
Kenan langsung membanting stirnya hingga mobilnya menabrak sebuah pohon, hingga tabrakan dapat terelakkan.
"Uhhfff....." Sarla menghela nafas leganya saat ia mengangkat kepalanya yang sempat terbentur di dasbord mobil sambil mengusap-usap dadanya.
Sedangkan Kenan masih menyandarkan kepalanya di kemudinya membuat Sarla panik ia mengira Kenan kenapa-napa.
"Nan, woi Nan bangun ! Kamu enggak apa-apa kan ? Sarla mencoba mengoyakkan lengan Kenan.
"Aku enggak apa-apa Sar, aku hanya kepikiran dengan Diva juga Khay." Sahut Kenan kemudian kembali menyandarkan tubuhnya di jok kemudinya, kening Kenan tampak luka dan berdarah karena terbentur pada bagian kemudi.
"Tapi Nan kening kamu terluka." Panik Sarla melihat darah menetes dari kening Kenan yang cukup banyak.
"Luka ini tak seberapa dengan luka hati yang aku torehkan kepada Diva Sar, apa aku terlalu kejam terhadapnya ?" Air mata Kenan lagi-lagi membasahi wajahnya.
"Kamu tidak sepenuhnya salah Nan, karena kamu berniat untuk melindunginya dari kedua wanita itu, aku juga sudah pernah memperingatkan kamu sebelumnya, agar lebih baik kamu ceritakan semuanya." Ucap Sarla turut prihatin melihat kekacauan Kenan sekarang, ia tak pernah melihat Kenan selemah ini, ia benar-benar takjub dengan rasa cinta Kenan terhadap Diva.
"Tapi jika aku beritahukan ini, takutnya orang-orang tidak percaya akan sandiwara kita, karena kamu tahu sendirikan bahkan tembok saja punya telinga." Ujar Kenan.
"Ya sudah lebih baik sekarang lanjutkan perjalanan kita, setelah sampai rumah baru kita pikirkan bagaimana cara kita mendapatkan keberadaan Diva !!" Seru Sarla dan hanya di balas anggukan oleh Kenan. Kenan pun melanjutkan perjalanannya kali ini Kenan sudah lebih konsentrasi ke arah jalan, ia ingin sampai dengan selamat lalu fokus mencari keberadaan istri dan anaknya, namun kecepatan mobilnya masih di atas rata-rata membuat Sarla was-was takut kejadian seperti tadi terulang lagi.
🍀🍀🍀
Setibanya di rumah Kenan langsung berlari masuk kedalam rumahnya tanpa menunggu Sarla terlebih dahulu.
Bi Ratih yang sejak tadi berada di dapur, ia langsung menghampiri saat melihat majikannya itu masuk dan ingin menaiki anak tangga.
"Tuan, tuan baru pulang ?" Tanya bi Ratih.
"Bi, apa Diva tak pulang kesini ?" Kenan malah mengabaikan pertanyaan bi Ratih dan malah balik bertanya.
"Bukannya non Diva di rumah sakit menemani tuan muda." Bi Ratih langsung menutup mulutnya dengan ekspresi khawatir.
"Apa jangan-jangan....? Ucap Bi Ratih mencoba menebak.
"Iya Bi, benar dugaan bibi, Diva juga Khay tidak ada dirumah sakit, begitu juga dengan bi Siti." Jelas Kenan kemudian berjalan kearah sofa yang tak jauh dari tangga.
__ADS_1
"Pantesan aja semalam pak Toni membawa koper milik non Diva yang waktu itu non Diva kemasi dengan barang-barangnya, begitupun barang-barang bi Siti ikut di bawah oleh Pak Toni." Jelas Bi Ratih.
"Pak Toni sekarang ada dimana bi?" Tanya Kenan sudah terlihat kacau dan prustasi dengan penampilan yang acak-acakan.
"Ada di belakang tuan, tunggu bibi panggilkan sebentar !" Ujar bi Ratih langsung berjalan kearah belakang di mana Pak Toni sedang menikmati kopinya.
Kenan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memejamkan matanya, lagi-lagi air matanya membasahi wajah tampannya, namun terlihat sangat kacau. Kenan teringat dimana ia terus mengabaikan istrinya, di saat ia dengan teganya mengatakan kalau hatinya sudah terbagi dengan wanita lain, sampai Kenan mendengar pembicara Diva dan Ray juga Lani saat di rumah sakit, karena waktu itu Kenan hanya mengantarkan Sarla sampai depan rumah sakit, karena ada hal yang harus ia bicarakan mengenai masalah perusahaannya.
Tak lama Sarla datang dan duduk di sofa yang berdampingan dengan sofa yang diduduki Kenan dengan sebuah meja kecil menjadi penghalang.
"Bagaimana apa sudah ada kabar ?" Tanya Sarla namun Kenan hanya menjawab dengan gelengan kepala, Kenan mengubah posisinya dengan menopang kepalanya dengan kedua tangannya sambil menunduk kebawah.
"Apa Tuan memanggilku ?" Tanya Pak Toni yang sudah berdiri di hadapan Kenan.
