Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 24 Season 3 ( Next Generatoin )


__ADS_3

Setelah pulang dari kampus, Enzy duduk di sofa ruang tengah sambil mengerjakan tugas kampusnya, Hingga hampir magrib Enzy masih terlihat sibuk dengan beberapa tugasnya yang tak kunjung selesai.


Tak lama Khay masuk sambil membawa sekantong belanjaan cemilan dan beberapa minuman kaleng.


Enzy hanya melirik sebentar lalu kembali fokus pada tugas-tugasnya, tanpa mengeluarkan kata sepatah katapun.


Khay berjalan mendekati Enzy dan berdiri di hadapannya, karena Enzy sama sekali tak mempedulikannya, Khay mencoba mencari perhatian wanita itu, Khay sengaja menendang-nendang pelan kaki Enzy, namun Enzy sama sekali tak merasa terganggu, sampai Khay melakukannya berulang-ulang kali, tak lama Enzy sudah merasa kesal dengan perbuatan pria di hadapannya itu, Enzy menatap sinis Khay lalu melemparnya menggunakan bantalan sofa yang ia letakkan dibawa laptopnya diatas pangkuannya.


"Ada apa denganmu, kenapa kau terlihat sangat kesal melihatku, apa aku menganggumu ?" Tanya Khay tanpa merasa bersalah.


"Kamu yang ada apa ? Siniin bantalnya !" Seru Enzy jengah ingin merebut kembali bantalnya.


"Apa kamu sudah gila, kenapa kamu terus tersenyum seperti itu ?" Tanya Enzy heran karena sejak kedatangan pria itu, selalu saja tersenyum.


"Apa aku tidak bisa tersenyum ? Tidak selamanya jugakan kalau kita tersenyum itu berarti kita gila, iya kan ?" Ujar Khay menaik turunkan alisnya.


"Benar-benar aneh !" Ucap Enzy jengah kembali duduk lalu melanjutkan tugasnya.


"Kamu mau enggak ?" Khay menawarkan cemilan yang ia bawah sejak tadi.


"Jangan mencoba mengerjai ku dengan menggunakan makanan, kamu tidak bisa membodohi ku, bisa saja kamu menaruh sesuatu di dalamnya, sampai membuatku mengalami hal buruk nantinya, aku tidak akan tertipu dengan akal-akalan mu itu." Ucap Enzy tak beralih dari laptopnya.


Khay memutar bola matanya malas karena jengah mendengar Enzy selalu saja berpikiran negatif terhadap dirinya, Khay melemparkan bantal yang sejak tadi ia pegang ke sofa sehingga hampir mengenai Enzy, Enzy menoleh menatap Khay kesal.


Khay mengeluarkan salah satu minuman kaleng, dan langsung membukanya.


"Jika aku berniat mengerjaimu, ataupun melakukan sesuatu yang buruk seperti yang kau tuduhkan aku tidak akan menggunakan makanan ataupun semacamnya" Ucap Khay langsung meneguk minuman ditangannya.


Enzy memperhatikan Khay meminum minumannya, ia terpanah keseksian suaminya itu saat meneguk minumannya, apalagi saat melihat jakung laki-laki itu naik turun saat meneguk sedikit demi sedikit minumannya, membuat Enzy tak bisa mengedipkan matanya, sehingga dengan sulit meledan ludahnya.


Khay yang menangkap basah Enzy menatapnya seperti itu berusaha menahan senyumnya, ia memajukan bibir bawahnya, menatap Enzy dengan tatapan menggodanya.


"Ke...kenapa kamu menatapku seperti itu ?" Tanya Enzy gugup sambil memalingkan wajahnya karena ia sungguh malu karena kedapatan memperhatikan Khay seperti itu.


"Kamu sendiri, kenapa melihatku seperti itu, apa aku terlihat begitu seksi dan menggoda ?" Ucap Khay menggoda sambil menahan senyumnya melihat rona merah diwajah istrinya itu.


"Aku mau mandi !" Seru Enzy buru-buru meninggalkan tempat itu, dan langsung menuju kamarnya.


Sedangkan Khay terus menatap punggung Enzy dan terkekeh geli melihat sikap malu-malu istrinya itu yang sangat terlihat lucu.


...----------------...


Di kamar mandi.


Enzy terus merutuki kebodohannya sambil memukul-mukul kepalanya, ia merasa sangat malu akibat tertangkap basah oleh Khay saat mengagumi keseksian pria itu. Enzy segera menyelesaikan acara mandinya, ia menutup shower lalu beralih mengambil handuknya, kemudian berjalan ke depan wastafel yang ada di dalam kamar mandi, lalu mengeringkan badannya sebelum memakai pakaiannya.


