Pernikahan Yang Tak Kuduga

Pernikahan Yang Tak Kuduga
PYTK 96 Season 3 (Next Generasi)


__ADS_3

Malam harinya Kia benar-benar ikut bersama Raydan berkumpul dengan satu komunitas mobil sportnya, sebelumnya Raydan sudah menelpon Kenan untuk membuat ijin, walaupun sebelumnya ia sudah meminta ijin pada opa Salman juga Oma Vivian, namun Kia meminta Raydan untuk menelfon ayahnya, Kia tidak ingin ayahnya mengetahui dengan sendirinya, sehingga membuat ayahnya itu salah paham, pasalnya selama ini Kia tak pernah keluar malam seperti ini kecuali bersama Keluarganya.


Setelah sampai di tempat tujuan, Kia kagum melihat mobil-mobil sport yang berjejer disana, banyak juga mobil yang sudah di modifikasi sedemikian rupa, tempat tersebut di penuhi suara riuh beberapa orang, dan juga suara ribut mobil yang memamerkan modifikasi barunya.


"Hay bro, tumben loh bawa cewek." Sapa salah satu teman Raydan.


"Ckk, loh ini, dia adik gue adal loh tahu." Sahut Raydan.


"Dek, perkenalkan ini teman Abang, namanya Hito." Raydan memperkenalkan Kia dengan temannya itu.


"Hay gue Hito, teman Abang kamu ini." Ucap Hito mengulurkan tangannya kedepan Kia.


"Kia." Sahut Kia singkat menerima uluran tangan pria yang bernama Hito itu.


Kemudian Raydan lanjut mengobrol dengan teman-temannya, membicarakan soal mobil, membuat Kia merasa sedikit bosan, memang Kia menyukai otomotif, tapi bukan mobil, melainkan motor. Semakin lama teman-teman Raydan semakin banyak mengajak pria itu mengobrol, sesekali terdengar kekehan mereka, sampai Raydan selalu dijodohkan dengan salah satu teman wanita se komunitasnya, membuat Raydan mendengus kesal, karena gadis yang di jodohkannya itu sa sekali bukanlah tipenya, gadis dengan penampilan seperti laki-laki, tak ada kata anggunnya sama sekali, bahkan sering kali Raydan beradu argument dengan gadis tomboi nan bar-bar tersebut.


"Woiiissshhh si cemen udah berani bawa cewek." Ucap gadis tomboi tersebut yang datang tiba-tiba langsung merangkul bahu Raydan sambil menatap Kia dari ujung kaki hingga atas kepala.


"Jangan menatapnya seperti itu ! Seru Raydan melapaskan rangkulan gadis tersebut dari bahunya.


"Cih, posesif amat, tapi gue perhatikan dia penampilannya gak jauh beda dari gue." Ujar gadis tersebut.


"Jelas dia sangat berbeda sama loh, walaupun terlihat sedikit tomboi, tapi dia gak urakan kek elo itu." Cibir Raydan.


"Hay kenalkan, nama Gue Ella." Gadis itu memperkenalkan dirinya kepada Kia sambil mengulurkan tangannya.


"Cih... Ella, bilang aja Bella, prices Bella, pakai Ella segala." Cibir Raydan pasalnya Ella sama sekali gak mau dipanggil dengan nama Bella, katanya terdengar sangat tidak cocok dengannya.


"Terserah gue lah, nama, nama gue, apa urusannya sama elo." Sahut Ella memutar bola matanya malas menatap Raydan. sedangkan Kia dan teman-teman yang ada disana hanya diam melihat perdebatan mereka.


Sampai pria yang bernama Wira angkat bicara melerai perdebatan yang tak akan ada habisnya antara Raydan dan Ella.


"Woiiii, kalian bisa diam gak ? Kalau enggak biar gue bawa kalian berdua ke KUA sekarang juga." Ucap Wira meninggikan nada bicaranya.


"Mau ngapain Wir ?" Tanya Yoyo.


