
Pagi ini, satu universitas dan sekolah yayasan milik keluarga Ray, di gemparkan dengan kabar pernikahan seorang KHAYRAN DELVIN AL FARIZIQ dengan seorang wanita yang pernah di beritakan dengan kabar yang tidak mengenakan disatu universitas tersebut, yaitu seorang wanita cantik yang bernama QUENSYA PARADIGTA MALIK. Banyak wanita patah hati karena berita tersebut, tapi banyak pula yang merasa kalau mereka benar-benar cocok dan serasih, tapi jika ada yang suka maka pastinya juga ada yang tidak menyukai hal tersebut, tapi walaupun mereka tak menyukainya mau tak mau mereka harus menerima kabar tersebut, karena siapa yang berani mengusik urusan keluarga Al FARIZIQ, apalagi saat mereka mengetahui siapa wanita yang menjadi istri dari seorang Khay, yaitu putri tunggal dari pasangan pengusaha perhiasan ternama di negara tersebut.
Mobil yang dikendarai Khay dan Enzy mulai memasuki gerbang kampus, banyak pasangata yang memperhatikan mobil tersebut, yang langsung terparkir rapi di parkiran khusus anak fakultas hukum.
Khay luar lebih dulu, kemudian mengitari mobilnya untuk membukakan pintu untuk istrinya tercinta, dan saat Enzy keluar dari mobil, mata para mahasiswa/mahasiswi seakan mau keluar dari tempatnya, mereka baru benar-benar percaya dengan berita tersebut ketika melihatnya langsung.
Saat berjalan menuju lobi gedung fakultas hukum, banyak pasang mata menatap keduanya.
"Khay kenapa mereka pada liatin kita sih, aku risih tau gak." Ucap Enzy memperhatikan orang-orang yang ia lewati. Saat ini Khay dan Enzy berjalan sambil bergandengan tangan, karena hari ini Khay tidak ada jam kuliah pagi, jadinya, ia memutuskan untuk mengantarkan istrinya itu hingga ke kelas, sekalian mengantisipasi adanya yang berniat ingin mencelakai istrinya itu akibat pemberitaan ini.
"Kamu santai aja, sayang, mereka pasti udah liat berita soal kita." Sahut Khay santai, lalu beralih merangkul pinggang Enzy prosesif.
"Khay, jangan seperti ini, ikh...malu tau diliatin orang-orang kampus." Protes Enzy.
"Aku bilang kamu santai aja, sayang, tidak usah mempedulikan mereka." Ucap Khay santai, tak peduli dengan tatapan orang-orang kepadamya juga Enzy.
Ada yang menatapnya kagum, dan ada pula yang menatapnya tak suka, lebih tepatnya tatapan tak suka dari wanita-wanita yang selalu mengincar Khay juga mantan-mantan Khay, yang tertuju pada Enzy.
"Khay bagaimana kalau mereka melakukan apa-apa kepadaku, lihatlah wanita yang disana dan disana juga, mereka menatapku seolah-olah ia akan menelanku hidup-hidup." Seru Enzy menunjuk dengan dagunya pada kumpulan wanita, yang ia lewati, dan juga yang tengah duduk di bangku yang tak jauh dari koridor yang ia lewati.
"Mereka tidak akan berani melakukan apapun padamu, sayang, sekarang kamu fokus saja dengan mata kuliah kamu hari ini, ok !" Imbuh Khay, tersenyum kepada istrinya itu.
Enzy hanya menanggapi dengan anggukan kepala, lalu membalas senyuman suaminya itu tak kalah manisnya.
"Sayang, sepertinya aku tidak bisa menunggumu sampai kamu selesai, karena tiba-tiba dosen aku memajukan jadwalnya, jam 10 nanti, kamu tidak apa-apa kan ?" Jelas Khay setelah membaca pesan yang dikirimkan digroup kelasnya.
"Iya kamu tidak usah mengkhawatirkan ku seperti itu ! Kamu pergi saja ! Lagian disini juga bakal ada Rendra, kan ?" Imbuh Enzy.
"Ya sudah kalau gitu." Sahut Khay ingin segera meninggalkan tempat tersebut, karena saat ini mereka sudah tiba di depan kelas Enzy, saat baru membalikkan badannya, Rendra tiba-tiba berada di hadapannya, membuat Khay sedikit kaget.
"Wahhh ada yang go publik nih, teraktirannya di tunggu nih !" Goda Rendra.
"Kamu tenang aja, yang penting selama gue gak disini atau disamping bini gue, kamu harus menjaganya, jangan sampai ada yang berani menganggunya." Seru Khay pada Rendra sahabatnya itu.
"Ok ! Siap pak komandan, nyonya akan aman dan damai jika dibawah pengawasan hamba." Canda Rendra sambil memberikan tanda hormatnya.
"Ok kalau gitu, gue pergi dan gue percayakan nyonya Khay padamu !" Imbuh Khay meladeni candaan pria tersebut.
