
Calista dan seorang wanita kini duduk bersantai di pinggiran kolam renang yang berada di rumah Calista, keduanya tampak menikmati cemilan dengan segelas jus.
"Gue udah mendapatkan cara untuk memisahkan Kenan dan Diva, dan juga menghancurkan pria sombong itu." Ujar Calista menyeringai.
"Dengan cara apa ? Apa kau sudah berhasilnya menjalankan rencana mu?" Tanya wanita yang bersamanya.
"Dengan cara ini." Calista memperlihatkan beberapa foto kebersamaan Kenan dengan Sarla saat di Singapore.
"Dan untuk rencana selanjutnya, gue akan terus memprovokasi Diva agar ia meninggalkan Kenan.
"Dan sebentar lagi gue akan sangat senang melihat Kenan hancur, gue jadi tidak sabar menunggu waktu itu tiba." Tambah wanita itu dengan senyum smirknya.
"Tenang saja ! Gue akan membantumu untuk membalaskan dendam mu kepadanya, sebagai sepupumu gue tidak akan membiarkannya bahagia di atas penderitaan yang telah dia berikan kepadamu dan keluargamu, gue akan membuat dia dan keluarganya hancur." Ujar Calista berapi-api. Keduanya pun tertawa lepas sambil bersulang dengan jus di tangan masing-masing.
🍀🍀🍀
Semenjak kepulangannya dari kota Z, siang tadi Diva terus saja berada di kamar putranya, bahkan ia melewatkan jam makan siangnya dan juga Diva sama sekali tak mengetahui jika Kenan pergi ke kantornya.
Kini jam menunjukkan pukul empat sore, Diva berniat ingin ke supermarket untuk berbelanja keperluan baby Khay yang sudah menipis sekaligus ingin meringankan sedikit beban pikirannya. Diva mengambil handbagnya kemudian mengambil ponselnya, setelah itu ia keluar dari kamar putranya menuruni anak tangga, ia terlebih dahulu ke dapur untuk menemui bi Ratih yang sudah pasti jika jam segini wanita paruh baya itu berada di sana untuk menyiapkan makan malam.
"Bi aku mau ke supermarket sebentar, tolong sampaikan ke BI Siti untuk membuatku Khay bubur, karena sepertinya aku tidak akan sempat membuatkannya ! Seru Diva.
"Apa tidak sebaiknya non makan terlebih dahulu, sejak non pulang non masih belum memakan apapun, bibi khawatir non akan sakit !" Ujar bi Ratih.
"Tidak bi, aku belum lapar dan tolong ambilkan saja aku jus yang di kulkas !" Bi Ratih pun mengambilkan apa yang di minta majikannya itu.
"Bi kalau Kenan keluar kamar dan nyariin aku bilang saja aku ke supermarket !" Ujar Diva setelah meletakkan gelas bekas jusnya.
"Tuan sedang tidak di rumah non, tuan sepertinya ke kantor sejak siang tadi." Jelas Bi Ratih.
"Oh kalau begitu aku keluar dulu ya bi." Diva pun pamit namun baru ia akan membalikkan badannya untuk keluar bi Ratih kembali bertanya untuk menu makan malam.
"Non, untuk makan malamnya bibi harus masak apa ?" Tanya bi Ratih.
"Masak buat Kenan aja bi seperti biasa, aku sepertinya tidak makan malam, aku lagi enggak enak badan bi, ya sudah aku pergi ya." Setelah berkata seperti itu Diva keluar dan menuju garasi rumahnya.
__ADS_1
"Bahkan dia ke kantor sama sekali tidak mengatakannya kepadaku !" Gumam Diva.
Setelah sampai di garasi ia memilih untuk mengendarai mobil sport milik Kenan jenis perrari, karena Diva memang lebih suka mengendarai mobil tersebut.
Setelah keluar dari pekarangan rumahnya Diva mulai menancapkan gasnya, Diva tak tanggung-tanggung ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sangat tinggi, kebetulan di kompleks perumahan tempatnya tinggal termasuk kompleks jarang ada pengemudi.
Kenan yang kebetulan melintasi jalan tersebut sepertinya ia akan pulang kerumah, ia menghentikan mobilnya saat melihat dari kejauhan mobil yang ia yakini adalah mobilnya Kenan pun keluar dari mobil ia terus memperhatikan mobil tersebut saat mobil itu melintas di depannya dia sudah sangat yakin kalau yang mengendarai mobil tersebut tak lain adalah istrinya. Diva tak melihat keberadaan Kenan karena jalan tersebut terdapat dua jalur.
Setelah mobil yang di kendaraan Diva sudah tak terlihat, Kenan kembali masuk ke mobilnya dan melanjutkan perjalanannya untuk segera sampai ke rumah, karena ia khawatir Diva membawa serta baby Khay dengan caranya membawa mobil seperti itu.
"Apa dia sudah bosan hidup ?" Gumam Kenan setelah melanjutkan perjalanannya.
Setibanya di rumah Kenan melihat putranya sedang bermain bersama bi Siti di taman bermain yang ada di halaman depan rumahnya, Kenan yang penasaran di mana perginya Diva, ia tak langsung menemui putranya, ia terlebih dahulu masuk dan langsung menemui bi Ratih di dapur.
"Bi Diva bilang enggak mau Kemana, tadi aku sempat berpapasan dengannya di jalan ?" Tanya Kenan.
"Katanya nona mau ke supermarket tuan, katanya mau membeli perlengkapan tuan muda." Jelas Bi Ratih.
