
" Yank..." Sahut Kenan langsung duduk disandaran samping sofa, sambil meletakkan dagunya diatas kepala istrinya, saat sampai dikamar.
Namun Diva tetap tak menghiraukan Kenan, ia sibuk berbalas pesan di grup chat teman-teman ceweknya.
" Yank maksud aku bukan gitu, aku suka kamu apa adanya kok, kamu tetap wanita paling cantik bagi aku, wanita ter-ter anggun pokoknya. " Ucap Kenan sambil menciumi pucuk kepala Diva.
" Bohong banget kamu. " Sahut Diva memutar matanya jengah.
" Aku tidak bohong yank.. " Ujar Kenan berpindah duduk didepan istrinya, sambil mencubit gemas kedua pipi Diva.
" Tadi aja di bawah, kamu ngatain aku bentukannya kayak laki, sekarang anggun. " Ucap Diva sambil meletakkan ponselnya diatas meja.
" Apa itu bukan bohong namanya. " Diva melanjutkan ucapannya dan berjalan menuju tempat tidur membaringkan dirinya dan menarik selimut sampai pinggang.
Kenan mengikuti Diva naik ketempat tidur dan membaringkan dirinya ikut masuk dalam selimut langsung memeluk diva dari samping dan kakinya ia letakkan diatas paha Diva.
" Yank kamu jangan marah lagi dong, besok aku kembali loh. " Ujar Kenan menggosok-gosokkan hidungnya dibahu Diva.
" Balik saja kamu sana, siapa tau disana kamu dapat cewek yang bentuknya nggak kayak aku. " sahut Diva menutup seluruh badannya dengan selimut.
Hal itu membuat Kenan menyunggingkan senyum smirknya, karena tanpa Diva sadari Kenan ikut masuk dalam selimut.
" Kamu mau main di dalam selimut Yank ?" Tanya Kenan sambil mengelus lengan Diva dengan gerakan sensual.
Diva langsung menoleh kearah Kenan, dan segera menyibak selimut, namun sebelum itu terjadi Kenan lebih dulu menindih tubuh Diva.
" Ka...kamu mau ngapain by' ?" Tanya Diva gugup saat melihat Kenan berada diatasnya, terus menatapnya dengan tatapan seolah-olah akan menerkamnya hidup-hidup.
" Mau makan kamu Yank. " Jawab Kenan dengan suara berat karena sudah diliputi gairah.
Kenan langsung menciumi seluruh wajah Diva dan turun ke lehernya membuat tanda kepemilikan.
Mereka melakukan hal yang biasa suami istri lakukan. mereka melakukannya berkali-kali sampai larut malam. karena mereka akan bertemu kembali dalam kurun waktu cukup lama.
Setelah melakukan aktivitas mereka Kenan berbaring disamping Diva dan menariknya masuk kedalam pelukannya begitupun diva membalas pelukan suaminya.
" I love you Yank. " Ucap Kenan mengecup pucuk kepala Diva dengan nafas yang masih memburuh.
" I love you more by'. " Jawab Diva mengeratkan pelukannya.
Diva pun memejamkan matanya karena ia sudah ngantuk dan kelelahan akan aktivitas mereka, begitupun dengan Kenan, tak lama merekapun terlelap saling memeluk di dalam balutan selimut menutupi tubuh polos mereka.
Keesokan harinya
Setelah sarapan mereka kembali kekamar mereka masing-masing untuk siap-siap kerumah Vara.
Kenan dan diva terlihat sangat serasi dengan Diva memakai gaun berwarna abu-abu senada dengan stelan jas Kenan. Kenan sampai tak berkedip melihat Diva yang mengenakan gaun.
*Kenan yang tak berkedip melihat penampilan Diva
Anggap ini Diva ya readers
*
" Ngedip by'. " Sahut Diva saat melihat suaminya dipantulan cermin yang terus menatapnya tak berkedip.
Kenan menghampiri istrinya itu dan langsung memeluknya dari belakang menaruh dagunya di bahu istrinya yang sedang merapikan pakaiannya di depan cermin.
