Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 70 Season 2


__ADS_3

Tampak Kenan menuruni anak tangga rumahnya lengkap dengan stelan kerjanya, namun kali ini terlihat sangat jelas matanya sangat sebab dan terdapat lingkaran hitam di bawah matanya penampilannya pun tak serapi jika Diva yang menyiapkan semuanya. Kenan semalam tak tidur memikirkan keberadaan istri dan anaknya bahkan ia terus menangis.


Bi Ratih yang melihat majikannya itu turun langsung menghampirinya.


"Tuan sarapannya sudah siap !" Ujar bi Ratih.


"Saya tidak sarapan bi." Ucap Kenan terus meneruskan langkahnya menuju garasi dimana mobilnya berada.


Bi Ratih yang melihat majikannya seperti tidak punya semangat hidup seperti itu menjadi prihatin.


Setibanya di garasi Pak Toni langsung menawarkan diri untuk mengantar majikannya itu karena melihat Kenan terlihat sangat pucat, ia takut majikannya itu sampai kenapa-napa di jalan.


"Tuan biar saya antar, tuan terlihat sangat pucat." Tawar Pak Toni.


Kenan hanya mengangguk, lalu membuka pintu bagian belakang, tanpa menunggu Pak Toni membukakannya.


Dalam perjalanan Kenan hanya terus memandang keluar jendela, tanpa sengaja air matanya menetes, buru-buru Kenan menyekanya.


Sekitar hampir satu jam perjalanan karena jalanan cukup padat, akhirnya mobil yang ditumpangi Kenan tiba tepat di depan lobi gedung D & KA Group, sebelum keluar dari mobil Kenan memakai kecamata hitamnya terlebih dahulu menutupi mata sembabnya.


Kenan memasuki gedung kantornya dengan wajah dinginnya lebih dingin dari biasanya, saat tiba di depan lift khusus CEO Kenan bertemu dengan Pak Anton.


"Selamat pagi tuan." Sapa pak Anton yang sepertinya juga baru tiba.


Kenan hanya mengangguk masih dengan dingin datarnya.


"Sepertinya kutub Utara sudah pindah ke gedung D&KA ini." Pak Anton membatin.


Tak lama pintu lift terbuka, tanpa menunggu lama lagi Kenan langsung memasuki kotak besi persegi itu di ikuti Pak Anton.


sekitar lima menit Kenan dan pak Anton tiba di lantai dimana ruangannya berada.


"Pak segera bawa semua berkas-berkas yang bapak jelaskan semalam ke ruangan saya." Seru Kenan datar kemudian masuk keruangannya tanpa menunggu pak Anton menjawabnya.


Kenan menghembuskan nafas kasarnya saat ia mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya, pikirannya tak fokus pada pekerjaannya, ia terus memikirkan istri dan anaknya, Kenan berusaha mengalihkan pikirannya sejenak dengan mencoba memulai pekerjaannya namun lagi-lagi ia tidak bisa. Kenan kembali menutup map yang sudah ia buka lalu memutar kursi kebesarannya menghadap belakang yang langsung tertuju pada jendela kaca yang besar menampakkan kota Xx.


"Kamu dimana yank, aku merindukan mu juga putra kita, kamu jangan menghukum ku seperti ini, aku tahu aku salah tapi aku benar-benar tidak sanggup jika kamu jauh dariku." Kenan bermonolog sendiri sambil menatap lurus kearah gedung-gedung bertingkat yang berdampingan dengan gedung perusahaannya.


Di tengah-tengah lamunannya pak Anton memasuki ruangan atasannya itu.


"Maaf tuan saya lancang masuk begitu saja, saya sudah mengetuk pintu dari tadi hanya saja tuan tak menjawab sama sekali." Ucap Pak Anton menundukkan kepalanya.


Kenan menyekah air matanya kemudian memutar kursinya menghadap depan.


"Ini berkas yang tuan minta." Seru pak Anton menyerahkan beberapa map berisikan bukti-bukti kejahatan Calista dan sekutunya termasuk Disti dan pak Burhan selaku penanggungjawab dana pada proyek kota S.

__ADS_1


Kenan memeriksa dengan seksama berkas yang diberikan asisitenya itu, Kenan terlihat geram seketika melihatnya.


"Apakah pihak terkait sudah mengetahui kalau kita sudah menemukan bukti kejahatan mereka ?" Tanya Kenan masih memeriksa berkas-berkas tersebut.