Kenan mengusap air matanya lalu kembali menyandarkan tubuhnya menatap pak Toni.
"Pak, apakah bapak tahu kemana perginya istri dan anak saya ?" Tanya Kenan.
"Maaf tuan saya belum mengetahui soal ini, saya baru mendengarnya sekarang." Ucap Pak Toni sedikit kaget mendengar nyonya dan tuan mudah pergi.
"Maaf tuan tapi semalam saya hanya mengantarkan barang-barang yang tuan maksud, tapi sebelum saya pulang kakak dari non Diva datang menemui non Diva." Jelas Pak Toni.
"Setelah itu apa lagi ?" Kenan lagi-lagi bertanya seolah ia mengintogasi supirnya itu.
"Setelah itu bi Siti keluar menemui saya yang sedang menunggu di depan ruang perawatan tuan muda tuan, bi Siti menyuruhku untuk pulang atas perintah non Diva." Jelas Pak Toni lagi.
"Baiklah pak, bapak sudah bisa keluar !" Seru Kenan.
Kenan beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga menuju dimana kamarnya berada, sedangkan Sarla hanya menatap sendu pria yang pernah menjadi kekasihnya itu yang kini sudah menjadi sahabatnya.
Sarla pamit kepada bi Ratih untuk segera pulang, setelah Kenan sudah tak terlihat lagi.
🍀🍀🍀
Di kamar.
__ADS_1
Kenan berjalan gontai memasuki kamarnya, saat ia masuk Kenan lagi-lagi teringat semua tentang istrinya itu, Kenan membayangkan wajah istrinya yang selalu sibuk menyiapkan semua perlengkapannya saat ia baru pulang kerja, di tambah lagi baby Khay yang pasti akan menangis saat Kenan tak langsung menggendongnya saat baru pulang.
Kenan menjatuhkan dirinya di samping tempat tidur, Kenan menyandarkan dirinya di sisi tempat tidur, Kenan menangis sejadi-jadinya namun tak mengeluarkan suara, dadanya sesak mengingat semua kepedihan yang sudah ia torehkan kepada Diva istrinya, Kenan terus merutuki dirinya sendiri.
Lama Kenan meratapi nasibnya sekarang yang telah di tinggalkan istri dan anaknya, tiba-tiba ponselnya berdering tanda panggilan masuk dari asisitenya, dengan cepat Kenan menjawab panggilan tersebut.
📞 "Apa sudah ada informasi mengenai istri dan anak saya pak ?" Tanya Kenan tanpa basa-basi setelah ia menjawab panggilan tersebut.
📞 "Maaf tuan, soal nona Diva saya belum mendapatkan informasi sama sekali, tapi saya ingin menyampaikan informasi mengenai siapa saja yang terlibat dalam masalah perusahaan, tuan pasti akan kaget jika mendengar siapa wanita yang bekerjasama dengan nona Calista." Jelas Pak Anton.
📞 "Maksudnya ada orang lain yang terlibat di luar pak Burhan dan Calista ?" Tanya Kenan.
📞 "Iya tuan dan orang itu adalah nona Disti.
📞 "Disti yang pernah menjadi salah satu desainer yang akan memasok di distro kita ?" Tanya Kenan untuk memperjelas dugaannya.
📞 "Iya Tuan.
📞 "Bukannya dia sudah di kirim sangat jauh dari kota ini atas perbuatannya kepadaku dulu ?"
📞 "Itu benar tuan, tapi dengan bantuan nona Calista ia dapat kembali ke kota ini tapi tentu saja dengan persembunyian nya, ternyata Nona Calista dan Disti sepupu tuan, ibu Calista dan ayah dari Disti bersaudara kandung tuan." Jelas Pak Anton.
📞 "Jadi informasi apa lagi yang bapak dapat ?" Tanya Kenan.
📞 "Ternyata Calista dan Disti bekerjasama untuk membalaskan dendam Disti atas apa yang tuan pernah lakukan ke keluarga Disti. Disti berniat ingin memisahkan Tuan dan nona, ia ingin sekali membuat keluarga tuan hancur." Jelas Pak Anton.
📞 "Benar-benar wanita ular, Segera laporkan mereka ke pihak yang berwajib pak, saya rasa bukti yang kita miliki sudah cukup !!" Geram Kenan.
📞 "Kami ada masalah tuan, kami tidak mengetahui keberadaan keduanya, karena keberadaan Disti tidak ada yang mengetahuinya sama sekali, sepertinya ia memiliki identitas baru." Jelas Pak Anton membuat Kenan mengeram kesal.
📞 "Baiklah terus selidiki keberadaan mereka, setelah menemukan mereka bawa mereka di hadapanku, saya sendiri yang akan memberinya pelajaran sebelum membawanya dibalik jeruji besi." Geram Kenan, wajah Kenan tampak sangat memerah karena amarahnya.
Bersambung.......
Maaf readers kemarin authornya hanya bisa up satu episode karena pihak NT mungkin ada gangguan sampai proses rivew nya lama, dan kebetulan pekerjaan di luar dunia kehaluan menumpuk....🤭🤭🤭
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️