
Flashback On
Setelah berbicara di taman, Enzy Rendra, Prilly, mengajak Sita untuk pergi ke cafe, disana Sita menceritakan semua kebusukan dan perlakuan Priska padanya.
"Sebenarnya aku tidak pernah ingin putus dari kak Khay waktu itu, namun aku terus di paksa melakukannya." Sita mulai bercerita.
"Maksudmu dipaksa, siapa yang memaksamu ?" Tanya Enzy masih dengan emosinya.
"Hay, Nzy tenanglah, dengarkan dulu dia bicara !" Seru Rendra.
"Kak Rendra benar kak, lebih baik kak Enzy tenang dulu." Timpal Prilly.
"Katakan ! Jika tidak jangan harap kamu akan baik-baik saja setelah ini." Seru Enzy dingin.
"Aku tidak bisa mengatakannya." Sahut Sita.
"Jika, kau tidak bisa mengatakannya padaku, maka, aku menganggap kalau kau benar-benar berniat untuk menyakiti Khay waktu itu." Ujar Enzy.
"Aku tidak pernah berniat menyakitinya, tapi aku selalu mencintainya, bahkan sampai saat ini." Sargah Sita.
"Maka dari itu, katakan padaku, semuanya !" Seru Enzy kembali meninggikan suaranya bahkan orang-orang di cafe tersebut melihat kearah meja mereka, untung saja mereka duduk di pojokan, jadi tak semua pengunjung cafe bisa melihat itu.
"Aku....Aku....Aku telah di jebak dan bahkan dilecehkan oleh seorang preman, membuatku harus meninggalkan Khay." Ucap Sita menangis di kala ia mengingat kejadian tersebut.
Sementara Enzy, Rendra dan juga Prilly sangat terkejut mendengar pengakuan gadis dihadapannya itu.
"Aku mohon pada kak Enzy, jangan pisah dengan kak Khay, jangan biarkan rencananya berhasil ! Ujar Sita memohon sambil memegang tangan Enzy yang ia letakkan diatas meja.
"Siapa orang yang kamu maksud ?" Enzy sudah mulai bersahabat, sebenarnya Enzy juga merasa kasihan dengan Sita.
"Orang itu, yang selama ini sangat dekat dengan kak Khay, dan Khay sangat percayai." Ujar Sita.
"Lebih dari aku, bahkan bisa juga lebih dari kak Enzy sendiri, selama ini dia selalu ada untuk kak Khay." Tambah Sita.
Enzy dan Rendra saling bertatapan.
"Apa jangan-jangan Doni, Leo, atau...."
"Priska, ya dia adalah Priska." Sela Sita saat Rendra dan Enzy mencoba menebaknya.
Enzy tampak shok mendengar perkataan Sita, pasalnya selama ini Priska terlihah baik padanya.
__ADS_1
"Dia akan menghancurkanmu seperti yang dia lakukan padaku." Ujar Sita.
"Dia tidak akan pernah menyakitiku, dan dia akan menyesal karena berurusan dengan orang yang salah." Ujar Enzy menyeringai.
"Baik, aku dukung kakak, dan aku akan tetap berpura-pura untuk mengikuti rencananya, karena wanita itu sudah menyiapkan rencana untuk menghancurkan hubungan kalian dengan memanfaatkan ku, dan sebelumnya aku minta maaf jika nantinya akan menyakiti perasaan kakak, dan sebelumnya saya memang bersalah karena menganggu hubungan kalian, aku sempat egois ingin memiliki kak Khay kembali, maaf..." Ujar Sita kemudian memohon meminta maaf kepada Enzy.
"Iya kamu tidak salah dalam hal ini, kamu tidak perlu meminta maaf, kita akan bekerjasama untuk mengungkapkan kebusukannya di depan Khay dan yang lainnya." Ucap Enzy tersenyum sangat cantik, membuat Sita mengangumi kecantikan yang dimiliki Enzy.
"Kamu sungguh cantik kak, pantes saja kak Khay sangat menyukaimu." Ucap Sita memuji.
"Kamu juga cantik." Balas Enzy.
Flashback Off
"Apa kau benar-benar percaya pada wanita yang telah membuatmu bertengkar dan bahkan sampai pisah dengan suamimu ?" Tanya Priska sinis setelah mendengar apa yang disampaikan Enzy.
Priska tersenyum mengejek lalu mengulurkan telunjuknya pada dada Enzy.
"Kau bahkan lebih bodoh dari yang ku kira." Sinis Priska.
"Mungkin kau menganggapku bodoh, tapi kau salah, karena Sita telah menunjukkan video itu padaku." Ujar Enzy tak kalah sinisnya, sambil menepis telunjuk Priska yang berada didepan dadanya.
"Bahkan kau telah memanipulasi rencana khay yang mengajak Sita untuk bertemu untuk merayakan ulangtahun Sita waktu itu, kau mengirimkan pesan pada Sita, bahwa Khay meminta Sita untuk bertemu di hotel, dengan polosnya Sita mempercayai pesan tersebut dan langsung menuju hotel yang kau maksud, saat tiba disana Sita diberikan obat perangsang oleh seseorang, sampai tiba seorang preman datang membawanya saat Sita sudah kehilangan kendali, sejak kejadian itu Sita merasa harus meninggalkan Khay, ditambah lagi kau selalu menghasutnya kamu mengatakan kalau Sita tak pantas untuk Khay, karena dia wanita yang telah dilecehkan." Ucap Enzy panjang lebar.
