
Kenan, Diva dan tidak lupa si kecil baby Khay. Keluarga kecil Kenan kini berada di sebuah cafe yang berada di bandara Singapore Changi airport untuk menunggu keberangkatan mereka, hari ini Kenan dan anak istrinya akan kembali ke tanah air setelah hampir setahun mereka tinggal di negara Singapore.
Sedangkan Pak Salman, Bunda Vivian, dan keluarga Pak Fikram sudah kembali 2 minggu yang lalu karena ada pekerjaan yang mengharuskan mereka kembali, terlebih Perusahaan Pak Salman ada sedikit masalah.
Untuk Rafa, Hera, Ray dan juga Lani sudah kembali dari 3 hari setelah acara piknik.
Tampak Kenan sedang mengajak baby Khay bermain, atau hanya sekedar mengajaknya berbicara, walau baby Khay tidak mengerti dengan apa yang ia katakan. Sementara Diva memakan makanannya. Tidak lama baby Khay tertidur di pangkuan Kenan.
"Yank, kamu beneran nggak apa-apa kita balik ke kota Xx ?" Tanya Kenan karena rencana awalnya mereka akan balik ke kota Z terlebih dahulu, karena seminggu lagi acara pernikahan Rafa dan Hera, namun rencana awal harus berubah karena Office Kenan juga ada masalah dan mengharuskan Kenan turun tangan langsung menyelesaikan masalah tersebut.
"Aku nggak apa-apa, lagian kita bisa berangkat bareng Ray juga Lani nantinya." Jawab Diva tersenyum.
"Dan semoga masalah Office cepat selesai ya by'." Lanjut Diva.
"Terimakasih pengertiannya ya sayang, jadi makin sayang deh." Ucap Kenan.
Keduanya melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu panggilan keberangkatan mereka. Tiba-tiba baby Khay tersenyum tapi masih menutup matanya.
"Yank...baby Khay senyum-senyum, bikin gemes aja." Ujar Kenan yang melihat baby Khay.
"Kalau sama aku gemes juga nggak by'." Sahut Diva.
Kenan beralih melihat kearah istrinya itu yang duduk di depannya.
"Lebih gemesin baby Khay yank." Ucap Kenan.
"Oh ..gitu, dulu aja bilang aku gemesin, jadi sekarang udah nggak." Ucap Diva mengerucutkan bibirnya seolah-olah ia tengah merajuk.
"Nah...kalau bibirnya seperti itu kamu baru gemesin yank, rasanya pengen aku cium deh..." Ucap Kenan menarik turunkan alisnya.
"Apa sih .... Nggak ada cium-cium pokoknya !"
"Kamu nggak kasian sama aku yank, sudah berbulan-bulan loh aku puasa, masa sampai sekarang belum buka juga akunya yank, takjilnya kan juga udah siap, udah lebih 40 hari loh ini." Ucap Kenan panjang lebar.
"Kamu ngitung by' ?" Tanya Diva.
"Hitung lah, setiap hari aku beri lingkaran pada kelender, dan sekarang sudah 44 hari." Terang Kenan.
Diva hanya geleng-geleng kepala, menanggapi perkataan suaminya.
🍀🍀🍀
Kini Kenan dan Diva beserta baby Khay sudah berada di dalam pesawat, tampak baby Khay tertidur nyenyak, bahkan pada saat pesawat takeout baby Khay tak merasa terganggu sama sekali.
"Yank, itu botol susunya lepas aja dulu, itu baby Khay nya juga udah nyenyak banget !" Seru Kenan.
__ADS_1
"Iya by'." Sahut Diva dan segera meraih botol susu yang berada di mulut babynya.
"Nyenyak banget tidurnya." Ujar Kenan.
"Iya by', sepertinya dia suka naik pesawat." Sahut Diva menatap putranya tertidur lelap, sambil menyandarkan kepalanya di bahu lebar suaminya.
🍀🍀🍀
Setelah melakukan penerbangan hampir 2 jam akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna di bandara internasional kota Xx.
Diva menggendong baby Khay, sedangkan Kenan mendorong troli berisikan beberapa koper miliknya dan juga milik istri dan anaknya. Mereka menyusuri koridor bandara untuk segera keluar, karena Pak Urip selaku sopir Keluarga pak Salman sudah menunggu mereka di loby bandara.
Pak Urip yang melihat kedatangan Majikan mudanya itu segera ia menghampirinya. Kemudian membantu Kenan membawa koper-kopernya ke mobil yang terparkir cukup jauh.
"Aden dan nona apa kabar ?" Tanya Pak Urip saat mereka berjalan beriringan menuju mobil.
