
Di kamar Kenan dan Diva
Nampak Kenan yang baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk berwarna hitam yang hanya menutup bagian pinggang hingga diatas lutut.
Kenan menghampiri Diva yang sedang berdiri didepan jendela kamar menatap lurus kedepan, Kenan langsung memeluk Diva dari belakang.
Diva merasa sebuah tangan melingkar dipingganya dan ia tahu pemilik tangan tersebut adalah suaminya, ia buru-buru menyekah air matanya.
Kenan yang melihat istrinya tengah menangis langsung membalikkan tubuh kecil istrinya itu Menangkup wajahnya dan menatap istrinya.
" Kamu kenapa Yank, Hem ?" Tanya Kenan menghapus jejak air mata Diva menggunakan ibu jarinya.
Diva hanya menggelengkan kepalanya dan langsung berhambur kepelukan suaminya.
" Kamu janji by', kamu tidak akan macam-macam, kamu akan selalu menjaga hati kamu buat aku, dan kamu harus selalu mengubungiku. " Sahut Diva dengan suara yang berat karena berusaha menahan tangisannya.
" Aku janji yank, aku benar-benar sangat mencintaimu, aku akan selalu menjaga hati aku buat kamu. " Jawab Kenan melepaskan pelukan istrinya, kemudian mencium kening dan bibir Diva sekilas.
" Aku akan selalu menghubungimu. " Lanjut Kenan setelah mencium istrinya itu.
Diva tersenyum mendengar semua ucapan Suaminya, dan memundukkan sedikit tubuhnya.
" Sekarang kamu pakai baju kamu by', itu sudah aku siapkan diruang ganti. " sahut Diva sedikit mendorong dada polos Kenan.
" Kamu mau godain aku Yank. " Ucap Kenan mengedipkan matanya.
" Dasar mesum, siapa juga mau godain kamu, buru pakai bajunya, yang lain udah nungguin." Ujar Diva.
Kenan tersenyum mendengar ucapan istrinya itu, mencium kening Diva lalu berjalan menuju ruang ganti.
Sepuluh menit kemudian Kenan keluar dari ruang ganti dengan pakaian sudah lengkap dengan sebuah tas ditangannya.
" Ayo Yank. " Sahut Kenan merangkul pundak istrinya.
" Tunggu sebentar aku ambil tas aku dulu by'." Sahut Diva langsung mengambil tasnya di atas meja dekat sofa.
Mereka segera turun dan ternyata Ray dan Arka sudah menunggunya, karena Arka yang akan mengantar Kenan dan Ray kebandara, Diva jangan ditanya pasti ikut juga untuk mengantar Suaminya.
" Acara perpisahan sudah selesai, dan stok kangennya udah dikasih full kan. ?" Tanya Ray saat melihat pasangan itu berada didepannya.
" Udah tenang aja, bahkan wadahnya kagak muat. " Jawab Diva ngasal.
Sedangkan Kenan dan Arka hanya tersenyum mendengar obrolan tak berfaedah Ray dan Diva.
Sekarang mereka sudah jalan dengan Arka yang mengemudi, Ray duduk disamping Arka, Kenan dan Diva pastinya di jok belakang.
Diva terus saja bersandar dibahu Kenan, sedangkan Kenan memeluk pinggang Diva dari samping.
" Lengket amat lu dek, kayak tokek. " Sahut Arka jengah melihat Mereka dari kaca spion depannya.
Ray berbalik melihat pasangan pasutri itu, dan kembali memutar matanya malas.
" Iri aja lu kak, bentar lagi juga bakalan ada yang nempelin elu. " Sahut Diva acuh dengan perkataan kakaknya.
" Nan, Ray kalian datangkan ke Acara nikahan gue ?" Tanya Arka melihat Kenan dari spion dan beralih melihat Ray.
" Insyaallah Kak, Tapi mungkin tidak bisa secepatnya, mungkin dua hari sebelum hari H baru bisa datang. " Jawab Kenan.
" Kalau elu Ray ?" Arka kembali bertanya kepada Ray.
__ADS_1
" Insyaallah gue pasti juga datang, tenang aja kak. " Jawab Ray sambil berbalas pesan dengan seorang.
Setelah satu jam perjalanan mereka sampai di bandara, mereka langsung menuju terminal keberangkatan menuju kota xx.
Kenan dan Diva berjalan sambil bergandengan tangan, dengan Ray berada disamping Kenan.
" Yank, kamu baik-baik, dan jangan lagi kamu bawa-bawa motor. " Ucap Kenan saat sudah ingin masuk di stasiun keberangkatan.
Lima belas menit lagi pesawat mereka akan takeout.
" Iya by', ingat kamu juga jangan macem-macem kamu sudah punya istri nungguin kamu disini. " Jawab Diva memperingati dan memeluk suaminya itu.
" Aku berangkat ya, Yank. " Sahut Kenan mencium kening istrinya agak lama setelah diva melepaskan pelukannya.
Diva menitihkan air matanya saat melihat kenan pergi, Arka memeluk bahu adiknya menyandarkan dibahunya.
sedangkan Kenan terus berjalan dan sesekali menengok kebelakang melihat istrinya dan Ray hanya melambaikan tangannya disertai senyuman.