"Sepertinya belum tuan, karena Reni sekertaris Calista masih terus memantau pergerakannya, dan tak ada tanda-tanda kalau Calista mengetahuinya." Jelas pak Anton.


Ya benar, Reni yang bekerja sebagai sekertaris Calista adalah orang suruhan Kenan untuk mematai-matainya. Makanya saat mobil Diva hampir saja tertabrak truk saat pulang dari kota S tiba-tiba Kenan datang karena Reni sudah melaporkan rencana Calista sebelumnya. Namun Reni sama sekali tak mengetahui keberadaan Disti saat ini, karena sepertinya Calista sangat menyembunyikan keberadaan sepupunya itu.


"Baiklah besok adakan pertemuan dengan semua penanam modal pada proyek tersebut yang masih bekerjasama dengan kita, besok saya berencana untuk mengungkapkan semuanya, kita akan menjebloskan Calista dan sekutunya terlebih dahulu untuk memancing Disti keluar dari persembunyiannya." Ucap Kenan tersenyum menyeramkan.


"Baik tuan, kalau begitu saya pamit undur diri." Pamit pak Anton kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan atasannya tersebut.


"Apakah sudah ada kabar mengenai istri dan anak saya pak ?" Tanya Kenan saat pak Anton sudah berada di ambang pintu.


"Belum tuan, tapi anak buah saya masih terus mencari keberadaan nona dan tuan muda." Terang Pak Anton setelah membalikkan badannya kembali kearah Kenan.


"Baiklah terus kerahkan semua anak buah kamu, kalau perlu di seluruh negri ini dan kalau bisa sampai keluar negeri !!" Seru Kenan datar.


"Bapak boleh keluar sekarang, dan tolong hubungi Sarla untuk menemuiku sekarang !!" Tambah Kenan dan langsung di jawab anggukan oleh pak Anton.


🍀🍀🍀


Di sebuah rumah yang tidak terlalu besar tampak Calista dan Disti sedang mengobrol serius, tampak Disti memerah karena menahan emosinya.


"Jadi benar Kenan sudah mencurigai kita, dan sudah mengetahui mengenai ku ?" Tanya Disti.


"Cara apa maksud kamu ?" Tanya Disti menatap bingung sepupunya itu.


"Kamu tenang saja, sekretaris aku tadi menelpon ku katanya besok Kenan akan melakukan pertemuan dengan para penanam modal pada proyek di kota S, besok aku akan menjalankan rencana yang sudah aku buat, besok tinggal kamu tunggu saja beritanya !!" Seru Calista.


"Baiklah, kamu harus tetap hati-hati kamu tahu sendirikan Kenan bagaimana, dia tak semudah itu kita kalahkan." Ujar Disti.


"Kamu tenang saja !" Ujar Calista lalu meneguk minumannya.


🍀🍀🍀


Rapat


Suasana yang tadinya rame kerena obrolan para petinggi perusahaan dan beberapa investor yang membahas permasalahan perusahaan saat ini tiba-tiba mejadi hening seketika saat Kenan memasuki ruangan rapat tersebut di ikuti Pak Anton dan juga Sarla yang masih berjabat sebagai sekertarisnya. Kenan mendudukkan dirinya dengan wajah dingin datarnya di salah satu kursi yang khusus di sediakan untuknya, kemudian di ikuti Pak Anton duduk di sisi kanannya lanjut Sarla duduk di samping kanan pak Anton.


Kenan saat memasuki ruang rapat



Kenam menatap satu persatu orang-orang yang berada di ruangan rapat tersebut dengan tatapan dingin membuat orang-orang sedikit merasa canggung.

__ADS_1


"Pak Burhan apa semuanya sudah siap ?" Tanya Kenan.


"Sudah Tuan." Sahut Pak Burhan masih dengan wajah di buat setenang mungkin walaupun dalam hatinya merasa sangat gugup dan cemas, karena tiba-tiba saja Kenan mengadakan pertemuan seperti ini, ditambah lagi Kenan terus menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Pak Anton silahkan memulai rapatnya !!" Seru Kenan, rapat kali ini saya tidak mau ada kesalahan sekecil apapu, jika saya menemukan sedikit saja kejanggalan maka saya tidak akan segan-segan memprosesnya langsung sesuai aturan perusahaan yang sudah ditetapkan." Seru Kenan menegaskan setiap kata yang ia lontarkan dengan nada dingin sehingga membuat orang-orang yang berada di ruangan tersebut sedikit bergidik.