"Alhamdulillah kami sehat Pak. Bapak bagaimana ?" Sahut Kenan kemudian balik bertanya.
"Alhamdulillah baik Den." Jawab Pak Urip.
"Maaf ya Den, parkirnya jauh soalnya tadi nggak ada tempat buat markit dekat dari loby.
"Nggak apa-apa Pak."
"Tapi kasian Den mudanya." Sahut Pak Urip melihat baby Khay di gendongan Diva.
Setelah sampai di mobil Diva langsung masuk ke mobil karena takut baby Khay kenapa-napa jika berlama-lama di luar, apalagi cuaca hari ini sangatlah panas. Sedangkan Kenan membantu Pak Urip memasukkan koper-koper nya di bagasi, untung saja Pak Urip membawa mobil yang cukup besar jadi bisa muat koper bawaan Kenan dan Diva yang terbilang banyak, karena mungkin ada 8 koper besar. Setelah semuanya beres Kenan menyusul masuk ke mobil begitupun dengan Pak Urip dan langsung menjalankan mobil tersebut meninggalkan bandara,
menuju kediaman keluarga Salman.
"Wahh.... Den, anaknya mirip aden banget pas waktu kecil." Ujar Pak Urip.
"Kan dia anak saya Pak, jadi tentu saja mirip saya." Ucap Kenan.
"Bapak salah, semua yang melihat baby Khay semua pada bilang kalau baby Khay lebih mirip sama Ayah Salman." Sahut Diva.
"Yang bilang seperti itu, mereka salah besar yank, baby Khay itu anak aku, kenapa harus mirip Ayah." Kenan masih belum terimah kalau putranya lebih mirip Pak Salman.
"Tapi baby Khay memang mirip Ayah kan ?"
"Enak aja...." Sahut Kenan kesal.
Pak Urip yang mendengar perdebatan majikan mudanya itu hanya bisa geleng-geleng kepala, dan tersenyum.
Setelah kurang lebih satu jam perjalanan akhirnya mobil yang di kendarai Pak Urip sudah terparkir di depan pintu masuk rumah.
Di sana sudah ada Ayah Salman dan Bunda Vivian menunggu mereka di depan pintu.
"Assalamualaikum..." Ucap Kenan dan Diva bersamaan lalu menghampiri kedua orangtuanya maraih tangannya secara bergantian untuk bersalaman.
__ADS_1
"Walaikumsalam....selamat datang dirumah cucu Oma ...." Bunda Vivian langsung mengambil alih gendongan baby Khay dari Diva.
Begitupun Ayah Salman menyambut gembira cucunya itu, sedangkan Kenan dan Diva mereka abaikan.
"Sepertinya kita sudah tidak dianggap mereka yank." Ujar Kenan.
"Kalau begitu lebih baik kita masuk saja yuk." Ajak Kenan merangkul pundak Diva masuk ke dalam rumah.
Sedangkan Opa dan Oma itu asik dengan cucunya, tanpa menghiraukan perkataan Kenan dan Diva.
Ayah Salman dan Bunda Vivian menyusul masuk menghampiri Kenan dan Diva yang kini duduk di ruang tengah.
"Bunda Ayah, kalian apa kabar ?" Tanya Diva basa-basi.
"Alhamdulillah Kami sehat sayang." Jawab Bunda Vivian ikut duduk di sofa sambil memangku baby Khay.
"Bagaimana perusahaan ayah ?" Tanya Kenan kepada ayahnya.
"Masih belum beres, dan kalau bisa besok kamu ke office untuk mengecek semuanya ! Ujar ayah Salman.
"Baik Yah.
"Ya sudah kalian bersihkan badan kalian dulu, setelah itu turunlah untuk makan siang !" Seru Bunda Vivian.
"Baby Khay biar bunda yang urus, dan kamarnya juga sudah beres, di samping kamar kalian." Tambah Bunda Vivian.
Kenan dan Diva hanya mengangguk kemudian pamit kepada orangtuanya untuk kekamar.
Sedangkan Bunda Vivian membawa baby Khay ke kamar untuk ia bersihkan.
Bersambung....
Hay...Hay Season 2 mulai up dan di sini akan menceritakan bagaimana kehidupan rumahtangga Kenan dan Diva, Ray dan juga Noval. di sini juga di ceritakan kisah cinta Jova.
Tetap dukung terus ya readers, tanpa dukungan kalian dengan cara
Like
Coment
vote
Favorit
Rate
Terimakasih 🙏🙏🙏❤️❤️❤️
__ADS_1