"Dimana pakaianku ?" Seru Enzy saat tak melihat pakaiannya disana.


"Astaga." Enzy memukul keningnya sendiri karena melupakan pakaiannya sebelum masuk ke kamar mandi.


"Ini semua gara-gara pria itu." Kesal Enzy.


"Bagaimana ini ? Pakaian yang tadi sudah basah, kalau aku keluar menggunakan handuk, bagaimana kalau Khay berada dikamar sekarang, dan melakukan hal macam-macam terhadapku ?" Enzy terus berbicara sendiri.

__ADS_1


"Ah... Mudah-mudahan saja, pria itu tak berada dikamar, Bismillah..." Enzy terlebih dulu menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan kemudian membuka pintu dengan pelan-pelan, ia mengintip apakah Khay benar tidak disana.


"Kamu melupakan ini !" Seru Khay tiba-tiba berdiri dihadapannya, sambil memperlihatkan pakaiannya, tak lupa dengan senyum menggodanya.


Enzy mengangkat kepalanya, menatap Khay sambil menutup bagian dadanya.


"Ng....ngapain kamu disini ? Itu milikku !" Seru Enzy gugup kemudian berusaha mengambil pakaiannya yang berada ditangan Khay menggunakan tangan satunya, sedangkan tangan yang lainnya ia gunakan untuk menutupi bagian dadanya.


Bukannya memberikan pakaiannya Khay malah semakin menjauhkannya, membuat Enzy mendengus kesal menatap tajam pria dihadapannya itu yang terlihat sangat menyebalkan.


"Khay, jangan main-main kembalikan !" Seru Enzy kesal.


"Aku akan memberikanmu jika kamu membiarkan aku masuk bersamamu." Goda Khay.


"Kamu jangan coba-coba mempermainkan ku !" Seru Enzy geram dengan sikap Khay.


Khay yang melihat Enzy seperti itu membuatnya ingin terus menggodanya, tiba-tiba saja Khay mendorong tubuh Enzy kembali masuk ke kamar mandi, membuat Enzy memekik.


"Khay apa kau sudah gila sungguhan, apa yang kau lakukan, hah ?" Seru Enzy saat Khay mendorongnya hingga ia terkunci di tembok.


"Khay...." Pekik Enzy saat melihat Khay membuka kaos yang ia gunakan.


Khay mulai menciumi leher jenjang Enzy, dan di bagian bawah telinga wanitanya, Enzy masih saja berontak agar bisa bebas dari pria itu.


Lama-lama Enzy juga mulai menikmati sentuhan-sentuhan dari suaminya itu, Enzy mendesah kecil saat Khay membuat beberapa tanda kepemilikan dibagikan bawah telinganya, sampai Enzy melingkarkan tangannya di bahu Khay dan me****masnya hingga membuat bekas cakarannya.


Sesaat Enzy kembali dengan kesadarannya, ia mencoba lagi untuk terlepas dari Khay yang semakin liar menciuminya.


"Kh...kha... Khay... Lepaskan aku Khay !" Ucap Enzy tersengal-sengal karena ulah Khay yang terus menciumi bagian dadanya, namun belum sampaai ke bagian gundukannya karena masih terbungkus handuk.


Khay yang awalnya berniat hanya menggoda istrinya itu, ia terbuai sendiri saat ia menyentuh dan melihat tubuh putih mulus milik Enzy, apalagi melihat Enzy hanya menggunakan handuk yang memperlihatkan paha mulusnya.


"Apa yang kamu lakukan ?" Enzy lagi-lagi mencoba mendorong dada bidang Khay.


"Kami wangi, aku menyukainya." Sahut Khay menghirup aroma tubuh Enzy, lalu kembali mengecup bagian bawah telinga wanitanya itu, membuat Enzy kegelian.


"Khay aku mohon jangan lakukan ini, Khay !" Seru Enzy m***""as kuat dada Khay saat Khay lagi-lagi membuat tanda kepemilikannya di bagian lehernya.


Khay menghentikan aktivitasnya sejenak lalu beralih menatap manik mata Enzy dengan tatapan diliputi gairah yang membuncah.


"Aku tak bisa jauh dan tak mengganggu, Nzy, aku benar-benar sudah gila sekarang." Ucap Khay dengan suara seraknya.


Enzy terdiam menatap Khay saat mendengar ucapan pria itu, apa maksud pria ini, pikir Enzy.


Saat Khay akan melanjutkan lagi aktivitasnya, Enzy dengan cepat mendorongnya.


"Kamu benar-benar sudah gila Khay !" Seru Enzy lalu pergi meninggalkan Khay masih terdiam sendirian di kamar mandi, Khay tersenyum melihat Enzy berlari sambil memperbaiki handuknya yang hampir saja terjatuh, karena tak melekat dengan baik.


