Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 41 Season 3 ( Next Generatoin )


__ADS_3

Ezny duduk sendirian di kampus, sambil melamun memikirkan Khay yang sejak tadi pagi bersikap dingin kepadanya.


Tiba-tiba Enzy mendengus kesal saat mengingat kejadian tadi pagi, saat Khay menolak untuk sarapan bersama dengan alasan terburu-buru karena ada tugas kampus yang segera ia kumpulkan.


"Sebanarnya dia Kenapa sih, kenapa tiba-tiba nyuekin aku ?" Tanya Enzy pada dirinya sendiri.


"Emang dasarnya kurang ajar, ngambekkan, Dasar !!" Enzy bicara sendiri dengan begitu kesal, sekarang ia yakin kalau Khay masih merajuk gara-gara pertemuannya dengan Baim semalam.


"Hay, apa kamu sudah gila bicara sendiri seperti itu ?" Tanya Nendra yang tiba-tiba duduk dihadapannya, sambil membawa tiga minuman Boba.


"Bodo, terserah kamu bilang aku gila, enggak peduli." Kesal Enzy meminum minuman yang dibawa Nendra.


"Gue pikir kamu sudah gila beneran, bicara sendiri seperti itu." Ujarnya.


"O iya Rendra mana, tumben enggak ikutan.?" Kemudian Nendra menanyakan saudara kembarnya, karena ia tak melihatnya bersama dengan Enzy.


"Dia ada urusan sama dosen." Jawab Enzy malas.


"Kamu kenapa lagi, bertengkar lagi sama Khay ?" Nendra mencoba menebak karena melihat sikap Enzy sekesal itu.


Enzy hanya menggelengkan kepalanya, menanggapinya.


"O iya, ngomong-ngomong, kamu jadi ikutan bazar amal tahunan enggak ?" Tanya Nendra.


"Sepertinya aku enggak ikutan, aku nyumbang aja ya, lagi enggak mood soalnya." Jawab Enzy.


"Enggak mood kenapa, atau jangan-jangan kamu ingin menghabiskan waktu berduaan ya sama si Khay, soalnya pas hari acara bazar kampus di liburkan." Tebak Nendra dan langsung mendapatkan tatapan membunuh dari wanita dihadapannya itu.


"Jaga bicaramu, nanti ada yang dengar, bisa berabe urusan." Ujar Enzy menaruh telunjuknya di depan mulutnya.


"Btw, kamu beneran ribut lagi sama Khay ?" Tanya Nendra penasaran, ia memajukan sedikit badannya lalu berbisik.


"Kenapa kau bertanya seperti itu, apa kelihatan banget kalau aku sedang ribut, sampai-sampai sejak tadi kau bertanya seperti itu, Hem ?" Tanya balik Enzy.


"Bukannya gitu juga sih, tapi tadi pagi gue enggak sengaja ketemu Khay, pas dia mau masuk ke kelasnya, dan..." Belum juga Nendra menyelesaikan ucapannya Enzy langsung menyelanya.


"Dan apa ?"Sela Enzy penasaran.


"Dia terlihat sangat murung, bahkan dia mengabaikan ku, saat gue sapa, dan lebih heran lagi, gue dengar dia marah-marah enggak jelas saat dia masuk ke kelasnya." Jelas Nendra.


"Dia tak biasanya seperti itu." Tambah Nendra.


"Kenapa ?" Tanya Enzy.


"Kamu tanya ke gue kenapa ? Itulah kenapa gue bertanya, apa benar kalian bertengkar lagi atau tidak, karena tidak biasanya Khay seperti itu." Jelas Nendra sedikit jengah.


"Gue saranin ya, jangan sering-sering bertengkar, dan benci sama dia, gue yakin sekarang dia benar-benar berubah, dan itu demi kamu." Ucap Nendra.


"Sebenarnya kamu di pihak siapa sih, aku atau dia?" Tanya Enzy mencebikkan bibirnya.


"Gue ada di pihak yang benar, gue enggak berpihak ke siapapun." Jawab Nendra.

__ADS_1


"Jadi, benar kalian ribut ? Bicara soal Khay sebenarnya gue kasihan sama dia." Ucap Nendra.


"Kasihan Kenapa ?"


"Kasihan, bagaimana bisa dia jatuh cinta dengan wanita seperti mu, padahal banyak tuh, yang rela antri dan di duakan bahkan lebih dari itu, yang mengantri, bahkan ngejar-ngejar dia, tanpa harus Khay bersusah-susah mengemis cinta dari mereka." Ujar Nendra.


"Kamu benar Nend, mungkin aku bukan wanita yang tepat dan benar untuknya." Sahut Enzy sendu melihat ke arah lain.


"Siapa bilang, kamu cocok sama dia, tadi gue cuma bercanda doang, kok, jangan dibuat serius lah !" Seru Nendra, merasa tak enak melihat perubahan wajah Enzy.


"Sekarang kamu cerita, kamu sama dia ada masalah apa lagi ?" Tanya Nendra kali ini ia mulai serius.


"Enggak ada apa-apa." Jawab Enzy tersenyum sedikit ia paksakan.


"Ok, kalau kamu enggak mau cerita, itu urusan kalian berdua, gue percaya kalau kalian sudah dewasa, jadi taulah mana yang terbaik untuk kalian." Ucap Nendra.


"Tapi..., sebenarnya gue yakin kalau kamu mulai menyadari perasaan kamu ke Khay, hanya saja kamu terlalu gengsi untuk mengatakannya." Lanjut Khay melihat sahabatnya itu hanya terus diam sejak tadi.


