Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
Episode 67


__ADS_3

Setelah makan malam, Kenan mengajak Diva untuk masuk kamar, saat masuk Kenan tiba-tiba mengangkat tubuh Diva ala bridal styl, kemudian membaringkan Diva ditempat tidur, setelah itu kenanpun ikut naik ketempat tidur, bersandar kebeberapa tumpukan bantal, lalu membawa Diva kedelapannya.


"By', apa kita akan menginap disini?" Diva menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, kemudian memeluknya.


"Iya yank, anggap saja ini bulan madu kita." Sahut Kenan sambil mengusap pelan rambut istrinya.


"Yank, Jika nanti kamu beneran hamil, kamu janji tidak akan berbuat apa-apa dengan anak kita." Ujar Kenan meraih dagu Diva mengarahkan pandangan Diva kearahnya.


"Kalaupun aku hamil, mana mungkin aku mau apa-apain by', itu semua titipan, rezeki kita dari Allah." Ucap Diva mengelus rahang tegas suaminya.


"I love you Yank." Ucap Kenan mencium sekilas kening istrinya.


"I love you to by'." Balas Diva membenamkan wajahnya di dada Kenan.


Setelah beberapa waktu terdiam, akhirnya Diva angkat bicara.


"By, Belajar apa yang paling aku suka" Tanya Diva sambil membuat coretan abstrak di dada Kenan menggunakan telunjuknya.


"Belajar apa emangnya Yank." Kenan balik bertanya mengangkat kedua alisnya bingung, kenapa tiba-tiba Diva menanyakan hal seperti itu, disaat ia ingin bermesraan, sambil melihat apa yang dilakukan Diva pada dadanya.


"Belajar mencintaimu." Sahut Diva mendongak menatap Kenan lalu tersenyum.


"Oh... Jadi maksudnya kamu gombalin aku Yank, Hem.." Ujar Kenan gemas sambil menarik hidung istrinya.


"Ok sekarang giliran aku Yank !"


"Bis apa yang paling membahagiakan." ?


"Bis apa coba ?" Tanya Diva kembali membuat lukisan abstrak di dada Kenan.


"Bisa Memiliki kamu." Ujar Kenan.


"Sekarang giliran aku by'."


"Apa bedanya modem sama kamu."


"Apa." Kenan menarik tangan Diva yang terus membuat lukisan abstrak di dadanya karena sudah tidak tahan geli.


"Kalau modem terhubung ke internet, kalau kamu terhubung ke hatiku."


"Kalau jam 12 sama kamu apa coba bedanya." Kenan balik bertanya.


Diva ganya menggelengkan kepala tanda ia tidak tau.


"Kalau jam 12 kesiangan, kalau kamu kesayangan."


"Aku ada lagi nih yank, tapi kali ini pantun."


Diva kembali mengangkat kepalanya melihat kearah Kenan, ternyata suaminya yang terlihat datar plus dingin ternyata bisa juga punya gombalan receh seperti ini.

__ADS_1


"Meski hanya jambu, tapi masih bisa dibuat jamu.


"Cekep." Sahut Diva dan dibalas senyuman oleh Kenan.


"Meski kita jarang ketemu, Tapi cintaku hanya untuk kamu." Lanjut Kenan lalu mengecup kening Diva sekilas.


"Sudah berapa orang kamu gombalin by', atau dulu kamu juga sering gombalin mantan kamu dengan kata-kata seperti itu." Ujar Diva menatap penuh selidik.


"Aku tidak pernah gombalin orang ataupun mantan aku Yank, kamu orang pertama yang aku gombalin, lagian itu semua bukan gombalan menurut aku, tapi itu semua benar adanya." Terang Kenan juga menatap istrinya.


Sedangkan Diva mencebikkan bibirnya, seolah tak percaya, dengan apa yang dikatakan Kenan.


"Aku tidak perc...


Ucapan Diva terhenti saat Kenan membungkam mulut Diva dengan mulutnya. Kenan terus memperdalam ciumannya, begitupun dengan Diva berusaha menyeimbangkan ciuman Kenan yang semakin menuntut lebih jauh.


