Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 138 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

Malam harinya tepat jam 7 malam, acara resepsi pernikahan Kavi dan Kia di adakan dengan sedikit lebih santai.


Kedua mempelai kini sudah berada di atas pelaminan yang megah dan mewah menyambut para tamu yang mulai berdatangan memberikan mereka selamat dan doa terbaik mereka bagi kedua mempelai.



Kedua mempelai tampak sangat serasi dengan pakaian simple yang keduanya kenakan, walaupun pakaian mereka tampak simple namun terlihat sangat elegan.


Kia (Anggap saja foto visualnya itu Kia)



Kavi



"Selamat ya tuan Kavi, semoga samawa." Ucap salah satu kolega bisnis Kavi.


"Terimakasih tuan Hans, sudah menyempatkan hadir." Balas Kavi.


Tuan Hans hanya menganggukkan kepalanya lalu menepuk punggung Kavi, lalu berlalu karena masih banyak tamu yang lain yang mengantri.


Sekitar satu jam acara berlangsung, Rita selaku wanita yang pernah bertemu dengan Kavi dan Kia di warung makan Padang datang bersama suami suaminya yaitu Fikar.


"Wahh... selamat ya bro, kita baru bisa bertemu setelah sekian lama, eh...tau-taunya di acara nikahan kamu." Ucap Fikar heboh dan langsung memeluk teman lamanya itu.


"Kamu bisa aja Fik, makanya jangan betah tinggal di negara orang." Balas Kavi, kemudian melepaskan pelukan masing-masing.


"Saya gak nyangka loh Kav, gadis yang mengaku ponakan kamu waktu di warung makan, ternyata calon istri kamu." Rita ikut menimpali.


"Itu gara-gara kamu juga sih, Mala membahas masa lalu, jadi salah paham kan dia, makanya dia ngaku ponakan." Ucap Kavi melirik sekilas istrinya.


Sedangkan Kia hanya bisa tersenyum canggung, ada sedikit rasa malu terhadap Rita, karena dulu saat bertemu ketara sekali kalau dia sedang kesal waktu itu.


"Selamat ya Kav, Ki, semoga kalian jadi keluarga samawa, dan cepat di beri momongan, kasihan juga sama Kavi, udah tua tapi belum juga ada keturunan, padahal ya teman-teman seangkatan kami rata-rata udah punya termasuk kami." Ucap Rita panjang lebar.


"Ckk... mentang-mentang, kalian tunggu aja, saya akan ngegas pokoknya." Ujar Kavi, karena perkataannya itu dengan refleks Kia memukul bahu suaminya itu karena merasa malu.


"Sudah-sudah wajah istri kamu udah memerah banget itu, malu pasti itu, dan saran saya Kav, kamu pelan-pelan aja lah, kasihan istri kamu kelihatannya masih kecil." Ucap Fikar.


Tanpa mereka sadar antrian dibelakang mereka sudah banyak, Rita buru-buru mengajak suaminya untuk segera turun.


"Have fun ya kalian." Ucap Kavi kepada kedua teman kuliahnya itu.

__ADS_1


"Ok, sekali lagi selamat ya." Ucap Rita kemudian turun dari pelaminan, tak lupa ia juga menyalimi tangan Kenan dan Diva di sisi kanan kedua mempelai yang ikut berdiri di pelaminan mendampingi anak dan menantunya, begitupun dengan paman dan bibi Kavi juga ada di sisi kiri kedua mempelai.


Sedangkan di balroom



Khay dan Enzy baru saja datang, keduanya memang datang sangat terlambat, di karenakan setelah ijab tadi Khay dan Enzy kembali ke apartemen karena ada yang mereka lupakan.


Malam harinya, di saat keduanya akan kembali ke hotel tempat acara di langsungkan, mereka terjebak macet.


Keduanya masuk, banyak pasang mata yang mengagumi visual keduanya, mereka terlihat sangat serasi Khay yang menggunakan stelan jas abu-abu dengan dalaman kemeja hitam, sedangkan Enzy yang menggunakan gaun berwarna crem yang tampak sangat cocok jika berdampingan dengan Khay, apalagi penampilan Enzy yang terlihat sangat anggun dengan rambut yang sengaja ia gerai.


Khay



Enzy



"Wahhhh ponakan aunty udah pada datang, kok terlambat ?" Heboh Jova saat Khay dan Enzy bergabung di salah satu meja, dimeja itu sudah ada Jova, Noval, Clarie putri semata wayang Jova dan Noval, kemudian disana juga ada Lani, Ray, si kembar siapa lagi kalau bukan Rendra dan Nendra, dan juga Kiki, Dafa, juga putra dan putri mereka yaitu Zyan dan Gea.


"Maaf aunty, semuanya, kami terjebak macet." Jawab Enzy setelah duduk di samping Gea di ikuti Khay, kebetulan Khay duduk berdampingan dengan Clarie membuat Enzy sedikit kesal, karena sampai saat ini Enzy masih suka cemburu dikala Khay dan Clarie berdekatan.


