
Pagi ini Kenan terlihat duduk di depan jendela kaca yang besar sambil memperhatikan Putra putrinya sedang bermain di wahana permainannya yang sengaja Kenan buat dulu di samping halaman rumahnya yang tak jauh dari kolam renang, Abang Khay dan dedek Kia ditemani oleh bi Siti.
Kenan tersenyum-senyum sendiri di kalah ia melihat tingkah lucu dedek Kia, bahkan sering juga terlihat sangat bar-bar, hal itu mengingatkan Kenan dengan istrinya yang sama persis dengan putrinya itu.
"Kenapa senyum-senyum ?" Ucap Diva tiba-tiba ada di belakangnya.
Kenan mendongak kemudian kembali tersenyum kepada istrinya itu.
"Aku cuma memperhatikan anak-anak, liat tuh dedek Kia sampai manjat-manjat benar-benar bar-bar Putri kita itu, persis kamu banget yank." Ucap Kenan kembali memperhatikan anak-anaknya sambil memegang tangan Diva yang ada di pundaknya.
"Dia kan perempuan jadi pastinya mirip aku dong by', kalau mirip kamu juga, entar aku di kira ibu tirinya lagi." Ujar Diva membuat Kenan tertawa mendengar ucapan Diva yang terakhir.
"Kalau seandainya dia mirip aku, kita kan bisa buat lagi yang mirip kamu Yank." Goda Kenan menaik turunkan alisnya.
"Itu sih maunya kamu by'." Ucap Diva sedikit memerah pasalnya sudah lama ia tak mendengar godaan prontal suaminya, bahkan ia juga sudah lama melakukan lebih dengan Kenan, keduanya hanya melakukan sebatas ciuman saja untuk meluapkan kerinduan mereka.
"Semoga aku cepat pulih yank, aku udah enggak sabar buat....." Kenan menggantung ucapannya.
"Buat apa ?" Tanya Diva.
"Buat adik untuk dedek Kia yank." Jawab Kenan.
"Jadi kamu pengen cepat pulih hanya karena itu ?" Tanya Diva Jengah dan langsung di angguki Kenan dengan cepat.
"Dasar laki...!!" Ucap Diva mencubit punggung suaminya itu, bukannya kesakitan Kenan malah tertawa.
"Yank...." Panggil Kenan tapi kali ini dengan nada serius.
"Emmm...." Sahut Diva.
"Yank, bagaimana kalau aku tidak bisa lagi kembali seperti dulu, bagaimana kalau aku tidak bisa lagi berjalan, apa kamu akan tetap di sampingku ?" Tanya Kenan menatap lurus kedepan.
Diva berjalan kedepan Kenan lalu berlutut di depan suaminya itu, Diva meraih tangan Kenan lalu ia genggam dengan eratnya.
"By', lihat aku by !!" Seru Diva.
Kenan pun beralih menatap manik mata istrinya itu dengan tatapan datar.
"By', kalaupun kamu tidak bisa pulih atau seperti yang kamu katakan tadi, aku tetap berada di sampingmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kecuali maut yang memisahkan kita, tapi aku selalu berharap dan meminta kepada Allah agar kita akan menghadapi maut bersama, dan akan menutup mata kita untuk selamanya bersama juga." Ucap Diva.
"By, aku akan menjadi kaki untuk kamu, aku sanggup melakukan itu, bahkan aku rela melakukan apapun untuk kamu by'." Sambung Diva lagi.
"Tap....
"Tidak ada tapi-tapian by sudah berapa kali aku katakan jangan pernah merasa aku akan pergi, sudah berulang-ulang aku juga katakan apapun yang terjadi aku akan tetap di sisimu, aku tidak peduli dengan bagaimanapun fisik kamu." Ucap Diva menyela ucapan Kenan.
Kenan hanya menganggukkan kepalanya, ia tak tahu harus mengatakan apalagi, ia benar-benar merasa sangat beruntung memiliki istri baik ditambah lagi cantik seperti Diva.
"Ya sudah kalau begitu aku ke kamar anak-anak dulu ya by', aku mau cek keperluan mereka karena bi Siti akan pergi berbelanja nanti." Pamit Diva tersenyum sambil mengusap punggung tangan Kenan lalu segera berdiri.
__ADS_1
Kenan hanya mengagukkan kepalanya tak lupa juga membalas senyuman istrinya itu.
Kenan kembali memperhatikan anak-anaknya yang masih asik dengan permainannya, tapi setelah ia perhatikan dari kejauhan ia tak melihat bi Siti di sana menemani putra dan putrinya.
Kenan khawatir dengan dedek Kia yang bermain di dekat kolam renang, Kenan menjalankan kursi rodanya menggunakan tangannya, ia ingin menghampiri putrinya, karena takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan.
"Dedek....Dedek...." Panggil Kenan namun Dedek Kia tak menghiraukan panggilan ayahnya.
Terlihat dedek Kia duduk berjongkok di pinggiran kolam, ingin mengambil bola yang terjatuh di dalam kolam renang, saat tangan putri kecil itu meraih bolanya, tiba-tiba saja ia tergelincir dan jatuh ke kolam.
"Dedek...." Panggil Kenan dan mempercepat kursinya, saat melewati jalanan sedikit menurun, tiba-tiba saja Kenan terjatuh dari kursi rodanya.
"Yank....Yank...." Panggil Kenan namun tak ada satupun orang yang mendengarnya.