"Sayang aku pergi dulu ya, ummuaaa 😘😘" Ucap Khay lalu mencium jauh istrinya itu, membuat Enzy memerah menahan malu, pasalnya saat Khay bertingkah seperti itu ada mahasiswa dan mahasiswi lewat ingin masuk ke kelas.
"Emmm,,, kamu hati-hati !" Sahut Enzy tersenyum kikuk.
Khay menggelengkan kepalanya melihat sikap malu-malu istrinya itu, kemudian pergi dari sana.
__ADS_1
"Cieeee...." Goda Rendra pada sahabatnya itu.
"Berhenti menggodaku Rend !" Ucap Enzy tegas, kemudian meninggalkan Rendra di depan pintu.
...----------------...
Saat tiba di parkiran gedung fakultas bisnis management, tempat Khay menuntut ilmunya, Khay langsung dihadang oleh ketiga sahabatnya, yang sudah sejak tadi menunggunya.
"Woissshhhh beda banget ya aura orang yang sudah go publik gini, coba dari dulu kamu publish..." Seru Leo membuat Priska yang ada disana juga menautkan alisnya.
"Maksud kamu, kamu udah tahu dari dulu Le ?" Timpal Priska.
"Sudahlah, itu juga karena dia mabuk, jadi secara tidak sadar ia mengatakan semuanya." Sahut Doni.
"Kamu juga udah tau Don ?" Priska beralih pada Doni, dan langsung mendapatkan anggukan pasti dari pria kocak tersebut.
"Khay, kok kamu tega sih nyembunyiin ini dari aku sih, kamu gak percaya sama aku ?" Ucap Priska beralih menatap Khay yang berdiri santai di samping mobilnya.
"Bukannya gue gak percaya, tapi maunya istri gue, untuk menyembunyikan pernikahan kami, sampai ia benar-benar siap untuk menghadapi wanita-wanita yang akan merespon tidak baik dengan hubungan kami." Jelas Khay santai.
"Oh...Kalau gitu selamat ya Khay, dan kita nunggu teraktiran dari kamu." Ucap Priska.
"Ok, nanti malam kalian siap-siap aja, gue bakal ngadain pesta kecil-kecilan di restoran Blizt, untuk merayakan ini." Seru Khay.
"Kita menikah sudah sekitaran dua bulan lebih, hampir tiga bulanlah, dan saat kejadian berita bohong itu, kami sudah menikah sekitar semingguan atau lebih lah." Jelas Khay.
"Pantes aja saat aku membahasnya saat itu kamu langsung emosi, tau-taunya dia istri kamu, hehehe..." Ucap Priska tetawa sumbang.
"Ya sudah ayo masuk ke kelas sepertinya sebenar lagi dosen kita masuk." Ajak Leo, kemudi ke empat sahabat itu masuk.
...----------------...
Saat keluar dari kelas tiba-tiba ponsel Enzy berbunyi tanda pesan masuk, ia pun segera membukanya.
Suamiku ❤️
"Sayang sepertinya kita tidak bisa pulang bareng, aku masih ada kelas setelah ini, minta Rendra antar kamu pulang aja, ok sayang, I love you 😘😘😘😘" isi pesan yang dikirimkan Khay
^^^*Me^^^
^^^"Iya, kalau gitu aku pulang duluan ya, love you to ❤️^^^
Suamiku ❤️
__ADS_1
"Kissnya mana sayang 😔😔
^^^Me^^^
^^^😘^^^
Suamiku❤️
"Dikit banget 😔😔*
Enzy tersenyum melihat chat yang dikirimkan suaminya itu kemudian Enzy kembali mengetikkan balasannya, sambil senyum-senyum sendiri.
^^^*Me^^^
...😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘...
^^^Bagaimana udah puas ?^^^
Suamiku ❤️
"Belum sayang, entar minta kissnya dirumah aja, kalau ini gak berasa 🌚🌚😁😁*
^^^*Me^^^
^^^"Jangan aneh-aneh, udah aku mau pulang sekarang 😒😒^^^
Suamiku ❤️
"siapa yang aneh2 sih sanyang* ?
Enzy tak lagi membalas pesan dari suaminya itu, kalau ia terus membalasnya itu gak akan ada habisnya.
"Ayo Rend, anterin aku pulang." Ajak Enzy.
"Emanga laki kamu mana sih, repotin aja tau gak ?" Protes Rendra.
"Dia masih ada kelas, ayo buruan!" Seru Enzy jalan lebih dulu menuju parkiran.
"Baiklah nyonya Khay, hamba akan siap mengantarkan Anda dengan selamat." Ucap Rendra kemudian mengikuti langkah Enzy yang sudah sedikit menjauh.
Bersambung.........
Jangan lupa berikan terus dukung, budayakan like, komen, Vote setelah membaca setiap episodenya.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