Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 97 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

Setelah dua hari akhirnya pekerjaan Kavi selesai, dan akan segera kembali ke Indonesia.


Kavi berjalan menyusuri koridor bandara di Bangkok, dengan stelan jasnya tak lupa dengan kacamata hitamnya yang menambah penampilannya yang membuatnya terlihat semakin tampan dan lebih muda dari usianya.


"Bella, saya akan langsung menuju ke kota Z, kamu urus pekerjaan di kota Xx untuk beberapa hari kedepan !" Seru Kavi kepada Bella sekertarisnya yang berjalan di sampingnya.


"Tapi tuan, saya masih butuh banyak belajar, saya tidak yakin bisa mengerjakan semuanya." Sahut Bella pesimis.


"Kamu akan dibantu Rio." Ujar Kavi.


"Baiklah tuan." Putus Bella pada akhirnya.


"Saya percaya padamu, kamu bisa !" Ucap Kavi.


"Terimakasih tuan.


Keduanya pun masuk ke arah keberangkatan yang berbeda, Kavi akan langsung menuju ke kota Z, sedangkan Bella sekertarisnya langsung ke kota Xx.


Setelah berapa jam penerbangan, akhirnya Kavi mendarat di bandara di kota Z, Kavi menggulung kemejanya hingga batas siku, karena sebelumnya ia sudah melepaskan jas yang hanya menyisakan rompi dalemannya.


Banyak pasang mata yang melihat ke arahnya, tak banyak pula yang tak mengenal pemilik salah satu stasiun televisi terbesar di negara tersebut.


Setelah sampai di lobi, Kavi langsung memanggil taksi, dan langsung menuju hotel tempatnya akan menginap beberapa hari kedepannya. Kavi sengaja tak membawa pakaian selain yang ia kenakan saat ini, karena itu akan merepotkannya saja, Kavi hanya membawa beberapa barang pentingnya saja seperti ponsel, tab, juga sebuah laptop.


"Pak, antarkan saya ke sebuah delear mobil saja !" Seru Kavi merubah pikirannya untuk ke hotel, ia berpikir akan membeli sebuah mobil untuk membantunya kesana kemari selama berada di kota ini.


"Baik Pak." Sahut sopir taksi tersebut kemudian mengubah jalur yang dilaluinya.


...----------------...


Sedangkan di sekolah seperti biasa Kemal masih berusaha mendekati Kia, agar Kia mau berteman dengannya, Kemal memang menyukai Kia namun Kemal tak ingin memaksakan perasaannya, ia ingin mendekati Kia perlahan, walaupun nantinya Kia tak membalas perasaannya, tapi setidaknya gadis itu mau berteman dengannya.


"Ki, kantin yuk !" Ajak Kemal merangkul bahu Kia yang masih sibuk merapikan bukunnya yang masih berantakan di atas mejanya.


"Gak, gue mau sendiri." Tolak Kia menepis lengan Kemal yang merangkulnya, dengan menggoyangkan bahunya.


"Ki, gue gak berniat yang tidak tidak-tidak denganmu, gue hanya ingin berteman denganmu.


Kia tak menghiraukan ucapan Kemal, kemudian ia berdiri dari duduknya dan langsung keluar dari kelas ingin segera ke kantin karena perutnya dirasa lapar sejak tadi.


"Ki, tunggu woii..." Teriak Kemal kemudian mengejar Kia yang sudah keluar lebih dulu.


Kia membiarkan Kemal mengikutinya, namun tak ada satupun ucapan Kemal di tanggapinya.


Saat keduanya masuk ke kantin, banyak pasang mata melihat Kemal dan Kia masuk, pasalnya Kemal tak sembarang mengajak orang ikut bersamanya apalagi ke kantin, sebenarnya Kemal juga murid pindahan dari luar negeri saat naik ke kelas dua, Kemal pindah dari Jerman, orangtuanya berada disana dan kini ia tinggal bersama pamannya di kota Z ini.


"Mau makan apa Ki ? Biar gue pesenin." Tanya Kemal setelah Kia duduk disalah satu meja kosong disana.

__ADS_1


"Gak usah, gue bisa sendiri." Lagi-lagi Kia menolak, ingin segera memanggil pegawai di kantin tersebut, namun dengan cepat Kemal menahannya.


"Gak usah kasian mbaknya, banyak yang mesti dilayani, lagian kalau nunggu mbaknya pasti lama, entar keburu masuk kita." Ujar Kemal.


"Ya sudah, kamu mau makan apa ?" Tanyanya lagi melihat Kia mengurungkan niatnya memanggil pegawai kantin tersebut, yang di anggap Kemal kalau Kia setuju dia yang memesankannya makanan.


"Terserah !" Sahut Kia.


"Ok tunggu !" Seru Kemal kemudian berjalan pergi ke salah satu stand makanan.


Tak lama Kemal kembali dengan sebuah nampan berisikan dua porsi bakso, dan di susul abang-abang membawa nampan satunya berisikan jus jeruk sebagai minumannya.


"Thanks." Ucap Kia datar kemudian mulai meracik baksonya dengan banyak saus sedikit kecap membuat kuah baksonya serta baksonya berubah memerah.


"Kamu yakin bisa makan itu, apa gak kepedesan ?" Tanya Kemal bergidik melihat penampakan bakso racikan Kia.


"Bisa." Sahut Kia lagi-lagi singkat.


