
Pukul 9 malam Arka tiba di rumah sakit dimana baby Khay di rawat, di depan ruangan tersebut ada Pak Toni yang sedang duduk bersandar di kursi tunggu.
"Diva dimana pak ?" Tanya Arka kepada pak Toni.
"Ada di dalam tuan." Jawab Pak Toni juga sudah mengetahui kalau orang itu adalah kakak dari majikannya.
"Baiklah Pak kalau begitu saya masuk dulu." Ucap Arka datar lalu masuk.
Arka membuka pintu ruangan perawatan ponakannya itu, Diva yang melihat kakaknya langsung berhambur kepelukannya, kemudian menangis menumpahkan kesedihannya yang akhir-akhir ini dia pendam sendiri. Tanpa sadar Arka juga meneteskan air matanya mendengar isakan demi isakan adiknya yang terdengar sangat pilu, Arka pun membalas pelukan adik kesayangannya itu.
"Apa sudah siap Hem ?" Tanya Arka dan di jawab anggukan oleh Diva.
"Ya sudah kakak akan menemui dokternya terlebih dahulu untuk mengurus kepindahan baby Khay !" Seru Arka.
"Aku sudah mengurus semuanya kak." Sahut Diva masih memeluk erat kakaknya itu.
"Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi sekarang !" Ajak Arka melepaskan pelukannya.
"Kita mau kemana kak ? Aku tidak mau balik ke kota Z, aku tidak ingin ayah dan bunda mengetahui hal ini, jika mereka akhirnya tahu biarkan Kenan sendirilah yang menjelaskan semuanya kepada mereka." Ujar Diva menatap kakaknya itu.
"Mereka tidak akan tahu dek, kakak akan membawamu jauh dari pria br***ek itu, hingga dia tidak bisa menemukan mu." Ucap Arka mengerti dengan keinginan adiknya itu.
"Baiklah kak, lebih baik sekarang kita pergi, tapi bi Siti akan ikut bersamaku." Ucap Diva.
"Iya tidak apa-apa dek, itu akan lebih baik kakak tidak perlu lagi mencarikan mu baby sitter untuk menemanimu untuk mengurus Khay." Ujar Arka.
Arkapun membawa baby Khay dalam gendongannya yang masih terpasang dengan infusannya, dan akan ada seorang perawat yang ikut dengan mereka untuk mengecek keadaan baby Khay dalam perjalanan.
🍀🍀🍀
Ke esokan harinya Kenan masih berada di kota S ia belum mengetahui kalau istri dan anaknya pergi meninggalkan kota ini, Kenan di sibukkan dengan beberapa kerjaannya Kenan berusaha keras mengungkapkan siapa dalang dibalik kerugian dan berani menggelapkan dana yang cukup besar, dan beberapa penanam modal dalam proyek tersebut menarik modalnya, sehingga membuat proyek tersebut berhenti di tengah jalan.
"Bagaimana apa sudah ada titik terangnya?" Tanya Kenan pada salah satu staf yang bekerja dalam proyek tersebut.
"Sepertinya sudah ada tuan, kita tinggal menyerahkan ini pada pihak yang berwajib." Jawab staf tersebut.
__ADS_1
Sedangkan Sarla hanya terdiam dengan tatapan yang sulit di artikan, membuat Kenan mengernyitkan keningnya melihat sikap Sarla itu. Kemudian Kenan tersenyum miring dengan tatapan datar.
"Sar, hari ini juga kita akan balik ke kota Xx, kamu urus semuanya !" Seru Kenan lalu beranjak dari duduknya setelah mendapat anggukan dari Sarla.
Kenan kembali keruang kerja yang di khususkan untuk Kenan yang ada di proyek tersebut, Kenan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi sambil tersenyum-senyum sendiri, ia sudah tak sabar akan segera tiba di rumah sakit dimana putranya di rawat sebelumnya. Ia sudah sangat merindukan bayi menggemaskan tersebut.
"Apa yang membuatmu senyum-senyum sendiri seperti itu ?" Seru Sarla yang tiba-tiba masuk keruangan Kenan.
"Aku bahagia Sar, akhirnya aku bisa pulang berkumpul dengan keluargaku kembali, aku harap Diva mau memaafkan ku." Ucap Kenan menatap wanita yang ada dihadapannya itu.
"Aku juga mau minta maaf kepadanya, aku sudah sangat keterlaluan padanya, sekalian aku mau pamit kepadanya juga." Ucap Sarla.
"Pamit ?" Tanya Kenan menaikkan kedua alisnya.
"Iya, Satya sudah tak sabar ingin bertemu denganku, katanya ia sudah merencanakan pernikahan kita." Jelas Sarla.
"Baiklah terimakasih banyak kamu sudah mau membantuku dalam rencana ini, jangan lupa mengirimkan undangan untuk kami !!" Seru Kenan.
