Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 119 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

"Sayang, hari ini kamu gak usah ke kampus dulu ya, nanti setelah kamu pulih total baru bisa ke kampus lagi !" Ujar Khay sambil mengenakan pakaiannya yang sudah ia siapkan sebelumnya, karena sejak kepulangan Enzy kemarin dari rumah sakit, Khay tak memperbolehkan Enzy banyak bekerja, Enzy hanya dibiarkan berdiam diri dikamar, bahkan makan saja Khay meminta pekerja dirumahnya untuk mengantarkan makanan ke kamar.


"Tapi aku sudah baik-baik aja kok yank, aku bosen tau tinggal di kamar terus." Rengek Enzy.


"Kalau bosen kamu boleh keluar kamar, tapi ingat jangan terlalu kelelahan !" Ucap Khay.


"Tapi setelah pulang kampus kamu langsung pulang ya yank !" Seru Enzy.


"Iya sayang, aku langsung pulang kok." Khay menghampiri istrinya itu yang masih duduk bersandar di kepala tempat tidur lalu mencium keningnya.


"Aku berangkat dulu ya sayang, kamu baik-baik dirumah, kalau butuh sesuatu bilang sama bibi !" Peringat Khay.


"Iya... Ya sudah ayo, aku juga mau nemenin kamu sarapan dibawah, sekalian aku mau ketaman belakang setelah itu." Ujar Enzy.


"Ya sudah dah ayo ! Bisa jalan sendiri gak ? Atau mau aku gendong sekalian ?"


"Aku bisa yank, kamu tuh berlebihan banget tau gak !" Enzy turun dari tempat tidur.


Khay dan Enzy pun keluar dari kamar, menuju ruang makan.


Setelah sarapan Khay langsung berangkat ke kampus karena hari ini dia ada mata kuliah pagi.


...----------------...


Khay berjalan dari arah parkiran menuju gedung Fakultasnya, saat tiba di lobi ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya, Doni, Leo, juga Priska.


"Woii bro, baru datang juga ?" Sapa Leo.


"Emm, kalian kok bisa barengan ? Sahut Khay lalu balik bertanya.


"Iya kami sengaja janjian, kami berencana ke rumah loh, kami kira loh belum masuk hari ini." Terang Doni.


"Oh, loh pada kagak usah kerumah gue, kalau mau ribut-ribut, bini gue perlu banyak istirahat !" Ujar Khay santai.


"Ya elah, punya sahabat gak ada akhlak banget." Sahut Leo.


"Iya, padahal kita ada niat baik, buat jengukin istri lo." Ujar Doni di angguki Leo dan Priska.


"Terserah kalian !" Seru Khay pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya begitu saja.


"Sahabat kalian itu." Ucap Priska ikut meninggalkan Doni dan Leo.


...----------------...


Sepulang dari kampus, Khay beserta ketiga sahabatnya langsung menuju rumah Khay, seperti rencana ketiganya. sebelumnya Khay memperingatkan dengan tegas kepada sahabat-sahabatnya agar tak berbuat rusuh sehingga menganggu istirahat istrinya.


📞"Sayang kamu mau di belikan sesuatu gak ?" Tanya Khay melalui telepon, saat ini Khay masih dalam perjalanan, di ikutin oleh mobil ketiga sahabatnya dari belakang.


📞 "Gak deh yank, aku lagi nggak mau apa-apa, aku hanya ingin kamunya cepat pulang, aku bosan sendirian." Terdengar dari seberang sana merengek.


📞 "Iya sayang, ini aku sudah di jalan kok, Doni, Leo, juga Priska ikut pulang, katanya mereka mau jengukin kamu." Terang Khay.

__ADS_1


📞 "Baguslah kalau gitu, jadinya aku gak bosan." Enzy terdengar bersemangat.


📞 "Tapi ingat sayang, kamu gak boleh terlalu kelelahan, Ok !" Tegas Khay.


📞 "Ishh... fosesif amat sih, iya...iya...." Ujar Enzy memutuskan sambungan teleponnya sepihak.


Setelah lebih dari tiga puluh menit akhirnya mobil sport ke empatnya tiba di kediaman besar Kenan, Khay mengajak ketiga sahabatnya itu masuk, dan langsung berkumpul di tempat biasa mereka berkumpul yaitu di roftoop lantai dua.



Disana sudah ada Enzy tengah duduk bersantai sambil bersandar di salah satu kursi panjang, menikmati cemilannya juga segelas jus alvokad.


"Sayang." Ucap Khay langsung menghadiahkan ciuman dikening istrinya, saat baru datang.


"Ehh... kamu buat aku kaget loh yank, aku gak sadar, kalau kamu udah datang." Enzy sedikit terkejut saat Khay tiba-tiba datang lalu menciumnya.


"Karena kamu terlalu serius makan cemilannya." Sahut Khay duduk disamping istrinya.


"Hay Nzy, bagaimana keadaan kamu ?" Tanya Priska juga ikutan duduk di sofa yang ada disana di ikuti Doni dan Leo.


"Alhamdulillah udah lebih baik sekarang, hanya saja Khay terlalu lebay sampai dia melarang aku kemana-mana dulu." Terang Enzy.


"Oh iya, Nzy kita gak disuguhi makanan atau minuman gitu, kita tamu loh disini." Ujar Doni tak tahu malunya.


"Enak aja nyuruh-nyuruh istri gue, ambil aja sendiri !" Sahut Khay menatap sinis Sahabatnya itu.