Kenan menghentikan ciumannya, saat merasa Diva mulai kehabisan nafas, Kenan menatap Diva dengan tatapan berkabut gairah.


"Yank." Kenan meraih resleting gaun Diva di bagian punggungnya, tapi sebelum benar-benar membukanya Kenan menatap Diva meminta persetujuan istrinya.


Diva menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju, Kenan kembali mencium seluruh wajah Diva sambil menurunkan resleting gaun Diva sampai bawah. Kenan kembali me****t bibir Diva, sehingga malam yang indah itu terjadilah peperangan panas antara pasutri muda itu.


Setelah cukup lama melakukan peperangan panas, Kenan menutupnya dengan mengecup kening istrinya, lalu turun kebibirnya mencium cukup lama tanpa me****tnya. Setelah ritual penutupan itu Kenan ikut membaringkan dirinya disamping Diva, lalu menarik selimut untuk menutup tubuh toples mereka.


"I love you my wife." Kalimat itulah yang selalu Kenan ucapkan setelah melakukan hubungan badan dengan istrinya, di iringi kecupan singkat di kening istrinya.


"I love you to my hubby." Diva pun selalu membalas kalimat yang diucapkan suaminya itu, kemudian ikut mencium bibirnya sekilas.



Pagi hari menjelang, Kenan pun terbangun karena merasa keram di bagian lengannya. Dengan perlahan Kenan menarik lengannya, takut jika nanti menggannggu tidur nyenyak istrinya. Setelah berhasil Kenan segera merenggangkan otot-otot lengannya yang terasa keram dan kaku, setelah lebih baik, Kenan segera bangun lalu mengambil jubah mandi yang berada di lemari, setelah ia memakainya, dengan segera Kenan memungut semua pakaiannya dan juga Diva yang berserakan dilantai, sedangkan kelopak bunga mawar yang menghiasi kamar mereka sudah tak berbentuk lagi. Saat semua beres Kenan mendudukkan dirinya disofa, menghubungi manager outlet nya yang dekat dari hotel tempatnya menginap, untuk segera mengantarkan pakaian lengkap untuknya dan juga Diva.


Karena hari ini Kenan libur, karena pihak sekolah meliburkan para siswa/siswi kelas Xll untuk menghadapi ujian beberapa hari lagi. Kenan ingin mengajak Diva jalan-jalan, dan menghabiskan waktu seharian ini bersama dengan istrinya.


Setelah menelfon, Kenan beranjak dari duduknya lalu berjalan ketempat tidur, untuk membangunkan istrinya, yang masih terlelap, tidak lupa ia mengambilkan jubah mandi untuk Diva kenakan sebelum pakaian mereka sampai.


"Yank...Bangu..." Ucap Kenan lembut sambil mencium setiap inci wajah Diva.


"Emmm....Diva menggeliat, dengan perlahan ia membuka matanya, lalu tersenyum saat melihat Kenan berada dekat dengan wajahnya, kemudian Kenan memberikan kecupan selamat pagi, lalu berdiri di samping tempat tidur.


"Bangun Yank." Ucap Kenan


Diva kembali menggeliat lalu beralih menatap Kenan.



"Bangunin." Ujar Diva manja.


"Duhhh, manjanya istriku." Ujar Kenan sembari menarik lengan istrinya membantunya untuk bangun.

__ADS_1


"Mandi dulu yank, setelah itu sarapan." Ucap Kenan saat Diva sudah duduk, yang masih terbungkus selimut. Kemudian Kenan membantu Diva memakai jubah mandi yang tadi ia ambil di lemari.


"Pakai ini dulu yank, sampai pakaian kita sampai." Ujar Kenan, dan diangguki Diva.


Setelah memakai itu Diva segera turun dari tempat tidur dan berjalan kearah kamar mandi.


"Yank, tungguin, kita mandinya barengan saja." Ujar Kenan sedikit berteriak karena Diva sudah berada di pintu kamar mandi. Diva segera menoleh.