"Tuan sepertinya nona Calista belum hadir, apakah rapatnya tetap akan di mulai ?" Tanya pak Anton melihat kearah atasannya itu.


"Mulai saja !" Seru Kenan menatap kedepan ke arah layar berukuran cukup besar yang di sediakan untuk mempersentasikan permasalahan rapat hari ini.


"Baiklah tuan." Pak Anton pun mulai membuka rapatnya di awali sambutan atas rasa hormatnya pada investor yang sudah sempat hadir, kemudian melanjutkan mempersentasikan sedikit permasalahan perusahaan.


"Sepertinya saya tidak bisa lagi melanjutkan investasi saya di perusahaan ini, karena saya melihat tidak mungkin mendapatkan keuntungan, hari ini saya berencana untuk menarik semua investasi saya." Ucap salah satu investor.


"Begitupun dengan saya tuan, karena saya pikir buat apa menanam saham jika awalnya saja sudah merugikan seperti ini, bagaimana kedepannya nanti, saya tidak mau ambil resiko terlalu jauh." Tambah investor lainnya.


"Baiklah jika itu sudah menjadi keputusan Anda, tapi jika saya berhasil membuktikan adanya keganjalan dan permainan dalam proyek ini apakah tuan akan tetap menarik investasi Anda ?" Sahut Kenan.


"Maksud Anda apa tuan, bukannya ini terjadi karena perusahaan Anda sendiri mengalami masalah keuangan ?" Tanya investor pertama tadi.


"Anda mendapatkan informasi dari mana, bahkan perusahaan induk masih normal-normal saja bahkan saat ini meningkat dengan pesat, hanya saja proyek kota S lah yang bermasalah karena saya sudah mengantongi bukti-bukti oknum-oknum yang terlibat." Jelas Kenan membuat pak Burhan berkeringat dingin.


Para investor yang tadinya berniat menarik kembali sahamnya menjadi bungkam Seketika.


Tak lama Calista dan Reni selaku sekertarisnya masuk keruangan rapat tersebut dengan gaya yang sangat angkuh.


"Nona Calista sepertinya Anda telah salah paham, perusahaan tuan Kenan sama sekali tidak ada masalah, kami akan tetap menaruh saham kami di proyek kota S." Ucap Salah satu investor.


"Baiklah jika itu kemauan kalian, tapi apakah bapak-bapak yang terhormat ingin bekerjasama dengan seorang yang tega mengkhianati istri dan anaknya, kalian coba pikirkan keluarganya saja dia khianati apalagi dengan kalian." Ujar Calista mendudukkan dirinya di salah satu kursi kosong dengan gaya akgkuh dan percaya dirinya.


"Apa maksud Anda nona Calista ?" Tanya salah satu investor.


"Reni perlihatkan semua yang sudah aku berikan tadi saat kesini !!" Seru Calista kepada Reni sekertarisnya.


Reni menatap Kenan dan Pak Anton, Kenan yang mengerti dengan tatapan Reni, Kenan menganggukkan kepalanya samar dan sedikit senyuman yang artinya ia mengizinkan Reni menuruti seruan Calista.


Reni membawa laptopnya maju kedepan dimana pak Anton berdiri dekat dari proyektor.


Reni mulai menghubungkan laptopnya dengan proyektor tersebut, tak lama layar di depan menampilkan semua foto-foto kebersamaan Kenan dan Sarla mulai pada saat Kenan dan Sarla di Singapore hingga saat Kenan dan Sarla memasuki kamar hotel, dimana saat Arka menemukannya, dan banyak foto-foto lainnya.


"Apa ini tuan Kenan ?" Tanya salah satu investor yang terlihat sudah paru baya.


Semua para investor dan petinggi yang ada diruang rapat tersebut menjadi riuh, sambil berbisik-bisik mengenai foto-foto Kenan.


Bersambung.....

__ADS_1


Bagaimana para readers sudah cukup puas, maaf jika hari ini hanya bisa up 2 episode saja, soalnya authornya banyak pekerjaan di kantor di dunia nyata.


Terimakasih kasih katena sudah setia menunggu kehaluan author 🙏🙏🤗🤗❤️❤️


__ADS_2