"Yank, boleh tukaran tempat duduk gak ?" Ujar Enzy.


Clarie memang seperti itu jika bertemu dengan Khay, gadis itu selalu saja manja terhadap pria yang sudah di anggap seperti kakak kandungnya sendiri itu.


"Gak apa-apa sih, pokoknya mau aja pindah disitu." Sahut Enzy.


Khay pasrah, dan bertukar tempat duduk dengan istrinya itu, sedangkan yang lainnya mengerti terlihah dari raut wajah Enzy yang tiba-tiba masam saat melihat Clarie tadi yang merangkul Khay dengan manja.


"Tante Kiki sama om Dafa apa kabar ?" Tanya Khay.


"Alhamdulillah om dan tante baik-baik aja, kamu kalian bagaimana ?" Jawab Kiki kemudian balik bertanya.


"Alhamdulillah baik-baik juga kok Tan." Jawab Khay.


"Sekarang Gea udah gede ya." Khay beralih menggoda Gea sambil mencubit gemas pipi tembem gadis kecil tersebut, gadis yang masih duduk di kelas dua SMP itu.


"Apaansih bang Khay, sakit tahu." Sahut Gea mengusap pipinya yang kini memera, bukan memerah karena malu, tapi memerah karena kesakitan, akibat ulah Khay yang gemes terhadapnya.


"Tante, Zyan masih dingin ya, mana mukanya datar banget lagi kek triplek." Ujar Khay lagi saat melihat laki-laki remaja itu hanya diam sejak tadi.

__ADS_1


"Iya Khay, Om sama Tante kadang suka bingung, juga berpikir apa saat Zyan dilahirkan dia ketukan kali ya, soalnya om sama tante kan gak kayak gitu." Kini Dafa yang menjawab pertanyaan Khay barusan.


"Iya, juga ya, apa jangan-jangan Khay lah anak kalian, dan Zyan anak Kenan." Timpal Lani ngasal.


"Mana bisa gitu sih aunty, orang aku jauh lebih tua dari Zyan kok bisa ketuker, ngadi-ngadi di aunty." Sahut Khay.


"Ya siapa tau aja kan, coba deh kalian perhatikan ! Khay yang pecicilan sama kek Dafa, dan Zyan yang dingin datar minim ekspresi sama kek Kenan, apa nggak kebalik itu ?" Ujar Lani.


Jova dan yang lainnya memikirkan apa yang di katakan Lani, dan benar itu seperti kebalik.


"Iya ya Lan, kok aku baru kepikiran ya." Sahut Jova membenarkan sambil mengaguk-anggukkan kepalanya.


"Kok kalian jadi bahas ketuker apa tidak sih, ini Zyan benar anak aku dan Dafa, murni darah daging kami." Sahut Kiki jengah mendengar pembahasan para sahabatnya itu yang menurutnya tak berfaedah.


"Ya kali aja Ki." Sahut Jova.


Di sela-sela obrolan mereka, tiba-tiba Kemal datang menghampiri meja mereka, karena teman-teman Kiki belum ada yang mengetahui Kemal, Kiki memperkenalkan keponakan suaminya itu pada sahabat-sahabatnya kecuali Khay dan Enzy yang sudah mengetahui Kemal.


Karena emang dasarnya Kemal gampang beradaptasi dengan sekitarnya tak butuh banyak waktu untuk akrab apalagi dengan si kembar yang sama-sama pecicilan dan sedikit gesrek, obrolan mereka juga nyambung satu sa lain.


"Mau kemana kalian ?" Tanya Lani saat melihat kedua anak kembarnya dan juga Kemal beranjak dari duduknya.


"Ini aunty yang cantik, kami mau naik ke pelaminan, buat nyamperin kedua mempelai." Jawab Kemal.


"Iya mi, sejak tadi kami belum memberi selamat buat mereka." Sahut Rendra.


"Oh iya, tante, om semuanya, kalian mau lihat pengantin prianya kesel gak ?" Ujar Kemal tersenyum penuh arti.


"Mal, jangan buat rusuh ya, ingat kita lagi dimana !" Peringat Kiki yang sudah bisa menebak apa rencana ponakannya itu.


"Tenang aja tant, aku tidak akan buat rusuh, lihat aja !" Sahut Kemal.


"Awas aja kamu, kalau kamu buat rusuh dan buat malu tante sama om kamu disini, tante tidak akan berpikir dua kali untuk mengirimu kembali pada orangtuamu." Ancam Kiki.


"Siap nyonya." Ucap Kemal memberikan tanda hormat lalu berlalu pergi di ikuti si kembar.


Bersambung.......


Hayolohhh Kavi, Kemal datang nih, kira-kira apa yang di perbuat Kemal kali ini untuk menggoda Kavi, apalagi di temani si kembar gersrek....🤔🤔🤔😁😁😁


Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....


Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2