"Tapi hanya mandi ya by', soalnya aku sudah sangat lapar !" Sahut Diva.


"Iya sayangku." Ucap Kenan lalu mengikuti Diva masuk ke kamar mandi.


Setelah 15 menit mereka keluar dengan tubuh kembali segar, benar saja mereka hanya mandi, tanpa adegan berperang, wlaupun Kenan terus merengek dan menggoda Diva, tapi sayang Kenan tidak berhasil, karena Diva sudah merasa sangat lapar, dan Kenan pun mengalah, karena tidak tega juga melihat istrinya kelaparan. Keduanya langsung sarapan yang sebelumnya Kenan sudah pesan kepada pihak hotel. Disaat sedang sarapan pakaian pesanan kenan datang, diantar oleh salah satu karyawan outletnya.


Beberapa menit kemudian Diva sudah menyelesaikan sarapannya, lalu beranjak mengambil paperbag yang Kenan letakkan diatas tempat tidur kemudian masuk kekamar mandi untuk segera berpakaian.


5 Menit kemudian Diva keluar dengan pakaian yang sudah lengkap, dan di saat itu juga Kenan selesai dengan sarapannya, kini giliran Kenan yang akan memakai pakaiannya, tapi tidak seperti Diva yang masuk kekamar mandi, Kenan malah berganti pakaian di depan Diva, tanpa rasa malu sedikit pun.


"By, kenapa berpakaian disini sih, kenapa tidak masuk kekamar mandi coba." Ujar Diva mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Kenapa harus kedalam coba, orang yang liat istri aku sendiri kok !" Sahut Kenan santai sambil mengenakan kemejanya, setelah memakai jeansnya.


Diva hanya geleng-geleng kepala menanggapi ucapan suaminya itu, lalu meraih ponselnya di atas meja.


Setelah berpakaian Kenan segera menghampiri Diva yang sedang duduk disofa, mengajaknya untuk jalan-jalan.


"Memangnya kamu tidak ke Office by?" Tanya Diva. Saat keduanya berjalan keluar menuju loby hotel untuk cekout, dengan dua paperbag besar di tangan kiri Kenan, sedangkan tangan kanannya memeluk pinggang Istrinya posesif, seolah ingin memberitahu semua orang kalau Diva hanya miliknya.


"Tidak Yank, hari ini kita akan habiskan waktu berdua saja, sebelum kamu kembali ke kota Z." Jawab Kenan.


Setelah sampai di meja resepsionis Kenan melakukan cekout, kemudian berjalan menuju parkiran, meninggalkan hotel tersebut.


Di sisi lain, Ray terlihat baru tiba di Bandara kota Z. Ray berniat ingin memberikan kejutan kepada kekasihnya, Ray sengaja tidak memberitahu Lani atas kedatangannya di kita Z. Ray berjalan menyusuri koridor bandara menuju loby, dimana taksi yang tadi ia pesan sudah menunggunya.


Setelah masuk kedalam taksi, Ray segera menuju kerumah Lani, yang sebelumnya menelfon kekasihnya itu menanyakan keberadaannya.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan Ray tiba di depan rumah Lani, Ray mengernyitkan keningnya saat keluar dari taksi, karena melihat beberapa mobil di depan rumah kekasihnya itu. Ray segera melangkahkan kakinya masuk, namun baru sampai di depan pintu utama yang kebetulan terbuka, Ray menghentikan langkahnya saat mendengar pembicaraan antara orangtua Lani, dengan seseorang yang tidak jelas ia lihat karena terhalang dengan pas bunga yang cukup tinggi. Pembicaraan para orang itu membuat tubuh Ray seketika luruh, dan merasakan sesak di hatinya.


Bersambung......


Kira-kira pembicaraan apa yang Ray dengarkan sampai Ia merasakan sesak di dadanya...🤔🤔🤔


Jangan lupa


Like


Coment


Vote

__ADS_1


Dan mohon beri saran untuk kelanjutan hubungan Ray dan Lani 🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️


__ADS_2