Keduanya pun mulai menikmati bakso racikan mereka masing-masing, berbeda dengan racikan bakso Kia yang penuh cabai, bakso Kemal malah kelihatan menghitam karena kebanyakan kecap, membuat Kia merasa eneg melihatnya.


"Mal, ngapain sih loh capek-capek dan maksain buat gue mau jadi sahabat elo ?" Disela-sela makan mereka, tiba-tiba Kia angkat bicara, hal itu membuat Kemal hampir tersedak mendengar Kia bicara dengan kalimat yang cukup panjang, dan ini kali pertamanya.


"Yang barusan ngomong itu kamu ?" Tanya Kemal terlihat bod**h mencoba memastikan apa yang ia dengar barusan.


"Ya sudah jika elo gak mau jawab." Sahut Kia memutar bola matanya malas, kemudian beranjak dari sana karena baksonya sudah habis.


"Ki tunggu !" Kemal mengambil uang tersebut kemudian mengejar Kia.


Siswi-siswi yang berada disana ada yang menatap Kia tak suka, dan ada juga hanya acuh dan cuek saja. Tapi berbeda dengan gadis yang berada dipojokkan kantin, gadis itu sepertinya sangat membenci Kia, dilihat dari caranya menatap Kia, dengan tatapan tajam sambil mengepalkan tangannya.


"Awas aja loh, berani mendekati Kemal." Ucapnya menatap keluar kantin.


Kembali kepada Kemal dan Kia


"Nih duit kamu, gue udah bayar tadi !" Seru Kemal mengembalikan uang Kia setelah ia berhasil mengejarnya.


"Pegang aja, anggap saja gue ganti uangmu tadi." Sahut Kia datar.


"Kia, asal kamu tahu, gue hanya ingin menjadi sahabat kamu, itu saja." Ucap Kemal.


"Gue tahu." Sahut Kia.


"Terus ?" Tanya Kemal memastikan apakah Kia mau menjadi temannya.


"Gue mau." Jawabnya.


"Apa, bener, gue gak salah dengarkan ?" Tanya Kemal lagi untuk memastikan.

__ADS_1


"Gue gak pernah mengulangi ucapan gue, jadi terserah elo mau tanggepin bagaimana." Ujar Kia.


"Ok, sekarang kita sahabat." Ucap Kemal cepat lalu merangkul bahu Kia.


"Gak usah ngerangkul !" Seru Kia menaikkan sebelah bahunya, menepis lengan Kemal.


"Ok...ok...BTW pulang sekolah kamu masih kemana ?" Tanya Kemal menurunkan lengannya dari bahu Kia.


"Pulang." Jawab Kia.


"Masih datar aja kamu sama gue." Ujar Kemal.


"Bagaimana kalau jalan dulu, temenin gue kebengkel, gue mau modif motor baru gue." Ajaknya kemudian.


"Kagak usah kebengkel, ikut gue pulang aja, kalau soal gitumah gue juga bisa." Sahut Kia enteng.


"Yang bener loh" Tanya Kemal seolah tak percaya dan langsung berdiri dihadapan Kia menghalangi jalannya.


"Ya udah kalau loh kagak percaya." Kia memutar bola matanya malas.


"Minggir loh gue mau lewat !!" Serunya mendorong Kemal yang masih berdiri dihadapannya sambil menatapnya tak percaya.


"Ya udah gue ikut kamu deh." Putus Kemal pada akhirnya, walaupun sebenarnya ia tak terlalu percaya sebelum ia membuktikan sendiri ke alhlian gadis itu.


...----------------...


Sepulang sekolah, Kemal dan Kia mengendarai motor masing-masing menuju kediaman opa Salman, Kemal sempat kaget melihat skil Kia membawa motornya layaknya seorang yang sudah sangat pro, dilihat cara Kia menyalip kendaraan lain, Kemal yang seorang pria tidak bisa seperti itu, apa karena selama ini hanya menggunakan mobil saja.


Tak sampai setengah jam akhirnya Kia tiba di rumah, masih menunggu Kemal yang belum juga tiba. Sekitar 10 menit akhirnya Kemal pun tiba, Kia menatap meremehkan kepada pria yang baru saja memarkirkan motornya di depan sebuah garasi yang sangat lengkap disana, mungkin lebih lengkap dari bengkel.


"Gilaaaa, cara loh bawa motor keren banget." Ucap Kemal menaikkan jempolnya.


"Ckk, tidak usah memuji seperti itu, itu biasa aja." Ujar Kia duduk di salah satu bangku di depan garasi, kemudian di ikuti Kemal.


"Ya sudah log tunggu gue disini bentar, gue masuk dulu buat ganti baju." Seru Kia di angguki Kemal.


"Oh iya gue boleh masuk ke dalam gak buat liat-liat.?" Ijin Kemal berniat masuk ke garasi.


"Emmm, masuk aja, kalau gitu gue tinggal dulu !" Sahut Kia kemudian kembali berdiri dari duduknya kemudian masuk lewat pintu samping yang ada di dekat garasinya.


Bersambung..........


Jangan lupa LIKE KOMENT dan VOTE....


Tunggu cerita author selanjutnya yang berjudul Dendam Membawa Cinta.... di jamin gak kalah seru berbeda dari cerita sebelumnya..... Akan segera rilis di awal May...


...TERIMAKASIH...

__ADS_1


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2