
Setelah sampai rumah Kenan masuk dalam rumah dengan keadaan yang masih sangat emosi, bahkan Kenan masuk lebih dulu, meninggalkan Kia sendirian di mobil, Kia yang melihat sikap ayahnya itu terus bertanya-tanya dalam sepanjang perjalanan tadi, apa yang membuat ayahnya marah seperti itu, dan apa hubungannya dengan Om Kavi, Kia juga tak berani menanyakan langsung karena jika ayahnya sudah marah seperti itu, itu tandanya ini bukan masalah kecil, karena Kenan memang tak gampang marah, kecuali itu sudah sangat keterlaluan.
"Yah, ada apa ? Tanya Diva bingung melihat suaminya tiba-tiba datang diwaktu masih jam kantor begini, dengan ekspresi wajah seperti itu.
Tak lama Kia juga masuk, membuat Diva semakin bingung karena Kia tak pergi ke perusahaan milik Kavi.
"Dek ada apa ?" Tanya Diva sedikit berbisik.
Sedangkan Kia hanya menggelengkan kepalanya karena ia juga tidak mengerti.
"Kalian datang barengan ?" Tanya Diva diangguki Kia.
"Kalian kenapa sih, Yah ada apa ?" Tanya Diva penasaran.
"Mulai sekarang Kia tidak akan lagi bekerja di perusahaan Kavi, dan kamu Kia jangan pernah berhubungan lagi dengan pria itu, jika dia menghubungimu jangan pernah menjawabnya !" Seru Kenan penuh penekanan lalu berjalan masuk ke kamarnya.
"Dek ada masalah apa ?" Tanya Diva pelan.
"Gak tahu juga Bun, tapi tadi pas aku masuk ke perusahaan om Kavi, tiba-tiba saja ayah keluar dari sana dan langsung menyeretku agar pulang bersamanya, dan melarangku lagi bekerja disana, sepertinya ayah habis ketemu dengan Om Kavi, Bun." Jelas Kia.
"Ya sudah kamu ganti pakaian kamu, sudah itu kamu langsung makan dan istrirahat, bunda ingin menemui ayah dulu." Seru Diva lalu menyusul suaminya yang sudah masuk ke kamar.
Saat masuk ke kamar, Diva mendapati suaminya duduk disofa sambil bersandar menangadahkan kepalanya keatas memejamkan matanya. Diva berjalan mendekati Kenan, lalu duduk disampingnya kemudian dengan perlahan Diva memeluknya sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Yah, ada apa sebenarnya, kata adek kamu habis ke kantor Kavi ?" Ucap Diva lembut.
"Uhhfffttt...." Kenane menghela nafas beratnya, lalu beralih memeluk bahu Diva.
"By'...." Ucap Diva mendongak memperhatikan Kenan yang masih setia memejamkan matanya.
Kenan yang mendengar istrinya memanggilnya seperti itu langsung membuka matanya lalu ikut melihatnya.
"Ada masalah apa, apa kamu bertengkar dengan Kavi ?" Diva mencoba menebak permasalahan suaminya itu.
"Aku kecewa dan marah sama dia yank." Akhirnya Kenan sudah mulai bicara.
"Apa yang membuatmu seperti itu by', apa ada masalah dengan kerjasama kalian ?" Tanya Diva masih memeluk pinggang suaminya itu.
"Dia mencoba memanfaatkan putri kita yank." Jawab Kenan kembali memerah menahan emosinya ketika kembali mengingat perlakuan sahabatnya itu.
"Maksudnya ?" Diva langsung melepaskan pelukannya lalu duduk dengan tegak sambil menatap suaminya meminta penjelasan.
Kenan menceritakan semua apa yang terjadi di kantor Kavi tadi, dan Kenan juga menceritakan kalau Kia sangat mirip dengan alamarhuma istri Kavi yang meninggal saat kecelakaan pesawat, dan saat itu keadaan istri Kavi sedang hamil muda.
"Dan satu lagi yank, dia mencoba memeras Kia, saat Kia tak sengaja menabrak mobil Kavi, dari situlah mau tak Kia harus menjadi asisitennya.
"Jadi by', maksudnya Kavi mempekerjakan Kia hanya karena....