Kenan berusaha untuk berdiri karena sudah sangat panik melihat putrinya yang jatuh ke kolam, dan akan tenggelam. Dengan perlahan Kenan menggerakkan kakinya dan berdiri secara perlahan, setelah berusaha sekuatnya Kenan pun berhasil dan langsung berlari ke kolam, untuk menyelamatkan putrinya.
"Dedek...Dedek... bangun sayang !!" Panik Kenan setelah berhasil mengeluarkan putrinya dari kolam, dengan pakaian basah kuyup Kenan menggendong putrinya itu masuk kedalam rumah.
"Yank...Yank...Bibi...Bi Siti...." Teriak Kenan.
Diva yang baru keluar dari kamar anak-anaknya langsung berlari menuruni anak tangga, saat berada di pertengahan tangga Diva menghentikan langkahnya, ia tak percaya apa yang ia lihat, begitupun dengan bi Siti yang baru saja keluar dari toilet dekat ruangan bermain anak-anak.
"By....
"Tuan....
"Yank....Yank...." Kenan kembali berteriak memanggil istrinya yang masih terdiam mematung di tangga, teriakan Kenan berhasil menyadarkan Diva dari keterkejutannya.
"Eh...iy...Iyya by'." Sahut Diva masih sedikit Shok.
"Cepat !! Kita ke rumah sakit sekarang !! Seru Kenan kemudian berlari menuju garasi rumahnya, tanpa menunggu Diva.
Diva bingung karena Kenan mengajaknya ke rumah sakit, ia belum menyadari pakaian Kenan yang basah kuyup begitupun dengan putrinya.
"By, kamu yakin mau bawa mobil sendiri ? Tanya Diva lalu ikut masuk kedalam mobil, bagian samping kemudi.
"Yakin." Sahut Kenan.
"Nih..." Kenan memberikan dedek Kia di pangkuan Diva.
"Dedek..." Ucap Diva kaget melihat keadaan putrinya.
"By, dedeknya kenapa, apa yang terjadi?" Panik Diva dan mulai memeluk erat putrinya sambil menangis.
"Dia terjatuh di kolam." Jawab Kenan langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Tak butuh waktu lama Kenan tiba di rumah sakit terdekat, salah satu rumah sakit yang tidak terlalu besar, dan tak memiliki ruangan super VVIP, ia tak lagi memikirkan rumah sakit mana ia akan membawa putrinya, asalkan nyawa putrinya bisa terselamatkan.
Dengan kepanikan keduanya mereka membawa putrinya langsung ke UGD.
__ADS_1
"Dok...Dok...Tolong putri saya !" Seru Kenan meletakkan putrinya di brangkar UGD.
"Baiklah pak, lebih baik sekarang bapak tenang terlebih dahulu, saya akan memeriksanya." Ujar Dokter lalu memeriksa keadaan dedek Kia.
"Apa putri saya tidak apa-apa dok ?" Tanya Kenan setelah dokter selesai. Sedangkan Diva hanya bisa menangis di pelukan Kenan.
"Sebaiknya anak bapak di rawat, karena anak bapak terlalu banyak memasukkan air, sebenarnya apa yang terjadi dengannya ?" Jelas dokter lalu bertanya.
"Dia jatuh ke kolam renang dok, lakukan untuk terbaik buat anak saya, berapapun biayanya akan saya bayar." Seru Kenan.
"Baik pak, sebaiknya bapak mengurus administranya terlebih dahulu.
"Apa putri kami akan baik-baik saja dok, kenapa dia belum juga sadarkan diri ?" Tanya Diva.
"Dia akan baik-baik saja Bu, kami akan mengeluarkan air yang masuk kedalam tubuhnya, setelah itu ia akan baik-baik saja, tapi masih butuh perawatan lebih lanjut lagi." Jelas dokter.
"Yank, aku ke bagian administrasi dulu, kamu disini aja jagain dedek !!" Seru Kenan.
"Apa kamu bisa ?" Tanya Diva khawatir.
"Aku bisa yank, kamu tidak usah khawatir." Ucap Kenan.
"Apa kaki kamu tidak apa-apa ?" Tanya Diva.
"Kaki ?" Tanya Kenan bingung pasalnya dia sendiri belum menyadari kalau ia bisa berjalan sekarang.
"Iya, sekarang kamu bisa jalan by'." Ucap Diva.
"Jalan ? Iya yank sekarang aku sudah bisa jalan." Ucap Kenan baru menyadari kalau sekarang ia tak menggunakan kursi roda.
"Aku baru menyadarinya yank." Lanjutnya lagi.
"Kamu baru sadar, setelah tadi kamu membuatku hampir jantungan dengan cara kamu yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi." Oceh Diva geleng-geleng kepala karena tak habis pikir dengan suaminya itu, bagaimana bisa ia baru menyadari kalau dirinya sudah bisa berjalan.
"Mungkin karena aku terlalu panik yank, tapi aku sangat bersyukur karena aku sudah bisa berjalan sekarang." Ucap Kenan lalu menarik Diva masuk kedalam pelukannya. Diva pun membalasnya dengan erat.
"Aku sangat seneng yank." Ucap Kenan.
"Aku juga by', selamat ya." Ucap Diva semakin mempererat pelukannya.
"Ya sudah kalau gitu aku urus administrasinya dulu, aku juga akan menghubungi orang rumah untuk membawakan keperluan kita disini." Ucap Kenan melepaskan pelukannya.
"Iya by'." Sahut Diva.
Bersambung.....
Jangan lupa like, Koment dan juga Vote....
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1