"Sial, kenapa aku jadi begini ?" Umpat Enzy menahan gagang pintu agar Khay tak bisa keluar.


"Enzy buka pintunya !" Teriak Khay dari dalam.


"Enzy, aku bilang buka pintunya." Khay kembali berteriak sambil menggedor-gedor pintu.

__ADS_1


Enzy melepaskan gagang pintunya kemudian langsung berlari menuju tempat tidur, lalu ia merebahkan tubuhnya disana, lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya, ia berbaring membelakangi Khay.


Khay berdiri di depan pintu sambil terkekeh melihat tingkah Enzy yang menurutnya sangat menggemaskan, kemudian ia berjalan mendekatinya, Khay langsung memeluk Enzy dari belakang, dan meletakkan dagunya di bahu Enzy.


"Mimpi indah istriku !" Bisik Khay di dekat telinga Enzy.


"Ngomong-ngomong tadi kamu sungguh seksi." Ucapnya lagi.


Enzy yang mendengar omongan Khay, ia langsung membuka sedikit selimutnya yang hanya menampakkan kepalanya hingga leher, Enzy berbalik menatap Khay dengan tatapan tajam, kemudian ia menyikut perut Khay begitu keras hingga membuat Khay meringis kesakitan, sambil memegangi perutnya.


"Jangan coba-coba untuk mempermainkan ku !" Seru Enzy kesal.


"Jika sekali lagi kamu macam-macam, aku tidak hanya menyikutmu, tapi aku akan memotong-motongmu, hingga tak tersisa." Ancam Enzy geram, menatap Khay dengan tatapan menyeramky.


Bukannya merasa takut dengan ancaman istrinya itu, Khay malah berniat untuk menggodanya lagi.


"Kalau begitu, aku akan melakukannya lagi nanti." Goda Khay tersenyum menggoda, namun terlihat sangat mengesalkan dimata Enzy.


"Aku tidak akan membiarkanmu melakukannya." Seru Enzy tak mau kalah.


"Akui saja, kalau sebenarnya kamu juga sangat menikmatinya tadi, bahkan suaramu terdengar sangat seksi." Ucap Khay.


"Khay..." Teriak Enzy kesal ingin memukul Khay, namun dengan cepat Khay menahan tangannya.


"Jika kamu menginginkannya, jangan segan-segan memintanya, aku akan memberikanmu dengan sangat suka rela, ikhlas lillahi taala." Ucap Khay membuat Enzy semakin dibuat kesal hingga ke ubun-ubun melihat ketengilan pria dihadapannya itu.


"TIDAK AKAN PERNAH !!" Seru Enzy menekankan kata-katanya, menarik tangannya yang masih dipegang Khay, lalu kembali merebahkan tubuhnya membelakangi Khay yang kini duduk di belakangnya, tak lupa ia menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya.


"Apa kamu tak ingin makan malam dulu, ini sudah malam, loh, ? Jangan tidur dulu !" Ujar Khay, namun Enzy tak menggubrisnya.


"Lagian apa kamu tidak takut, aku akan macam-macam lagi, mengingat kamu masih menggunakan handuk." Tambah Khay terus menggodanya.


Enzy membuka sedikit selimutnya lalu menatap sinis Khay.


"Kamu jangan macam-macam, atau aku akan mengadukan mu pada ayah dan bunda." Ancam Enzy.


"Ampunn... istriku..." Ucap Khay menyatukan tangannya tanda hormatnya yang terlihat sangat menyebalkan.


"Ya sudah sana pakai pakaian kamu, aku tidak akan menganggumu, aku mau keluar memesan makanan, untuk makan malam kita, karena aku yakin kamu tak akan masak malam ini." Ucap Khay berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil bajunya secara acak, kemudian berjalan keluar kamar sambil memakai bajunya.


Sedangkan Enzy memandangi punggung pria itu dengan tatapan sulit di artikan, hingga tubuh Khay tak terlihat lagi, setelah Enzy memastikan kalau Khay benar-benar sudah keluar, Enzy segera beranjak dari tempat tidur untuk mengenakan pakaiannya.


Bersambung....


Terimakasih telah mengikuti alur cerita Khay dan Enzy, yang mungkin sedikit membosankan, tapi author benar-benar berterimakasih karena para reader selalu setia menunggu kelanjutan ceritanya 🙏🙏🙏🙏


Untuk hari ini aku hanya bisa up 4 episode, besok insyaallah author akan Crazy up lagi, tapi aku enggak janji ya, Samapi berapa episode, soalnya besok author ada acara keluarga juga.


Like


Komen


Vote

__ADS_1


Love You All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘


__ADS_2