__ADS_1
"Awalnya Kavi memperkerjakan Kia karena sangat mirip dengan almarhumah istrinya, tapi tadi ia mengakuinya sendiri, kalau sekarang ia mulai menyukai putri kita yank, dan aku tidak setuju akan hal itu." Jelas Kenan.
"Apa ? Tapi by', tapi jika memang dia serius dan akan membahagiakan putri kita kenapa kamu harus tidak setuju, aku rasa Kavi pria yang baik dan bertanggungjawab."
"Aku tahu dia baik dan bertanggungjawab yank, tapi perbedaan umur mereka sangat jauh yank, bahkan adek saja masih sekolah, apa kata teman-teman adek jika ia berhubungan dengan pria dewasa seperti itu."
Tanpa mereka sadari sejak tadi Kia mendengar pembicaraan kedua orangtuanya itu, karena ia sangat penasaran apa masalah ayahnya juga om Kavi, diam-diam ia menguping dan kebetulan pintu kamar orangtuanya juga tak tertutup rapat. Kia sangat kaget mendengar kalau ia telah di manfaatkan dan parahnya lagi ia juga mendengar kalau om Kavi menyukainya.
Dengan tatapan yang sulit diartikan Kia langsung meninggalkan tempat tersebut dan langsung masuk ke kamarnya.
...----------------...
Tanpa terasa Enzy dan Rendra sudah seminggu berada di negeri Jiran tersebut, karena akhir pekan Rendra maupun Enzy untuk keluar jalan-jalan menikmati malam Minggu di negara tersebut, keduanya memutuskan untuk pergi kesalah satu pusat kuliner malam khas negara tersebut.
Setelah magrib Rendra menjemput Enzy ke unitnya, untuk segera pergi, sejak keluar dari unitnya Enzy merasa kalau seseorang sedang memperhatikannya, Enzy perhatikan sejak kemarin ada seorang pria selalu memperhatikannya dengan tatapan aneh, membuat Enzy sedikit takut.
Saat di lobi, laki-laki yang sejak kemarin memperhatikan Enzy berdiri di pojokan tak jauh Enzy dan Rendra.
Enzy menahan lengan Rendra agar menghentikan langkahnya.
"Ada apa Nzy ?" Tanya Rendra bingung.
"Rend, kenapa pria itu selelu memperhatikan ku seperti itu ?" Bisik Enzy.
"Siapa ? Pria siapa yang kamu bicarakan ?" Tanya Rendra melihat sekelilingnya.
Rendra mengikuti lirikan mata Enzy, dan benar saja seorang pria muda, kira-kira seumuran Rendra.
"Mungkin dia jatuh hati dengan pesonmu, kali !" Ucap Rendra ngasal.
"Si**lan kamu Rend, mau aku adukan sama Khay juga ayah." Ancam Enzy kesal.
"Bencanda kali Nzy, ya sudah lebih baik kita pergi dari sini secepatnya." Sahut Rendra lalu merangkul bahu sahabatnya itu menuju parkiran di depan gedung apartemen.
"Sudah jangan dipikirkan, dia tidak akan berani macam-macam kalau ada gue !" Ucap Rendra melihat Enzy berjalan sesekali berbalik kebelakang.
"Bagaimana kalau dia mengikuti kita." Cemas Enzy.
"Tidak akan, kalau dia sampai macam-macam ada gue, sudah jangan dipikirkan !" Seru Rendra membukakan pintu mobil untuk Enzy. Setelah Enzy masuk Rendra pun menyusul dan mulai menjalankan mobilnya.
"Ngomong-ngomong, kita kemana dulu nih ?" Tanya Rendra.
"Kita langsung ke rencana awal aja Rend." Sahut Enzy sudah kembali ceria lagi.
Sekitar lima belas menit menempuh perjalanan, akhirnya mobil yang dikendarai Rendra tiba ke tempat tujuan mereka, di salah satu tempat yang banyak di gandrungi masyarakat disana. Rendra dan Enzy sangat menikmati jajanan kuliner khas negara tersebut. Setelah lelah berjalan mengitari tempat tersebut Rendra dan Enzy memutuskan untuk duduk disalah satu meja yang ada disana.
"Tempat ini sangat bagus, kapan-kapan aku akan mengajak Khay kesini." Ucap Enzy memperhatikan sekitar.