"Itu sudah pasti, aku sudah menunggu hadiah ku dari seorang Kenan Al Fariziq yang terhormat ini." Ucap Sarla dengan candaannya.
"Baiklah aku akan menuliskan listnya nanti dan mengirimkan mu." Ucap Sarla tersenyum bahagia.
Kenan hanya menaikkan alisnya, Kenan kembali menyandarkan kepalanya, ia mengingat saat Arka memukulinya kemarin.
"Sar." Panggil Kenan Setelah cukup lama mereka terdiam di dalam ruangan itu.
"Ada apa, apa ada masalah ?" Tanya Sarla melihat raut wajah Kenan terlihat memikirkan sesuatu.
"Jam berapa kita akan kembali ke kota Xx ?"
"Jam dua, emangnya kenapa ?" Tanya Sarla.
"Bagaimana jika kak Arka benar-benar membawa Diva dan Khay pergi jauh dariku." Ucap Kenan tampak khawatir.
"Bukannya Khay masih sakit, dia tidak mungkin membawanya pergi." Ucap Sarla.
__ADS_1
"Kamu tidak mengenal kak Arka, Sar, dia orangnya paling tidak bisa mentolerir, jika dia sudah berkata akan membawanya dia tak peduli akan situasi, dia orangnya nekad Sar, dia akan melakukan apapun yang ia mau, apalagi menyangkut kebahagiaan adik kesayangannya, bahkan saat masalah kita dulu dia bahkan memukulku lebih dari yang semalam." Jelas Kenan sambil mencoba menghubungi Diva namun tidak bisa sama sekali di hubungi, begitupun dengan bi Siti.
"Nomor Diva tidak bisa dihubungi Sar, bahkan nomor baby sitter Khay sama, juga tidak bisa dihubungi." Kenan tampak panik ia takut Arka benar-benar membawa mereka pergi.
"Coba hubungi Pak Anton Nan!" Seru Sarla ikut khawatir.
Kenan langsung menghubungi asisitenya itu dan memerintahkannya agar Pak Anton mengecek keberadaan istri dan anaknya apakah mereka masih ada dirumah sakit.
Kenan semakin gelisah, menunggu informasi dari asisitenya tersebut. karena sudah tak sabar menunggu informasi dari pak Anton Kenan meminta salah satu kepercayaannya untuk mengurus semuanya ia akan kembali ke kota Xx sekarang juga.
"Kamu urus semuanya, dan semua bukti yang sudah di kumpulkan kirim ke e-mail saya, setelah itu kamu bawa bukti ini ke kantor polisi, saya percayakan ini padamu !!" Seru Kenan pada salah satu staf kepercayaannya di kota S.
"Baik tuan, insyaallah saya akan mengurus semuanya." Sahut Stafnya.
Kenan dan Sarla langsung menuju dimana mobilnya terparkir, tanpa pikir panjang Kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang di atas rata-rata, membuat Sarla ketakutan, tapi ia tidak berani untuk protes.
Dalam perjalanan ponsel Kenan berdering, Kenan menyambungkan ponselnya dengan eardbusdnya yang sudah ia pasang di telinganya, lalu menjawab panggilan tersebut yang ternyata dari Pak Anton.
📞 "Bagaimana pak ?Tanya Kenan.
📞 "Nona dan tuan muda sudah tidak ada dirumah sakit tuan, kata dokter yang menangani tuan muda semalam ada seorang pria menjemput mereka dan membawanya pergi." Jelas Pak Anton membuat Kenan prustasi dan memukuli kemudinya.
📞 "Saya juga sudah menghubungi orang rumah tuan, kata orang yang berjaga non Diva dengan tuan muda tidak ada balik kerumah." Pak Anton kembali melanjutkan ucapannya.
📞 "Pak semua bukti sudah di temukan dan akan di serahkan pihak berwajib, sekarang tugas bapak kerahkan semua anak buah bapak untuk mencari keberadaan istri dan anak saya, saya tidak mau tau kalian harus menemukan mereka !!" Seru Kenan tegas setelah berkata seperti itu Kenan mematikan sambungan teleponnya.
"Maafkan aku Yank, sepertinya aku terlalu banyak melukaimu sampai-sampai kamu meninggalkanku, yank akau mohon kembalilah, ini semua tak seperti yang kamu kira yank..." Rintih Kenan dengan air mata yang terus berderai.
"Kenan awaassss....!!!" Seru Sarla saat sebuah mobil melaju di depannya, karena mobil yang dikendarai Kenan sudah tak lagi pada jalurnya.
Bersambung......
Tahan.... Tahan.... Bagaimana readers kita tahan sejenak, tetap dukung Author dengan memberikan LIKE, KOMENTAR, VOTE.
TERIMAKASIH 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1