank, dan soal tidak menjawab panggilan kamu tadi siang, ponsel aku kelupaan di mobil yank." Jelas Kenan panjang lebar.


📞 "Oh iya, kata pak Anton kamu berangkat ke kota Z ya yank, emangnya ada apa, kok mendadak banget ??" Tanya Kenan.


📞 "Iya soalnya, Hera sudah lahiran sekitar seminggu yang lalu, tapi keadaan Hera sekarang dia sedang koma by', makanya aku kesini buat jengukin dia." Jelas Hera.


📞 "Jadi kamu sudah jenguk yank, terus keadaannya bagaimana ?"


📞 "Aku belum jenguk by', rencananya besok aku sama para bunda juga kak Vara baru mau jengukin, bunda juga baru tahu tadi by'." Jelas Diva.


📞 "Oh, kalau pergi hati-hati yank, terus sampaikan juga salam aku kepada Rafa !"


📞 "Iya, kamu di sana bagaimana by ?" Tanya Diva*.


Baby Khay yang belum terlalu tidur nyenyak terbangun, saat mendengar suara ayahnya.


*📞 "Yayayaa (Celotehan baby Khay)

__ADS_1


📞 "Wahh anak ayah kok belum tidur ?" Ujar Kenan saat Diva mengarahkan ponselnya kepada baby Khay.


📞 "Iya nih yah, dianya kebangun waktu dengar suara kamu." Ucap Diva.


📞 "Duhh... Ayah jadi kangen sama kalian." Ujar Kenan.


📞 "Makanya ayah cepat pulang dong, Abang juga sudah kangen sama ayah !" Diva berbicara menirukan suara anak kecil.


📞 "Kalau bunda kangen juga enggak sama ayah ?" Goda Kenan.


📞 "Kangen, tapi dikit." Sahut Diva tersenyum.


📞 "Ayah baik-baik kan di sana ?" Tanya Diva.


📞 "Aku sakit Yank, sudah sedari pagi." Ucap Kenan dengan wajah dibuat-buat lesu.


📞 "Terus kamu sudah minum obat by, buruan gih periksa sama dokter, pasti karena kamu kelelehan by." Ujar Diva terlihat khawatir.


📞 "Aku sudah ke dokter tadi yank, tapi kata dokter aku enggak apa-apa, aku hanya butuh kamu di samping aku." Ujar Kenan membuat Diva melototkan matanya.


📞 "Astaga by', kirain kamu sakit beneran."


📞"Enggak Yank, aku enggak apa-apa kok, aku cuman kangen sama kamu." Ucap Kenan terdengar manja.


📞 "Iya aku doain pekerjaan kamu cepat selesai, dan kembali berkumpul sama kita."


Baby Khay yang belum tertidur, ia terus melambaikan tangannya ingin merebut ponsel bundanya, seolah ia ingin bersama ayahnya Kenan.


📞 "Itu Abangnya kenapa Yank ? Tanya Kenan melihat putranya sudah mau menangis karena Diva menjauhkan ponsel darinya.


📞 "Dia mau ambil ponsel aku By'." Jawab Diva.


Tak lama baby Khay pun menangis karena ia ingin di panggil Kenan.


📞 "Ya sudah by', kamu istirahat juga gih, aku mau tidurin Abang dulu !!


📞"Ya sudah, i Miss you sayang. ummuaaahh." Ucap Kenan lalu memberikan kiss bay untuk istrinya.


📞 "I Miss you to by', ingat hati-hati jaga kesehatan." Balas Diva juga memberikan kiss bay untuk suaminya*.


Panggilan pun berakhir, kemudian Diva menenangkan putranya, yang sedang menagis karena ingin bersama ayahnya.


Bersambung....


Budayakan like, Komen, dan vote sebanyak-banyaknya....


Milik juga profil Author, di sana ada karya Author lainnya dan tak kalah seru....


Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2