"Mau daftarin mereka agar segera di nikahkan, biar mereka puas berantemnya, capek gue lama-lama melihat mereka ribut Mulu kerjanya." Sahut Wira mengeluhkan kelakuan dua temannya itu.


"Dek, kamu rela gak punya kakak ipar seperti gadis disebelah Abang kamu itu ?" Hito beralih pada Kia yang sejak tadi hanya diam.


"Gue terserah Abang gue ajalah." Sahut Kia.


"Nah tuh, tunggu apalagi adiknya aja udah setuju, yok kita kawal mereka sampai halal." Timpal Yoyo semangat, di setujui semua yang ada disana.


"Ogah gue nikah sama cowok punya mulut lemes kayak dia." Ucap Ella meninggalkan tempat tersebut, kemudian bergabung dengan cewek lain yang tak jauh dari tempat mereka mengobrol.

__ADS_1


"Lu pikir elu doang, gue juga ogah kali." Teriak Raydan karena Ella sudah sedikit jauh dari tempatnya.


"Ngomong-ngomong tuh curut satu mana ?" Tanya Jeje.


"Kagak tahu, tapi katanya sih dia bakal datang." Sahut Raydan.


"Tapi sepertinya dia bakal jarang lagi bawa mobil deh, tadi siang gue ketemu dia bawanya moge viii.." Tambah Raydan.


"Moge ?" Teman-teman yang ada disana kompak membeo, dan langsung di angguki Raydan yakin.


"Kok bisa ?" Tanya Yoyo.


"Kagak tahu gue, loh tanya sendiri aja langsung sama orangnya !" Seru Raydan.


"Btw, adik gue ini mainannya moge, atau motor-motor sport lainnya, juga ada beberapa koleksi jenis trail " Ucap Raydan merangkul bahu Kia.


"Oh ya, pantas aja sejak tadi gue perhatiin, dia sedikit berbeda dengan cewek-cewek lain, yang lebih suka berpakaian anggun, walaupun di komunitas kita ini juga ada beberapa cewek tapi mereka tetap berpenampilan anggun, kecuali si calon bini elo, si Ella." Ujar Hito.


"Iya, tapi gue gak nyangka aja kalau hobinya moge, apalagi kelihatannya Kia ini masih sangat muda loh." Timpal Jeje.


"Emang seperti itu adanya, bahkan sejak dia kelas tiga SMP dia sudah bisa mengendarai motor sport, dan asal kalian tahu adik gue ini sangat mengerti banyak soal otomotif, apalagi di motor, bahkan dia memiliki garasi sendiri dirumah." Jelas Raydan.


"Bener begitu ?" Tanya Wira kepada Kia seolah tak percaya.


"Bener kak, tapi kakak jangan terlalu kemakan omongan bang Aidan, dia terlalu berlebihan bicaranya." Jawab Kia.


"Kamu...


"Kamu....


Kia dan orang itu saling tunjuk.


"Ehhh anak curut loh kenal adiknya si Raydan ?" Tanya Jeje pada Kemal yang baru saja bergabung.


"Ya jelas kenal lah, bang, orang dia satu sekolah sama gue, tadi siang juga gue sempat anterin dia pulang, lebih tepatnya sih ngawal dia." Terang Kemal memperlihatkan tampang songongnya.


"Jangan-jangan apa kata Raydan sekarang elo bawa moge bener ?" Tanya Yoyo menyelidik.


"Iya, tadi ke sekolah gue bawa motor, soalnya ada misi yang harus gue selesain, tapi kalian jangan khawatir gue tetap penyuka mobil kok, tenang aja, adik kesayangan kalian ini gak akan ninggalin komunitas ini, apapun yang terjadi, walaupun nyawa gue harus ku pertaruhkan." Ujar Kemal sok puitis, namun terlihat sangat menyebalkan dimata orang-orang yang ada disana.