__ADS_1
" Kamu cantik Yank. " Ujar Kenan kemudian menatap istrinya dari pantulan cermin didepannya.
" Aku jadi tambah tidak bisa jauh-jauh dari kamu Yank, aku pengennya makan kamu terus. " Kenan melanjutkan ucapannya kemudian mengedipkan sebelah matanya.
Diva membalikkan badannya kemudian mencubit pinggang Kenan
" Mesum. " Sahut Diva kemudian mengalungkan tangannya keleher suaminya, sedangkan Kenan hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya, dan meletakkan kedua tangannya dikedua sisi pinggang Diva Kenan menempelkan keningnya di kening Diva sampai hidung mereka bersentuhan.
" I love you my wife. " Ucap Kenan Masi posisi seperti itu.
" I love you to my hubby. " Jawab Diva.
Kenan mengecup bibir Diva sekilas dan melepaskan pelukan mereka.
Tok...tok... terdengar suara ketukan pintu dari luar, Kenan dan Diva segera keluar.
" Lama banget kalian, kalian sudah ditunggu dibawah. " Ucap Ray saat melihat sang empunya kamar keluar, dan menutup pintu mereka kembali.
" Ya sudah ayo turun. " Jawab Kenan dingin dan mengandeng tangan Diva, dengan muka datarnya.
Ray menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu sedang dalam mode on datar+dingin.
" Dasar Es. " Gumam Ray segera mengikuti pasangan itu, karena ia juga ikut kerumah Vara.
Mereka sudah berkumpul diruang keluarga, ayah Fikram tidak memberi tahu Keluarganya, karena lamarannya terkesan mendadak, nanti Acara nikahannya baru ia akan memberi tahu keluarga yang lain.
Mereka berangkat mengunakan dua mobil
mobil Arka dikemudikan Ray, bersama Kenan dan juga Diva.
sedangkan mobil ayak Fikram dikemudian oleh supir ditumpangi Ayah Salman, Bunda Hani dan juga Arka.
Mereka di sambut baik oleh keluarga Pak Tomo.
" Assalamualaikum. " Ucap pak Fikram saat sampai didepan pintu rumah kediaman Pak Tomo, yang memang pak Tomo dan istri menyambut kedatangan mereka.
" Walaikumsalam, pak Fikram, Bu' Hani, mari silahkan masuk. " Jawab pak Tomo mempersilahkan mereka untuk masuk.
Kenan, Diva, Arka, dan Ray masuk, dengan pak sopir sibuk menurunkan seserahan lamaran dari mobil dibantu asisten rumah keluarga pak Tomo.
Setelah mereka duduk diruang yang sudah disulap menjadi ruangan untuk acara lamaran, walaupun mendadak tapi sepertinya pak Tomo mempersiapkan semuanya dengan sangat baik, nampak ruangan itu terbagi dari dua sisi dengan posisi kursi saling berhadapan, dengan meja tampak memanjang sebagai penghalang dikedua sisi.
Ayah Fikram tidak menyangka kalau acaranya akan jadi mewah seperti ini, karena Pak Tomo ingin acara lamaran putrinya terkesan, dan mencoba memberikan yang terbaik buat putri sulungnya, walaupun putrinya itu sudah berbuat kesalahan, tapi ia tetap melakukan ini, Karena ia sangat menyayangi kedua putrinya.
Tak lama Vara keluar didampingi oleh Jova, ia terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun putih yang ia kenakan, membuat Arka tak berkedip melihatnya.
Gaun yang dikenakan Vara, simple namun terlihat tetap elegan.
Vara yang ditatap seperti itu menundukkan kepalanya karena ia merasa malu dan gugup.
" Ngedip kak, ngedip. " bisik Diva sedikit memajukan badannya karena Arka berada didepannya.
Arka hanya menoleh kearah adiknya itu, mencebikkan bibirnya.
Sekarang Arka duduk ditengah-tengah kedua orangtuanya, begitu juga dengan Vara yang duduk berhadapan dengannya yang juga duduk di tengah-tengah kedua orangtuanya.
