
Hari hari Kenan lalui selama menjadi pemimpin perusahaan, Kenan selalu sibuk setiap harinya, tapi ia tidak pernah mengabaikan keluarga kecilnya, Kenan dan Diva juga sudah pindah ke rumah baru mereka, di salah satu perumahan elite di kota Xx walaupun tak sebesar rumah keluarga Salman yang dulu tapi rumah tersebut sangat nyaman juga luas. Rumah baru Kenan juga memiliki lapangan mini di halaman samping, lengkap dengan area bermain baby Khay di sana terdapat ayunan jungkat-jungkit, seluncuran juga ada kolam karet untuk baby Khay main air.
Sedangkan Pak Salman sudah kembali ke kota Z seminggu yang lalu.
"By' Ayo sarapan !" Diva menghampiri suami dan anaknya yang sedang duduk di halaman samping rumahnya.
Hari adalah hari weekend jadi Kenan lebih memilih menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.
"Kita mandi dulu Bun." Sahut kenan lalu beranjak dari duduknya sambil menggendong baby Khay, lalu mengecup kening istrinya itu.
"Ya sudah, aku siapin dulu air hangatnya." Keluarga kecil itu berjalan beriringan dengan Kenan merangkul pinggang Diva dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya menggendong baby Khay.
Saat tiba di kamar mereka Diva langsung menuju kamar mandi menyiapkan air untuk para laki-laki kesayangannya. Kali ini Kenan yang akan memandikan baby Khay. Setelah selesai menyiapkan air Diva kembali menghampiri Kenan yang sedang duduk di sofa yang sedang mengajak putranya berbicara yang hanya di jawab celotehan khas bayi dari baby Khay.
"By', airnya sudah siap, buruan gih mandinya ! Nanti sarapannya keburu dingin." Ucap Diva lalu kembali berjalan ke walk in closed menyiapkan pakaian rumahan untuk Kenan.
Untuk pakaian baby Khay sudah disiapkan oleh bi Siti sedari tadi.
🍀🍀🍀
Kini Kenan dan Diva sudah berada di meja makan untuk sarapan yang sedikit terlambat, karena tadi Kenan sempat keluar jalan-jalan pagi di sekitaran kompleks tak lupa ia membawa baby Khay.
"By', hari ini rencananya mau apa ?" Tanya Diva di tengah-tengah sarapan mereka.
"Rencananya sih buat jadiin kamu sandraan aku di kamar yank." Sahut Kenan tersenyum menggoda sambil menaik turunkan alisnya.
"Ishh.... Emang kamu enggak ada puas-puasnya ya." Diva memutar bola matanya malas mendengar jawaban dari suaminya itu.
"Kalau sama kamu, aku tidak pernah puas yank, soalnya kamu selalu menggoda di mata aku." Sahut Kenan.
"Aku serius by', hari ini ada rencana apa ?" Tanya Diva sedikit memelas.
"Ya itu yank, rencana aku." Jawab Kenan.
"Enggak !!! Hari ini aku mau izin pergi nemenin Lani belanja perlengkapan babynya." Ucap Diva.
"Emang suaminya kemana ? Tanya Kenan malas.
"Ray lagi keluar negeri Ayah sayang. Boleh ya ?? Ucap Diva memelas.
"Terus baby Khay bagaimana ?" Tanya Kenan.
"Titip sama bi Siti aja by', aku perginya sebentar doang kok, paling jam makan siang aku sudah balik, lagian kamu juga ada di rumah kan ?" Jelas Diva.
"Ya sudah tapi perginya hati-hati !! Sahut Kenan.
"Iya, tapi aku bawa mobil merah kamu ya by' ?"
__ADS_1
"Iya terserah !!" Sahut Kenan lalu meminum black kopi yang sudah di siapkan Diva.
"Tapi tunggu !! Kok kamu mau pakai yang itu yank, jangan bilang kamu mau kebut-kebutan ? Kenan menatap curiga istrinya.
"Aku enggak akan kebut-kebutan Ayah Kenan sayang, tapi aku pengen aja pakai mobil kamu itu, soalnya aku belum pernah nyobain, lagian buat apa coba hanya jadi penghuni garasi enggak pernah kepake, kan nantinya mubazir loh by'." Ucap Diva merayu suaminya.
"Bukan hanya jadi penghuni Bunda sayang, tapi enggak sempat aja buat pakainya, soalnya repot buat ngeluarin lagi !" Sanggah Kenan.
Benar beberapa koleksi mobil Kenan jarang ia gunakan, bahkan ada mobil Kenan yang baru dua kali ia pakai, ia hanya hobi mengoleksi nya, tapi tetap saja yang nyaman ia pakai yaitu mobilnya yang sering ia gunakan yaitu jenis sedan BMW.
"Kamu perginya jam berapa yank ?" Tanya Kenan.
"Setelah sarapan." Sahut Diva.
