Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 29 Season 3 ( Next Generatoin )


__ADS_3

Aku bilang aku enggak lapar, dan menjauhlah dariku ! Aku tak pernah memintamu untuk memberiku makan, dan aku juga tak pernah memintamu untuk bersikap baik kepadaku, aku tahu kamu melakukan ini hanya karena ingin sesuatu dariku kan, setelah itu kamu benar-benar akan meninggalkanku juga." Enzy bangun dari tidurnya lalu membentak Khay.


"Apa maksud kamu Enzy, hah ?" Bentak Khay mendorong tubuh Enzy sampai Enzy setengah bersandar di kepala tempat tidur.


Khay memeluk Enzy membenamkan wajahnya di celuruk leher wanita itu, membuat Enzy mencoba untuk berkontak.


"Khay apa yang kau lakukan, lepaskan aku Khay !!" Seru Enzy berusaha mendorong bahu Khay agar Khay melepaskannya.


"Maafkan aku." Enzy kaget saat mendengar Khay malah meminta maaf kepadanya.


"Tolong ! Aku enggak peduli jika kamu selalu menganggapku seorang ba*"""ngan, atau hal apapun itu yang membuatmu sangat membenciku, tapi makanlah sesuatu, pleaseee !!" Ucap Khay melemah, bahkan deru nafasnya terasa sangat jelas di celuruk leher Enzy, membuat Enzy kegelian namun ia berusaha menahannya.


"Aku mohon padamu." Tambah Khay.


"Kamu memohon pada wanita angkuh dan sombong seperti ku ?" Tanya Enzy.


Khay melepaskan pelukannya dan menatap Enzy, begitupun Enzy balik menatapnya.


"Aku tahu kenapa kau bisa membenciku seperti itu, mungkin karena ada suatu hal yang membuatmu membenci orang-orang seperti ku, jika itu benar kamu bisa bicara kepadaku.


"Sekarang aku tidak memikirkan masalah kita, yang aku pikirkan saat ini, adalah seuniversitas telah menganggapku sebagai j****Ng yang begitu menjijikkan." Ucap Enzy merasa sesak mengatakan kata J****Ng pada dirinya sendiri.


"Aku tahu itu, kalau kamu bukan orang yang seperti mereka katakan, maka dari itu kamu harus menghadapi masalah ini, karena mereka akan semakin menggunjingmu jika kamu terus bersembunyi seperti ini." Ujar Khay menatap dalam manik mata wanita dihadapannya yang berstatus sebagai istrinya.


Enzy memalingkan pandangannya dari Khay ke arah jendela kamarnya yang menampakkan suasana malam kota itu.


"Kenapa kau begitu baik kepadaku, padahal aku sering membuatmu kesal dengan ulahku, bahkan kamu tahu kalau aku sangat membencimu.?" Ujar Enzy.


"Karena aku....


"Sudahlah lupakan itu ! Sekarang kamu cerita kepadaku apa sebenarnya yang membuatmu begitu membenciku atau orang-orang yang bersikap seperti ku ! Aku akan mendengarkan mu, Aku berada di sisimu." Ucap Khay meraih menarik Enzy agar menghadapnya.

__ADS_1


Mata Enzy mulai berkaca-kaca menatap manik mata Khay yang begitu teduh, ia tampak ragu menceritakan semuanya apa yang telah ia alami dimasa lalu.


Khay beralih menangkup kedua pipi istrinya itu, ia mengusap air mata Enzy yang mulai berjatuhan.


"Nzy tolong ! Kamu bisa cerita kepadaku, jujur aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan sekarang, mungkin karena saat ini kamu adalah istriku, istri yang harus aku jaga dan lindungi, ya walaupun kamu sangat membenciku, tapi aku akan mencoba menjadi suami yang selalu ada buat istrinya, dan menjadi suami yang bertanggung jawab." Ucap Khay dengan sangat serius.


Enzy terharu mendengar kata yang di ucapkan pria itu, pria yang menjadi suaminya, pria yang sangat ia benci, bibir Enzy terlihat bergetar, saat akan memulai ceritanya.


"Sss...saat aku berusia 14 tahun, tepatnya di kelas 3 SMP, seorang bajingan melakukan sesuatu hal buruk kepadaku." Enzy menarik nafas sebelum melanjutkan ceritanya.


"Dia pelatih taekwondo ku, aku sering melihatnya membawa wanita yang berbeda-beda setiap waktu di tempat latihan kami, bahkan pernah seseorang wanita datang di tempat latihan kami, wanita itu mengaku kalau dirinya telah dipermainkan oleh pelatihku itu." Lagi-lagi Enzy menarik nafas, dadanya serasa sesak saat menceritakan kejadian yang pernah dialaminya itu.


"Suatu hari, saat aku pulang dari latihan, saat itu hujan turun sangat lebat, dan hari sudah mulai gelap, teman-teman ku sudah lebih dulu, sedangkan aku tinggal sendirian menunggu papa menjemputku, yang katanya terjebak macet, karena banjir di ruas jalan yang ia lalui, jadi papa terpaksa mengambil jalan lain, dan perjalanan itu cukup jauh, namun bisa lebih cepat daripada harus menunggu kemacetan.