Saat Kenan dan Ray sudah tidak terlihat, Arka segera mengajak Diva untuk pulang.
Di sisi Kenan
Sekarang Kenan dan Ray sudah berada didalam pesawat, Kenan sedang menyandarkan tubuhnya dikursi pesawat sambil menatap keluar lewat jendela pesawat.
" Aku kangen Yank. " Kenan bergumam namun masih bisa didengar Ray yang duduk disampingnya.
" CK...baru juga beberapa menit ketemu, udah kangen aja lu, lebay lu. " Sahut Ray jengah melihat kebucinan sahabatnya itu.
" Elu mana ngerti perasaan gue, elu kan jomblo. " Ujar Kenan tanpa menoleh kearah sahabatnya.
Kenan langsung menoleh kearah sahabatnya itu, saat mendengar perkataannya.
" Maksudnya Lani ?" Tanya Kenan kaget tak percaya.
Bukannya meremehkan pesona sahabatnya, tapi ia tidak menyangka Lani yang bentuknya seperti laki-laki, bisa luluh dengan Ray.
" Iya siapa lagi. " Jawab Ray malas, Karena Kenan bertanya seolah-olah tak percaya.
" Nggak sia-sia gue ngejar-ngejar dia kemanapun selama ini, walaupun dibantu Rafa sih. " Ujar Ray memasang earphone ditelinganya, dan menyetel lagu kesukaannya dari ponsel, dan memejamkan matanya.
Kenan yang melihat Ray memejamkan matanya ia mencoba untuk memejamkan matanya juga dan bersandar di kursi pesawat.
" Tunggu aku kurang dari tiga Minggu lagi Yank...." Ucap Kenan dalam hatinya.
Sementara di sisi Diva
Diva nampak berkumpul dengan teman-temannya di ruangan biasanya mereka berkumpul.
Kali ini Lani berbeda dari biasanya, ia lebih banyak diam, ia terlihat lebih kalem tidak lagi banyak tingkah dan menjahili teman-temannya, hal itu membuat teman-temannya aneh melihatnya.
" Lan, Kenapa lu, kayak orang lagi ditinggal pacar lu. " Sahut Diva melempari temannya itu menggunakan bantal.
" Kagak apa-apa, Gue lagi nggak enak badan aja. " Jawab Lani merebut cemilan di tangan Hera.
__ADS_1
" Wooiisss cemilan gue. " sahut Hera kembali merebut cemilannya kembali.
" Pelit amat lu Saodah, itukan banyak lu bisa ambil lagi kan. " Ucap Lani mengambil minuman kaleng diatas meja.
" Kalian udah pada nyiapin perlengkapan sekolah kalian, besok kita sudah sekolah loh ?" Tanya Kiki melihat teman-temannya.
" Sudah. " Jawab Diva santai.
Teman-temannya yang mendengar jawaban Diva seolah-olah menatapnya tak percaya.
" Ngapain kalian natap gue kayak begitu, seolah-olah gue maling ?" Tanya Diva mengangkat kedua alisnya.
" Yah, kita heran aja gitu, tumben lu nyiapin perlengkapan sekolah lu, biasanya kan elu masa bodoh." Jawab Kiki mewakili teman-temannya.
" Itu Kenan yang nyiapin semua, dari buku gue sampai keseragam-seragam gue. " Jawab diva tanpa melihat kearah teman-temannya.
" Gila....udah ganteng, keren, perhatian lagi, pokoknya suami idaman banget deh. " Sahut Jova menopang dagunya melihat keatas.
" Oh iya Div, si Ray udah punya pacar belum ?" Tanya Jova antusias menatap Diva yang sedang bermain ponsel.
Lani yang mendengar pertanyaan Jova langsung batuk-batuk.
" Kenapa lu Lan ?" Tanya Kiki.
" Ah...kagak kenapa-napa gue, gue keselek aja. " Jawab Lani segera meminum minumannya.
Kiki menatap curiga temannya itu, karena tidak biasanya Lani seperti itu.
Pasti ada yang Lani sembunyikan ke mereka, pikir Kiki.
" Ray kira-kira Ray punya pacar kagak ?" Jova kembali bertanya kepada Diva.
" nggak tau dia nggak pernah cerita. " Jawab Diva.
" Dia kan tinggal dirumah Lo, masa lu kagak tau, lu kagak pernah gitu dengar Ray dan Kenan cerita-cerita soal pacar Ray. ?" Ujar Jova.
" Iya tapi elu tau sendiri gue dirumah sakit, lagian dia selalu keluar sama si Rafa. " Sahut Diva menatap Jova.
" Kenapa elu nanya-nanya kayak begitu elu suka sama Ray ?" Tanya Hera tanpa mengalihkan pandangannya dari Televisi.
" Iya gue jatuh cinta sama dia, kali ini rasanya beda saat gue ngejar-ngejar kak Arka. " Jawab Jova melihat keluar lewat jendela.
Lani yang mendengar Pengakuan sahabatnya itu, merasakan sesak dihatinya.
Lani menatap sahabatnya itu senyum-senyum sendiri, mungkin ia sedang membayangkan Ray, Pikir Lani.
Lani yang melihat Jova senyum-senyum sendiri.
*Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak
Like
Coment
Vote
__ADS_1
Thanks para readers
🤗🤗🤗🙏🙏🙏*