"Ya elah, siapa yang nyuruh sih Khay, gue nanya doang, ini mah." Jengah Doni kemudian ia beranjak dari duduknya.


"Gue mau ngacak-ngacak isi dapur lo, gue mau cari makanan juga minum." Sahut Doni tanpa menoleh lagi kebelakang.


"Astaga, anak itu gak tahu malu banget dah." Sahut Priska.


Kini Khay, Doni juga Leo sibuk bermain game di ponsel masing-masing, sedangkan Enzy dan Priska mengobrol banyak hal.


"Oh iya Nzy, bagaimana soal Sita ?" Tanya Priska.


"Beberapa hari ini sih, dia sudah tidak pernah lagi menghubungi Khay, aku juga udah malas membahas itu, aku percaya kok sama Khay, kalau dia tidak akan mengingkari janjinya." Terang Enzy.


"Baguslah kalau begitu." Sahut Priska datar.


"Lebih baik kalian pada pulang dah, kalian udah terlalu lama di rumah gue, istri gue mau istirahat ! Pergi gih !!" Usir Khay pada sahabat-sahabatnya membuat Doni mendengus kesal.


"Astaga Khay, gitu amat lo jadi sahabat." Keluh Doni.


"Gue bukan sahabat kalian saat ini, besok aja lagi jadi sahabat gue, sana pergi ! Ush...Ush..." Usir Khay layaknya ia mengusir anak ayam.


"CK...Besok gue kagak mau jadi sahabat lo lagi, mulai saat ini kita putus Khay, putus...!!" Drama Doni layaknya memutuskan pacarnya ditambah lagi ia pura-pura menangis.


"Ya sudah sana lo, gue juga kagak mau jadi sahabat lo lagi, kagak ada gunanya.


"Yok Le, sahabat gue kita pergi dari sini !" Ajak Doni.

__ADS_1


"Gue gak punya sahabat katak lo." Ujar Leo datar lalu pergi duluan meninggalkan Doni, sebelumnya ia pamit pada tuan dan nyonya rumah di ikuti Priska, sedangkan Doni, ia merasa menatap nelangsa melihat sikap para sahabat kagak ada akhlaknya itu.


"Enzy, sahabat gue paling baik dan tidak sombong, cantik pula, gue pamit dulu ya, Assalamualaikum." Ucap Doni.


Enzy hanya mengangguk sambil menertawakan nasib Doni yang selalu menjadi bahan bullian ketiga sahabatnya.


"Hati-hati mantan sahabat !!" Teriak Khay di iringi gelak tawanya, Doni hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh.


"Sayang ayo ke kamar, kamu istirahat disana saja !" Ajak Khay di angguki Enzy.


...----------------...


Di kota Z, Kia menunggu jemputannya ditemani Kemal di depan pagar sekolah, kini keduanya berhubungan dengan baik, hanya Kemal satu-satunya sahabat Kia disekolah, Kemal pun sudah menghilangkan perasaannya pada gadis itu.


"Ki, om Kavi lama banget sih jemputnya ?" Keluh Kemal.


"Ya udah kalau kamu mau pergi, pergi aja, katanya sih sebentar lagi dia sampai." Sahut Kia melihat pesan Kavi yang baru saja masuk di ponselnya.


"Gue ikut nemenin kamu aja deh, kasian entar kamu ada yang nyulik."


"Siapa juga yang berani nyulik gue ?"


"Iya gue tahu, kagak ada yang berani nyulik putri dari tuan Kenan, sekaligus calon istri dari tuan Kavi." Goda Kemal.


Di saat keduanya bercanda sambil menertawakan satu sama lain, mobil Kavi berhenti pas di depan mereka.


Kavi menurunkan kaca mobilnya, lalu menyuruh Kia untuk segera masuk, tak lupa tatapan tajam Kavi menatap Kemal, Kavi memang selalu cemburu jika melihat Kia bersama dengan laki-laki remaja itu, saat ia mengatakan itu pada Kia, Kia selalu membantahnya, kalau Kavi tak bisa melarangnya berhenti mendekati Kemal, karena Kemal sahabatnya, hal itu membuat Kavi selalu menahan kekesalannya, apalagi Kemal selalu sengaja mendekati Kia.



"Sayang, buruan naiknya !" Seru Kavi.


"Iya ini mau naik ihk..." Sahut Kia kemudian masuk kedalam mobil, yang sebelumnya sudah Kavi buka tanpa keluar dari mobil, bukannya Kavi tak ingin keluar, tapi ia malas saja melihat Kemal lama-lama.


"Da sayang..." Teriak Kemal sengaja menggoda Kavi.


"Gak usah manggil sayang, pawangnya ada di sini kalau kamu lupa." Sahut Kavi sinis.


"Dasar bocah tengik." Ujar Kavi kesal.


"Iya OM, maafkanlah bocah tengik ini." Kemal semakin menggoda Kavi, menekankan kata Omnya.


"Sudah-sudah, kalian kenapa sih kalau ketemu, gak pernah akur." Kia menengahi, ia sudah jengah mendengar perdebatan yang tak ada habis-habisnya jika mereka sudah bertemu.


"Maaf sayang." Ucap Kavi kemudian mulai menaikkan kembali kaca mobilnya, lalu melajukan mobilnya meninggalkan Kemal sendirian begitu saja.


Bersambung.......


Jangan lupa like, Koment, dan Vote....


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2