"Hay Ki, benar kata orang ya, kalau jodoh ma, dimana aja pasti kita bakal ketemu." Sapa Kemal menaikkan kedua alisnya kearah Kia. Kemudian di detik selanjutnya ia langsung mendapat geplakan keras di bagian kepala belakangnya dari Raydan.


"Awww bang sakit tau." Jerit Kemal mengusap kepala bagian belakangnya.


"Makanya jangan coba-coba goda adik gue, curut kek loh gak pantas buat adik gue yang subhanallah ini." Ucap Raydan membuat teman lainnya kompak menertawakan Kemal.

__ADS_1


"Sepertinya kalah sebelum berjuang ini mah." Timpal Wira mengejek.


"Makanya dek, minum cucu dulu sana terus itu Cuci kaki, terus bobo."


" Lagian masih bau minyak telon aja udah mau pacar-pacaran, ingat dek nanti maminya marah loh." Timpal Hito ikut mengejek Kemal.


"Gue udah gede ya abang-abang sekalian, bilang aja kalau kalian ini itih sama gue." Sahut Kemal sedikit kesal.


Sementara Kia hanya diam sejak tadi, dengan tatapan datar tanpa ekspresi, beberapa teman Raydan sedikit segan untuk mengajak Kia mengobrol.


...----------------...


Sedangkan di kota Bangkok, Thailand.


Kavi di sibukkan beberapa kerjaannya, ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa melanjutkan misinya untuk mendapatkan hati gadis kecilnya, juga hati seorang tuan Kenan agar memberikan kesempatan untuk membuktikan kalau ia benar-benar layak untuk putri kecilnya yaitu Kia.


"Tuan barusan orang suruhan Anda menelpon, kepada saya, karena sejak tadi ia menghubungi tuan namun tuan sama sekali tak menjawabnya." Jelas Bella yang masuk keruangan bosnya tersebut.


"Apa yang dia katakan ?" Tanya Kavi tanpa beralih pada berkas yang ada ditangannya.


"Katanya kalau tuan sudah luang, agar segera menghubunginya kembali, karena ia tak ingin menelpon tuan terlebih dahulu, karena takut mengganggu pekerjaan Anda katanya." Jelas Bella.


"Baiklah, kamu keluar sekarang !" Titah Kavi kemudian mengambil ponselnya yang sejak tadi ia letakkan di atas meja, di bawah tumpukkan berkas-berkas.


Kavi segera menghubungi orang tersebut.


📞 "Ada apa ? Apa ada informasi ?" Tanya Kavi tanpa basa-basi setelah orang diseberang sana menjawab telponnya.


📞 "Saya ingin menyampaikan, kalau nona Kia sedang di dekati oleh seorang pria, dan itu teman sekolahnya sendiri tuan, bahkan pria ini sangat dekat dengan tuan Raydan kakak sepupu dari Kia." Jelas orang suruha Kavi.


Kavi yang mendengar itu sedikit melemaskan badannya, ia kemudian menyadarkan kepalanya di sandaran kursi.


📞 "Lalu apa lagi ?" Tanya Kavi terdengar kurang semangat.


📞 "Sepertinya pria ini suka kepada non Kia tuan." Jelasnya lagi.


📞 "Ok, terus pantau keduanya, kalau bisa besok saya akan kembali." Ujar Kavi kemudian memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak.


"Tunggu aku Kia, aku akan benar-benar meyakinkanmu dan membuatmu menerimaku." Ucap Kavi terdengar prustasi, ia takut Kia akan jatuh cinta dengan pria muda itu.


Bersambung jangan lupa, author akan meluncurkan cerita baru yang akan rilis di awal bulan Mey, tepatnya tagal satu Mey... Yang berjudul DENDAM MEMBAWA CINTA cerita ini berbeda dengan cerita yang sebelumnya....



Tetap dukung author ya readers, LIKE KOMEN DAN VOTE......

__ADS_1


...TERIMAKASIH...


...🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏...


__ADS_2