Enzy membenarkan apa yang dikatakan sahabatnya itu, tapi ia belum berani mengakuinya, sejak Enzy mulai menerima Khay sebagai suaminya, Enzy sudah menyadari perasaannya, namun ia belum begitu yakin, tapi sekarang ia benar-benar yakin kalau ia sudah mencintai suaminya itu, hanya saja ia masih di kuasai rasa gengsi untuk mengakuinya.


"Atau jangan-jangan kalian sudah melakukan itu, Hem...Hem...?" Tebak Nendra menaik turunkan alisnya, sambil memperagakan kedua tangannya seperti orang lagi berhubungan.


Enzy langsung memukul lengannya dengan sangat keras, membuat Nendra langsung meringis kesakitan.


"Jaga bicaramu ! Dan satu lagi buang jauh-jauh pikiran kotormu itu !!" Seru Enzy kesal lalu beranjak dari tempat tersebut meninggalkan Nendra masih sibuk mengusap lengannya yang terkena pukulan.


"Kamu sebenarnya cewek apa cowok sih, Nzy, lenganku hampir saja copot gara-gara kamu ?" Teriak Nendra kemudian mengikuti sahabatnya itu yang lebih dulu keluar dari kantin.


"Pulang !" Jawab Enzy malas dan hanya di tanggepin anggukan kepala dari Nendra.


Keduanya berjalan menuju parkiran dimana mobil mereka terparkir.


...----------------...


Sementara di kediaman utama milik keluarga Kenan.


Terlihat Kia berada di garasi sedang sibuk membongkar mesin motornya, di temani Raydan kakak sepupu dari Khay dan Kia. Kebetulan Raydan berkunjung di kediaman auntynya, karena sedang ada urusan di kota Xx.


"Beres !!" Ucap Kia setelah selesai memasang baut terakhir pada kap motornya.


"Hebat, kamu benar-benar hebat soal ginian, aku aja yang laki-laki enggak terlalu mengerti soal ginian." Ucap Raydan memuji kepintaran adik sepupunya itu kalau soal permesinan.


"Bisa aja bang kamu mujinya, ini mah gampang, semua orang juga bisa, kali." Sahut Enzy membereskan alat-alatnya yang digunakan tadi.


Garasi Kia sudah benar-benar sudah seperti bengkel motor, disana sudah banyak alat-alat canggih untuk service motornya, dan banyak motor-motor koleksi milik Kia berjejer rapi, mulai dari jenis moge, trail, bahkan beberapa herlay Davidson.


"Bang Aidan, bangkhay sepertinya sudah lupa sama kita-kita, sejak ia pindah di apartemen, dia sudah tak pernah lagi kesini." Ucap Kia setelah membereskan semua peralatannya dan di simpan di tempat yang semestinya, dibantu oleh Raydan.


"Mungkin dia lagi sibuk, atau mungkin saja lebih meluangkan waktu berdua dengan istrinya, kamu tau sendirikan mereka menikah karena perjodohan, dan itu memerlukan waktu luang untuk saling mengenal satu sama lain." Jelas Raydan keduanya pun berjalan menuju Gasebo yang ada di dekat kolam renang.


"Benar juga sih." Sahut Enzy kemudian memanggil salah satu pekerja yang ada dirumahnya itu, ia menyuruh untuk di ambilkan minuman dan juga cemilan untuk mereka berdua.

__ADS_1


"Apa kamu sudah kengen sama Abang kesayangan kamu itu ?" Goda Raydan pasalnya Kia dan Khay tak pernah akur jika bertemu, selalu saja bertengkar.


"Tidaklah, cuman sejak dia pindah rumah jadi sepi aja, enggak ada yang aku recokin, dan menempel sama ayah, jika ayah ada dirumah." Jelas Kia.


"Tenang sekarang ada aku, Abang kamu yang paling keren." Ucap Raydan membanggakan dirinya.


"Kalau bang Aidan ma asik diajak main, enggak ngambekkan, enggak kayak si bangkhay." Ujar Kia merangkul bahu kakak sepupunya itu.


Keduanya memang sangat dekat dan terlihat sangat akrab, bahkan jika ketiganya berkumpul, Khay lah yang selalu jadi bahan bullian mereka, apalagi yang mereka tau Khay adalah orang yang ngambekkan, apalagi jika ada ayahnya Khay tak akan malu untuk mengadukan mereka.


Di sela-sela obrolan mereka tiba-tiba Khay masuk dan ikut bergabung dengan mereka.


"Hay semua." Sapa Khay malas langsung merebahkan tubuhnya di Gasebo, membuat Raydan dan Kia saling berpandangan.


"Kamu kenapa lagi ? Tanya Raydan.


"Enggak ada apa-apa." Jawab Khay tanpa melihat kakak sepupunya itu.


"Enggak ada apa-apa kok, mukanya seperti itu, kamu di tinggal kak Enzy, dia pasti tau kelakuan asli kamu deh bang." Sahut Kia.


"Sok tau !" Ucap Khay bangun dan langsung menjentikkan jarinya di kening adiknya itu.


"Dasar bangkhay Lo...!" Seru Kia kesal ingin membalas perlakuan Khay, namun Khay buru-buru menghindar.


"Ayah sama bunda mana ?" Tanya Khay karena tak melihat kedua orangtuanya sejak ia masuk kerumah.


"Ayah masih di kantor, sedangkan bunda katanya jalan sama aunty Lani." Jelas Kia.


"Oh...." Khay hanya ber oh ria, menanggapi. ketiganya pun lanjut mengobrol.


Bersambung......


Visual.


Rendra & Nendra



Kia



Raydan



Jangan lupa terus beri dukungan Like, Komen dan Vote.


Terimakasih 🙏🙏🙏🙏


Love You All ❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2