"Apa dia sudah makan ?" Tanya Kenan karena ia tahu kalau ada masalah apapun itu Diva pasti tidak akan makan, mengurung diri di kamar bahkan seperti yang ia liat tadi larinya ke kebut-kebutan.
"Tidak Tuan, nona hanya meminum segelas jus itupun tidak dia habiskan, setelah itu ia pergi." Bi Ratih kembali menjelaskan.
"Pesan nona sebelum pergi ia hanya menyuruhku untuk masak untuk tuan, katanya ia tak enak badan, ia tidak akan makan malam." Jelas Bi Ratih membuat Kenan menghentikan langkahnya.
"Bibi siapkan saja apa yang aku minta, biar saya yang menyuruhnya makan nanti !" Seru Kenan kemudian di angguki bi Ratih.
🍀🍀🍀
Di supermarket, Diva sengaja ke supermarket yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, Diva ingin menenangkan pikirannya sejenak.
Diva menyusuri lorong-lorong supermarket sambil mendorong troli belanjaannya, Diva memilih-milih keperluan putranya yang biasa bayi itu gunakan, mulai dari popok, tisu, parfum, dan lain-lainnya. Setelah semuanya ia dapatkan Diva segera menuju ke kasir untuk membayar belanjaannya, Di kasir ia tak sengaja bertemu dengan Calista.
"Calista...
"Diva....
__ADS_1
Sapa keduanya hampir bersamaan, Calista menelisik penampilan Diva yang tak biasanya, karena Diva sedang memakai kaca mata hitam untuk menutupi mata sembabnya.
"Tumben-tumbennya belanjanya jauh amat, mana tak biasanya kamu pake kacamata kayak gitu lagi." Ujar Calista.
"Iya barang di sini lebih lengkap, soal kacamata itu karena mata aku sakit, jadinya aku pakai ini." Jelas Diva berbohong.
"Kamu apa kabar ?" Diva balik bertanya.
"Aku baik Div, kamu sendiri bagaimana ?" Calista balik bertanya.
"Seperti yang kamu lihat." Jawab Diva tersenyum.
"Div, kamu ada waktu sebentar tidak, ada yang ingin aku tunjukkan ke kamu ?"
"Ya sudah aku bayar ini dulu kalau begitu, tapi sepertinya aku tidak bisa lama-lama soalnya Khay sudah terlalu lama aku tinggal sendiri." Ujar Diva dan langsung di setujui Calista.
Setelah membayar belanjaannya Diva dan Calista menuju ke salah satu restoran cepat saji yang tak jauh dari supermarket tersebut, yang kebetulan masih satu gedung.
"Maaf Div sebelumnya, karena mungkin aku terkesan terlalu ikut campur dalam urusan rumah tanggamu, tapi aki sudah menganggap kamu sebagai teman bahkan sahabat sendiri, sebenarnya aku merasa tak enak memperlihatkan kamu ini." Ucap Calista panjang lebar sambil memegang tangan Diva setelah mereka duduk di salah satu meja restoran tersebut.
"Ada pa Ta, sebenarnya apa yang ingin kamu perlihatkan ?" Tanya Diva penasaran.
Calista mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan foto-foto Kenan bersama Sarla saaat di Singapore, Diva yang melihat itu hanya bisa terdiam, ia tak tahu harus bicara apa, hatinya lagi-lagi merasakan sakit melihat kemesraan Kenan dan Sarla sepertinya Calista mengambil foto Kenan saat di restoran.
Tiba-tiba air mata Diva keluar begitu saja, Calista yang melihat itu menyeringai, kemudian berpura-pura bersimpati terhadap Diva.
"Maaf Div, gara-gara aku pasti kamu akan sangat bersedih, tapi mungkin juga ini tak seperti yang kita lihat di dalam foto itu, soalnya aku memotretnya dari jauh, aku tidak dapat mendengar percakapan mereka." Calista mengusap lembut pundak Diva.
"Kamu tidak salah apa-apa kok Ta, kamu tidak perlu minta maaf, wanita ini namanya Sarla, dia mantan kekasih Kenan, bahkan mereka masih berhubungan saat kami di jodohkan, sampai Kenan meninggalkan wanita ini karena katanya ia lebih memilihku, sampai wanita ini pernah berbuat macam-macam sehingga ia di penjarakan Kenan sendiri, tapi entah kenapa saat ini Kenan mulai bersikap baik kepadanya sehingga memperkerjakan wanita ini sebagai sekertarisnya." Jelas Diva.
"Maaf sekali lagi Div, tapi aku sarankan kamu harus berhati-hati, jangan Sampai Kenan berpaling ke wanita ini, apalagi saat ini dia bekerja sebagai sekertarisnya, jaman sekarang banyak kejadian seperti itu, apalagi dia mantan kekasih suamimu, bisa saja kan kalau sebenarnya Kenan masih menyimpan perasaan untuk wanita itu, yang nyaman cinta pertama sulit untuk di lupakan Div." Calista bersikap seolah ia sahabat yang baik, tapi sebenarnya ia memprovokasi Diva agar suatu saat meninggalkan Kenan.
"Terimakasih sarannya Ta, kalau begitu aku duluan." Diva pun berdiri kemudian membawa belanjaannya meninggalkan tempat tersebut.
Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa beri Like, Komen, dan Votenya ya readers, jika ikhlas mohon tipsnya juga 🤭🤭🤭
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️