Setelah kedua keluarga tampak semua berada diruangan tersebut, ayah Fikram sedikit berdehem menetralkan tenggorokan sebelum memulai pembicaraannya, mengutarakan niatnya datang kekediaman keluarga Tomo Wiratmaja.
" Bismillahirrahmanirrahim, Tanpa basa-basi lagi, kami keluarga besar Ilyas, bermaksud mengutarakan niat baik kami yang ingin melamar putri dari keluarga bapak Tomo Wiratmaja yaitu Vara Wiratmaja untuk putra kami Arkana Syaputra Ilyas. " Ucap Ayah Fikram dengan tutur kata penuh wibawa.
__ADS_1
" Kami keluarga besar sangat terhormat atas niat baik bapak atas putri kami Vara Wiratmaja, namun semua keputusan kami serahkan kepada putri kami, karena bagaimanapun ia yang akan menjalani. " Jawab pak Tomo beralih menatap putrinya.
Arka pun berdiri Tak kalah tampannya dengan setelan Jas berwarna biru dengan lapisan kemeja putih, menghampiri Vara dan membawanya ke salah satu tempat yang sudah disiapkan, dengan sebuket bunga dan kotak cincin.
Kemudian Arka berlutut didepan Vara sambil mengangkat sedikit kepalanya melihat Vara dan mengutarakan niatnya.
" Vara Wiratmaja, Aku ingin engkau menjadi pelengkap rusukku, aku ingin engkau selalu ada disamping aku saat aku memulai hari dan menutup hari bersamaku, aku ingin engkau selalu menemaniku disaat suka maupun duka, disaat muda sampai maut memisahkan kita. " Arka menjedah ucapannya menatap lekat mata kekasihnya itu.
" Vara Wiratmaja Will you marry me ?" Tanya Arka menatap Vara dengan penuh rasa tulus dan cinta.
Vara sudah terlihat berkaca-kaca menahan haru, melihat kekasih yang sangat ia cintai berlutut didepannya memintanya menjadi pendampingnya untuk selamanya.
Kemudian Vara mengangguk sambil berkata.
" Yes, I want to marry you." Jawab Vara menangis haru, ia tidak bisa lagi menahan air matanya.
Arka yang mendengar itu memasangkan cincin di jari manis Vara dengan bermatakan berlian, kemudian ia memberikan bunga yang sangat indah. setelah itu Arka berdiri mencium kening Vara cukup lama dan kemudian memeluknya.
Setelah acara lamaran selesai pak Tomo mengajak keluarga pak Fikram untuk makan siang bersama, rasa kekeluargaannya terlihat sangat jelas terpancar disana.
Acara pernikahan akan dilakukan tiga Minggu lagi.
Setelah makan siang Ayah Fikram berpamitan untuk pulang.
" Kalau begitu kami pamit pak Tomo, karena sebentar lagi menantu kami akan berangkat kekota xx. " pamit ayah Fikram
" Terimakasih atas jamuan makan siangnya. " lanjut Ayah Fikram.
" Jadi ini suami nak Diva, Ganteng ya, cocok dengan nak Diva ?" sahut mama Vara.
" Jeng ini bisa aja, iya jeng dia menantu kami namanya Kenan. " Ujar Bunda Hani memperkenalkan Kenan.
Bunda Hani memang sudah akrab dengan mama Vara Karena mereka teman arisan.
Dan saat nikahan Kenan Diva pak Tomo tak bisa hadir karena sedang berada diluar negeri.
Kenan memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
" Kenan, Tante. " sahut Kenan sambil mencium punggung tangan mama Vara.
" Sarah, panggil aja Tante Sarah. " Jawab Sarah mama Vara menerima uluran tangan Kenan.
Setelah berpamitan Keluarga Fikram meninggalkan kediaman keluarga Tomo.
Sesampainya di rumah Kenan dan Ray langsung menuju kamar masing-masing untuk siap-siap kembali kekota xx.
*Bersambung.....
mohon maaf kalau alurnya masih berantakan mohon saran dari kalian
jangan lupa
like
coment
vote
🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏🙏*
__ADS_1