🍀🍀🍀
"Yank enggak usah makai si merah yank, repot mau ngeluarinnya !!" Saat ini Kenan bersama Diva berada di bagasi. Diva meminta Kenan untuk mengeluarkan mobil merah yang akan ia pakai, namun saat tiba di garasi Kenan baru ingat kalau si merah berada paling belakang di antara deretan koleksi mobil Kenan, ia harus mengeluarkan beberapa mobil terlebih dahulu.
"Enggak pokoknya aku mau pakai yang itu." Diva tetap ngotot.
"Tapi yank Rep....
"Jadi kamu kerepotan memenuhi permintaan aku By' Hemm?" Ucap Diva memperlihatkan wajah macannya.
"Ya sudah, mana kunci mobilnya ?"
"Nasib-nasib punya istri macan, untung sayang, kalau enggak udah gue buang ke Antartika." Gumam Kenan memasuki mobil pertama yang akan ia keluarkan.
Setelah semua di keluarkan Diva memasuki mobil merah tersebut setelah berada di depannya, karena Kenan juga mengeluarkan mobil tersebut sampai di depan istri macannya.
"Yank, ingat kami hati-hati jaangan kebut-kebutan di jalan, aku enggak mau berurusan dengan polisi nantinya !!" Ucap Kenan menegaskan.
"Iya, tenang saja by', aku pergi dulu ya ?" Diva meraih tangan suaminya yang masih berdiri di samping mobil yang akan di kendarai Diva.
Setelah berpamitan kepada suami tercinta, Diva pun menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya, sedangkan Kenan kembali masuk kedalam, dan masuk keruangan kerjanya, ia lebih memilih menyelesaikan beberapa pekerjaan dari pada harus duduk santai sendirian, karena baby Khay juga sudah tertidur di kamarnya bersama bi Siti sang baby sitter.
🍀🍀🍀
Diva dan Lani sudah berada di salah satu toko perlengkapan bayi, yang berada di mall terbesar di kota Xx.
"Lan, emangnya calon baby kamu apa ?" Tanya Diva.
"Ya oranglah ogeb." Sahut Lani santai sambil memilih-milih baju baby.
"Maksud gue cowok apa cewek Inemm." Kesal Diva.
"Bilang dong ! Kata dokter pas aku USG sih Cowok." Ujar Lani.
__ADS_1
"Jadi baby Khay bakalan punya teman dong." Diva sangat antusias mendengar kalau calon baby sahabatnya cowok juga.
"Iya punya teman, tapi enggak dapat jodoh." Sahut Lani.
"Maksudnya, kalau misalkan anak kamu cewek kamu mau jodohin anak gue gitu?"
"Rencananya sih gitu, biar persahabatan bapak sama emaknya makin terikat." Jelas Lani. Kedua ibu-ibu muda itupun tertawa mendengar rencana mereka, namun sayangnya itu tidak bisa terjadi karena anak Lani juga di prediksikan cowok.
Setelah berbelanja perlengkapan baby untuk calon anaknya Lani juga Diva membelanjakan pakaian untuk putranya, jiwa emak-emak Diva keluar saat melihat pakaian yang lucu-lucu. Diva dan Lani berjalan untuk keluar dari mall tersebut, karena Diva sudah janji dengan suaminya, kalau dia akan pulang sebelum jam makan siang.
Saat tiba di lobi mall Diva bertabrakan dengan seorang wanita cantik, berpenampilan seksi juga berkelas.
"Maaf...Maaf..." Diva meminta maaf kepada wanita tersebut.
"Ah... tidak apa-apa, saya juga minta maaf." Ucap wanita itu.
"Nama saya Calista, kalau tidak salah Anda ini Ibu Adiva kan ? Istri dari Pak Kenan pemilik D&KA GROUP ?" Ujar Calista.
"Iya benar, saya Diva, sekali lagi maaf ya ? Kalau boleh tau kenapa anda mengenal suami saya ?" Tanya Diva, karena ia merasa tidak asing dengan nama tersebut.
"Siapa yang tidak mengenal suami Anda, seorang pengusaha muda dan sukses, dan kebetulan perusahaan kami juga menjalin kerjasama." Terang Calista.
Diva hanya mengangguk, ia mencoba mengingat nama Calista.
"Div, ayo keburu makan siang ! Kata kamu suami kamu nungguin." Lani mengajak Diva untuk segera pergi.
"Maaf, saya tidak bisa lama-lama, saya harus pulang suami saya menunggu di rumah, sekali lagi saya minta maaf." Ucap Diva kepada Calista lalu pergi meninggalkannya.
Calista menatap kepergian Diva dengan seringai jahatnya.
"Sebentar lagi kamu tidak akan pulang kerumah itu Adiva, semua kebahagiaan kamu akan saya rebut darimu." Gumam Calista menyeringai.
Bersambung.....
Mobil yang di kendarai Diva
Jangan lupa terus dukung Author dengan tinggalkan jejak setelah membaca setiap episodenya.
Like, Komentar, dan Vote.
Jangan lupa juga untuk mampir ke karya aku yang lainnya atau langsung klik profil author aja.
- Permata hati
-Cinta Yang Kunantikan
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️