Priska tak lagi bisa berkata-kata, mulutnya seolah terkunci, ia sudah mulai ketakutan saat mendengar nama Kenan di sebutkan, itu berarti Kenan sudah mengetahui masalah ini.
"Kamu tahu sendirikan bukan ? Ayah Kenan tidak akan sulit hanya untuk menemukan seorang preman seperti itu, bahkan preman itu sudah buka mulut dan mengatakan siapa yang telah membayarnya." Ucap Enzy lagi-lagi dengan penuh penekanan.
"Lalu, apakah preman itu mengatakan kalau aku yang membayarnya ?" Pertanyaan yang benar-benar bodoh menurut Enzy yang Priska lontarkan itu, Enzy tersenyum mengejek sambil geleng-geleng kepala.
"Pertanyaan yang sangat bodoh." Ucap Enzy.
Enzy memajukan sedikit wajahnya kedekatan telinga Priska lalu berkata.
"Tentu saja preman itu mengakui, kalau kaulah yang membayarnya, dan preman itu akan aku pertemukan dengan Khay." Ucap Enzy tersenyum miring.
Tak jauh dari tempat Enzy dan Priska berada, ada Rendra, Nendra, Doni, Leo, dan juga Alex yang melihat dan mendengar semua pembicaraan keduanya, tak lupa Rendra merekam untuk diperlihatkan pada Khay, sedangkan Alex sudah sejak tadi merasa geram, pria itu ingin sekali mencekik Priska karena berani-beraninya mempermainkan adiknya, bahkan melakukan hal keji seperti itu.
"Tahan Lex, kamu harus sabar, kita akan memberinya pelajaran nanti, gak nyangka gue, Priska yang selalu kita anggap sebagai sahabat kami yang paling kamu jaga, ternyata tega melakukan hal seperti itu." Ujar Doni menenangkan Alex.
"Lihat saja, gue akan memberinya pelajaran yang lebih dari adik gue rasakan, gue gak peduli lagi dengan kodratnya sebagai perempuan." Emosi Alex sambil mengeratkan giginya dengan tangan juga terkepal.
__ADS_1
"Khay tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan itu." Ujar Priska
"Jika Khay tak mempercayaiku, setidaknya ia akan mencoba untuk mempelajari kebenaran akan masalah Sita, apa kau pikir orang sebaik Khay, akan duduk diam saja setelah mengetahui mantannya ternyata telah di jebak ? Bahkan jika ia tak ingin lagi memaafkanku atau menerima ku kembali, setidaknya ia akan kembali pada Sita, dan kau....." Enzy menjeda ucapannya mendorong dada Priska menggunakan telunjuknya.
"Dan kau, akan terbuang." Ucapnya sambil tersenyum mengejek.
"Cobalah mencari alasan yang bagus agar Khay tetap mempercayaimu, dan tak akan membuangmu." Lanjut Enzy memperingati, kemudian berbalik meninggalkan Priska.
"Kau tak akan pernah berhasil." Teriak Priska.
"Hay, apa kau mendengarku, kau tidak aka pernah berhasil mengalahkan ku !" Serunya lagi kemudian mengikuti Enzy lalu menarik lengan Enzy kasar, sehingga Enzy langsung berbalik kepadanya.
Priska langsung mendaratkan tamparan keras ke wajah Enzy, sehingga Enzy terjatuh, untung saja Enzy dengan sigap menumpuhkan tangannya sehingga ia tak sampai terjatuh langsung ke tanah, sehingga bisa membahayakan kandungannya.
Sedangkan Rendra dan yang lainnya melihat itu kaget.
"Hay kita harus menolongnya, jangan sampai terjadi sesuatu dengan Enzy." Seru Leo khawatir.
"Tunggu sebentar dulu, jangan keluar sebelum Enzy memberikan tanda, untuk keluar." Ujar Rendra.
"Iya, kita harus tetap berada di sini, untuk merekam semuanya agar Khay bisa melihat kebusukan wanita s**an itu."Timpal Nendra.
"Benar juga, kita harus tetap menunggu, sampai Priska mengakui semuanya." Doni ikut menimpali.
"Rendra, teruslah rekam semuanya gue akan pergi menolong Enzy !" Sahut Alex.
"Tapi Lex."
"Apa kalian ingin terjadi sesuatu dengan Enzy, hah ?" Bentak Alex.
Saat Alex ingin melangkahkan kakinya pergi menolong Enzy, tiba-tiba seseorang mencegahnya dari arah belakang.
"Tunggu !!" Cegah orang tersebut.
Sontak semuanya menoleh kebelakang, dan mereka semuanya terkejut melihat siapa orang tersebut.
Bersambung........
Jangan lupa terus berikan LIKE, jika layak diberikan LIKE menurut kalian, dan juga KOMENTAR, jika ada saran ataupun masukkan dari kalian, dan juga menurut perasaan readers mengenai episode ini, Dan satu lagi VOTE jangan lupa jika memang pantas bisa untuk diberikan VOTE....
Mampir juga ke cerita author berjudul DENDAM MEMBAWAH CINTA....
__ADS_1
...TERIMAKASIH...
...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...