"Sss...sssaaaatt itu pelatih itu keluar membawa payung, aku kira dia mau memberikan payung itu untukku, tapi tidak ! Dia malah mengajakku masuk untuk menunggu didalam saja, aku yang masih terlalu polos saat itu tanpa pikir panjang aku mengikutinya." Enzy diam sesaat saat Khay menarik tangannya yang sejak tadi menangkup wajahnya, yang sesekali mengusap air matanya yang terus saja mengalir keluar.


"Saat aku masuk, ia langsung mengunci pintunya, lalu memelukku, aku begitu kecil waktu itu, bahkan tenaga ku juga sudah hampir habis karena sudah latihan yang cukup menguras tenaga, aku berteriak sekencang mungkin memanggil-manggil papaku, dan berharap ada orang yang menolongku, sampai suaraku hampir habis, aku juga tidak bisa balik melawannya karena badannya yang besar, dan memiliki tenaga yang lebih kuat dariku.


"Dia memaksaku dan membawaku di sebuah gudang yang gelap dan sangat kotor, tak peduli aku yang terus memohon kepadanya agar melepaskan ku, ia terus saja menyeretku dan memaksaku.


Enzy bercerita dengan tangisan yang begitu memilukan, di saat ia harus menceritakan kepada orang lain tentang apa yang telah menimpahnya.


Sementara Khay masih diam sambil mendengarkan cerita masa lalu istrinya, ia tak ingin menyelanya, ia ingin istrinya itu menceritakan semuanya kepada dirinya, yang Khay lakukan saat ini, ia menggenggam kuat tangan istrinya itu.


"Kamu pernah bahkan beberapa kali melakukan itu padaku, mengingatkanku kejadian yang pernah menimpahku dimasa lalu, di tambah lagi saat aku mendengar dari wanita-wanita yang pernah menjadi kekasihmu di kampus, kalau kamu sangat kurang ajar telah mempermainkan mereka, dari situlah aku sangat-sangat membencimu, aku takut bernasib seperti mereka, apalagi saat ini aku bukan hanya kekasihmu, tapi aku berstatus sebagai istrimu." Ucap Enzy terisak.


"Itu sungguh mengerikan bagiku." Tambahnya.


"Aku merasa jijik, menderita.... bahkan lemah tak berdaya, air mataku terus mengalir, berharap dia mengasihani ku dan melepaskanku." Enzy melanjutkan ceritanya dengan suara tersekat-sekat karena menangis.


"Dddddiiiaaa, me..me..." Enzy sulit meneruskan ceritanya, ia kembali mengabil nafas lalu melanjutkan ceritanya, dengan bibit bergetar.

__ADS_1


"Dddiii...ddiiaa, Mera.. meraba-raba ku, dd...ddaan men...mene..lanjangiku, ya dia menelanjangi ku..." Tangisan Enzy pecah saat tiba-tiba Khay menariknya masuk kedalam pelukannya, memeluknya sangat erat, bahkan Enzy merasakan kalau Khay juga ikut menangis saat ini.


"Sudah cukup, Nzy ! Cukup !!" Seru Khay membenamkan wajahnya di bahu istrinya itu, ia merasakan sesak mendengar cerita masa kelam istrinya, sekarang ia tidak akan menyakiti ataupun memaksa istrinya itu, ia baru tahu apa yang telah di alami wanitanya sebelumnya. Enzy menangis terdengar sesak sesak dan pilu, tanpa dalam pelukan suaminya tanpa membalasnya.


"Sam...."


"Kamu tidak perlu lagi melanjutkannya !" Sela Khay saat Enzy akan melanjutkan ceritanya, kemudian semakin mengeratkan pelukannya, sesekali ia mengusap punggung istrinya itu dengan sangat lembut.


"Maafkan aku.." Ucap Khay merasa sangat bersalah.


Enzy tak sanggup lagi membalas kata maaf yang keluar dari mulut pria yang kini memeluknya sangat erat itu, ia hanya bisa menangis sambil membenamkan wajahnya di bahu Khay sehingga kaos polos yang digunakan pria itu basah.


Perlahan-lahan Enzy membalas pelukan Khay, ia merasa sangat tenang dan nyaman berada di pelukan laki-laki yang sangat ia benci itu, pelukan yang sama hangatnya dengan pelukan papanya, pelukan yang sangat ia rindukan.


"Maaf, ku mohom maafkan aku.." Ucap Khay terdengar sangat memohon.


"Kenapa kamu malah minta maaf ?" Tanya Enzy pelan mengeratkan pelukannya.


"Karena aku sudah menjadi suami yang begitu br***ek, ba***Ngan." Sahut Khay.


"Aku membencimu, bahkan sangat membencimu !" Ucap Enzy.


"Tidak apa-apa kau mau membenciku sesukamu, tapi kumohon jangan tinggalkan aku, aku akan buktikan kalau aku bukanlah pria seperti itu, aku akan berubah, Nzy." Ucap Khay masih memeluk Enzy.


Enzy hanya diam mendengarkan ucapan Khay, keduanya berpelukan begitu erat, merasakan ketenangan dan kehangatan di antara keduanya.


Bersambung.....


cukup sampai disini dulu, soalnya author enggak tahan banyak bawangnya.


Maaf jika ceritanya membosankan, tapi seperti inilah kehaluan author yang masih amatir, dan masuh butuh pelajaran, jika masih banyak kekurangan mohon di beri kritikan dan saran, karena itu sangat berharga bagi author amatiran sepertiku.

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏


LOVE YOU ALL ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗😘😘😘😘


__ADS_2