__ADS_1
"Tempat ini benar-benar bagus, makanannya juga enak-enak." Sahut Rendra mengambil gambar di berbagai sudut tempat tersebut menggunakan camera ia kalungkan dilehernya.
"Mau kemana ?" Tanya Rendra melihat Enzy berdiri.
"Aku mau kesana sebentar, sepertinya makanan yang disana enak." Tunjuk Enzy pada salah satu stand makan tak jauh dari tempatnya duduk.
"Ok, beli juga untukku !" Sahut Rendra kembali fokus pada kemeranya.
Saat menunggu pesanannya di depan stand tersebut, tiba-tiba seorang pria menghampiri Enzy, betapa kagetnya Enzy saat melihat pria yang sejak kemarin mengikutinya berdiri dihadapannya.
Enzy berusaha bersikap biasa-biasa saja sambil memainkan ponselnya mencoba agar tidak panik.
"Hay, kenalkan aku Mike, aku juga tinggal di apartemen tempat kamu tinggal." Ucap laki-laki yang bernama Mike itu, mengulurkan tangannya kepada Enzy, namun Enzy sama sekali tak meresponnya, ia berpura-pura tak mendengarnya.
Mike kembali menarik tangannya karena merasa di cuekin, namun ia masih berusaha untuk mendekati Enzy.
"Kalau boleh tau nama kamu siapa ?" Tanya Mike.
Namun Enzy tetap tak menghiraukannya, Enzy malah membayar pesanannya yang sudah selesai lalu menerima kantong makanan tersebut.
Saat Enzy akan berbalik meninggalkan tempat tersebut tiba-tiba Mike menarik lengannya dan langsung merangkul pinggang Enzy, membuat Enzy berontak agar di lepaskan.
"Lepaskan, atau kau akan menyesal." Geram Enzy menatap tajam pria tersebut.
"Tidak akan, sudah dua hari ini aku memperhatikan mu, kau begitu menggoda, ikutlah denganku kita akan bersenang-senang malam ini." Enzy yang mendengar ucapan kurang ajar Mike, dengan sekuat tenaga Enzy menendang bagian ******** Mike menggunakan lututnya, membuat Mike melepaskan rangkulannya, beralih memegang bagian ***********. Enzy kembali menarik bahu Mike agar menghadapnya, tanpa pikir panjang Enzy melayangkan tamparan keras diwajah pria itu, membuat sudut bibirnya berdarah. seketika orang-orang disekitarnya menjadi riuh, sementara Rendra langsung menghampiri Enzy.
"Nzy ada apa, apa dia menganggumu ?" Tanya Rendra memegang kedua pundak sahabatnya itu.
Enzy hanya mengangguk, ia juga merasakan perih di telapak tangannya karena menampar Mike begitu keras.
"Kurang ajar, dasar wanita mura***n, saja belagu." Ucap Mike, membuat Rendra yang mendengarnya menjadi emosi, ia langsung melayangkan tinjunya tepat di hidung pria br****k itu, sehingga darah segar mengalir dari hidungnya.
Rendar menarik kera baju Mike
"Jangan coba-coba kau mengatakan hal itu pada adik saya, jika kamu masih menginginkan lidahmu berada ditempatnya, jika saya melihatmu mendekati atau memperhatikan adik saya maka saya berjanji akan mematahkan kedua tangan dan mata kamu tidak akan bisa melihat sinar matahari keesokannya." Ancam Rendra dengan raut wajah mengerikan, membuat nyali pria itu menciut.
"Pergi dari sini, jangan lagi kau menampakkan wajah menjijikan mu itu dihadapanku !" Seru Rendra mendorong kasar pria itu.
Enzy merinding melihat wajah Rendra seperti itu, ini kali pertamanya ia melihat sahabatnya mengeringkan seperti itu, karena sejak ia kenal Rendra selalu terlihat konyol dan kocak.
"Ayo kita pergi dari sini !" Ajak Rendra menarik tangan Enzy pergi dari sana.
Enzy hanya bisa menurut, mengikuti langkah Rendra menuju dimana mobil mereka terparkir.
Bersambung.......
Jangan lupa like, Koment, dan Vote
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏🙏